
Keesokan paginya.
Setelah sarapan, Ana pun segera pergi keluar rumah untuk menunggu Bagas.
Tin..tin
Suara klakson motor pun berbunyi.
"Na, mau berangkat bareng gak?" tanya Raka.
"Enggak, Ka! soalnya gue mau berangkat bareng Bagas" ucap Ana.
"Ya udah gue duluan ya" ucap Raka.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Raka pun segera pergi dengan mengendarai motornya.
"Bagas mana sih?" keluh Ana.
Trining...trining
Ana pun segera mengangkat telepon tersebut.
"Hallo, Gas! kamu dimana?" tanya Ana.
"Aku lagi dijalan" ucap Bagas.
"Na, kamu berangkat aja duluan. Soalnya motor aku mogok" ucap Bagas.
"Oh gitu, yaudah deh aku berangkat dulu. Sampe ketemu di sekolah ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Bagas sambil mematikan panggilan teleponnya.
"Ana, kamu belum berangkat?" tanya papah.
"Belum, pah" ucap Ana.
"Emang Raka gak ngajak berangkat bareng?" tanya papah.
"Ngajak kok, tapi Ana nya aja yang gak mau" ucap Ana.
"Ya udah, berangkat bareng papah aja" ucap papah.
"Iya, pah" ucap Ana.
Akhirnya mereka berdua pun segera masuk kedalam mobil, lalu papah Ana pun segera melajukan mobilnya menuju sekolah Ana.
Setelah sampai, Ana pun segera turun dari mobil papahnya. Lalu ia pun segera pergi menuju kelasnya.
Setelah sampai dikelas, Ana pun langsung duduk disebelah Felisa.
"Ana, Bagas mana?" tanya Aldi.
"Dia lagi dijalan, katanya motornya mogok" ucap Ana.
"Emang dia gak berangkat bareng luh?" tanya Aldi.
"Tadinya sih mau, tapi tiba-tiba motor dia mogok dijalan jadi gak sempet ke rumah gue" jelas Ana.
"Oh gitu" ucap Aldi.
"Na, ikut gue yuk" ucap Clara kepada Ana.
"Mau kemana?" tanya Ana.
"Pokoknya luh ikut aja" ucap Clara.
"Kalian mau kemana?" tanya Naya penasaran.
"Mau keluar bentar" ucap Clara sambil menarik tangan Ana.
Clara pun membawa Ana menuju rooftop.
"Kenapa, Ra?" tanya Ana.
"Luh berantem ya sama Lino?" tanya Clara.
"Enggak" ucap Ana.
"Udah luh jangan bohong sama gue. Gue tahu kok luh lagi berantem sama dia" ucap Clara.
"Tahu dari siapa?" tanya Ana.
"Tahu dari Raka" kata Clara.
"Ember banget tuh orang" batin Ana.
"Raka nyeritain apa lagi selain itu?" tanya Ana.
"Luh sebenarnya suka sama Lino kan?" tanya Clara tiba-tiba.
"Raka nyeritain tentang itu sama luh?" tanya Ana.
"Hah? beneran?" tanya Clara sambil terkejut karena awalnya dia hanya asal tanya saja.
"Padahal gue cuma asal tanya loh" ucap Clara.
"Enggak kok" ucap Ana.
"Udah ah! gue mau ke kelas" ucap Ana sambil berniat pergi namun tangannya ditahan oleh Clara.
"Luh beneran suka sama Lino?" tanya Clara lagi.
"Enggak!" ucap Ana.
"Jujur aja, Na! gue kan sahabat luh" ucap Clara.
"Enggak, Ra" ucap Ana.
"Tapi kelihatannya luh lebih suka sama Lino dibandingkan Bagas" ucap Clara.
"Maksud luh apa ngomong kayak gitu?" tanya Bagas yang tiba-tiba datang.
Clara pun langsung terdiam karena tiba-tiba Bagas datang.
"Ngomong apa tadi?" bentak Bagas pada Clara.
"Gas, udah!" ucap Ana.
"Ra, lebih baik luh ke kelas deh" ucap Ana lagi.
Akhirnya Clara pun segera pergi menuju kelasnya.
"Mana ada bercandaan kayak gitu" kesal Bagas.
"Yaudah lebih baik kita ke kelas yuk!" ajak Ana.
"Emangnya bener ya apa yang dibilang Clara tadi?" tanya Bagas.
