ARLINO

ARLINO
Episode 13



Tringgg


(Pesan masuk )


...WhatsApp...


Raka


Maafin aku


^^^Ana^^^


^^^Gue mau putus^^^


Raka


Na maafin aku, aku janji gak akan ngulangin lagi


^^^Ana^^^


^^^Pokonya gue mau putus sama luh^^^


Ana pun langsung memblokir nomer whatsapp Raka.


"ANA!!!" teriak mamah dari lantai bawah.


"Apa mah" teriak Ana dan ia pun segera turun kebawah untuk menemui mamahnya.


"Ada apa mah?"


"Mamah mau berangkat ya, papah udah nungguin diluar"


Ana pun merasa sedih, karena harus ditinggal mamah dan papahnya.


"Jangan sedih gitu ah" ucap mamah.


"Pingin peluk" ucap Ana dengan manja.


Mamah pun memeluk erat Ana.


"Ada apa nih pelukan segala? Papah juga pingin dipeluk dong" ucap papah.


Lalu Ana pun memeluk papahnya dengan sangat erat.


"Kamu jaga diri baik-baik ya" ucap mamah.


Ana pun hanya menganggukkan kepalanya.


"Assalamu'alaikum" ucap seseorang.


"Waalaikumsalam" ucap semuanya.


"Lino" gumam Ana.


"Malam tante,om" ucap Lino.


"Malam juga" ucap papah dan mamah Ana.


"Mah, pah, kenalin ini temen Ana" ucap Ana.


"Temen atau pacar?" sindir papah.


"Teman, pah"


"Tante,om kenalin nama saya Lino" ucap Lino.


"Kamu ganteng banget deh" ucap mamah sambil tersenyum.


"Makasih tante" ucap Lino.


"Ih mamah genit banget sih" ucap Ana.


"Mah, pah. Ana sama Lino mau kerja kelompok disini boleh kan?" tanya Ana.


"Boleh kok" ucap mamah.


"Ya udah yuk mah kita berangkat. Ana hati-hati ya di rumah" ucap papah.


"Iya siap bos" ucap Ana.


Mamah dan papah pun pergi.


"Mamah sama papah luh mau kemana?" tanya Lino.


"Ke luar negeri" ucap Ana sedih.


"Udah jangan sedih gitu, luh udah besar. Masa ditinggal gitu aja cengeng"


"Ya udah ayo masuk" ucap Ana.


"Duduk dulu disini, gue mau ngambil minum dulu" ucap Ana.


"Ok"


Tidak lama kemudian, Ana pun menghampiri Lino dengan membawa minuman dan cemilan yang ada di kulkas.


"Luh berarti tinggal sendiri dong" ucap Lino.


"Iya"


"Luh tahu gak?" tanya Lino dengan wajah serius.


"Tahu apa?" ucap Ana dengan wajah polosnya.


"Biasanya ya kalau cewek sendirian di rumah tuh suka digangguin hantu"


"No, jangan nakut-nakutin ih"


"Gue serius, Na"


"Ih udah ah, katanya mau kerja kelompok" ucap Ana.


"Ya udah mana kertas kartonnya?"


"Nih" ucap Ana sambil memberikan kertas karton yang baru.


"Sebenernya tadi gue kesini pingin sekalian marahin luh, tapi lihat luh ditinggal sama orang tua luh jadi gue gak jadi marahin luh nya karena kasian" jelas Lino.


"Terus kertas karton yang waktu itu mana?" ucap Lino lagi.


"Hmm itu"


"Mana?"


"Kan gue udah bilang sobek" ucap Ana pelan.


"Sobek nya karena apa?"


"Tapi luh jangan marah ya kalau gue ngomong yang sejujurnya"


"Ngomong aja kali emang sobek kenapa sih?"


"Sebenernya gambarnya di sobek sama Raka" ucap Ana sambil menunduk.


Bugh


Lino pun memukul meja dengan keras hingga membuat Ana kaget.


"Lino maafin gue" ucap Ana yang sedang ketakutan.


"Ngapain jadi luh yang minta maaf, harusnya kan dia"


"Tapi kan gue yang nitipin gambar itu ke dia"


"Udah lah jangan dibahas, lebih baik kita bikin yang baru" kesal Lino.


Lino pun segera menggambar sketsa wajah yang baru, sedangkan Ana hanya melihat Lino yang sedang menggambar.


Suasana pun menjadi hening.


Tok..tok..tok


"No, bentar ya gue buka pintu dulu" ucap Ana.


Lino pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ana.


Cklek


"Ngapain luh kesini?" tanya Ana.


"Na, gue minta maaf" ucap Raka.


"Siapa, Na?" teriak lino yang sedang menggambar.


"Lino"


"Oh jadi luh selingkuh sama dia" ucap Raka dingin.


"Apaan sih luh main asal nuduh" ucap Ana marah.


Lino pun segera menghampiri Ana.


"Luh ngapain kesini?" tanya Lino dengan menatap tajam Raka


"Eh harusnya gue yang nanya sama luh. Ngapain luh ada di rumah pacar gue?"


