ARLINO

ARLINO
Episode 147



Skip


Malam hari


Ana segera memesan taksi online untuk pergi ke club malam untuk bertemu dengan Elma.


Setelah selesai memesan taksi online, ia segera menuruni tangga sambil mengendap-endap agar tidak ketahuan oleh mamahnya.


Saat ia masuk membuka pintu rumahnya, tiba-tiba mamahnya memanggil Ana.


"Kamu mau kemana?" tanya mamah.


"Hmm...Ana mau ke rumah Clara, mah" bohong Ana.


"Ngapain malem-malem ke rumah Clara?" tanya mamah.


"Hmm...soalnya ada barang Ana yang ketinggalan di rumah Clara" bohong Ana.


"Kan besok bisa diambil" ucap mamah.


"Hmm...sebenernya Ana kesana karena Ana pingin ngehibur Clara soalnya dia sedih karena inget Naya" bohong Ana.


"Ana boleh kan ke rumah Clara?" tanya Ana.


"Udah malem, Na! nanti kalau kamu kenapa-napa gimana coba" ucap mamah.


"Gak apa-apa, nanti kalau ada apa-apa kan Ana bisa telepon mamah" ucap Ana.


"Ya udah mamah anterin ya" ucap mamah.


"Gak usah, Ana bisa berangkat sendiri" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu hati-hati ya, kalau ada apa-apa nanti telepon aja mamah" ucap mamah.


"Iya, mah" ucap Ana.


"Ya udah, Ana pamit dulu ya" ucap Ana sambil mencium tangan mamahnya.


"Iya" ucap mamah.


Lalu Ana segera pergi keluar rumah, dan ia segera menunggu taksi online yang tadi ia pesan.


Beberapa menit kemudian, taksi tersebut datang.


Lalu Ana langsung menaiki taksi tersebut.


...****...


Setelah sampai club, Ana segera membayar ongkos taksi tersebut. Kemudian ia segera turun dari taksi.


Kemudian Ana segera masuk kedalam namun tiba-tiba satpam club tersebut menghalangi Ana.


"KTP nya mana?" tanya satpam.


"Mau ngapain nanyain Ktp?" tanya Ana polos.


"Kalau mau masuk kesini harus nunjukin Ktp dulu" ucap satpam.


Lalu Ana segera mengambil Ktp yang ada didalam dompetnya, setelah itu ia segera menunjukkan Ktp tersebut kepada satpam.


"Ya sudah boleh masuk" ucap satpam tersebut.


Kemudian Ana kembali memasukan KTP nya kedalam dompet. Lalu ia segera masuk ke dalam club tersebut.


Saat masuk kedalam, Ana melihat banyak sekali cewek-cewek yang memakai pakaian yang sangat seksi yang sedang berjoget bersama lelaki.


Lalu Ana segera mengirim pesan kepada Elma.


^^^Ana :^^^


^^^Luh dimana?^^^


Elma :


Di club


Elma :


Cepetan luh kesini


^^^Ana :^^^


^^^Gue udah ada di club^^^


Elma :


Luh disebelah mana?


Ana :


Gue dideket orang-orang yang lagi joget


Elma :


Mendingan luh tunggu dideket pintu masuk sana, biar gue gak susah nyarinya


Elma :


Sekarang gue bakal kesana buat nemuin luh


Lalu Ana segera pergi ke dekat pintu masuk.


Beberapa menit kemudian, Elma datang menghampiri Ana.


"Ayo ikut gue" ucap Elma sambil menarik tangan Ana.


Lalu Elma segera membawa Ana menghampiri teman-temannya.


Setelah sampai, Elma langsung duduk disofa bersama teman-temannya. Sedangkan Ana, ia hanya berdiri.


"Siapa tuh?" ucap seorang cowok.


"Temen gue" ucap Elma.


"Kenalin nama gue Rafly" ucap temen Elma sambil mengulurkan tangannya.


Ana melihat kearah Elma sekilas dan Elma hanya menatap tajam kearah Ana seolah-olah ia menyuruh Ana agar membalas uluran tangan Rafly.


"Ana" ucap Ana sambil membalas uluran tangan Rafly.


"Siapa? gak kedengeran" ucap Rafly yang masih memegang tangan Ana.


"Ana" ucap Ana sedikit berteriak.


"Coba duduk disini deh biar kedengeran" ucap Rafly sambil menyuruh Ana duduk disebelahnya.


"Enggak" ucap Ana.


"Ana" ucap Elma sambil menatap tajam kearah Ana.


"Sini duduk" ucap Rafly sambil menarik tangan Ana secara paksa.


"El, temen luh kayaknya baru pertama kali ke club ya?" bisik temen Elma yang cewek kepada Elma.


"Iya, dia baru pertama kali ke club" ucap Elma.


