ARLINO

ARLINO
Episode 74



"Oh iya, Na! tadi Lia ngambek sama gue" ucap Clara.


"Ngambek kenapa?" tanya Ana.


"Ngambek gara-gara gue mainnya sama luh mulu" ucap Clara.


"Yaelah cuma karena itu doang sampe ngambek segala" ucap Lino.


"Mungkin dia cemburu kali, kan luh sahabatnya" ucap Ana.


"Iya gue tahu, tapi Lia harusnya bisa ngertiin dong kan gue mainnya sama sahabat gue dan sahabat dia juga. Jadi wajar dong gue main sama luh" ucap Clara.


"Gue bukan sahabat kalian, kan gue baru gabung di circle kalian" ucap Ana.


"Luh ngomong apa sih, Na. Luh itu kan sahabat kita" jelas Clara.


"Tapi mereka gak nganggap gue sahabat, Ra" ucap Ana.


Clara pun langsung terdiam.


"Gak apa-apa mereka gak nganggap kamu sahabat, tapi kan Clara anggap kamu sebagai sahabatnya" ucap Lino.


"Iya bener apa kata Lino, Na" ucap Clara.


"Oh iya, Ra! Lia jadian ya sama Bagas?" tanya Ana.


"Hah?" bingung Clara.


"Lia jadian sama Bagas?" tanya Ana ulang.


"Emang iya?" tanya Clara.


"Oh luh gak tahu?" ucap Ana.


"Emang beneran Lia jadian sama Bagas?" tanya Clara.


"Lah kok luh malah nanya balik sih" ucap Ana.


"Luh tahu dari mana, Na?" tanya Clara.


"Tadi siang gue gak sengaja lihat ada panggilan telepon di handphone Lia, terus gue lihat namanya penelponnya Bagas" ucap Ana.


"Masa Bagas nelpon doang dibilang jadian sih" ucap Clara.


"Soalnya namanya pake emoticon love" ucap Ana.


"Serius luh?" tanya Clara.


"Iya" ucap Ana.


"Luh salah lihat kali" ucap Clara.


"Gue enggak salah lihat, Ra" ucap Ana.


"Ya udah nanti gue tanyain deh ke Lia" ucap Clara.


"Jangan!" ucap Ana.


"Kenapa jangan?" tanya Clara.


"Soalnya Lia kayaknya emang mau nutupin hal ini dari semuanya deh" ucap Ana.


"Ya udah deh, gue gak bakal tanya Lia" ucap Clara.


"Na, gue pergi dulu ya. Soalnya gue kasihan sama Lino" ucap Clara.


"Kenapa luh kasihan sama gue?" tanya Lino.


"Soalnya luh jadi terkacangi" ucap Clara.


"Ya udah, gue pergi dulu ya" ucap Clara.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Clara pun segera pergi untuk menghampiri Naya dan Felisa.


"No, kenapa diem?" tanya Ana.


"Aku tadi kayak dejavu" ucap Lino.


"Dejavu karena apa?" tanya Ana.


"Karena ucapan Clara tadi, aku jadi inget waktu Acha sama Clara ngobrol terus Clara bilang dia mau pergi soalnya kalau ada dia pasti aku jadi terkacangi" jelas Lino.


"Oh gitu" ucap Ana.


...****...


Clara pun segera duduk disebelah Naya.


"Nay" ucap Clara.


"Kenapa?" tanya Naya.


"Bagas jadian sama seseorang gak?" tanya Clara.


"Enggak tuh" ucap Naya.


"Emang kenapa sih?" tanya Naya lagi.


"Gak apa-apa, gue cuma mau tanya aja" ucap Clara.


"Luh suka sama kakak gue?" tanya Naya.


"Ih enggak!" ucap Clara.


"Terus kenapa nanyain tentang Bagas?" tanya Naya.


"Soalnya gue penasaran aja siapa pacarnya Bagas sekarang" ucap Clara.


"Pasti Ana ya yang nyuruh luh ngomong ini?" tanya Naya.


"Enggak kok, Nay" ucap Clara.


"Ana, belum move on dari Bagas?" tanya Felisa.


"Udah kok" ucap Clara.


"Oh iya, tadi luh sama Ana ngomongin apa?" tanya Felisa.


"Hah? tentang Ana dan Lino" ucap Naya.


"Iya tentang mereka berdua" ucap Clara.


