ARLINO

ARLINO
Episode 168



Setelah sampai di rumah, Ana dan mamah segera turun dari mobil.


Kemudian mereka berdua segera masuk kedalam rumahnya.


"Mah, Ana ke kamar ya soalnya Ana mau istirahat" ucap Ana.


"Iya" ucap mamah.


Lalu Ana segera pergi menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar, Ana segera mengganti pakaiannya karena tadi ia menggunakan baju seragam.


Setelah berganti pakaian, Ana langsung tidur dikasurnya.


...****...


Sore hari


Tingtong...tingtong


Mamah Ana segera pergi keluar untuk menemui orang yang menekan bel rumahnya.


Setelah itu, mamah Ana segera membuka pagar rumahnya.


"Sore, tante" ucap Lino sedikit canggung.


"Iya, sore juga" ucap mamah Ana.


"Ana nya ada tante?" tanya Lino.


"Ana ada di kamarnya, kayaknya sih dia masih tidur" ucap mamah Ana.


"Oh gitu ya, tante" ucap Lino.


"Kamu mau jalan-jalan ya sama Ana?" tanya mamah Ana.


"Iya, tante" ucap Lino.


"Ya udah bangunin aja Ana nya" ucap mamah Ana.


Lino hanya terdiam.


"Ayo cepet bangunin, katanya mau jalan-jalan" ucap mamah Ana.


"Kalau Ana nya masih tidur, gak apa-apa kok tante. Kan bisa besok lagi jalan-jalan nya" ucap Lino.


"Udah sekarang aja" ucap mamah Ana.


"Ya udah sana bangunin Ana" suruh mamah Ana.


"Gak apa-apa tante kalau Lino bangunin Ana?" tanya Lino memastikan.


"Ya gak apa-apa" ucap mamah Ana.


"Oh iya, No! kamu kenapa jadi canggung gini sama tante?” tanya mamah Ana.


"Lino gak canggung kok, tante" ucap Lino.


"Waktu tadi disekolah, tante gak marahin kamu kok, No! tante cuma nasehatin kamu aja" ucap mamah Ana.


"Iya Lino tahu kok, tante" ucap Lino.


"Kamu gak sakit hati kan gara-gara ucapan, tante?" tanya mamah Ana.


"Enggak kok, tante" ucap Lino.


"Ya udah sekarang kamu ke kamar Ana sana" suruh mamah Ana.


"Ya udah Lino ke kamar Ana dulu ya, tante" ucap Lino.


Lalu Lino segera pergi menuju kamarnya Ana.


Setelah sampai di kamar Ana, Lino segera mengetuk pintu kamar Ana.


Tidak lama setelah mengetuk pintu, Ana langsung membukakan pintu kamarnya.


Lino langsung tersenyum karena melihat muka bantal Ana.


Sontak Ana langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena ia malu ternyata yang dihadapannya itu adalah Lino.


"No, kamu kok gak telepon aku dulu sih" ucap Ana.


"Tadi aku telepon kamu kok, tapi kamu nya gak angkat teleponnya" ucap Lino.


"Emang iya?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Tapi kok gak kedengeran dering teleponnya" ucap Ana.


"Kamu nya terlalu nyenyak kali tidurnya, makanya suara teleponnya gak kedenger" ucap Lino.


"Oh iya, jadi kan kesana?" tanya Lino.


"Iya, jadi. Tapi aku mau mandi dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Kamu tunggu aja didalam sambil nonton tv" ucap Ana.


"Gak apa-apa nih, tunggu didalam?" tanya Lino memastikan.


"Ya gak apa-apa" ucap Ana.


"Ayo sini" suruh Ana agar Lino duduk disofa yang ada dikamarnya.


Lalu Ana segera menyalakan televisinya.


"Kamu tunggu dulu ya disini, aku mau mandi dulu" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Ana segera mengambil pakaiannya. Setelah itu, ia segera pergi menuju kamar mandi.


Skip


Setelah selesai mandi, Ana segera menyisir rambutnya agar rapih.


"No, tolongin! sisir nya nyangkut" ucap Ana.


"Ya udah sini kamu nya" ucap Lino sambil menahan tawanya.


Lalu Ana segera duduk disebelah Lino.


Kemudian Lino segera membantu melepaskan rambut-rambut yang nyangkut di sisir.


"Udah" ucap Lino.


"Makasih" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Sini biar aku aja yang sisir rambut kamu" ucap Lino.


"Gak usah" ucap Ana.


