ARLINO

ARLINO
Episode 12



Ana pun pulang ke rumahnya diantar oleh Lino.


"No, makasih ya udah anter gue pulang" ucap Ana.


"Iya"


"Lino tuh baik sih orangnya, tapi kadang juga ngeselin" batin Ana.


"Ya udah gue pulang dulu ya" ucap Lino sambil pergi menggunakan motornya.


Ana pun masuk kedalam rumah.


"Habis dari mana kamu?" tanya papah.


"Habis kerja kelompok, pah" jelas Ana, lalu ia pun menuju kamarnya.


Ana pun segera mandi lalu mengganti pakaiannya dengan baju tidur.


...****...


Lino pun melamun karena mengingat ucapan Ana.


"Bener juga ya kata Ana, gue nuduh Raka padahal belum tentu dia pelakunya" gumam Lino.


"Ah bosen gue di rumah, lebih baik gue ke basecamp aja deh"


Skip


* Basecamp


"Malam guys" ucap Lino.


"Eh No, hari ini luh ada balapan sama orang?" tanya Alex.


"Enggak ada"


"Kirain gue ada" ucap Alex.


"Loh kok luh disini?" tanya Lino kepada cewek yang di samping Bayu.


"Luh kenal Zahra?" tanya Bayu.


"Iya kenal dong, dia kan teman sekelas gue" ucap Lino.


"No, berarti luh suka balapan juga?" tanya Zahra.


"Iya"


"Guys gue nganterin Zahra pulang ya, udah malam soalnya nanti orang tuanya marah ke gue" ucap Bayu.


"Kirain mau dibawa ke rumah luh" ucap Bobby.


"Enak aja! emang luh kira gue cabe-cabean apa" kesal Zahra.


"Ok hati-hati ya" ucap Lino dan Alex.


"Guys gue mau nanya sama kalian" ucap Lino.


"Nanya apa?" tanya mereka berdua.


"Mungkin gak sih bukan Raka yang nyelakain Acha" ucap Lino.


"Mungkin aja sih, No" ucap Bobby.


"Iya benar, bisa aja kan yang nyelakain Acha itu orang yang kalah balapan sama luh" ucap Alex.


"Kok gue jadi merasa bersalah ya kalau emang bukan Raka pelakunya" ucap Lino.


"Lagian luh kenapa sih ngira si Raka yang nabrak" ucap Alex.


"Soalnya gue kira dia dendam sama gue gara-gara Acha pacaran sama gue" ucap Lino.


"Tapi kan No, kalau misalkan Raka gak mungkin dia nabrak Acha" ucap Bobby.


"Tapi motor yang nabrak itu ngarah kearah gue bukan kearah Acha. Tapi Acha nolongin gue waktu itu" ucap Lino.


"Kalau Raka yang nabrak, terus kenapa dia ngelepasin alat pernafasan Acha waktu di rumah sakit. Kan gak mungkin" ucap Alex.


...****...


Skip


* Sekolah


"Ana, nih" ucap Lino sambil memberikan kertas karton kepadanya.


"Apaan ini?" tanya Ana.


"Gambar kelompok kita lah" ucap Lino.


"Loh bukannya sekarang gak ada pelajarannya"


"Gak apa-apa, simpan dulu aja sama luh. Nanti kalau disimpan sama gue suka lupa dibawa pas hari pengumpulannya"


"Oh ya udah sama gue aja, sekalian mau gue warnai"


"Guys kata pak Rangga cepetan ke lapangan" teriak Gilang.


"Iya" ucap semuanya.


Semua anak kelas pun segera menuju ke lapangan untuk mengikuti mata pelajaran olahraga.


"Nah, anak-anak hari ini kita bakal olahraga futsal. Nanti kalian bagi ya tim nya masing-masing" ucap pak Rangga.


"Pak, saya izin gak olahraga" ucap Ana.


"Loh kenapa? Lagi sakit?" tanya pak Rangga.


"Enggak pak, tapi saya kalau kecapekan suka pingsan" jelas Ana.


"Bohong pak, Ana suka ngebohong anaknya" ucap Aldi.


"Beneran kok pak, dia sering pingsan kalau kecapean" ucap Lino.


Semua mata pun tertuju pada Lino.


"Tahu dari mana luh?" tanya Bagas.


"Tumben dia ngebelain gue" batin Ana.


"Ya udah Ana, lebih baik kamu duduk di pinggir lapangan. Tapi ingat nanti waktu penilaian kamu harus ikut" jelas pak Rangga.


"Siap pak" ucap Ana.


Ana pun segera duduk di pinggir lapangan sambil menonton yang sedang bermain futsal.


