ARLINO

ARLINO
Episode 59



"Lino ngajakin luh main?" tanya Clara.


Ana pun mengangguk sambil tersenyum.


"Cie!!" teriak Clara.


"Apaan sih, Ra" ucap Ana salah tingkah.


"Jangan-jangan Lino mau nembak luh" ucap Clara.


"Enggak lah" ucap Ana.


"Siapa tahu, lagian kan Lino juga suka sama luh" kata Clara.


"Ra, jangan bikin gue berharap dong" ucap Ana.


"Gue bukan mau bikin luh berharap, tapi gue cuma nebak aja" ucap Clara.


"Ya udah, Na! gue pulang dulu ya" ucap Clara.


"Kok bentar amat sih mainnya" ucap Ana.


"Kan tadinya gue cuma mau tahu kenapa luh putus sama Bagas doang" jelas Clara.


"Luh kesini cuma mau tahu tentang itu?" tanya Ana.


"Ya iyalah, soalnya gue penasaran banget kenapa luh sama Bagas bisa putus" ucap Clara.


"Ya udah, gue pulang ya" ucap Clara.


"Iya" ucap Ana.


"Oh iya, Na! kalau luh sama Lino jadian, jangan lupa traktir gue ya" ucap Clara.


"Hmm" ucap Ana.


Lalu Clara pun segera pergi.


...****...


Skip


Malam hari


Ana pun segera bersiap-siap untuk pergi dengan Lino. Setelah selesai bersiap-siap, Ana pun segera menuju ruang tamu untuk menunggu Lino.


"Kamu mau kemana?" tanya mamah sambil duduk di sofa.


"Mau main, mah" ucap Ana.


"Oh iya, mah! papah mana?" tanya Ana.


"Papah belum pulang" ucap mamah.


"Oh gitu" ucap Ana.


"Kamu mau main sama Clara ya?" tanya mamah.


"Bukan sama Clara, mah" ucap Ana.


"Terus sama siapa?" tanya mamah.


"Sama Lino" ucap Ana.


"Cowok yang kamu suka?" tanya mamah memastikan.


Ana pun hanya mengangguk sambil tersenyum.


Tok...tok...tok


Ana pun segera membukakan pintu rumahnya.


"No, masuk dulu" ucap Ana.


Akhirnya Lino pun segera masuk kedalam rumah Ana. Lalu Ana dan Lino pun segera menghampiri mamah Ana.


"Malam, tante" sapa Lino.


"Malam juga" ucap mamah.


"Oh ini, Na" ucap mamah sambil tersenyum.


Lino pun langsung menatap Ana karena bingung dengan ucapan dari mamah Ana.


"Lino" panggil mamah Ana.


"Iya, tante?" ucap Lino.


"Anak tante suka sama kamu" ucap mamah Ana.


"Mamah!" teriak Ana sambil menahan malu.


"Iya, Lino udah tahu kok" ucap Lino.


"Oh udah tahu" ucap mamah Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Mah, kita berdua mau pergi dulu ya" ucap Ana.


"Tan, saya ijin mau main sama Ana ya" ucap Lino.


"Iya" ucap mamah.


Lalu mereka berdua pun segera pergi dengan menggunakan mobil milik Lino.


"Kita mau kemana?" tanya Ana.


"Ke restoran, soalnya gue belum makan" ucap Lino.


"Oh ya udah" ucap Ana.


"No, boleh matiin gak AC nya" ucap Ana.


"Luh kedinginan?" tanya Lino.


"Iya" ucap Ana.


Akhirnya Lino pun segera mematikan AC mobilnya.


"No, maafin gue ya" ucap Ana.


"Maksud luh?" bingung Lino.


"Gara-gara gue, luh sama Bagas jadi berantem" kata Ana.


"Luh gak usah minta maaf, lagian itu bukan salah luh" ucap Lino.


"No" panggil Ana.


"Kenapa?" tanya Lino.


"Luh ngapain ngajak gue jalan-jalan?" tanya Ana.


"Karena gue gabut di rumah, makanya gue ngajakin luh jalan-jalan" ucap Lino.


Setelah sampai di restoran, mereka berdua pun segera turun dari mobil.


Kemudian mereka berdua pun masuk kedalam restoran tersebut. Lalu mereka berdua pun langsung duduk dikursi yang telah disediakan.


