
Keesokan harinya
Jam 08.00
"Mah" panggil Ana.
"Iya, ada apa?" tanya mamah.
"Aku ijin pergi ya" ucap Ana.
"Mau kemana sayang" kata mamah.
"Ana mau ke makam Naya" ucap Ana.
"Sendiri?" tanya mamah.
"Iya" ucap Ana.
"Mau mamah anter gak?" tanya mamah.
"Gak usah, mah. Kan mamah harus kerja" ucap Ana.
"Terus kamu kesana nya naik apa?" tanya mamah.
"Naik ojek online" ucap Ana.
"Kenapa gak dianter Lino?" tanya mamah.
"Soalnya Lino kan lagi sakit" ucap Ana.
"Oh Lino masih sakit" ucap mamah.
"Iya, mah" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu Ana pergi keluar ya soalnya mau nunggu ojek online yang Ana pesen" ucap Ana.
"Iya" ucap mamah.
Ana segera mencium tangan mamahnya, kemudian ia segera pergi keluar rumah untuk menunggu ojek online yang ia pesan.
Setelah beberapa menit kemudian, abang ojek online datang.
Lalu Ana segera menaiki motor abang ojek online tersebut.
"Pak, ke toko bunga dulu ya" ucap Ana.
"Oke" ucap abang ojek online.
Kemudian abang ojek online tersebut langsung melajukan motornya menuju toko bunga terlebih dahulu, setelah itu baru pergi ke tempat pemakaman umum.
Skip
Sesampainya di tempat pemakaman, Ana segera turun dari motor. Kemudian ia segera membayar ongkos kepada abang ojek online itu.
Lalu Ana segera pergi menuju makam Naya.
Setelah sampai, Ana melihat Bagas yang sedang duduk sambil melihat kearah makam Naya.
Lalu Ana segera menghampiri Bagas dan ia langsung duduk disebelah Bagas.
Sontak Bagas langsung melihat kearah Ana.
"Luh kesini sama siapa?" tanya Bagas.
"Sama tukang ojek" ucap Ana sambil menyimpan bunga diatas makam Naya.
Setelah itu Ana langsung berdoa untuk Naya.
Setelah selesai berdoa, Ana hanya diam saja sambil memandang makam Naya.
"Luh kenapa gak dianter Lino?" tanya Bagas.
"Soalnya Lino lagi sakit, makanya gue kesini sendiri" ucap Ana.
"Dia sakit apa?" tanya Bagas.
"Dia meriang" jawab Ana.
"Pasti meriang gara-gara balapan kan?" tanya Bagas.
Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Bagas.
"Kok luh tahu sih" heran Lino.
"Luh lupa ya, gue kan dulu deket banget sama Lino. Jadi gue tahu kalau dia sering sakit" ucap Bagas.
"Maafin gue ya. Gara-gara gue, luh berdua jadi gak sedeket dulu" ucap Ana.
"Gak usah minta maaf, lagian itu bukan salah luh tapi itu salah gue karena waktu itu gue udah kasar sama luh" ucap Bagas.
"Oh iya waktu Lino balapan, luh kesana ya?" tanya Bagas.
"Iya" ucap Ana.
"Kenapa kesana?" tanya Bagas.
"Soalnya gue takut Lino kenapa-napa" ucap Ana.
Bagas hanya tersenyum karena mendengar ucapan Ana padahal sebenarnya hatinya sakit karena Ana begitu sangat khawatir kepada Lino.
"Emang Lino balapan sama siapa?" tanya Bagas.
"Sama Rafly" ucap Ana.
"Rafly?" tanya Bagas.
"Iya" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu gue pulang dulu ya" ucap Ana.
"Gue anterin ya" ucap Bagas.
"Gak usah, soalnya gue mau ke rumah Lino" ucap Ana.
"Ya udah bareng, gue juga mau jengukin dia" ucap Bagas.
"Gak usah, kita kesananya masing-masing aja" ucap Ana.
"Terus luh kesananya mau naik apa?" tanya Bagas.
"Naik ojek" ucap Ana.
"Luh masih takut ya sama gue?" tanya Bagas.
"Enggak kok" ucap Ana.
"Kalau enggak, kenapa luh gak mau bareng gue?" tanya Bagas.
"Soalnya takut Lino marah" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu gue kesana dulu ya" ucap Ana sambil pergi.
Lalu Ana segera menunggu ojek online di pinggir jalan.
Tin...tin
"Gas, luh duluan aja ke rumah Lino nya" ucap Ana.
"Gue berangkat nya bareng aja sama luh" ucap Bagas.
"Gue udah pesen ojek online" ucap Ana.
"Maksudnya kita berangkat nya bareng, gue sendiri dan luh sama abang ojek" ucap Bagas.
