
Setelah sampai kelas, Ana dan Lino pun segera duduk dikursinya masing-masing.
"Na, nanti hari Rabu bakal ada lomba basket ya di sekolah kita?" tanya Felisa.
"Iya, emang kenapa?" tanya Ana.
"Yang ikut lomba siapa-siapa aja?" tanya Felisa.
"Ya pasti anak ekskul basket lah, masa anak ekskul tari" ucap Ana sambil tertawa kecil.
"Maksud gue tuh orang-orang nya siapa aja?" tanya Felisa.
"Gue gak tahu, Fel" ucap Ana.
"Guys! Clara mana?" tanya Naya kepada Ana dan Felisa.
"Masih di UKS kali, soalnya tadi banyak yang pingsan" ucap Felisa.
"Oh gitu" ucap Naya.
Lalu guru pun segera masuk kedalam kelas.
Dan semua murid pun langsung duduk dikursinya masing-masing.
"Pagi anak-anak" ucap pak Marwan.
"Pagi pak" ucap semuanya.
Kemudian pak Marwan pun segera menjelaskan materi kepada murid-muridnya.
...****...
Krining...krining
Bel istirahat pun berbunyi.
"Ayo ke kantin!" ajak Felisa.
"Ana mau ke kantin bareng gue" ucap Lino yang datang menghampiri Ana dan Felisa.
"Oh gitu ya udah deh" ucap Felisa.
"No, jangan lupa traktir gue" ucap Clara.
"Iya" ucap Lino.
"Traktir apaan?" tanya Naya.
"Traktir gara-gara tadi gue bantuin dia" ucap Clara.
Lalu Lino pun segera mengeluarkan uang lima puluh ribu dari dalam dompetnya.
"Nih" ucap Lino sambil memberikan uang tersebut kepada Clara.
"Thank you" ucap Clara sambil tersenyum.
"Ya udah ayo, Na" ucap Lino sambil memegang pergelangan tangan Ana.
Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju kantin.
Setelah sampai kantin, mereka berdua pun langsung duduk di tempat yang telah disediakan.
"Mau pesen apa?" tanya Lino.
"Pingin seblak sama es jeruk" ucap Ana.
"Tapi seblaknya yang pedes ya" ucap Ana lagi.
"Jangan seblak, nanti kamu sakit perut" ucap Lino.
"Tapi aku pinginnya seblak" ucap Ana.
"Ya udah" ucap Lino.
Lalu Lino pun segera memesankan makanan untuk Ana.
5 menit kemudian Lino pun datang dengan membawa pesanan dirinya dan juga Ana.
Lalu Lino pun menaruh pesanan tersebut diatas meja.
"Makasih" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Lino.
"No, mau nyobain gak?" tanya Ana.
"Enggak ah! aku gak suka pedes" ucap Lino.
"Cobain dulu" ucap Ana sambil mendekatkan sendok kepada Lino.
"aaaa" ucap Ana agar Lino membuka mulutnya.
Lalu Lino pun dengan terpaksa memakan seblak tersebut.
"Gimana? enak kan?" tanya Ana.
"Uhuk...uhuk" Lino pun langsung batuk setelah memakan seblak tersebut.
Lalu Lino pun langsung meminum minuman yang ia pesan.
"Pedes banget, Na" ucap Lino.
Ana pun hanya tertawa karena melihat wajah Lino yang memerah.
"Malah ketawa lagi" ucap Lino.
Lalu Ana pun segera memakan seblak tersebut.
Setelah itu, Ana pun langsung meminum minumannya karena memang seblak yang dipesan Lino sangat pedas.
"Pedes kan?" tanya Lino sambil memakan nasi goreng yang dipesannya.
"Iya pedes, tapi pedesnya masih bisa dimakan kok" ucap Ana.
"Sok kuat banget kamu" ucap Lino sambil tertawa kecil.
"Emang, kan aku suka pedes" ucap Ana.
"Kalau suka pedes, jangan minum dong" ucap Lino.
"Ya kan pedes masa gak minum" ucap Ana.
"Ya jangan dong, kan katanya suka pedes" ucap Lino.
"Ya harus dong!" ucap Ana.
"Kamu tunggu bentar ya" ucap Lino.
"Mau kemana?" tanya Ana.
"Mau kesana dulu bentar" ucap Lino sambil pergi.
Setelah beberapa detik kemudian, Lino pun datang lagi menghampiri Ana.
