ARLINO

ARLINO
Episode 250



Jam 19.00


"Mah" panggil Ana sambil mengetuk pintu kamar mamahnya.


Karena pintu kamarnya tidak dibuka, akhirnya Ana memutuskan untuk membuka pintunya.


"Mah" panggil Ana sambil menghampiri mamahnya yang sedang tertidur.


Mamah Ana langsung membuka kedua matanya.


"Ada apa, Na?" tanya mamah.


"Mamah gak apa-apa kan?" tanya Ana karena biasanya mamahnya tidak suka tidur jam segini.


"Mamah gak enak badan, Na" ucap mamah.


Lalu Ana memegang kening mamahnya.


"Panas banget, mah" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu ke rumah sakit yuk!" ajak Ana.


"Enggak, mamah mau di rumah aja. Lagian nanti juga sembuh kok" ucap mamah.


"Ya udah kalau gitu Ana beliin obat dulu ya" ucap Ana.


"Udah kamu dirumah aja, jangan kemana-mana. Soalnya mamah khawatir kamu kenapa-napa, apalagi kamu cewek. Masa malem-malem sendirian ke apotek, mana jauh lagi apoteknya" ucap mamah.


"Ana pergi ke apotek nya mau minta anter ke Raka" ucap Ana.


"Oh ya udah kalau sama Raka. Tapi nanti bilangin ke Raka kalau bawa motornya jangan ngebut-ngebut" ucap mamah.


"Iya' ucap Ana.


"Ya udah, Ana pergi dulu ya mah" ucap Ana.


"Iya" ucap mamah.


Lalu Ana segera pergi menuju kamarnya untuk mengambil uang. Setelah itu, ia segera pergi menuju rumah Raka.


* Rumah Raka


Ketika mau menekan bel, tiba-tiba pagar dibuka oleh mamahnya Raka.


"Eh, Ana" ucap mamah Raka.


"Malam tante" ucap Ana.


"Iya, malam juga" ucap mamah Raka sambil tersenyum.


"Oh iya, kamu mau apa kesini?" tanya mamah Raka.


"Ana mau ketemu Raka, tante" ucap Ana.


"Ya udah ayo masuk" ucap mamah Raka.


"Oh iya, pacar kamu juga ada disini loh" ucap mamah Raka.


"Lino?" tanya Ana memastikan.


"Iya" ucap mamah Raka.


"Tante, Ana pulang lagi aja deh" ucap Ana.


"Udah ayo masuk" ucap mamah Raka.


Lalu mamah Raka segera mengantar Ana ke kamarnya Raka.


* Kamar Raka


"No, Raka nya mana?" tanya mamah Raka.


"Dia lagi di kamar mandi, tante" ucap Lino.


"Ya udah, Na! kamu tunggu disini aja sama Lino" ucap mamah Raka.


"Iya, tante" ucap Ana.


Lalu mamah Raka segera pergi.


"Sini duduk, Na" ucap Lino.


Ana segera menghampiri Lino.


"Mau ngapain ketemu Raka?" tanya Lino.


"Aku mau minta tolong Raka buat anterin aku ke apotek" ucap Ana.


"Kamu sakit?" tanya Lino.


"Enggak, tapi mamah yang sakit" ucap Ana.


"Ya udah ayo aku anter kamu ke apotek" ucap Lino.


"Hmm tapi-" ucap Ana.


"Udah gak usah tapi-tapian" ucap Lino sambil berdiri.


"Ayo" ucap Lino.


Ana hanya terdiam.


"Kalau mau nunggu Raka pasti bakal lama, soalnya dia lagi sakit perut" ucap Lino.


"Ya udah deh" ucap Ana.


Akhirnya mereka berdua segera pergi.


"Tante" panggil Lino.


"Iya kenapa, No?" tanya mamah Raka.


"Lino pinjem helm Raka ya" ucap Lino.


"Iya, boleh" ucap mamah Raka.


"Ini pake, Na" ucap Lino.


Ana segera memakai helm milik Raka.


Lalu mereka berdua segera menaiki motor.


"Pegangan" perintah Lino.


Ana segera memegang baju Lino.


"Bukan kesitu pegangan nya" ucap Lino.


