ARLINO

ARLINO
Episode 173



Akhirnya Ana segera pergi ke ruang makan. Setelah sampai di ruang makan, ia segera duduk dan ia langsung memakan makanan yang telah disediakan.


Skip


Setelah selesai makan, Ana segera kembali menghampiri Lia dan Raka yang sedang duduk di sofa sambil menonton televisi.


"Udah makannya?" tanya Raka.


"Udah" ucap Ana sambil duduk disebelah Lia.


"Lia, luh mau seblak gak?" tanya Raka.


"Enggak, gue gak suka pedes" ucap Lia.


"Terus luh mau apa? biar nanti sekalian gue beliin" ucap Raka.


"Gue nitip mie ayam aja" ucap Lia.


"Minumnya mau apa?" tanya Raka kepada Ana dan Lia.


"Gue pingin ice lemon tea" ucap Lia.


"Kalau luh mau apa?" tanya Raka.


"Samain aja kayak Lia" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu gue beliin dulu ya" ucap Raka.


"Nih uangnya" ucap Lia.


"Biar gue aja yang traktir luh berdua" ucap Raka.


Lalu Raka segera pergi.


...****...


* Rumah Acha


"Luh beneran gak inget sama kita, Cha?" tanya Felisa.


Acha hanya menggelengkan kepalanya.


"Emangnya waktu dulu, gue siapa nya luh?" tanya Acha.


"Luh sahabat kita, Cha" ucap Clara.


"Gue, luh, Clara, Lia sama Naya tuh sahabatan" ucap Felisa.


"Waktu dulu papah luh bilang ke kita bahwa luh udah meninggal. Padahal sebenernya luh gak meninggal" ucap Clara.


"Luh waktu itu pernah tinggal di Singapura kan?" tanya Clara.


"Iya, gue pernah tinggal disana" ucap Acha.


"Nah papah luh waktu itu pergi ke Singapura untuk ngerawat luh di rumah sakit yang ada disana" ucap Clara.


"Soalnya waktu dulu luh itu pernah kecelakaan gara-gara ditabrak motor" jelas Clara.


"Gue ditabrak motor?" tanya Acha.


"Iya" ucap Clara.


Trining...trining


Clara segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Lino.


"Hallo, No" ucap Clara.


"Ra, gue pulang duluan ya soalnya Ana marah sama gue" ucap Lino.


"Oh ya udah" ucap Clara.


"Luh sama Felisa gak apa-apa kan kalau pulang naik taksi?" tanya Lino.


"Kita gak apa-apa kok, kalau luh mau pulang ya pulang aja" ucap Clara.


"Ya udah kalau gitu gue pulang dulu ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Clara.


Lalu Lino segera mematikan panggilan teleponnya.


Setelah itu Lino segera pergi menuju rumah Ana.


...****...


Raka POV


Setelah membeli makanan dan minuman, Raka segera kembali ke rumah Ana.


Sesampainya di rumah Ana, Raka segera turun dari motor nya karena tadi sebelum membeli makanan dan minuman, ia pergi dulu ke rumahnya untuk mengambil motor.


Lalu Raka segera masuk kedalam rumah Ana.


"Nih pesanannya" ucap Raka sambil menaruh makanan dan minuman diatas meja.


"Makasih" ucap Ana dan Lia bersamaan.


"Iya sama-sama" ucap Raka.


Lalu mereka bertiga segera menikmati makanan dan minuman tersebut.


...****...


Lino POV


Sesampainya di rumah Ana, Lino langsung turun dari mobilnya. Kemudian ia segera masuk kedalam karena pagar rumah Ana terbuka.


Lalu Lino segera mengetuk pintu rumah Ana.


Tidak lama kemudian, pintu tersebut dibuka oleh Raka.


"No, luh bukannya sekarang mau ketemu Acha ya?" tanya Raka.


"Gue gak ketemu Acha, gue cuma nganterin Clara sama Felisa doang" ucap Lino.


"Kenapa dianterin? mereka berdua kan bisa pergi berdua" ucap Raka.


"Masalahnya tempatnya jauh, makanya gue nganterin mereka berdua" ucap Lino.


"Ya udah awas, gue mau masuk" ucap Lino sambil menerobos masuk kedalam rumah.


Lalu Lino segera menghampiri Ana.


"Na" panggil Lino.


Sontak Ana dan Lia yang sedang makan langsung melihat kearah Lino.


Lalu Lino segera duduk disebelah Ana.


"Na, maafin aku ya" ucap Lino.


