
Pagi hari
Tok...tok...tok
Cklek
Pintu kamar Ana dibuka oleh mamahnya.
"Na, bangun" ucap mamah sambil menepuk-nepuk pelan pundak Ana.
Ana langsung membuka matanya saat mendengar suara mamahnya. Kemudian ia segera bangun dengan posisi duduk.
"Mata kamu kenapa sembab gitu?" tanya mamah.
"Ana semalem nangis gara-gara nonton drama Korea" ucap Ana.
"Kirain dipipisin kecoa makanya jadi sembab" ucap mamah.
"Enggak kok, mata Ana sembab gara-gara nangis" ucap Ana.
"Whooamm"
Clara terbangun dari tidurnya.
"Eh, ada tante" ucap Clara sambil bangun.
"Clara ayo mandi dulu, terus habis itu sarapan" ucap mamah Ana.
"Iya, tante" ucap Clara.
"Ya udah kalau gitu tante tunggu di bawah ya" ucap mamah Ana.
"Iya, tante" ucap mamah Ana.
Lalu mamah Ana segera pergi menuju ruang makan.
"Mata luh sembab banget, Na" ucap Clara.
"Luh juga sama" ucap Ana.
"Emang iya?" tanya Clara.
"Iya, lihat aja di kaca" ucap Ana.
Clara segera berjalan ke arah meja rias Ana dan memang benar bahwa matanya sangat sembab.
"Na, foto yuk" ajak Clara.
"Gak mau ah!" tolak Ana.
"Ayo cepet, gue mau bikin sw. Nanti biar dikira kita lagi ada masalah" ucap Clara.
"Gak mau! gue belum mandi" ucap Ana.
"Gak apa-apa" ucap Clara.
"Gue jelek, Ra! mana mata gue sembab lagi" ucap Ana.
"Foto nya nanti di crop jadi cuma mata nya doang kok, please!" mohon Clara.
"Ya udah deh" pasrah Ana.
Clara segera memotret dirinya dan juga Ana. Kemudian ia segera memposting foto tersebut di sw (status whatsapp).
"Ya udah, gue mandi duluan ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Clara.
Ana segera mengambil pakaiannya, lalu ia segera pergi menuju kamar mandi.
Ting
Clara segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari Lino.
Arlino :
Kenapa kalian pada nangis?
Lalu Clara segera membalas pesan dari Lino.
^^^Clara :^^^
^^^Kita nangis gara-gara kita curhat bareng^^^
Arlino :
Ana gak apa-apa kan?
^^^Clara :^^^
^^^Ana lagi sedih, No^^^
Arlino :
Sedih kenapa?
^^^Clara :^^^
^^^Ana sedih karena dia pingin beli makeup^^^
Arlino :
Sedih cuma karena itu?
^^^Clara :^^^
^^^Iya^^^
^^^Clara :^^^
^^^Dia pingin beli makeup, tapi dia gak punya duit^^^
Arlino :
Ya udah nanti gue beliin makeup buat Ana
Arlino :
Bilangin ke Ana, jangan nangis gitu
^^^Clara :^^^
^^^Iya, nanti gue bilangin^^^
Arlino :
Terus kalau luh, kenapa nangis?
^^^Clara :^^^
^^^Gue nangis karena pingin beli skincare, soalnya skincare gue habis^^^
Arlino :
Ada-ada aja kalian, masa nangis cuma gara-gara hal kayak gitu
^^^Clara :^^^
^^^Ya habisnya gimana lagi kan kita gak punya duit^^^
Arlino :
Ya udah kalau luh mau beli skincare, bilang aja ke orang tua luh
"Ra" teriak Ana dari dalam kamar mandi.
"Apa" ucap Clara.
"Tolong ambilin handuk dong! gue lupa bawa" ucap Ana.
"Dimana handuknya?" tanya Clara.
"Di lemari" ucap Ana.
Clara segera mengambilkan handuk untuk Ana.
"Ini" ucap Clara.
Ana membuka sedikit pintu kamar mandinya, kemudian ia segera mengambil handuk tersebut.
"Makasih" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Clara.
Skip
Ana dan Clara segera pergi menuju ruang makan.
"Mah" panggil Ana.
"Apa?" ucap mamah.
"Mamah udah makan?" tanya Ana.
"Iya udah, habisnya kalian lama sih. Makanya mamah makan duluan" ucap mamah.
"Ya udah ayo makan, Ra" ucap Ana.
Akhirnya Ana dan Clara segera makan bersama.
"Na" panggil Clara.
"Apa?" ucap Ana.
"Lihat deh" ucap Clara sambil menunjukkan chat nya bersama Lino.
Ana segera membaca chat tersebut.
"Ra, luh ngapain sih kayak gitu" ucap Ana.
"Gak apa-apa, biar luh dibeliin makeup" ucap Clara.