Lalu Lino pun segera mengikat rambut Ana dengan karet gelang.
Kemudian Lino pun segera duduk kembali dan ia pun segera melanjutkan makannya.
"Enggak kenapa-napa" ucap Ana sambil tersenyum.
"Ya udah cepet habisin makanannya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Na" ucap Lino.
"Kenapa?" tanya Ana.
"Maaf ya soal yang semalam" ucap Lino.
Pipi Ana pun seketika memerah saat mengingat kejadian semalam.
"Iya gak apa-apa" ucap Ana.
"Maaf ya, soalnya papah aku emang gitu orangnya" ucap Lino.
"Hah?" bingung Ana karena ia mengira bahwa Lino minta maaf karena telah mencium Ana.
"Oh tentang itu" ucap Ana.
"Iya gak apa-apa kok" ucap Ana lagi.
"Eh tunggu...tunggu! emangnya kamu mikir kearah mana tadi?" tanya Lino sambil menahan senyumnya.
"Ya kearah situ" ucap Ana berbohong.
"Pasti kamu mikir ke yang lain ya?" tanya Lino sambil tersenyum.
"Enggak kok" ucap Ana.
"Hayo ngaku" ucap Lino.
"Enggak!" ucap Ana.
"Pasti kamu mikirnya tentang kejadian di mobil kan?" tanya Lino.
"Enggak" bohong Ana.
"Udah jangan bohong" ucap Lino.
"Aku gak bohong kok" ucap Ana.
Lino pun hanya tersenyum karena ia tahu pasti tadi Ana memikirkan kejadian ciuman semalam.
"Udah selesai makannya?" tanya Lino.
"Udah" ucap Ana.
"Ya udah ayo ke kelas" ucap Lino.
Lalu mereka berdua pun segera menuju kelasnya.
Setelah sampai dikelas, mereka pun langsung duduk dikursinya masing-masing.
"Pacaran mulu luh" ucap Gilang.
"Terserah gue dong" ucap Lino.
"No, emang bener ya kalau Bagas kasar?"tanya Gilang dengan nada pelan.
"Iya, tapi kalau sama ceweknya doang" ucap Lino.
"Soalnya dia posesif banget" ucap Lino lagi.
"Selamat siang anak-anak" ucap pak Yudis.
"Siang pak" ucap murid-murid.
"Aduh! pak Yudis lagi, No" ucap Gilang.
"Bolos kuy!" ucap Lino.
"Kuy" ucap Gilang.
"Mau siapa dulu yang keluar?" tanya Gilang.
"Gue dulu aja" ucap Lino.
"Ya udah" ucap Gilang.
"Pak" ucap Lino mengangkat satu tangannya.
"Iya kenapa?" tanya pak Yudis.
"Saya izin ke toilet, pak" ucap Lino.
"Kamu bolos ya?" tuduh pak Yudis.
"Enggak, pak! saya beneran mau ke toilet, soalnya sakit perut" ucap Lino.
"Alesan" ucap pak Yudis.
"Beneran, pak! soalnya tadi saya makan seblak, tanyain aja ke Ana" ucap Lino.
"Hah? perasaan Lino cuma makan satu sendok deh, kok bisa sakit perut sih" batin Ana.
"Ana, bener apa kata Lino?" tanya pak Yudis.
"Iya, pak! tadi emang Lino makan seblak" ucap Ana.
"Beneran gak, Na?" tanya Felisa.
"Iya bener" ucap Ana.
"Ya udah cepet ke toilet" suruh pak Yudis.
"Makasih, pak" ucap Lino.
Lalu Lino pun segera pergi.
Setelah Lino pergi, Gilang pun segera memikirkan cara untuk bolos di mata pelajaran ini.
Lalu Gilang pun mengurut-urut keningnya.
"Gilang kamu kenapa?" tanya pak Yudis.
"Pusing, pak" ucap Gilang dengan nada yang dilemahkan.
"Kamu sakit?" tanya pak Yudis.
"Iya, pak" ucap Gilang.
"Bohong, pak! tadi dia gak apa-apa kok" sahut Clara.
"Iya tadi emang gak kenapa-napa, tapi sekarang saya pusing pak" ucap Gilang.
"Ya sudah, kamu ke UKS aja sana" ucap pak Yudis.
"Makasih, pak" ucap Gilang.
Lalu Gilang pun segera pergi, bukan ke UKS melainkan dia pergi ke rooftop.