ARLINO

ARLINO
Episode 238



Keesokan harinya...


Gilang POV


Setelah pulang sekolah, Gilang segera menelepon Lino karena ia khawatir kepada Lino.


"Lino kenapa sih? pake gak diangkat segala lagi" ucap Gilang.


Akhirnya Gilang memutuskan untuk pergi ke rumah Lino.


Skip


Setelah sampai, Gilang langsung turun dari motor. Kemudian ia segera menekan bel rumah Lino.


"Mana sih itu orang" gumam Gilang.


Akhirnya Gilang segera menaiki pagar rumah Lino.


"No!!!" teriak Gilang sambil mengetuk pintu rumah Lino terus-menerus.


Cklek


Pintu dibuka oleh Lino.


"Luh kenapa, No?" tanya Gilang karena ia tahu bahwa Lino sedang tidak baik-baik saja.


"Lang, gue boleh minta tolong gak sama luh" ucap Lino.


"Minta tolong apa?" tanya Gilang.


"Tolong jengukin Ana ke rumah sakit Pelita, soalnya gue pingin tahu keadaan dia sekarang" ucap Lino.


"Emang Ana sakit apa sih? kok sampe dibawa ke rumah sakit" ucap Gilang.


Lino hanya terdiam sejenak.


"Ana masuk rumah sakit gara-gara gue, Lang" ucap Lino.


"Kok gara-gara luh sih" bingung Gilang.


Lino pun menceritakan kejadian kemarin kepada Gilang.


"Kasihan banget Ana" ucap Gilang.


"Lang, luh ke rumah sakit ya sekarang. Soalnya gue gak dibolehin kesana" ucap Lino.


"Orang tua Ana marah ya sama luh?" tebak Gilang.


"Lebih tepatnya papah Ana sih yang marah sama gue" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu gue ke rumah sakit sekarang" ucap Gilang.


"Makasih ya, Lang" ucap Lino.


"Iya" ucap Gilang.


"Nanti kabarin gue tentang kondisi Ana ya" ucap Lino.


"Iya, nanti gue kabarin" ucap Gilang.


"Ya udah kalau gitu bukain dong pagarnya, soalnya gue cape manjat" ucap Gilang.


Lino segera pergi menuju kamarnya untuk mengambil kunci gembok.


Tidak menunggu lama, Lino kembali keluar. Lalu ia langsung membuka pagar rumahnya.


Setelah pagar dibuka, Gilang langsung menghampiri motornya.


"Gue pergi dulu ya" ucap Gilang sambil menaiki motornya.


"Iya" ucap Lino.


Gilang segera melajukan motornya menuju rumah sakit Pelita.


...****...


* Rumah Sakit


Setelah sampai, Gilang langsung masuk kedalam rumah sakit tersebut.


Pada saat akan menuju resepsionis, tiba-tiba ada yang memanggil Gilang.


Sontak Gilang langsung melihat kearah orang itu.


"Luh ngapain disini?" tanya Raka.


"Gue mau jenguk Ana" ucap Gilang.


"Ya udah ayo sekalian, gue juga mau jenguk dia" ucap Raka.


"Luh tahu ruangannya gak?" tanya Gilang.


"Tahu, dia ada diruang ICU" ucap Raka.


"Ya udah ayo kesana" ucap Gilang.


Mereka berdua segera pergi menuju ruangan yang ditempati Ana.


Setelah sampai, mereka berdua segera masuk kedalam ruangan tersebut.


"Tante" panggil Raka.


"Kondisi Ana gimana sekarang?" ucap Raka dengan pelan.


"Ana masih belum sadar, Ka" ucap mamah Ana sambil menatap kearah Ana.


"Yang sabar ya, tante. Ana pasti sembuh kok" ucap Raka.


"Kamu kesininya gak bareng Lino, Ka?" tanya mamah Ana.


"Enggak, tante" ucap Raka.


"Lino tadinya pingin kesini, tante. Tapi kan dia gak diijinin sama papahnya Ana" jelas Gilang.


"Padahal kalau mau kesini ya kesini aja" ucap mamah Ana.


"Tante, saya ijin keluar bentar ya" ucap Gilang.


Mamah Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Gilang.


Lalu Gilang segera keluar dari ruangan itu.


Setelah keluar dari ruangan, Gilang langsung menelepon Lino.


Tidak menunggu lama, Lino langsung menjawab panggilan telepon dari Gilang.


"Hallo, No" ucap Gilang.


"Lang, gimana keadaannya Ana?" tanya Lino.


"Ana belum sadar, No" ucap Gilang.


Gilang mendengar suara isak tangis Lino.


"Luh kalau mau kesini ya kesini aja, No" ucap Gilang.


"Gue kan gak dibolehin kesana, Lang" ucap Lino.


"Mamahnya Ana gak apa-apa kok kalau luh datang kesini" ucap Gilang.


"Disana ada papahnya Ana gak?" tanya Lino.


"Gak ada" ucap Gilang.


"Luh kesini aja, No. Siapa tahu Ana jadi sadar kalau ada luh" ucap Gilang.


"Mamahnya Ana beneran ngebolehin gue kesana?" tanya Lino memastikan.


"Iya" ucap Gilang.


Lino langsung mematikan panggilan teleponnya.