"Ih jangan! nanti uang Lino habis" ucap Ana.
"Gak bakal habis kok, kan dia kaya" ucap Clara.
Ana segera menelepon Lino.
Tidak menunggu lama, Lino segera mengangkat panggilan telepon dari Ana.
"Hallo, Na" ucap Lino.
"No, tadi Clara cuma bercanda. Mata aku sembab bukan karena pingin makeup, tapi karena semalem aku habis nangis gara-gara nonton drama Korea" ucap Ana.
"Oh karena itu" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Jadi kamu jangan beliin makeup buat aku" ucap Ana.
"Aku ini lagi mau beli, Na. Bareng mamah lagi belinya" ucap Lino.
"Sama mamah kamu?" tanya Ana.
"Iya, soalnya kan aku gak tahu tentang kosmetik kayak gitu. Jadi aku ajak mamah" ucap Lino.
"No, gak usah beli" ucap Ana.
"Udah terlanjur ke mall, Na" ucap Lino.
"Ya udah kalau gitu belanja buat mamah kamu aja" ucap Ana.
"Makeup mamah aku udah banyak" ucap Lino.
"Belanja yang lain aja, tapi buat mamah kamu" ucap Ana.
"Na, udah dulu ya" ucap Lino.
Belum sempat Ana ngomong, Lino langsung mematikan panggilan teleponnya.
"Gimana katanya?" tanya Clara.
"Luh sih, Ra. Lino jadi beliin makeup buat gue" ucap Ana.
"Ya bagus dong" ucap Clara.
"Gak apa-apa, rezeki luh itu" ucap Clara.
"Mana sama mamahnya lagi belinya, nanti kalau gue dikira matre gimana?" tanya Ana.
"Mereka gak bakal ngira luh matre kok" ucap Clara.
"Kalau udah selesai makan, kita jalan-jalan yuk" ajak Clara.
"Ke basecamp" ucap Clara.
"Ya ampun, Ra! luh kenapa sih pingin ke basecamp mulu" heran Ana.
"Soalnya gue pingin lihat basecamp skz" ucap Clara.
"Alah paling luh pingin ketemu Bobby" ucap Ana.
"Na, gue boleh jujur gak?" ucap Clara.
"Sebenernya gue tuh lebih tertarik sama Bayu dibandingkan Bobby" ucap Clara.
"Ra, jangan sama Bayu! Gue kan udah bilang kalau Bayu tuh playboy" ucap Ana.
"Iya, gue tahu" ucap Clara.
"Kalau tahu kenapa luh lebih tertarik sama Bayu?" heran Ana.
"Gue juga gak tahu, Na. Soalnya dia lebih menarik aja di mata gue" ucap Clara.
"Luh buang jauh-jauh aja perasaan luh sama Bayu. Soalnya gue takut luh sakit hati nantinya" ucap Ana.
"Oh iya, Na! kalau cewek yang waktu itu ke bukit sama Bayu itu cuma gebetannya kan?" tanya Clara memastikan.
"Iya gebetannya" ucap Ana.
"Luh jangan suka sama dia ya, soalnya gebetan Bayu banyak" ucap Ana.
"Kalau suka gak apa-apa kali" ucap Clara.
"Jangan!" ucap Ana.
"Kan cuma suka doang, Na" ucap Clara.
"Pokoknya jangan! soalnya kalau kelamaan suka, nanti lama-lama jadi cinta" ucap Ana.
"Na, gue mau nanya deh sama luh" panggil Clara.
"Nanya apa?" ucap Ana.
"Luh kan dulu suka berantem ya sama Lino" ucap Clara.
"Iya, emang kenapa?" tanya Ana.
"Luh mulai sukanya dari pas kapan sih?" tanya Clara.
"Hmm...pokoknya semenjak Lino perhatian sama gue" ucap Ana.
"Iya itu tuh pas kapan?" tanya Clara penasaran.
"Pas kejadian Naya nguntit gue, kan semenjak itu Lino perhatian banget sama gue" ucap Ana.
"Sumpah ya, gue tuh baper banget tahu pas Lino perhatian sama luh. Apalagi waktu itu dia dia bela-belain datang ke rumah gue buat ngasih makanan buat luh" ucap Clara.
"Bukan cuma buat gue, tapi buat kita berdua" ucap Ana.
"Iya sih, tapi tetep aja gue baper lihat luh diperhatiin sama Lino" ucap Clara.
Setelah selesai makan, Ana segera mencuci piring dan gelas yang telah ia dan Clara gunakan.
"Ana" panggil mamah.
"Iya, mah" ucap Ana.
"Mamah mau ke rumah temen mamah dulu ya" ucap mamah Ana.
"Iya" ucap Ana.
"Clara, tante pergi dulu ya" ucap mamah Ana.
"Iya, tante" ucap Clara.
