ARLINO

ARLINO
Episode 25



"Na, luh masih lapar gak?" tanya Clara.


"Masih, soalnya gue cuma makan mie yang tadi luh buat doang" ucap Ana.


"Gimana kalau kita beli makan di luar aja?" ajak Clara.


"Yaudah, kita pesen pake gofood aja" ucap Ana.


"Jangan pake gofood!" kata Clara.


"Terus pake apa? masa kita keluar rumah berdua sih. Kalau ada penguntit itu gimana?" ucap Ana.


"Telepon Lino aja! suruh dia beliin kita makanan" ucap Clara.


"Jangan kasihan, kan dia baru aja pulang ke rumahnya" ucap Ana.


"Gak apa-apa, Na! sekali-kali ngerjain Lino" ucap Clara.


"Gue telepon Raka aja ya" ucap Ana.


"Jangan! Raka kan rumahnya jauh" ucap Clara.


"Tapi kan rumah Lino juga jauh" kata Ana.


"Gak apa-apa, lagian kan tadi dia bilang kalau ada apa-apa telepon dia aja" ucap Clara.


"Sama luh aja ya teleponnya" ucap Ana.


"Gue gak ada pulsa" ucap Clara berbohong.


"Kan bisa pake kuota, jadi teleponnya lewat WhatsApp aja" ucap Ana.


"Udah teleponnya pake handphone luh aja" ucap Clara.


"Yaudah deh" ucap Ana.


Ana pun segera menelepon Lino.


"Hallo" ucap Lino.


"Kenapa, Na?" tanya Lino lagi.


"No, luh ada dimana sekarang?" tanya Ana.


"Di rumah, baru aja sampe" ucap Lino.


"Oh, udah sampe ya" ucap Ana.


"Na, cepetan bilang!" bisik Clara.


"Yaudah deh kalau gitu" ucap Ana kepada Lino.


"Emang kenapa, Na?" tanya Lino.


"Gak apa-apa" ucap Ana.


"KITA LAPAR, NO!!!" teriak Clara.


"Luh berdua lapar?" tanya Lino.


"Iya" ucap Ana pelan namun masih terdengar oleh Lino.


"Mau apa? nanti gue beliin" ucap Lino.


"Gak usah! luh kan udah sampe rumah" ucap Ana.


"Gak apa-apa" kata Lino.


"Kalian berdua mau beli apa?" tanya Lino.


"Gue mau nasi goreng spesial" sahut Clara.


"Kalau luh, Na?" tanya Lino.


"Sama kayak Clara aja" ucap Ana.


"Yaudah gue beli sekarang ya" ucap Lino.


"No" panggil Ana.


"Kenapa?" tanya Lino.


"Makasih" ucap Ana


"Iya" ucap Lino.


"Yaudah gue tutup ya teleponnya" kata Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lino pun segera mematikan panggilan teleponnya. Dan ia langsung pergi membeli nasi goreng untuk Ana dan Clara.


"Udah gue bilang kan, dia pasti mau beliin" ucap Clara.


"Gue jadi gak enak deh sama dia" ucap Ana.


"Udah gak usah dipikirin, lagian Lino nya mau kok beliin kita makanan" ucap Clara.


30 menit kemudian.


"Lino mana sih" ucap Clara.


"Sabar, Ra! kan rumah dia jauh" ucap Ana.


"Gue gak bisa sabar, Na! cacing-cacing diperut gue udah mulai dangdutan nih" ucap Clara.


"Emangnya cacing bisa joget?" tanya Ana sambil tertawa kecil.


"Kalau cacing gue sih bisa" canda Clara.


Tingtong... tingtong


"Itu pasti si Lino" ucap Clara.


"Yaudah yuk samperin!" ajak Ana.


"Luh duluan aja, Na! gue mau ke toilet dulu" kata Clara sambil pergi menuju toilet.


Ana pun segera turun kebawah untuk menemui Lino.


Saat mau membuka pagar, Ana pun ingin memastikan terlebih dahulu apakah itu Lino atau bukan. Dan ternyata itu memang Lino.


"Nih, makanan nya" ucap Lino sambil memberikan kantong plastik yang berisi nasi goreng.


"Makasih" ucap Ana.


"Iya, sama-sama" kata Lino.


"No, maaf ya kita ngerepotin luh" ucap Ana.