"Enggak bener kok" ucap Ana berbohong karena takut Bagas semakin marah.
"Awas aja kalau kamu bohong sama aku" ucap Bagas.
"Yaudah ayo ke kelas" ajak Bagas sambil memegang tangan Ana.
Lalu mereka berdua pun segera masuk kedalam kelasnya.
"Pacaran mulu luh berdua" ucap Aldi.
"Sirik aja luh" ucap Bagas.
Lalu Ana pun segera duduk dikursinya.
"Ra, maafin Bagas ya" ucap Ana kepada Clara.
"Iya gak apa-apa, lagian gue yang salah" ucap Clara.
"Emang ada apa?" tanya Naya.
"Enggak ada apa-apa kok" ucap Ana sambil tersenyum.
"Itu Lia kenapa sih sibuk mulu sama bukunya" ucap Felisa.
"Bagus dong, dari pada gak ngapa-ngapain" ucap Ana.
"Selamat pagi anak-anak" ucap Bu Yanti.
"Pagi, Bu" ucap semuanya.
"Oh iya Ana, Felisa, tolong ambilkan buku paket Fisika di perpustakaan ya" ucap Bu Yanti.
"Baik, bu" ucap Ana dan Felisa bersamaan.
Akhirnya mereka berdua pun segera pergi menuju perpustakaan.
Setelah sampai di perpustakaan, Ana dan Felisa pun langsung masuk kedalam perpustakaan. Lalu mereka berdua pun bertemu dengan Lino dan Gilang yang sedang duduk dikursi yang telah tersedia di perpustakaan.
"Luh berdua ngapain disini? bukannya masuk ke kelas, ini malah main game" ucap Felisa.
"Luh berdua juga ngapain kesini?" tanya Gilang.
"Kita disuruh Bu Yanti buat ngambil buku paket" ucap Felisa.
"Fel, ayo" ujar Ana.
"Iya, Na" ucap Felisa.
Lalu mereka berdua pun segera pergi untuk mengambil buku paket Fisika.
"No, luh marahan sama Ana?" tanya Gilang.
Lino pun tidak menjawab ucapan Gilang.
"Luh kalah cepet dapetin Ana" bisik Gilang.
"Apaan sih luh!" ucap Lino.
"Gue tahu, luh suka kan sama Ana" ucap Gilang.
"Kaga" ucap Lino berbohong.
"Luh gak bisa bohong dari gue, No" ucap Gilang.
"Sok tahu banget luh jadi orang" ucap Gilang.
"Gue bukan sok tahu, tapi emang gue tahu" ucap Gilang.
"Cabut yuk!" ucap Lino.
"Kemana?" tanya Gilang.
"Ke kantin" ucap Lino.
"Kuy!" kata Gilang.
Mereka berdua pun berniat pergi namun Felisa pun langsung menghalangi jalan mereka berdua.
"Luh ngapain?" bingung Gilang.
"Bantuin dong, berat nih" mohon Felisa.
"Enggak mau!" ucap Gilang.
"Luh berdua kok gitu sih, masa ngebiarin cewek bawa yang berat-berat" ucap Felisa sambil memelas.
"Kalau berat biar gue yang bawa aja, Fel" ucap Ana.
"Jangan, Na! luh kan kemarin habis pingsan, nanti kalau pingsan lagi gimana coba" ucap Felisa.
"Enggak bakal kok" ucap Ana.
Lino pun segera mengambil beberapa buku paket yang berada di tangan Ana.
"Lang, bawain yang dibawa Felisa" ucap Lino kepada Gilang.
"Loh! katanya kita mau ke kantin" ucap Gilang namun tidak dijawab oleh Lino.
Lino pun akhirnya pergi meninggalkan kita bertiga.
"Bawain, please!" mohon Felisa.
"Yaudah deh" ucap Gilang sambil mengambil beberapa buku paket ditangan Felisa.
"Yaudah ayo ke kelas" ucap Felisa.
"Na" panggil Felisa karena Ana tidak menanggapi ucapannya.
"Hah?" tanya Ana.
"Ayo ke kelas" ucap Felisa.
Akhirnya mereka bertiga pun segera pergi ke kelasnya.
Setelah sampai di kelas, Ana dan Felisa pun segera duduk dikursinya. Sedangkan Gilang, dia langsung membagikan buku paket itu pada setiap orang yang belum kebagian buku paket. Lalu setelah itu, Gilang pun langsung duduk disebelah Aldi.