"Aku pingin nyobain" ucap Lino.


"Emangnya makanan apa pake dicobain" ucap Ana.


"Udah jangan berisik" ucap Lino sambil membalikkan tubuh Ana.


"Rambut kamu pake apa? kok harum banget" ucap Lino.


"Pake hair mist" ucap Ana.


"Nih udah" ucap Lino sambil memberikan sisir kepada Ana.


Lalu Ana segera mengambil sisir tersebut.


Setelah itu, Ana segera menyimpan sisir tersebut. Lalu ia segera mengambil hair mist.


Kemudian Ana segera menghampiri Lino dan ia langsung duduk disebelahnya.


"Kamu mau pake ini?" tanya Ana.


"Mau" ucap Lino.


Lalu Ana segera menyemprotkan hair mist pada rambut Lino.


"Udah" ucap Ana.


"Ya udah ayo berangkat" ucap Lino.


"Bentar" ucap Ana.


Lalu Ana segera meletakkan hair mist tersebut di meja riasnya. Setelah itu, ia segera mengambil tas dan handphone nya.


"Ya udah ayo" ucap Ana.


Lalu Ana dan Lino segera keluar dari kamar.


"Mamah" panggil Ana.


"Kenapa?" tanya mamah sambil menghampiri Ana dan Lino.


"Ana mau jalan-jalan sama Lino" ucap Ana.


"Mau jalan-jalan kemana nih?" tanya mamah.


Lalu Lino langsung melihat kearah Ana.


"Mau ke cafe" bohong Ana.


"Nanti pulangnya jangan malem-malem ya" ucap mamah.


"Iya siap" ucap Ana.


"Tante kita pamit ya" ucap Lino sambil mencium tangan mamahnya Ana.


"Hati-hati ya bawa motornya" ucap mamah Ana.


"Iya, tante" ucap Lino.


"Kita berangkat ya, mah" ucap Ana sambil mencium tangan mamahnya.


"Iya" ucap mamah.


Lalu Ana dan Lino segera pergi keluar.


Setelah itu, Ana dan Lino segera menaiki motor. Lalu Lino segera melajukan motornya menuju rumah papahnya.


(Di perjalanan)


"Na, rumah papah kamu dimana?" tanya Lino.


"Di perumahan Asri blok c" ucap Ana.


"Oh iya, No! aku mau beli kue dulu buat papah" ucap Ana.


"Beli kue nya dimana?" tanya Lino.


"Di toko kue lah, No. Masa di toko material" ucap Ana sambil tertawa.


"Maksud aku tuh toko kue yang dimana?" tanya Lino.


"Udah jalan lurus aja, nanti juga ketemu toko kue nya" ucap Ana.


Lalu Lino segera menuruti perintah Ana.


"No, berhenti disebelah kiri" ucap Ana.


Lalu Lino segera menuruti ucapan Ana.


"Kamu tunggu dulu disini ya" ucap Ana sambil turun dari motor.


"Iya" ucap Lino.


"Oh iya, kamu mau gak?" tanya Ana.


"Enggak" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu aku beli kue dulu buat papah aku ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Ana segera masuk kedalam toko kue tersebut.


Trining....trining


Lino segera mengambil ponselnya yang berada di saku jaketnya.


Lalu Lino segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Clara.


"Hallo, No" ucap Clara.


"Iya, Ra. Kenapa?" tanya Lino.


"No, boleh mintain nomer Acha gak ke sepupu luh" ucap Clara.


"Gue gak punya nomer telepon sepupu gue, Ra" ucap Lino.


"Mamah sama papah luh pasti punya kan?" tanya Clara.


"Gue gak tahu, Ra" ucap Lino.


"No, tolongin dong. Gue pingin ngobrol sama Acha" mohon Clara.


"Ya udah nanti gue minta nomer sepupu gue ke mamah" ucap Lino.


"Makasih ya, No" ucap Clara.


"Iya sama-sama" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Clara.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Clara segera mematikan panggilan teleponnya.


Kemudian Ana segera menghampiri Lino.


"Telepon dari siapa, No?" tanya Ana.


"Dari Clara" ucap Lino.


"Pasti lagi ngebahas tentang Acha ya?" tanya Ana sedikit sedih.


"Enggak kok" ucap Lino.


"Tadi dia bilang katanya iket rambut dia ketinggalan di mobil aku, waktu kita bertiga ke pernikahan sepupu aku waktu hari Minggu" bohong Lino.