"Mereka pacaran?" tanya Felisa.


"Iya, mereka pacaran" ucap Clara.


"Kapan jadiannya?" tanya Felisa.


"Kemarin" ucap Clara.


"Oh jadi Ana mutusin Bagas karena dia suka sama Lino" ucap Naya.


"Ana mutusin Bagas bukan karena Lino kok, Nay" ucap Clara.


"Terus karena apa?" tanya Naya.


Clara pun tidak bisa menjawab ucapan Naya karena jika ia berkata yang sesungguhnya pasti Naya tidak akan percaya.


"Udah jelas dia mutusin Bagas karena Lino. kayaknya Ana tuh emang suka mainin cowok ya" ucap Naya.


"Ana gak gitu kok, Nay" ucap Clara.


"Terus aja luh belain dia" ucap Naya sambil pergi.


"Emang bener ya Ana putus sama Bagas karena Lino?" tanya Felisa.


"Enggak, Fel! Naya tadi cuma salah paham aja. Bukan itu kok alasan Ana putus sama Bagas" ucap Clara.


"Terus karena apa?" tanya Felisa.


"Gue gak bisa jelasin" kata Clara.


"Kenapa gak bisa jelasin?" tanya Felisa.


"Karena Ana ngelarang gue buat ngomong yang sebenarnya" ucap Clara.


"Ana putusin Bagas karena Bagas posesif ya?" tebak Felisa.


"Bukan karena posesif sih" ucap Clara.


"Terus karena apa?" tanya Felisa.


"Sorry, Fel. Gue gak bisa jelasin" ucap Clara.


"Ya udah deh gak apa-apa kalau luh gak mau ngejelasin" ucap Felisa.


"Luh gak marah kan sama gue?" tanya Clara.


"Enggak kok, lagian kan gue gak seharusnya ikut campur tentang urusan Ana dan Bagas" ucap Felisa.


"Gimana dong, Fel. Kayaknya Lia sama Naya marah deh sama gue" ucap Clara.


"Aduh gimana ya, kalau Lia sih masih bisa dibujuk biar gak marah. Tapi kalau Naya agak susah buat ngebujuk dia biar gak marah lagi" ucap Felisa.


"Tapi nanti gue coba deh bujuk mereka supaya baikan lagi sama luh" ucap Felisa.


"Makasih, Fel" ucap Clara.


"Iya sama-sama" ucap Felisa.


...****...


Setelah acaranya selesai, semua siswa dan siswi pun pergi menuju tendanya masing-masing.


"Kalau gitu, aku ke tenda dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Ana pun segera pergi menuju tendanya.


Setelah sampai, Ana pun segera masuk kedalam tenda.


"Yang lain mana, Nay?" tanya Ana.


"Gak tahu" ucap Naya dingin.


"Na, gue pingin ngomong sama luh" ucap Naya.


"Ya udah ngomong aja" ucap Ana.


"Luh putusin Bagas karena pingin pacaran sama Lino ya?" ucap Naya dingin.


"Enggak kok, Nay" ucap Ana.


"Luh jangan pura-pura polos deh, Na" ucap Naya.


"Gue putus sama Bagas bukan karena pingin pacaran sama Lino, Nay" ucap Ana.


"Terus putusnya karena apa?" tanya Naya.


"Gue gak bisa jelasin" ucap Ana.


"Bilang aja luh putusin Bagas karena mau pacaran sama Lino" ucap Naya.


"Enggak, Nay" ucap Ana.


"Luh kayaknya ngincer gengnya Lino ya, Na?" sinis Naya.


"Enggak, Nay" ucap Ana sambil menahan tangisnya.


"Ekhem" ucap Lia yang tiba-tiba masuk kedalam tenda.


Lalu Lia pun memilih untuk tidur karena ia tahu bahwa Ana dan Naya sedang mendebatkan masalah Bagas.


Kemudian Clara dan Felisa pun segera masuk kedalam tenda. Dan mereka berdua pun melihat Naya yang sedang menatap tajam kearah Ana.


"Kenapa nih?" tanya Felisa.


"Enggak kenapa-napa kok, Fel" ucap Ana.


"Ya udah lebih baik kita semua tidur aja" ucap Felisa karena ia tahu bahwa Naya sedang marah kepada Ana.


Kemudian mereka semua pun tidur.