
"Oh jadi orang itu yang nyuruh Naya" ucap Lino.
"Iya" ucap Bagas.
"Oh iya, kata luh semalem ada Rafly juga kan?" ucap Lino.
"Iya" ucap Bagas.
"Rumah dia dimana? gue mau kesana sekarang" ucap Lino.
"Gue gak tahu, No" ucap Bagas.
"Ya udah kalau gitu gue tutup dulu teleponnya" ucap Lino.
Lalu Lino langsung mematikan panggilan teleponnya.
"No, kamu kenal Rafly?" tanya Ana.
"Kenal, soalnya aku pernah balapan sama dia" ucap Lino.
"Kamu kenal Rafly, Na?" tanya Lino balik.
"Sebenernya aku baru kenal semalam, soalnya Elma yang nyuruh aku kenalan sama dia" ucap Ana.
"Kamu dipaksa minum sama Rafly?" tanya Lino.
"Iya, sama Elma juga" ucap Ana.
"Aku kan udah bilang sama kamu, kalau ada apa-apa bilang ke aku. Kamu jangan ambil tindakan yang gegabah kayak gitu. Gimana coba kalau kamu diapa-apain sama mereka" ucap Lino.
"Maaf" ucap Ana merasa bersalah.
"Untung semalem ada Bagas yang nolongin kamu" ucap Lino.
"Bagas?" tanya Ana.
"Iya, dia yang nolongin kamu dan dia juga yang anter kamu kesini" ucap Lino.
"Oh iya, No. Aku belum ngabarin mamah" ucap Ana.
"Mamah pasti semalem nyariin aku" ucap Ana.
"Aku udah chat mamah kamu pake handphone kamu dan aku bilang kamu nginep di rumah Clara" ucap Lino.
"Oh iya, mamah kamu katanya pagi ini mau ke rumah temennya" ucap Lino.
"Na, kamu mau makan apa? nanti biar aku beliin" ucap Lino.
"Terserah kamu aja" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu aku beli sup pereda pengar aja ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
"No, aku boleh pinjem baju sama celana kamu gak? soalnya aku pingin mandi" ucap Ana.
"Ya udah, tunggu bentar ya" ucap Lino.
Lalu Lino segera pergi menuju kamarnya untuk mengambil baju, celana dan handuk.
Setelah mengambil baju, celana dan handuk, Lino segera kembali menghampiri Ana.
"Nih" ucap Lino sambil memberikan baju, celana dan handuk.
Lalu Ana segera mengambil baju, celana dan handuk tersebut.
"Bentar ya, aku mau ambil sikat gigi yang baru soalnya yang di kamar mandi bekas temen aku" ucap Lino.
Lalu Lino segera pergi mengambil sikat gigi, setelah itu ia kembali menghampiri Ana.
"Nih" ucap Lino.
Lalu Ana segera mengambil sikat gigi tersebut.
"Nanti pintu rumah aku kunci ya, soalnya kan aku mau pergi beli makanan. Takutnya kalau gak dikunci, nanti ada orang yang masuk" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Lino segera pergi.
Setelah Lino pergi, Ana langsung pergi menuju kamar mandi.
Skip
Setelah selesai mandi, Ana hanya melamun sambil memikirkan kejadian semalam.
"Ana luh bodoh banget sih" ucap Ana kepada dirinya sendiri.
"Mana mungkin Naya nyebarin video itu, lagian kan Naya udah bilang kalau videonya enggak dia sebar" gumam Ana.
Ting
Ana segera melihat ke layar ponselnya dan ia langsung membuka WhatsApp nya.
"Elma" batin Ana.
Lalu Ana segera membuka pesan tersebut dan ternyata Elma mengirim dua video saat di club malam.
Kemudian Ana segera membuka video tersebut dan ternyata video yang pertama adalah video saat Ana dipaksa minum oleh Rafly. Lalu Ana segera membuka video kedua dan ternyata video itu adalah video Rafly yang sedang mencium Ana.
Sontak Ana langsung menjatuhkan ponselnya karena ia sangat terkejut melihat video tersebut.
Lino yang baru saja datang, langsung pergi menuju kamar tamu karena ada suara benda yang terjatuh.
"Na, tadi suara apa?" tanya Lino.
Lalu Ana buru-buru mengambil ponselnya.
"Suara handphone aku yang jatuh" ucap Ana.
Kemudian Ana buru-buru menghapus video tersebut dan ia langsung memblokir nomer WhatsApp Elma.
