ARLINO

ARLINO
Episode 183



"Gak bakal berantem kok, lagian tadi gue udah bilang sama Lino" ucap Ana.


"Luh udah bilang?" tanya Gilang.


"Iya udah" ucap Ana.


"Ya udah ayo masuk" ucap Gilang.


Lalu mereka segera masuk kedalam dan mereka langsung pergi menghampiri Lino yang sedang menonton televisi.


"No" panggil Ana sambil duduk disebelah Lino.


"Apa" ucap Lino sambil tersenyum.


"Udah makan belum?" tanya Ana.


"Belum" ucap Lino.


"Lang, luh gimana sih! bukannya beliin Lino makan" ucap Ana.


"Lah kenapa jadi gue yang disalahin" ucap Gilang.


"Luh kan dari tadi disini, harusnya luh beliin Lino makan" ucap Ana.


"Kalau mau makan ya beli sendiri" ucap Gilang.


"Kan Lino sakit, masa iya dia harus beli makan keluar. Nanti kalau kenapa-napa dijalan gimana coba" ucap Ana.


"Kan dia bisa pesen online" ucap Gilang.


Ana langsung terdiam karena mendengar ucapan Gilang yang masuk akal.


"Emang luh sakit, No?" tanya Gilang.


Lino hanya mengangguk mengiyakan ucapan Gilang.


"Oh iya, No! Bagas katanya pingin jenguk" ucap Ana padahal sebenarnya dia tadi udah menjelaskan kepada Lino lewat chat.


"Gas, duduk! luh kok malah berdiri" perintah Lino.


Akhirnya Bagas menuruti perintah Lino.


"Makasih ya udah jenguk gue" ucap Lino.


"Iya" ucap Bagas.


"Ya udah kalau gitu aku mau masak nasi goreng dulu ya buat kalian bertiga" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Na, jangan pedes ya nasi goreng nya" ucap Lino.


"Iya siap" ucap Ana.


Lalu Ana segera pergi menuju dapur.


"Luh sama Ana habis dari makam Naya ya?" tanya Lino.


"Iya" ucap Bagas.


"Gas, luh mau gabung lagi gak di geng motor?" tanya Gilang.


"Enggak" ucap Bagas.


"Kenapa enggak?" tanya Gilang.


"Males aja" ucap Bagas.


"Males sama gue ya?" tanya Lino.


"Awalnya iya" ucap Bagas.


"Tapi karena kita udah baikan, gue rasa alesannya bukan karena luh tapi karena Naya" ucap Bagas.


"Semenjak Naya gak ada, hidup gue merasa bosen aja gitu dan gue lebih pingin menyendiri dibandingkan kumpul-kumpul bareng temen" jelas Bagas.


"Oh iya, Gas! luh tahu gak?" tanya Gilang.


"Tahu apa?" tanya Bagas.


"Katanya Acha masih hidup" ucap Gilang.


"Iya gue tahu" ucap Bagas.


"Luh tahu dari siapa?" tanya Gilang.


"Tahu dari Lia" ucap Bagas.


"Luh, ada hubungan ya sama Lia?" tanya Lino.


"Enggak" ucap Bagas.


"Gue kira luh pacaran sama Lia" ucap Lino.


"Kaga lah" ucap Bagas.


"Tapi luh tahu gak perasaan Lia ke luh?" tanya Lino.


"Maksud luh?" bingung Bagas.


"Lia suka sama luh" jelas Lino.


"Hah? Lia suka sama Bagas?" tanya Gilang.


"Iya, gue dikasih tahu Ana katanya Lia suka sama Bagas" ucap Lino.


Trining...trining


Bagas segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Lia.


Lalu Bagas segera pergi keluar dan ia segera mengangkat panggilan telepon dari Lia.


"Hallo" ucap Bagas.


"Gas, luh tadi ke makam sendirian ya" ucap Lia.


"Iya" ucap Bagas.


"Maafin gue ya, soalnya tadi gue bangun kesiangan" ucap Lia.


"Iya gak apa-apa, lagian tadi juga ada Ana yang kesana" ucap Bagas.


"Ana?" tanya Lia memastikan.


"Iya" ucap Bagas.


"Sama Lino juga?" tanya Lia.


"Enggak, dia sendiri" ucap Bagas.


"Sekarang luh udah pulang?" tanya Lia.


"Gue gak pulang ke rumah" ucap Bagas.


"Terus sekarang luh ada dimana?" tanya Lia.


"Gue sekarang ada di rumah Lino" jelas Bagas.


"Ada Ana juga?" tanya Lia.


"Iya" ucap Bagas.


"Iya, kenapa?" tanya Lia.


"Luh suka ya sama gue?" ucap Bagas.