"Luh duluan aja, soalnya abang ojek nya masih lama datangnya" ucap Ana.
"Ya gak apa-apa" ucap Bagas.
Lalu Ana segera mengambil handphone yang ada didalam tas nya dan ia segera mengirim pesan kepada Lino.
^^^Ana :^^^
^^^No^^^
Lino langsung menjawab pesan dari Ana.
Lino :
Iya, ada apa?
^^^Ana :^^^
Lino :
Kamu sama siapa kesananya?
^^^Ana :^^^
^^^Aku naik ojek online^^^
^^^Ana :^^^
^^^Waktu sampe di makam, aku ngelihat Bagas^^^
Lino :
Iya, terus?
^^^Ana :^^^
^^^Waktu aku mau pulang, Bagas ngajakin aku pulang bareng dia^^^
^^^Ana :^^^
^^^Terus aku bilang kalau aku mau ke rumah kamu, soalnya aku mau jenguk kamu. ^^^
^^^Ana :^^^
^^^Terus Bagas pingin ikut katanya ke rumah kamu^^^
Lino :
Dia ngapain ikut?
^^^Ana :^^^
^^^Soalnya dia pingin jengukin kamu juga^^^
Lino :
Oh ya udah, kalau mau jenguk ya jenguk aja
^^^Ana :^^^
^^^Kamu nanti gak bakal berantem kan sama Bagas?^^^
Lino :
Ya gak bakal lah, lagian aku lagi sakit jadi aku gak kuat nonjok orang
^^^Ana :^^^
^^^Janji ya jangan berantem^^^
Lino :
Iya, gak bakal
^^^Ana :^^^
^^^Oh iya, aku ke rumah kamunya gak bareng Bagas kok tapi aku berangkat ke rumah kamunya naik ojek online.^^^
Lino :
Jadi Bagas ke rumah aku duluan?
^^^Ana :^^^
^^^Enggak, dia nungguin aku dulu sampe ojek online nya dateng^^^
Lino :
Kenapa gak sekalian bareng aja?
^^^Ana :^^^
^^^Kalau bareng nanti kamu marah^^^
Lino :
Ya enggak lah, lagian tujuan kalian berdua kan mau ke rumah aku. Jadi aku gak bakal marah
Lino :
Kamu kenapa ngejelasin secara rinci ke aku?
😂🤣
^^^Ana :^^^
^^^Takutnya kamu nanti salah paham kalau aku sama Bagas tiba-tiba datang ke rumah kamu secara barengan^^^
Lino :
Kamu takut banget ya kalau aku marah sama kamu?
^^^Ana :^^^
^^^Ya iyalah lah takut^^^
Lino :
Emang kalau marah aku serem ya?
^^^Ana :^^^
^^^Iya, soalnya kalau marah kamu suka ngebentak^^^
Lino :
Namanya juga emosi, Na
^^^Ana :^^^
^^^No, chat nya udah dulu ya soalnya abang ojek nya udah nyampe^^^
Setelah itu Ana segera memasukan ponselnya kedalam tas nya dan ia segera menghampiri abang ojek tersebut. Kemudian Ana segera menaiki motor abang ojek itu.
Lalu abang ojek tersebut segera melajukan motornya.
Kemudian Bagas segera menyusul Ana dari belakang.
...****...
Sesampainya di rumah Lino, Ana segera turun dari motor abang ojek tersebut. Kemudian ia segera membayar ongkos kepada abang ojek itu.
Lalu Ana dan Bagas segera masuk kedalam karena pagar rumah Lino sudah terbuka.
"Ada Gilang ya" ucap Bagas saat melihat motor milik Gilang terparkir di rumah Lino.
"Iya ada kayaknya" ucap Ana.
Lalu Ana segera mengetuk pintu rumah Lino.
Tidak menunggu lama, pintu dibuka oleh Gilang.
"Loh, kok kalian kesini berdua" ucap Gilang.
"Lino nya mana?" tanya Ana.
"Ada didalem, lagi nonton tv" ucap Gilang.
"Ya udah ayo masuk, Gas" suruh Ana.
"Na" panggil Gilang karena ia takut Lino marah saat tahu Ana datang bersama Gilang.
"Kenapa?" tanya Ana.
"Luh berdua jangan masuk barengan deh, nanti Lino bisa marah kalau tahu luh datang barengan" ujar Gilang.
"Lino gak marah kok" ucap Ana.
"Udah luh samperin Lino nya sepuluh menit lagi aja. Nanti biar Bagas duluan aja yang samperin Lino" ucap Gilang.
"Ngapain harus nunggu sepuluh menit?" heran Ana.
"Ya iyalah soalnya kalau luh barengan sama Bagas, nanti Lino bisa baku hantam sama Bagas" ucap Gilang.