ARLINO

ARLINO
Episode 257



Keesokan harinya


"Mah, mamah udah sembuh?" tanya Ana.


"Udah kok" ucap mamah.


"Mamah jangan kerja dulu aja, soalnya takutnya sakit lagi" ucap Ana.


"Enggak kok, mamah udah sembuh" ucap mamah.


"Ya udah cepet sarapan" suruh mamah.


Ana segera duduk dikursi.


Lalu ia segera memakan makanan buatan mamahnya.


"Mah, mamah udah nanya ke papah belum?" tanya Ana.


"Nanya apa?" tanya mamah.


"Nanya kapan pulang" ucap Ana.


"Mamah belum tanya ke papah" ucap mamah.


"Ya udah tanya dong, mah! soalnya Ana kangen sama papah" ucap Ana.


"Iya, nanti mamah bakal tanya ke papah kok" ucap mamah.


Trining...trining


Ana segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Raka.


"Siapa, Na?" tanya mamah.


"Raka" ucap Ana.


Ana segera mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Hallo, Ka" ucap Ana.


"Na, maaf ya hari ini gue gak bisa nganter luh. Soalnya gue lagi sakit" ucap Raka.


"Gak apa-apa kok, lagian gue ke sekolah nya mau dianter Lino" ucap Ana.


"Emang mamah luh gak marah ya?" tanya Raka.


"Enggak" ucap Ana.


"Oh iya, luh sakit apa?" tanya Ana.


"Gue sakit perut, udah 3 hari diare mulu" ucap Raka.


"Ya udah luh ke rumah sakit aja, biar cepet sembuh" ucap Ana.


"Gak mau ah! gue mau di rumah aja" ucap Raka.


"Nanti pulang sekolah, gue jenguk luh ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Raka.


"Ya udah kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya, soalnya gue mau lagi sarapan" ucap Ana.


"Iya" ucap Raka.


Ana segera mematikan panggilan teleponnya.


"Raka sakit apa?" tanya mamah.


"Dia sakit perut" ucap Ana.


"Pasti dia sering makan pedes tuh, makanya jadi sakit perut" ucap mamah.


"Nanti kamu pas disekolah jangan makan yang pedes-pedes ya" kata mamah.


"Iya, Ana gak bakal makan-makanan yang pedes kok" ucap Ana.


Setelah selesai sarapan, Ana segera menunggu Lino di ruang tamu.


Beberapa menit kemudian...


Tingtong...tingtong


Ana segera berjalan keluar untuk menemui Lino.


"Ayo berangkat" ucap Ana.


Tiba-tiba mamah Ana datang menghampiri Ana dan juga Lino.


"Pagi, tante" ucap Lino sambil salam kepada mamahnya Ana.


"Pagi juga" ucap mamah Ana.


"Tante udah sehat?" tanya Lino.


"Iya udah" ucap mamah Ana.


"Syukur deh kalau gitu" ucap Lino.


"No, bawa motornya hati-hati ya" ucap mamah Ana.


"Iya, Lino bakal hati-hati kok bawa motornya" ucap Lino.


"Ya udah kita berdua berangkat dulu ya, mah" ucap Ana.


"Iya" ucap mamah.


Ana dan Lino segera naik ke motor.


"Tante, kita berangkat dulu ya" ucap Lino.


"Iya" ucap mamah Ana.


Lalu Lino segera melajukan motornya menuju sekolah.


(Diperjalanan)


"No" panggil Ana.


"Kenapa?" tanya Lino.


"Gilang udah berangkat ke sekolah?" tanya Ana.


"Udah" ucap Lino.


"No, nanti pulang kamu mau jenguk Raka gak?" tanya Ana.


"Raka sakit?" tanya Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Pasti sakit perut ya?" tebak Lino.


"Kok kamu tahu" heran Ana.


"Soalnya kan waktu itu pas aku ke rumah dia, dia nya lagi sakit perut. Mana lama lagi di toilet nya" ucap Lino.


"Kamu mau jenguk dia gak?" tanya Ana.


"Kalau kamu mau jenguk, aku juga mau" ucap Lino.


"Kalau aku enggak, berarti kamu juga enggak gitu?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Ya udah deh aku mau jenguk dia nanti habis pulang sekolah" ucap Ana.


"Kalau gitu aku juga mau jenguk dia deh" ucap Lino.


Sesampainya di parkiran sekolah, mereka berdua segera turun dari motor.


Saat ingin berjalan, tiba-tiba Lino memegang pergelangan tangan Ana.


"Kenapa?" tanya Ana.


Lino segera berjongkok didepan Ana, lalu ia segera mengikat tali sepatu Ana.