Mamah Ana segera pergi.
Sesudah mencuci piring dan gelas, Ana dan Clara segera pergi menuju ruang tamu untuk menonton televisi.
25 menit kemudian...
Tingtong...tingtong
"Ra, tunggu dulu ya! gue mau bukain pintu dulu" ucap Ana.
"Iya" ucap Clara.
Ana segera pergi keluar untuk menemui orang yang membunyikan bel rumahnya.
Sesampainya diluar, Ana segera membukakan pagar rumahnya.
"Ini" ucap Lino sambil memberikan paper bag berisi makeup.
Ana hanya terdiam.
"Ini ambil" ucap Lino.
"No, nanti jangan kayak gini lagi" ucap Ana.
"Kayak gini gimana maksudnya?" bingung Lino.
"Aku gak mau kamu ngasih apapun lagi ke aku" ucap Ana sambil menunduk.
"Emangnya gak boleh gitu kalau aku ngasih sesuatu ke kamu?" tanya Lino.
"Iya gak boleh" ucap Ana.
"Kalau kamu ngasih sesuatu terus, nanti aku dikira matre" ucap Ana.
"Emang siapa yang bilang kamu matre?" tanya Lino.
"Gak ada, cuma aku takut aja orang nganggap aku matre" ucap Ana.
"Enggak kok, lagian kan ini kemauan aku bukan kemauan kamu" ucap Lino.
"Ya udah nih ambil" ucap Lino.
"Aku bakal ambil, tapi dengan satu syarat" ucap Ana.
"Syaratnya apa?" tanya Lino.
"Nanti kamu jangan ngasih barang-barang lagi ya ke aku" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Ya udah nih" ucap Lino sambil memberikan paper bag kepada Ana.
"Makasih ya" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Lino.
"Oh iya, kalau aku ngasih seblak boleh gak?" tanya Lino.
"Kalau makanan gak apa-apa, soalnya kan murah" ucap Ana.
"Ya udah nanti aku kasih seblak tiga porsi ya" ucap Lino sambil tertawa kecil.
"Nanti aja kasih nya pas aku ulang tahun" ucap Ana.
"Iya, nanti aku kasihnya pas ulang tahun kamu" ucap Lino.
"Ya udah kalau gitu masuk yuk!" ajak Ana.
Akhirnya mereka berdua segera masuk kedalam.
"Bentar ya, aku ambilin air minum dulu" ucap Ana sambil menaruh paper bag di meja.
Lalu Ana segera pergi menuju dapur.
"No, maaf ya" ucap Clara.
"Maaf buat apa?" tanya Lino.
"Gue ngebohong sama luh" ucap Clara.
"Iya gak apa-apa kok" ucap Lino.
"No, gue pingin ke basecamp" ucap Clara tiba-tiba.
"Mau ngapain ke basecamp?" tanya Lino.
"Mau lihat-lihat doang sih, soalnya kata Ana katanya banyak makanan sama minuman ya" ucap Clara.
"Bilang aja luh kesana karena pingin ketemu Bobby" ucap Lino.
"Bukan!" ucap Clara.
"Luh berdua kenapa sih samaan respon nya" heran Clara.
"Siapa?" tanya Lino.
"Luh sama Ana lah" ucap Clara.
"Emang respon kita sama?" tanya Lino.
"Iya, katanya gue kesana cuma pingin ketemu Bobby. Padahal kan sebenernya gue cuma pingin lihat-lihat doang" ucap Clara.
"Lihat-lihat Bobby maksudnya?" ucap Lino sambil tersenyum.
"Ih Lino!!! nyebelin banget sih" kesal Clara.
"Atau lihat anak-anak Skz yang lainnya?" ucap Lino.
"Enggak!" ucap Clara.
"No, ini minumnya" ucap Ana sambil memberikan es jeruk kepada Lino.
"Makasih" ucap Lino sambil mengambil es jeruk tersebut.
"Iya sama-sama" ucap Ana.
"Aku minum ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
Lino segera meminum es jeruk tersebut.
"Na, gue lihat makeup luh yang dibeliin Lino ya" ucap Clara.
"Iya" ucap Ana.
Clara segera mengeluarkan semua makeup yang berada didalam paper bag.
"Banyak banget lipstik nya" ucap Clara.
"Luh mau?" tanya Ana.
"Enggak lah, kan ini buat luh" ucap Clara.
"Kalau mau ambil aja" ucap Ana.
"Enggak...enggak! gue gak mau" ucap Clara.
"Na, coba luh pake makeup deh" ucap Clara.
"Gue gak bisa makeup" ucap Ana.
"Biar gue yang dandanin" ucap Clara.
"Ya udah coba dandanin Ana" suruh Lino.
"Gue dandanin ya" ucap Clara.
"Ya udah iya" ucap Ana.
Lalu Clara segera mendandani Ana.