"Raka kita udah putus!" tegas Ana.


"Tuh luh denger sendiri kan? luh bukan pacarnya lagi sekarang" ucap Lino sambil menampilkan smirknya.


"Jadi luh mau kita putus gara-gara ketahuan selingkuhkan sama dia?"


"LUH LEBIH BAIK PULANG SEKARANG!!!" usir Ana.


"Ok gue pulang, lagian gak ada gunanya pacaran sama cewek murahan"


Bughhh


Raka pun tersungkur ke lantai akibat di tonjok oleh Lino.


Raka pun bangkit dan langsung menonjok Lino.


Bughh


"RAKA, LINO UDAH!!!" teriak Ana.


Karena Ana tidak bisa melerai keduanya akhirnya dia pun memutuskan untuk memanggil satpam komplek.


Kemudian dua satpam pun datang dan memisahkan mereka berdua.


"Awas aja luh" ancam Raka dan ia pun segera pergi.


"Luh gak apa-apa kan?" tanya Ana.


"Gak apa-apa gimana, luh lihat kan bibir gue berdarah gini"


"Maaf! ya udah ayo kedalam, gue obatin lukanya "


Kita berdua pun masuk kedalam rumah.


Ana pun membawa kotak p3k dan ia pun langsung mengobati bibir Lino yang terluka.


Ana pun menatap bibir Lino tetapi pada saat Ana melihat bibirnya Lino, bibirnya pun berubah seakan sedang tersenyum kepadanya.


Dan saat mengetahui posisi kita sekarang, ternyata jarak wajah diantara kita pun sangat dekat hingga membuat Ana menjadi gugup.


"Woy, ngapain bengong!!!" teriak Lino.


Teriakan Lino pun berhasil membuyarkan lamunan Ana.


"Eh e-enggak" ucap Ana gugup.


"Luh mikirin apa?"


"Gak mikirin apa-apa kok"


"Eh btw luh beneran putus sama Raka?" tanya Lino.


"Iya"


"Cuma gara-gara dia sobekin gambar punya kita?"


Ana pun hanya mengangguk.


"Gue gak suka sama cowok yang terlalu cemburuan" ucap Ana.


"Sebenernya gue juga udah gambar sih waktu itu barengan sama gambarnya Acha. Karena buat jaga-jaga juga takut yang itu rusak eh beneran kejadian" ucap Lino.


"Terus kenapa luh kesini? Kenapa gak pakai gambar yang itu"


"Yah kan udah gue bilang, gue tadinya mau marahin luh gara-gara gambarnya sobek eh taunya sobek sama si anjing itu"


"Ih, kasar banget sih. Sekesel-keselnya gue sama orang, gue gak akan tuh ngomong pakai nama binatang"


"Yah kan itu luh bukan gue"


Duarrr


Suara petir pun mengagetkan kita berdua dan tidak menunggu lama hujan pun turun ke bumi.


"Aaaaa" Ana pun menjerit karena kaget.


"Anjir! kaget gue" ucap Lino.


"Eh No, luh gimana pulangnya?"


"Nanti kalau hujan nya reda"


"Kalau hujannya gak reda-reda gimana?"


" Yah gue bakal nginep disini"


"Ih enak aja, gak boleh"


"Eh No, jadinya gambarnya mau yang udah luh buat aja?" tanya Ana.


"Iya, lagian gue enggak mood buat ngelanjutin gambar yang ini"


"Kalau gambar yang udah dibuat luh gambar siapa?"


"Kepo luh"


"No, gue ke dapur dulu ya mau bikin mie"


"Ok, jangan lupa bikinin gue mie sedap yang diiklanin member super junior"


"Iya..iya"


Ana pun membuatkan mie untuk dirinya sendiri dan juga Lino tentunya.


Setelah selesai memasak, Ana pun kembali ke ruang tamu.


"Nih" ucap Ana sambil memberikan semangkuk mie.


"Thank you"


"Sambil nonton yuk" ucap Lino lagi.


"Ayo"


"Pinjem laptop luh ya"


"Ok"


"Nonton apa?" tanya Ana.


"Film hantu"


"Ah enggak mau, yang lain aja"


"Psychopath gimana?"


"Gak mau"


"Terus mau nya apa?"


"Yang gak serem"


"Gak mau, gak ada tantangannya"


"Ya udah iya yang psychopath aja" ucap Ana pasrah.


"Nah gitu dong dari tadi"


Akhirnya kita pun menonton drama Korea yang berjudul Strangers From Hell.


Ana pun fokus menonton drama itu.


Disisi lain Lino tersenyum karena melihat Ana yang sedang fokus menonton.


"Serius amat" ucap Lino.


"Ih diem jangan berisik"


Setelah 30 menit berlalu, tanpa sadar mereka pun tertidur dan posisi kepala Ana sekarang berada di bahu Lino sedangkan posisi Lino sedang memeluk pinggang Ana.