"Pelayan" panggil Lino.


Lalu pelayan tersebut pun langsung menghampiri ke meja Lino dan Ana.


"Saya pesan steak sama ice lemon tea ya" ucap Lino.


"Na, kamu mau pesan apa?" tanya Lino.


Ana pun langsung terdiam saat Lino memanggilnya dengan sebutan kamu.


"Na" panggil Lino lagi.


"Aku mau pesan spaghetti sama orange juice" ucap Ana.


Lalu pelayan itu pun segera pergi untuk membuatkan pesanan.


Ana pun langsung menatap kearah Lino.


"Kenapa?" tanya Lino.


"Gak apa-apa" ucap Ana sambil tersenyum.


"Ada yang aneh ya dari gue?" tanya Lino.


"Gak ada kok" ucap Ana.


Beberapa menit kemudian...


Pelayan pun datang menghampiri Ana dan Lino, lalu pelayan tersebut meletakkan makanan yang telah dipesan oleh Ana dan Lino.


"Makasih" ucap Ana kepada pelayan tersebut.


"Iya" ucap pelayan tersebut.


Kemudian pelayan tersebut pun segera pergi.


Lalu Ana dan Lino pun segera memakan makanan yang telah mereka pesan sambil mengobrol.


"No, luh ikut camping gak?" tanya Ana.


"Enggak" ucap Lino.


"Loh kenapa?" tanya Ana.


"Males aja" ucap Lino.


"Padahal seru tahu kalau ikut camping" ucap Ana.


"Seru dari mana nya?" tanya Lino.


"Ya seru aja gitu bisa tidur ditenda bareng temen-temen" ucap Ana.


"Seru apanya? lebih baik gue tidur sendiri, dari pada tidur bareng temen" ucap Lino.


"Seru tahu tidur bareng temen, kita bisa curhat bareng atau ngobrolin hal-hal lucu" ujar Ana.


"Emang luh mau ikut camping, Na?" tanya Lino.


"Mau lah" ucap Ana.


"Luh ikut aja, No! biar luh gak bosen di rumah" ucap Ana.


"Enggak ah!" ucap Lino.


"Luh gak asik banget sih jadi orang" ucap Ana.


"Luh emang pingin banget ya kalau gue ikut camping?" tanya Lino.


"Enggak kok, gue cuma" ucap Ana sambil berpikir.


"Luh takut kangen sama gue kan?" sahut Lino.


"Enggak!" ucap Ana.


"Kalau nanti luh kangen kan tinggal telepon aja" ucap Lino.


"Gue gak bakal kangen sama luh kok" ucap Ana berbohong.


"Masa?" ucap Lino.


"Udah ah jangan dibahas" kesal Ana.


Lino pun hanya tersenyum karena melihat Ana yang sedang kesal.


"Ya udah deh, nanti gue ikut camping biar luh seneng" ucap Lino.


"Siapa juga yang seneng" ucap Ana.


"Na, gue mau bayar dulu ya" ucap Lino.


"No" panggil Ana.


"Kenapa?" tanya Lino.


"Nih" ucap Ana sambil memberikan uang kepada Lino.


"Gak usah! biar gue aja yang bayar" ucap Lino.


"Enggak ah! gue gak enak" ucap Ana.


"Gak apa-apa, biar gue aja" ucap Lino sambil pergi.


Lalu Ana pun segera berdiri dari duduknya dan berniat menghampiri Lino. Tetapi saat ia berdiri, Ana pun melihat papahnya sedang duduk bersama seorang wanita.


Lalu Ana pun segera pergi menghampiri papahnya.


"Pah" ucap Ana.


"Ana" ucap papah terkejut.


"Dia siapa, pah?" tanya Ana.


Papah Ana pun langsung terdiam.


"Saya calon istrinya" ucap wanita itu.


"Papah selingkuh dari mamah?" tanya Ana.


"Bukannya istri kamu udah meninggal ya, mas?" tanya wanita itu.


"Meninggal?" ucap Ana sambil menahan tangisnya.


"Papah tega banget sama mamah" ucap Ana sambil menangis.


Ana pun segera pergi meninggalkan papahnya dan wanita itu.


"Na, mau kemana?" panggil Lino karena melihat Ana pergi.


Lino pun segera berlari untuk mengejar Ana.