"Lia, ayo bawa makanan dan minumannya, kita makan di ruang makan aja" ucap Raka sambil membawa makanan dan minuman miliknya.


Lalu Lia segera membawa makanan dan minuman miliknya.


"Na, aku minta maaf" ucap Lino sambil menatap Ana.


"Aku tahu kalau aku salah, tapi aku bener-bener minta maaf" ucap Lino.


"Lino" panggil Ana.


"Iya kenapa, Na?" tanya Lino.


"Kamu lebih milih aku atau Acha sih?" tanya Ana.


"Aku milih kamu kok, Na" ucap Lino.


"Serius?" ucap Ana sambil menatap Lino.


Lino hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ana.


"Kalau kamu pilih Acha, aku gak apa-apa kok" ucap Ana sambil meneteskan air matanya.


"Aku pilih kamu, Na" ucap Lino sambil mengusap air mata Ana.


Kemudian Lino langsung memeluk Ana.


"Hiks..hiks" Ana langsung menangis sesenggukan saat Lino memeluknya.


"Udah ya kamu jangan nangis," ucap Lino.


"Maafin aku ya" ucap Lino sambil mengelus rambut Ana.


"Kamu mau kan maafin aku?" ucap Lino.


Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


Kemudian Lino segera melepaskan pelukannya.


Lalu ia segera mengusap air mata Ana.


"Udah jangan nangis lagi" ucap Lino.


"Lebih baik sekarang kita jalan-jalan yuk, biar kamu gak sedih lagi" ucap Lino.


"Aku gak mau jalan-jalan, soalnya kan ada Lia. Masa aku harus ninggalin dia sendiri disini" ucap Ana.


"Lia gak sendiri kok, kan ada Raka" ucap Raka.


"Ka, Lia" panggil Lino.


"Kenapa?" teriak Raka dan Lia yang berada di ruang makan.


"Gue sama Ana mau jalan-jalan, luh berdua gak apa-apa kan kalau ditinggal berdua disini?" tanya Lino.


"Iya gak apa-apa, luh berdua kalau mau jalan-jalan ya jalan-jalan aja sana" ucap Lia.


"Ya udah kita berdua berangkat dulu ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Raka dan Lia bersamaan.


"Ayo, Na" ucap Lino sambil menarik tangan Ana agar Ana berdiri.


Lalu mereka berdua segera pergi keluar.


Setelah itu, mereka berdua segera masuk kedalam mobil.


"No" panggil Ana.


"Apa?" ucap Lino.


"Janji ya jangan bohongin aku lagi" ucap Ana.


"Iya, aku janji" ucap Lino.


"Ya udah kamu mau kemana sekarang?" tanya Lino.


"Terserah kamu" ucap Ana.


Lalu Lino segera melajukan mobilnya.


Setelah sampai, Lino segera turun dari mobilnya dan ia langsung membukakan pintu untuk Ana.


"Ayo, turun" ucap Lino.


Lalu Ana segera turun dari mobil Lino.


Setelah Ana turun, Lino langsung menutup pintu mobilnya.


"Kita mau beli eskrim?" tanya Ana memastikan.


"Iya" ucap Lino.


"Kamu suka eskrim kan?" tanya Lino.


"Iya, suka" ucap Ana.


"Ya udah ayo masuk" ucap Lino.


Lalu Lino dan Ana segera masuk kedalam toko eskrim.


"Na, kamu mau rasa apa?" tanya Lino.


"Coklat" ucap Ana.


"Mbak, eskrim coklat satu sama eskrim vanila satu" ucap Lino.


"Oke, tunggu sebentar ya" ucap penjual


"Na, kamu mau makan eskrim nya disini atau mau makan di mobil?" tanya Lino.


"Makan disini aja" ucap Ana.


"Oh ya udah" ucap Lino.


"Ini eskrim nya" ucap penjual eskrim sambil memberikan eskrim kepada Lino dan Ana.


Kemudian Lino segera membayar eskrim tersebut.


Setelah itu, mereka berdua segera duduk ditempat yang telah disediakan.


Setelah duduk, mereka berdua langsung memakan eskrim tersebut.


"Enak gak?" tanya Lino.


"Enak" ucap Ana.


"Kamu beneran udah maafin aku kan?" tanya Lino memastikan.


"Iya, aku udah maafin kamu kok" ucap Ana.


"Aku janji gak bakal bohongin kamu lagi" ucap Lino.


"Janji ya?" ucap Ana sambil mengacungkan jari kelingkingnya.


"Iya aku janji" ucap Lino sambil mengeratkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Ana.