Lia langsung terdiam sejenak setelah mendengar ucapan Bagas.


"Enggak kok" bohong Lia.


"Bagus deh, soalnya gue takut aja kalau luh suka sama gue. Karena kan luh tahu sendiri kalau gue nganggap luh sebagai sahabat dari adik gue" ucap Bagas.


"Ya udah kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Lia.


"Iya" ucap Bagas.


Lia segera mematikan panggilan teleponnya.


Kemudian Bagas segera masuk kedalam dan ia langsung duduk disebelah Gilang.


"Ayo makan, Gas" ucap Ana.


"Iya" ucap Bagas.


Lalu mereka segera menikmati nasi goreng yang dibuat oleh Ana.


"Na" panggil Lino.


"Apa" ucap Ana.


"Mamah kamu suka marah gak kalau kamu sering ke rumah aku?" tanya Lino.


"Enggak kok" ucap Ana.


"Na, emang bener ya kalau Lia suka sama Bagas?" tanya Gilang.


Ana terdiam sejenak.


"Enggak kok" bohong Ana.


"Oh berarti Lino ngebohong dong" ucap Gilang.


"Bukannya kata kamu katanya Lia suka sama Bagas ya?" ucap Lino.


Ana langsung menatap tajam kearah Lino.


Sontak Lino langsung terdiam.


Skip


Setelah selesai makan, Ana segera membereskan piring-piring.


"Biar aku aja yang beresin" ucap Lino.


"Gak usah, biar aku aja" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu aku bawa gelas-gelas nya ya" ucap Lino.


"Gak usah, biar Gilang aja yang bawa" ucap Ana.


"Kok jadi gue" ucap Gilang.


"Ya kan luh juga tadi makan, jadi luh harus bantuin gue bawa gelasnya" ucap Ana.


"Ya udah deh" ucap Gilang.


Lalu Ana dan Gilang segera pergi menuju dapur.


"Ini simpen dimana?" tanya Gilang.


"Disitu" tunjuk Ana.


Lalu Gilang segera menaruh gelas-gelas tersebut di bak cuci piring.


"Ya udah luh kesana lagi aja" ujar Ana.


Bukannya pergi, Gilang malah membuka kulkas.


"Tumben eskrimnya sedikit" ucap Gilang sambil mengambil eskrim.


"Luh gak sopan banget sih, bukannya minta dulu sama Lino" ucap Ana sambil mencuci piring dan gelas.


"Lah dari dulu gue suka kayak gini, lagian Lino juga gak ngelarang kok. Malah dia seneng kalau makanan atau minuman yang ada dikulkas dihabisin gue dan yang lainnya" ucap Gilang.


"Lagi pula Lino juga suka kayak gini kalau ke rumah gue" ucap Gilang.


"Oh gitu" ucap Ana.


"Iya" ucap Gilang.


"Jangan-jangan eskrim nya suka dihabisin sama luh ya? makanya jadi sedikit" ucap Gilang.


"Ya kan kemarin Lino ngasih banyak eskrim ke gue" ucap Ana.


"Pantes aja jadi sedikit" ucap Gilang.


Setelah habis, Gilang langsung mengambil coklat di kulkas Lino.


"Gue mau dong" ucap Ana.


"Itu ambil aja, masih banyak ini" ucap Gilang.


"Yang luh aja, lagian gue mau dikit" ucap Ana.


"Nih ambil" ucap Gilang sambil memberikan coklat yang baru kepada Ana.


"Gak usah deh" ucap Ana.


"Udah jangan malu-malu anjing gitu" ucap Gilang.


"Nanti aja, gue mau bilang dulu ke Lino" ucap Ana.


"Udah ambil aja, lagian Lino pasti ngasih ke luh kok" ucap Gilang.


"Enggak ah! nanti aja, gue mau bilang dulu" ucap Ana.


Setelah selesai mencuci piring, Ana segera pergi menghampiri Lino dan Gilang menyusul Ana dari belakang.


"No, pacar Luh pingin coklat katanya" ucap Gilang.


"Ambil aja, Na" ucap Lino.


"Boleh?" tanya Ana memastikan.


"Ya boleh lah, ambil semuanya juga boleh kok" ucap Lino.


"Ya jangan semua lah, nanti gue gak bisa nyemil" ucap Gilang.


"Ya kan nanti gue beli lagi" ucap Lino.


"Ya udah sana ambil, kok malah diem" ucap Lino.


"Beneran boleh, No?" tanya Ana.


"Iya boleh" ucap Lino.


"Sekali lagi luh ngomong gitu, gue tampol luh Na" ucap Gilang sedikit kesal.


Akhirnya Ana segera pergi menuju dapur untuk mengambil coklat.