"Iya, gak apa-apa" kata Lino.


"Jadi total semuanya berapa?" tanya Ana.


"Gak usah" ucap Lino.


"Ih masa gak usah bayar" ucap Ana.


Ana pun langsung mengambil uang disaku celananya lalu memberikannya kepada Lino namun Lino tidak mengambil uang tersebut.


"Gue kan udah bilang ga usah" ucap Lino.


Ana pun segera memasukan uang miliknya kedalam saku baju Lino. Namun pada saat Ana mau menarik tangannya, ternyata gelang milik Ana nyangkut dengan benang yang ada disaku baju Lino.


"Gausah, Na!" ucap Lino.


"No, gelang gue nyangkut" ucap Ana.


Lino pun langsung melihat kearah gelang Ana yang menyangkut di saku bajunya. Ana pun segera mendekat kearah Lino agar mempermudah Lino yang sedang berusaha melepaskan gelang milik Ana dari saku baju Lino.


Lino pun melihat kearah Ana, sebab Ana mendekat kearahnya.


Bukannya segera melepaskan gelang Ana, malah Lino justru sedang menatap wajah Ana.


"Bisa gak, No?" tanya Ana sambil melihat kearah gelangnya.


"Bentar lagi" ucap Lino sambil menatap wajah Ana.


"Sini, sama gue aja" ucap Ana sambil melepaskan benang-benang yang menyangkut di gelangnya.


"Akhirnya lepas juga" ucap Ana.


"Nih" Lino pun mengembalikan uang Ana.


"Ih ambil aja" ucap Ana tanpa mengambil uang itu.


"Gue taruh disini ya" ucap Lino sambil menaruh uang itu di tanah.


"Yaudah, makasih ya" ucap Ana sambil mengambil uang itu.


"Yaudah cepet masuk!" kata Lino.


"Gue tunggu luh sampai pergi aja, baru nanti gue masuk" ucap Ana.


"Luh masuk aja duluan, lagian gue khawatir kalau ada penguntit itu disini" ucap Lino.


"Luh khawatir sama gue?" tanya Ana.


"Enggak" ucap Lino berbohong.


"Tadi katanya luh bilang khawatir" ucap Ana.


"Gue tadi gak bilang khawatir" ucap Lino.


"Terus tadi bilang apa?" tanya Ana lagi karena takut kalau ia salah dengar.


"Gue bilang kalau gue takut kalau ada penguntit itu disini" ucap Lino.


"Oh gitu, berarti tadi gue salah denger" ucap Ana.


"Yaudah deh, gue masuk dulu ya" ucap Ana lagi.


"Iya" ucap Lino.


"Luh hati-hati ya pulangnya" ucap Ana.


"Iya bawel" ucap Lino sambil tersenyum.


Ana pun segera mengunci pagar, lalu mengunci pintu rumah dan ia pun segera duduk di ruang tamu bersama Clara yang sedang menonton televisi.


Setelah Ana masuk kedalam rumah, Lino pun segera pulang menuju rumahnya.


...****...


Ana pun segera menyimpan nasi goreng itu diatas meja.


"Bentar ya, gue ambilin piring, sendok sama air minum dulu" kata Clara.


"Iya" ucap Ana.


Clara pun segera pergi ke dapur, setelah itu ia pun kembali menghampiri Ana.


Clara pun segera menaruh air minum, piring dan sendok itu diatas meja.


Lalu kita berdua pun segera memakan nasi goreng yang telah dibelikan oleh Arlino.


"Lino perhatian kan, Na?" ucap Clara.


"Sedikit" ucap Ana.


Clara pun hanya tersenyum mendengar ucapan Ana.


"Luh suka gak sama Lino?" tanya Clara.


"Suka, tapi suka sebagai temen" ucap Ana.


"Na, emang luh gak baper waktu Lino meluk luh?" tanya Clara.


"Uhuk...uhuk" Ana pun tersedak akibat mendengar pertanyaan dari Clara.


"Minum dulu, Na" ucap Clara sambil memberikan gelas berisi air minum.


Ana pun langsung meminum air yang diberikan oleh Clara.


"Na, jawab pertanyaan gue" ucap Clara.


"Pertanyaan yang mana?" tanya Ana pura-pura tidak tahu.


"Luh baper gak waktu Lino meluk luh?" tanya Clara.


"Gak" ucap Ana berbohong.