ARLINO

ARLINO
Episode 109



"No, lihat deh mantan nya Bina. Ganteng banget kan?" ucap Ana.


"Si Arka maksud luh?" tanya Gilang.


"Iya" ucap Ana.


"Sayang banget mereka putus, padahal kan mereka cocok banget" ucap Ana.


"Bisa-bisanya muji cowok lain didepan cowoknya sendiri" sindir Lino.


Lalu Ana pun langsung menatap Lino.


"Cemburu ya?" tanya Ana sambil tersenyum.


"Enggak! ngapain juga cemburu" ucap Lino.


"Tapi si Arka emang ganteng sih, tapi lebih gantengan gue" ucap Gilang dengan percaya diri.


"Idih beda jauh kali, antara bumi dan langit" ucap Ana.


"Lang, cantik banget tahu cewek yang barusan lewat" bohong Lino.


"Mana?" tanya Gilang.


"Tadi udah lewat" ucap Lino berbohong.


Lalu Ana pun berdiri.


"Mau kemana?" tanya Lino.


"Ke UKS" ucap Ana sambil cemberut.


"Masih pusing?" tanya Lino.


"Jangan sok perhatian deh" ucap Ana.


"Katanya mau nonton" ucap Lino.


"Kamu aja nonton sendiri" ucap Ana.


"Masa aku sendiri" ucap Lino.


"Gak apa-apa, No! kan bareng gue" ucap Gilang.


"Sekalian ajak aja cewek yang barusan lewat" ucap Ana.


Lalu Ana pun segera pergi.


"Lah padahal gue cuma bercanda tadi" ucap Lino.


"Ya udah kejar sana! dia lagi cemburu tuh" ucap Gilang.


Lalu Lino pun segera mengejar Ana.


"Aneh banget sih cewek, giliran dia yang muji cowok lain gak apa-apa eh giliran cowoknya yang muji cewek lain, dia nya marah" heran Gilang.


...****...


* UKS


"Ngapain ngikutin?" tanya Ana.


"Aku khawatir sama kamu" ucap Lino.


"Lebih baik kamu nonton aja sana, sekalian cuci mata" ucap Ana.


"Kamu cemburu ya?" tanya Lino.


"Enggak" ucap Ana.


"Terus kenapa kesini?" tanya Lino.


"Aku lagi pusing, makanya kesini" ucap Ana.


"Alesan" ucap Lino.


"Ya udah ayo ke lapangan lagi" ucap Lino.


"Enggak" ucap Ana.


"Sebenernya tadi aku bohong sama kamu" ucap Lino.


"Bohong apa?" tanya Ana.


"Soal cewek yang lewat" ucap Lino.


"Kamu tadi bohong?" tanya Ana memastikan.


"Iya tadi aku bohong, habisnya kamu sih tadi muji cowok lain didepan aku" ucap Lino.


"Kan emang dia ganteng" ucap Ana.


"Iya aku tahu!" kesal Lino.


Ana pun hanya tersenyum karena melihat Lino yang sedang kesal.


Kemudian Ana pun langsung memeluk Lino.


"Tapi tetep gantengan kamu kok" ucap Ana.


"Udah tahu" ucap Lino.


Lalu Ana pun langsung melepaskan pelukannya.


"No, ke kantin yuk! aku lapar nih" ucap Ana.


"Ya udah ayo" ucap Lino.


Lalu Ana dan Lino pun segera pergi menuju kantin.


Saat diperjalanan menuju kantin, Ana pun tertabrak oleh seseorang.


"Aww" ringis Ana.


"Eh maaf gak sengaja" ucap seorang cowok.


"Iya gak apa-apa" ucap Ana.


"Makanya kalau jalan tuh lihat-lihat" ucap Lino.


"Iya sorry" ucap cowok tersebut.


Lalu Lino pun segera merangkul Ana dan mereka berdua pun segera melanjutkan perjalanan menuju kantin.


Setelah sampai di kantin, Ana pun segera duduk di kursi yang telah disediakan.


"Kamu mau pesen apa?" tanya Lino.


"Seblak" ucap Ana.


"Ih bandel banget sih! udah dibilang jangan makan pedes" ucap Lino.


"Habisnya kan aku suka seblak" ucap Ana.


"Udah pesen yang lain aja" ucap Lino.


"Terus mau pesen apa?" tanya Lino.


"Baso goreng tapi pake bumbu pedas sedikit" ucap Ana sambil nyengir.