"Na, ada apa?" tanya Lino saat melihat wajah Ana yang serius.
"Gak ada apa-apa" ucap Ana.
Lalu Lino dan Ana segera pergi menuju ruang makan.
"Kamu makan duluan aja, soalnya aku mau mandi dulu" ucap Lino.
"Aku makannya nanti aja bareng kamu" ucap Ana.
"Tapi aku mau mandi dulu" ucap Lino.
"Iya gak apa-apa, aku tungguin" ucap Ana.
"Ya udah tunggu ya" ucap Lino.
Lalu Lino segera pergi menuju kamarnya untuk mandi.
Setelah Lino pergi, Ana langsung menelepon Bagas.
Beberapa detik kemudian, Bagas segera menjawab panggilan telepon dari Ana.
"Hallo, Gas" ucap Ana pelan.
"Iya kenapa?" tanya Bagas.
"Semalem Rafly cium gue ya?" tanya Ana memastikan.
"Iya" ucap Bagas.
"Luh gak bilang ke Lino kan soal itu?" tanya Ana.
"Enggak kok" ucap Bagas.
"Syukur deh kalau enggak, soalnya gue takut Lino bakal marah sama gue" ucap Ana pelan.
"Lino gak bakal marah sama luh, soalnya kan waktu itu luh nya gak sadar" ucap Bagas.
"Dan kalau Lino sampe tahu soal itu, dia mungkin bakal berantem sama Rafly. Bahkan dia pasti bikin Rafly babak belur" ucap Bagas.
"Gas, makasih ya udah nolongin gue" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Bagas.
"Gas, luh sering ke Club ya?" tanya Ana.
"Enggak sering sih. Gue kesana kalau lagi banyak pikiran aja" ucap Bagas.
"Ya udah kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Ana.
"Iya" ucap Bagas.
Lalu Ana segera mematikan panggilan teleponnya.
Setelah beberapa menit kemudian, Lino segera kembali menghampiri Ana dan ia segera duduk di kursi.
"Ayo makan" ucap Lino.
Lalu mereka berdua segera makan.
...****...
Setelah selesai makan, Ana dan Lino segera pergi menuju ruang tamu untuk menonton televisi.
"Na" panggil Lino.
Lalu Ana langsung melihat kearah Lino.
"Kenapa?" tanya Lino.
"Nanti blokir aja nomer Elma" ucap Lino.
"Udah aku blokir kok" ucap Ana.
"Nanti kalau dia ngancem kamu lagi, bilang ke aku. Aku bakal samperin tuh orang" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
"No" ucap Ana.
"Apa?" ucap Lino.
"Elma punya video waktu aku dipaksa mabuk" ucap Ana.
Lino hanya bisa menghela nafasnya.
"Dia mau ngancem kamu pake video itu?" tanya Lino.
"Dia gak bilang mau sebarin video itu sih. Tapi tadi sebelum diblokir, dia ngirim video nya ke aku" ucap Ana.
"Kalau misalnya dia ketemu sama kamu terus dia ngancem kamu lagi, kamu diemin aja. Jangan sampe kamu nurutin apa yang dia mau" ucap Lino.
"Kalau dia mau nyebarin video itu, kamu laporin aja ke polisi" ucap Lino.
"Kalau dia ngasih tahu mamah aku gimana? aku takut kalau mamah bakal marah sama aku" ucap Ana.
"Kalau dia bilang ke mamah kamu, kamu langsung bilang aja yang sejujurnya ke mamah kamu" ucap Lino.
"Walaupun misalnya nanti aku jujur, pasti mamah tetep kecewa sama aku. Soalnya kan aku udah bohongin mamah" ucap Ana.
"Na, kamu tahu rumah Elma gak?" tanya Lino.
"Enggak, soalnya aku gak pernah main ke rumahnya" ucap Ana.
"Kamu kenapa nanyain rumah Elma?" tanya Ana.
"Soalnya aku mau kesana, aku mau bilang ke dia supaya dia jangan ganggu pacar aku" ucap Lino.
"Emang Elma tuh siapa sih? kok bisa-bisanya dia ngancem kamu" ucap Lino.
"Elma tuh yang pernah ngebully Chika" ucap Ana.
"Oh jadi dia" ucap Lino.
"Dia ngancem aku karena pingin bales dendam ke aku, soalnya aku yang ngelaporin dia ke kepala sekolah. Dan setelah aku laporin dia, dia jadi dikeluarin dari sekolah" jelas Ana.