"Nih" ucap Rafly sambil memberikan wine kepada Ana.


"Gue gak minum yang kayak gituan" ucap Ana.


"Cobain dulu, enak loh" ucap Rafly.


"El, cepet hapus video gue" ucap Ana.


"Video apaan nih?" tanya Rafly.


"Video b*gil Ana" ucap Elma.


"Gue minta dong videonya" ucap Rafly.


"El, cepet hapus!" mohon Ana.


"Gue kan udah ngelakuin permintaan luh buat datang kesini" ucap Ana.


"Luh harus minum wine dulu, baru gue hapus video nya" ucap Elma.


"Gue gak mau" ucap Ana.


"Ya udah gue sebar ya" ucap Elma.


"Ya udah" ucap Ana.


"Raf, kasihin wine nya" suruh Elma.


Lalu Rafly segera memberikan wine tersebut kepada Ana.


Setelah itu, Ana langsung mengambil wine tersebut.


"Cepet minum! atau mau gue sebar video luh" suruh Elma.


Dengan terpaksa Ana langsung meminum wine tersebut.


Setelah habis, Rafly segera mengambil gelas yang dipegang oleh Ana dan ia segera mengisi wine lagi kedalam gelas tersebut.


Lalu Rafly dengan paksa mendekatkan gelas wine tersebut ke mulut Ana agar Ana meminum wine tersebut.


Disisi lain, Elma langsung mem-video Ana yang sedang meminum wine.


"Raf, udah! kasihan dia udah mabuk" ucap temen cewek Elma.


"El, nurut banget sih temen luh" ucap Rafly sambil tersenyum.


"Dia udah punya pacar belum?" tanya Rafly.


"Udah" ucap Elma.


"Luh mau tahu gak pacarnya siapa?" tanya Elma.


"Siapa emang?" tanya Rafly.


"Arlino" ucap Elma.


"Anak geng motor Skz?" tanya Rafly.


Elma hanya mengangguk mengiyakan ucapan Rafly.


"Oh jadi dia pacarnya Arlino" ucap Rafly.


"Cantik-cantik juga ya pacarnya, waktu dulu Acha eh sekarang Ana" ucap Rafly.


Lalu Rafly langsung melihat kearah Ana.


"Eh tolong video gue dong sama Ana" perintah Rafly kepada Elma.


Lalu Elma segera menuruti perintah Rafly.


Kemudian Rafly langsung mencium bibir Ana.


Sontak Elma dan temen-temen yang lainnya kaget melihat Rafly yang sedang mencium bibir Ana.


Tiba-tiba seseorang langsung menghampiri kearah Rafly dan ia langsung menarik kerah baju Rafly.


Bughhh


"Kurang ajar ya luh" ucap orang itu sambil menonjok Rafly.


"Bagas" batin Elma.


Kemudian teman-teman Rafly langsung memisahkan Bagas dari Rafly.


"Lepasin gue anj*ng!" emosi Bagas karena tangannya dipegang oleh dua orang cowok.


"Andra, luh bawa Rafly sana" suruh Elma.


Lalu Rafly segera dibawa oleh temannya agar menjauh dari Bagas.


"Lepasin gue bangs*t" kesal Bagas.


Lalu kedua orang itu langsung melepaskan tangannya karena Rafly sudah pergi.


Kemudian Bagas langsung mendekat kearah Ana.


"Na, bangun" ucap Bagas sambil menepuk pelan pipi Ana.


Lalu Bagas segera menggendong Ana dan ia segera membawa Ana keluar dari club tersebut. Kemudian Bagas segera memasukan Ana kedalam mobilnya. Setelah itu, Bagas segera masuk kedalam mobil dan ia langsung melajukan mobilnya.


Bagas langsung menelpon Lino untuk memberitahu bahwa Ana sedang mabuk.


Beberapa detik kemudian, Lino segera mengangkat panggilan telepon dari Bagas.


"Hallo" ucap Lino.


"No, Ana mabuk" ucap Bagas sambil menyetir mobilnya.


"Hah?" ucap Lino sedikit terkejut.


"Ana tadi ke club, terus dia mabuk" jelas Bagas.


"Ngapain dia disana?" tanya Lino.


"Gue gak tahu, tapi yang pasti tadi dia bareng Rafly" ucap Bagas.


"Sekarang gue harus bawa Ana kemana nih? gue takut mamahnya marah kalau gue bawa ke rumahnya" ucap Bagas.


"Ya udah, luh ke rumah gue aja" ucap Lino.


"Oke, gue kesana sekarang" ucap Bagas.


"Ya udah, kalau gitu gue tutup teleponnya" ucap Bagas.


Lalu Bagas segera mematikan panggilan teleponnya dan ia langsung melajukan mobilnya menuju rumah Lino.