"Tanpa bumbu aja ya" ucap Lino.


"Enggak ah! gak enak" ucap Ana.


"Keras kepala banget ya kamu" ucap Lino sambil mencubit pipi Ana pelan.


"Aaa sakit" ringis Ana.


"Perasaan aku cubitnya pelan kok" ucap Lino sambil melepaskan cubitannya.


"Ya udah cepet! aku lapar" ucap Ana.


"Nasi goreng aja ya" ucap Lino.


"Iya terserah kamu aja deh" ucap Ana.


"Oke sip" ucap Lino.


"No, tunggu!" panggil Ana.


"Kenapa?" tanya Lino.


"Nasi gorengnya pake pedes dikit" ucap Ana sambil tersenyum.


"Gak!" ucap Lino sambil pergi.


"Ishh malah pergi lagi" ucap Ana sedikit kesal.


Beberapa menit kemudian, Lino pun segera kembali menghampiri Ana dengan membawa dua nasi goreng dan dua botol mineral.


"Nih makan! habisin ya" ucap Lino sambil menaruh nasi goreng diatas meja.


Lallu Lino pun segera duduk disamping Ana.


"Cepet makan" perintah Lino.


"Iya" pasrah Ana.


"Nah gitu dong" ucap Lino sambil mengelus rambut Ana.


"Hello guys" ucap Raka sambil duduk di depan Lino dan Ana.


"Luh ngapain kesini? ganggu tahu gak" ucap Lino.


"Gak ada tempat duduk lagi soalnya" ucap Raka sambil memakan mie goreng.


"Na, luh sakit ya kemarin?" tanya Raka.


"Iya" ucap Ana.


"Luh kemarin kemana? kok gak ngejenguk gue" ucap Ana.


"Gue kemarin ke rumah nenek gue, soalnya dia lagi sakit" ucap Raka.


"Terus sekarang kondisi nenek luh gimana?" tanya Ana.


"Udah mendingan kok kondisi nya" ucap Raka.


"Cepet makan! jangan ngobrol mulu" ucap Lino.


"Iya bawel" ucap Ana.


Lalu Ana pun segera memakan nasi goreng yang telah dibelikan Lino.


"Ka, mie goreng luh pedes gak?" tanya Ana.


"Pedes" ucap Raka.


"Boleh minta dikit gak?" pinta Ana.


"Boleh" ucap Raka.


"Jangan!" ucap Lino.


"Ih kamu apaan sih! lagian Raka juga ngebolehin aku makan mie nya kok" ucap Ana.


"Kan udah aku bilang jangan makan pedes, nanti kamu sakit perut" ucap Lino dengan nada lembut.


"Tapi gak enak kalau gak pedes" ucap Ana.


"Ya udah aku suapin aja ya biar makanannya jadi enak" ucap Lino.


"Buka mulutnya" ucap Lino sambil mendekatkan sendok pada mulut Ana.


"Biar aku aja" ucap Ana sambil mengambil sendok tersebut.


Lalu Ana pun segera melanjutkan makannya.


"Gak jadi so sweet deh" ucap Raka sambil tertawa.


"Berisik luh" ucap Lino.


"Gilang kemana? kok gak bareng luh" ucap Raka.


"Dia lagi nonton pertandingan basket" ucap Lino.


"Oh gitu" ucap Raka.


"Luh kenapa gak nonton basket?" tanya Raka.


"Soalnya Ana nya gak mau nonton, jadi gue gak nonton deh" ucap Lino.


"Luh sendiri kenapa gak nonton?" tanya Lino.


"Soalnya gak seru" ucap Raka.


"Perasaan seru kok" ucap Ana.


"Kalau seru kenapa luh gak nonton?" tanya Raka.


"Kan gue lapar, jadi gue lebih milih ke kantin dari pada nonton" ucap Ana.


"Uhukk...uhuk" Ana pun tersedak saat memakan nasi goreng.


"Nih minum dulu" ucap Lino sambil memberikan air mineral kepada Ana.


Lalu Ana pun segera meminum air mineral yang diberikan oleh Lino.


"Makanya kalau makan tuh jangan ngobrol mulu" ucap Lino.


"Habisnya Raka ngajak ngobrol mulu" ucap Ana.


"Lah kok luh jadi nyalahin gue sih" ucap Raka.


"Kan luh yang ajak gue ngobrol" ucap Ana.


"Udah jangan berantem" ucap Lino kepada Ana dan Raka.