"Udah" ucap Lino sambil berdiri.


"Makasih" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Lino sambil tersenyum.


"Ya udah ayo ke kelas" ucap Lino sambil menggenggam tangan Ana.


"Jangan pegangan, nanti dilihat guru" ucap Ana.


"Udah cuek aja" ucap Lino.


Lalu mereka berdua segera pergi menuju kelas.


Sesampainya di kelas, mereka berdua segera duduk dikursinya masing-masing.


"Kasihan banget Lia, pasti dia kurang istirahat" ucap Ana saat melihat Lia yang tertidur.


Tiba-tiba Ana melihat tubuh Lia yang seperti sedang menggigil.


Ana segera memegang kening Lia.


Ana melihat ke kursi Lino namun Lino tidak ada dikelas.


"Fel, lihat Lino gak?" tanya Ana.


"Dia tadi keluar sama Gilang" ucap Felisa.


"Emangnya kenapa, Na?" tanya Felisa.


"Lia sakit, tadinya gue mau nyuruh Lino buat gendong Lia ke UKS" ucap Ana.


Felisa melihat ke sekelilingnya.


"Bagas!!!" teriak Felisa.


Sontak Bagas langsung melihat kearah Felisa.


"Ada apa?" tanya Bagas.


"Tolong gendong Lia ke UKS dong! soalnya Lia lagi sakit" ucap Felisa.


Bagas segera menghampiri Lia.


"Lia" panggil Bagas.


Lia langsung membuka kedua matanya.


"Luh sakit?" tanya Bagas.


"Iya dia sakit, pake nanya lagi" sahut Felisa.


"Ya udah ayo ke UKS" ucap Bagas.


"Gendong kek, masa iya nyuruh Lia jalan kaki. Nanti kalau pingsan gimana coba" ucap Felisa.


"Gue bisa jalan sendiri kok" ucap Lia.


Tanpa aba-aba, Bagas langsung menggendong Lia. Lalu Bagas segera membawa Lia menuju UKS.


"Kita ke UKS jangan?" tanya Ana.


"Gak usah, lagian Lia kan pasti butuh istirahat" ucap Felisa.


...****...


Lia POV


Jantung Lia menjadi tidak karuan saat Bagas menggendongnya.


Setelah sampai UKS, Bagas langsung menidurkan Lia di kasur.


"Gas" panggil Lia.


"Iya, kenapa?" tanya Bagas.


"Maafin gue" ucap Lia.


"Ngapain minta maaf?" tanya Bagas.


"Ya karena waktu itu gue udah nuduh Ana yang jadi penyebab kematian Naya" ucap Lia.


"Ngapain minta maaf nya ke gue?" heran Bagas.


"Karena kan luh suka sama Ana, jadi pasti luh marah banget sama gue gara-gara gue nuduh Ana" ucap Lia.


"Gue gak marah kok ke luh" ucap Bagas.


"Kalau gak marah kenapa luh menghindar dari gue?" tanya Lia.


Bagas hanya terdiam.


"Apa gara-gara gue suka ke luh ya, makanya luh jadi menghindar dari gue" ucap Lia.


"Lebih baik luh istirahat aja deh, jangan banyak omong" ucap Bagas.


Lia langsung terdiam setelah mendengar ucapan Bagas.


"Luh udah sarapan belum?" tanya Bagas.


"Belum" ucap Lia.


"Pantes aja sakit, orang luh belum sarapan" ucap Bagas.


"Gas, gue boleh pinjem jaket luh gak? soalnya gue kedinginan" ucap Lia.


"Ya udah nih pake" ucap Bagas sambil memberikan jaketnya kepada Lia.


"Ya udah gue beliin bubur dulu ya buat luh" ucap Bagas sambil pergi keluar.


Lia langsung tersenyum karena ternyata Bagas masih peduli dengan Lia.


Beberapa menit kemudian, Bagas kembali menghampiri Lia yang berada di UKS.


"Ini buburnya" ucap Bagas sambil memberikan bubur dan air mineral kepada Lia.


Lia segera mengambil uang yang ada disaku rok nya.


"Ini uang nya" uang Lia.


"Uang nya jangan diganti, anggap aja gue yang traktir" ucap Bagas.


"Makasih" ucap Lia.


"Iya sama-sama" ucap Bagas.


"Ya udah gue ke kelas dulu ya" ucap Bagas.


"Gas" panggil Lia.


"Apa lagi?" tanya Bagas.


"Nanti tolong bilang ke Ana ya supaya dia ngisi agenda kelas" ucap Lia.


"Iya, nanti gue bilangin ke Ana" ucap Bagas.


Lalu Bagas segera pergi menuju kelasnya.