Lino segera melingkarkan tangan Ana agar memeluk tubuh Lino.


"Ih gak mau" ucap Ana.


"Dasar modus!" ucap Ana.


"Ya udah cepet! kasihan mamah aku" ucap Ana.


"Ya udah cepet pegangan, soalnya aku mau ngebut" ucap Lino.


Akhirnya Ana segera menuruti perkataan Lino.


Lalu Lino segera melajukan motornya menuju apotek.


...****...


Skip


Setelah selesai membeli obat, Lino segera mengantarkan Ana.


* Rumah Ana


Sesampainya di rumah, Ana dan Lino segera turun dari motor.


"No, kamu ngapain turun?" tanya Ana.


"Aku mau lihat keadaan mamah kamu" ucap Lino.


"Tapi nanti kalau kamu masuk pasti dimarahin" ucap Ana.


"Ya gak apa-apa" ucap Lino.


"Ya udah ayo masuk" ucap Ana.


Lalu mereka berdua segera masuk kedalam rumah.


"No, tunggu dulu ya. Aku mau ambil minum dulu buat mamah" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Ana segera pergi menuju dapur untuk mengambilkan air minum untuk mamahnya. Setelah itu ia segera kembali menghampiri Lino.


"Ayo ke kamar mamah" ucap Ana.


Ana dan Lino berjalan menuju kamar mamah Ana.


"Mah, ini obatnya" ucap Ana.


Mamah Ana langsung membuka matanya saat mendengar ucapan Ana.


"Kamu ngapain ada disini?" tanya mamah Ana kepada Lino.


"Mah, tadi Ana ke apotek nya dianter Lino. Soalnya tadi pas tadi ke rumah Raka, Raka nya lagi dikamar mandi. Terus tadi Ana minta Lino deh supaya nganter Ana, soalnya tadi Lino ada di rumah Raka" ucap Ana padahal sebenarnya Lino yang menawarkan untuk pergi ke apotek bersamanya.


"Ya udah, mah. Minum dulu obatnya" ucap Ana sambil memberikan obat kepada mamahnya.


"Makasih ya, sayang" ucap mamah.


"Iya sama-sama, mah" ucap Ana.


"Lino" panggil mamah Ana.


"Iya, tante" ucap Lino.


"Makasih ya udah anterin Ana" ucap mamah Ana.


"Iya sama-sama, tante" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu Lino pamit dulu ya, tante" ucap Lino.


"Iya" ucap mamah Ana.


"Cepet sembuh ya, tante" ucap Lino.


"Iya. Makasih ya, No" ucap mamah Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Hati-hati ya pulangnya" ucap mamah.


"Iya" ucap Lino sambil tersenyum.


"Oh iya, Na! helm Raka nya siniin" ucap Lino.


"Oh iya" ucap Ana sambil melepaskan helm.


"Ini" ucap Ana sambil memberikan helm kepada Lino.


Lino segera mengambil helm tersebut.


Kemudian Lino segera pergi.


"Mah, Ana keluar bentar ya" ucap Ana.


Mamah hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ana.


Ana segera menyusul Lino.


"No" panggil Ana sambil menyusul Lino.


"Apa?" ucap Lino.


"Makasih ya udah anterin gue" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Lino sambil tersenyum.


"Hati-hati ya pulangnya" ucap Ana.


Lino hanya tersenyum.


"Kenapa senyum?" heran Ana.


"Gak kenapa-napa" ucap Lino sambil tersenyum.


Lalu Lino segera menaiki motornya, kemudian ia segera melajukan motornya menuju rumah Raka karena ia akan mengembalikan helm Raka.


"Dia kenapa senyum ya?" pikir Ana.


Kemudian Ana segera mengunci pagar dan pintu rumahnya.


Sesudah itu, Ana segera pergi menuju kamarnya.


"Lino ganteng juga ya kalau senyum kayak gitu" gumam Ana sambil tersenyum.


Lalu Ana langsung membaringkan tubuhnya di kasur dan ia segera menutup matanya.


Saat Ana menutup matanya, tiba-tiba ia teringat dengan kejadian ciuman di rooftop.


Ana kembali membuka kedua matanya.


"Ini kenapa gue jadi terbayang-bayang kejadian tadi sih" heran Ana.