"Lino kok tumben ya baik, eh tapi kadang ngeselin juga sih" gumam Ana.


"Jago juga dia main futsalnya" batin Ana.


"Ih gue kenapa sih, kok jadi muji dia gini" batin Ana.


...****...


Skip


Pulang sekolah


"Na, tuh Raka nunggu luh di luar" ucap Clara.


"Bilangin ke dia tunggu sebentar, gue piket dulu" ucap Ana kepada Clara.


"Iya"


3 menit kemudian, Ana pun segera menghampiri Raka yang sedang menunggunya di depan kelas.


"Ka, boleh tunggu sebentar gak? Aku mau ke toilet bentar" ucap Ana.


"Ya udah, aku tungguin disini" ucap Raka.


"Aku nitip tas sama kertas karton ini ya" ucap Ana dan ia pun segera menuju ke toilet.


"Apaan nih?" tanya Raka penasaran.


Lalu dia pun membuka gulungan kertas karton tersebut.


"Acha" ucap Raka sambil melihat gambar pada kertas karton tersebut.


Lalu ia pun melihat nama Ana dan Arlino di bawah sketsa tersebut.


Karena kesal, Raka pun merobek sketsa tersebut.


"Kenapa sih dia selalu ada disetiap gue punya hubungan sama cewek" batin Raka.


Setelah beberapa menit kemudian Ana pun segera menghampiri Raka.


"Ayo pul-" ucapan ana terpotong karena ia melihat gambarnya telah sobek menjadi beberapa bagian.


"Raka, kamu yang nyobekin gambarnya?" tanya Ana kesal


"Iya, kenapa?" tanya Raka dengan santai.


"Kamu kenapa sih, itu kan tugas kelompok aku sama Lino"


"Harusnya aku yang tanya kamu. Kamu sengaja kan ngasih gambarnya ke aku biar aku lihat" bentak Raka.


"Kok kamu nuduh aku kayak gitu sih. Sumpah aku gak ada niatan kayak gitu" ucap Ana.


Ana pun segera mengambil tas miliknya yang dibawa oleh Raka dan ia pun segera pergi dari hadapan Raka.


"ANA!!!" teriak Raka.


Ana pun tidak menghiraukan ucapan Raka.


Lalu Ana pun segera menaiki taksi dan pulang menuju rumahnya.


Setelah sampai, Ana pun membuka pintu rumah dan menutupnya dengan keras.


Brag


"Ana, kamu kenapa?" tanya mamah.


"Mah, nanti kalau ada Raka jangan disuruh masuk" ucap Ana.


"Kamu berantem sama Raka?" tanya mamah.


Ana pun diam tidak menjawab perkataan mamah.


"Oh iya Ana, malam ini mamah sama papah gak bakal ada di rumah. Kayaknya sampai semingguan deh" ucap mamah.


"Mau kemana?" tanya Ana.


"Ada bisnis ke luar negeri" ucap mamah.


"Pingin ikut" ucap Ana sambil mengerucutkan bibirnya.


"Gak boleh, kamu kan harus sekolah" ucap mamah.


"Ih, ana sendirian dong di rumah"


"Ajak aja teman-teman kamu nginep disini"


"Iya deh nanti aku ajakin mereka, eh tapi kalau mereka gak mau gimana?"


"Yah berarti kamu sendirian di rumah"


"Ya udah mamah mau beres-beres dulu ya, soalnya bentar lagi papah ngejemput"


"Jangan lupa transfer uang ke Ana yang banyak" kesal Ana.


"Iya..iya bawel banget anak mamah"


Ana pun langsung ke kamarnya dan segera mandi. Habis itu ia pun mengganti pakaiannya.


"Aduh gimana ya kalau Lino marah ke gue" ucap Ana.


"Tapi kan itu bukan salah gue"


Ana pun bimbang antara ingin ngechat Lino atau tidak.


"Ya udah deh chat aja"


...Line...


Ana :


Lino


^^^Lino :^^^


^^^Apaan^^^


Ana :


No, maafin gue


^^^Lino :^^^


^^^Maksud luh apaan?^^^


Ana :


Gambarnya sobek


^^^Lino :^^^


^^^Sobek sama siapa?^^^


Ana :


Sobek sama gue


^^^Lino :^^^


^^^Luh gimana sih, gue kan udah cape-cape bikinnya^^^


Ana :


Maaf


^^^Lino :^^^


^^^Luh sekarang ada dimana?^^^


Ana :


Di rumah. Emang nya kenapa?


^^^Lino :^^^


^^^Ya udah sekarang gue ke rumah luh^^^