...****...


Lino POV


Setelah mematikan telepon, Lino segera mengambil kunci motornya.


Setelah itu ia segera pergi menuju rumah sakit untuk menjenguk Ana.


Skip


Setelah sampai di rumah sakit, Lino segera turun dari motornya. Kemudian ia segera pergi ke ruang ICU.


"No" panggil Gilang yang sedang duduk di luar ruangan ICU.


"Didalem ada siapa aja?" tanya Lino.


"Ada Raka sama mamahnya Ana" jawab Gilang.


Lino segera duduk disebelah Gilang.


"Luh gak mau masuk, No?" tanya Gilang.


"Enggak, gue disini aja" ucap Lino.


"Kalau mau masuk ya masuk aja, No. Lagian mamahnya Ana gak marah sama luh kok" ucap Gilang.


"Enggak, gue mau disini aja" ucap Lino lagi.


"Ya udah deh kalau itu mau luh" ucap Gilang.


"Lang" panggil Lino.


"Kenapa, No?" tanya Gilang.


"Ana bakal sadar kan?" tanya Lino.


"Iya, dia pasti sadar kok" ucap Gilang.


"Andai aja kemarin gue nganterin Ana nya gak jalan situ, mungkin Ana akan baik-baik aja sekarang" ucap Lino.


"Udah luh jangan merasa bersalah, No" ucap Gilang.


"Lang, apa gue harus jauhin Ana ya" ucap Lino tiba-tiba.


"Kok luh gitu sih, No" ucap Gilang.


"Soalnya gue ngerasa hidup Ana banyak masalah semenjak dia deket sama gue" ucap Lino dengan mata yang berkaca-kaca.


"Nanti kalau luh jauhin Ana, Ana bakal sedih" ucap Gilang.


"Lino!" panggil seseorang.


Sontak Lino dan Gilang langsung melihat kearah orang itu.


"Saya kan udah peringati kamu buat jauhin anak saya" ucap papah Ana.


"Om, itu semua bukan salah Lino" ucap Gilang.


"Diam kamu!" ucap papah Ana.


"Lebih baik kamu pergi sana!" usir papah Ana.


Lino segera pergi.


"No" panggil Gilang sambil menyusul Lino.


Lino segera mengendarai motornya dan ia langsung pergi menuju rumahnya.


Sesampainya di rumah, Lino segera turun dari motornya dan ia segera membuka pagar rumahnya.


"No" panggil Gilang sambil turun dari motor.


"Luh ngapain ngikutin gue?" tanya Lino.


"Gue cuma khawatir aja sama luh" ucap Gilang.


"Lagian luh ngapain sih pulang lagi, luh kan baru sampe rumah sakit tadi. Masa langsung pulang gitu aja" ucap Gilang.


"Luh kan tadi denger sendiri kalau papahnya Ana ngusir gue" ucap Lino.


"Ya luh jangan dengerin apa kata papahnya Ana lah" ucap Gilang.


"Lino, Gilang!" panggil Cindy sambil menghampiri mereka berdua.


"No, luh kenapa gak sekolah?" tanya Cindy.


"Gue lagi gak enak badan" ucap Lino.


Lalu Lino segera menaiki motornya dan ia langsung memasukkan motornya ke garasi.


"Cin, gue kedalam dulu ya" ucap Gilang.


"Iya" ucap Cindy.


Gilang segera memasukkan motornya ke garasi.


"Lang, pagarnya tutupin lagi" ucap Lino sambil masuk kedalam rumahnya.


Gilang segera turun dari motor. Setelah itu, ia segera menutup pagar. Kemudian ia segera masuk kedalam rumah Lino.


"No, luh udah makan belum?" tanya Gilang.


"Belum" ucap Lino.


"Mau gue beliin makanan gak?" tanya Gilang.


"Enggak mau, gue gak nafsu makan" ucap Lino.


"Kalau luh gak makan, nanti luh bisa sakit" ucap Gilang.


"Ya gak apa-apa" ucap Lino.


"Luh mah gak sayang diri sendiri" ucap Gilang.


"Luh besok mau sekolah gak, No?" tanya Gilang.


"Enggak, gue males" ucap Lino.


"Kalau luh gak mau sekolah, setidaknya ijin kek di grup. Biar luh gak di alfa-in" ucap Gilang.


"Ijinin aja sama luh" ucap Lino.


"Ya udah nanti gue bilang ke ketua kelas deh kalau luh lagi sakit" ucap Gilang.


"Oh iya, Lang! handphone nya Ana ada di gue nih" ucap Lino.


"Ya udah simpen dulu aja sama luh. Nanti kalau Ana udah sadar, baru luh kasih lagi handphone nya ke Ana" ucap Gilang.


"Kalau Ana gak sadar-sadar gimana, Lang?" ucap Lino sedikit takut.


"Luh gak boleh ngomong gitu" ucap Gilang.


"Gue cuma takut aja, Lang" ucap Lino.


"Lebih baik luh banyak berdoa deh buat Ana, supaya Ana ceper siuman" ucap Gilang.


"Iya, gue pasti bakal doa-in Ana terus kok" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu gue pulang dulu ya, No. Soalnya gue belum ganti baju nih" ucap Gilang.


Lalu Gilang segera pergi.