
Setelah mengambil air minum, Ana pun segera kembali menghampiri Lino.
"Nih" ucap Ana sambil memberikan gelas yang berisi air minum.
"Makasih" ucap Lino.
"Maaf ya, baju seragam kamu jadi basah" ucap Ana.
"Iya gak apa-apa" ucap Lino.
"Mau pinjem hoodie aku gak?" tanya Ana.
"Gak usah, nanti juga kering kok" ucap Lino.
"Oh ya udah deh" ucap Ana.
"Oh iya, No! aku ganti pakaian dulu ya" ucap Ana.
"Iya, tapi jangan lama-lama ya" ucap Lino.
"Iya, gak bakal lama kok" ucap Ana.
"Ya udah aku ke kamar dulu ya" ucap Ana sambil mengambil tasnya yang ada dikursi.
"Iya" ucap Lino.
Lalu Ana pun segera pergi menuju kamarnya.
Setelah sampai di kamar, Ana pun segera menyimpan tas nya. Lalu ia pun segera mengganti pakaiannya.
Setelah mengganti pakaiannya, Bina pun segera pergi menghampiri Lino.
Lalu ia pun segera duduk disamping Lino.
Lino pun langsung melihat kearah Ana dan ia pun langsung mengambil bantal kecil yang berada disofa lalu ia pun segera menaruh bantal itu keatas pahanya Ana karena Ana memakai celana pendek.
"Remote nya mana?" tanya Ana.
"Kan tadi sama kamu" ucap Lino.
"Dimana ya?" bingung Ana.
"Dasar pikun" ucap Lino sambil tertawa.
"Mungkin kebawa kali waktu kamu ke dapur" ucap Lino.
"Enggak kok" ucap Ana.
Lalu Ana pun segera berdiri, siapa tahu remote nya terduduki oleh Ana.
"Dimana ya?" bingung Ana.
Lino pun hanya bisa menahan tawanya saat melihat Ana kebingungan.
"Di umpetin sama kamu ya?" tanya Ana.
"Enggak kok" bohong Lino.
"Coba kamu bangun dulu" ucap Ana.
"Gak aku umpetin kok" ucap Lino.
"Coba bangun dulu" ucap Ana.
"Gak mau, aku lagi mager" ucap Lino.
Lalu Ana pun segera menarik tangan Lino tapi Lino pun menahan tubuhnya dengan sekuat tenaga agar ia tidak berdiri. Dan Akhirnya tubuh Ana pun menimpa tubuh Lino.
Jantung Ana pun seketika berdetak kencang dan pipinya pun memerah saat Lino menatapnya.
Lalu Ana pun berusaha untuk berdiri, namun tubuhnya ditahan oleh Lino.
"No, lepasin" ucap Ana tanpa melihat kearah Lino.
"Tatap dulu mata aku, baru aku lepasin" ucap Lino.
"Gak mau" ucap Ana.
"Ya udah kalau gak mau berarti aku gak bakal lepasin kamu" ucap Lino sambil mengerjai Ana.
"No, mamah aku datang" teriak Ana.
Lalu Lino pun segera melepaskan tangannya yang menahan tubuh Ana.
Ana pun buru-buru berdiri dan ia pun langsung duduk di sofa yang agak jauh dari Lino.
"Ana, nih" ucap Lino sambil melemparkan bantal kecil kepada Ana.
Sontak Ana pun langsung menangkap banyak tersebut.
"Buat apaan?" tanya Ana.
"Buat nutupin paha kamu" ucap Lino.
Lalu Ana pun langsung menaruh bantal tersebut diatas pahanya.
"Perasaan celananya gak terlalu pendek-pendek amat deh" ucap Ana.
"Gak pendek apanya? yang namanya diatas lutut itu termasuk pendek" ucap Lino.
"Ya udah cepet pindahin channel nya" ucap Ana.
"Kan remote nya sama kamu" ucap Lino.
"Udah lah jangan bohong, aku tahu kok kamu yang umpetin" ucap Ana.
"Tahu dari mana?" tanya Lino.
"Soalnya tadi kamu gak mau berdiri dan itu berarti kamu yang umpetin" ucap Ana.
"Ya udah nih" ucap Lino sambil menghampiri Ana.
Lalu Ana pun segera mengambil remote tersebut dan ia pun segera memindahkannya.
"Ya udah nontonnya jangan di tv" ucap Lino.
"Ya udah, aku ambil laptop dulu ya" ucap Ana sambil pergi menuju kamarnya.
Beberapa menit kemudian, Ana pun segera kembali menghampiri Lino dan ia pun segera duduk disamping Lino.
"Ganti celana?" tanya Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Kenapa ganti?" tanya Lino.
"Kan kata kamu celananya pendek" ucap Ana.
"Oh iya, kamu mau nonton apa?" tanya Ana.
"Film hantu" ucap Lino.
"Gak mau ah" ucap Ana.
"Ya udah terserah kamu" ucap Lino.
"Nonton film romance aja gimana?" tanya Ana.
"Boleh" ucap Lino.
"Tapi drama Korea" ucap Ana.
"Iya gak apa-apa" ucap Lino.
"Beneran gak apa-apa?" tanya Ana.
"Iya gak apa-apa, emang kenapa sih?" ucap Lino lagi.
"Kan biasanya cowok tuh suka gak mau kalau nonton drama Korea. Jadi aku heran aja, kok kamu mau diajak nonton drama Korea" jelas Ana.
"Ya udah cepet" ucap Lino.
Lalu Ana pun segera memilih salah satu drama Korea dan ia pun segera menonton drama Korea tersebut bersama Lino.
Saat ada adegan kissing, Lino pun langsung menutup kedua mata Ana.
"Ih Lino lepasin!" ucap Ana sambil berusaha melepaskan tangan Lino.
"Jangan dilihat" ucap Lino.
"Aku udah biasa nonton" ucap Ana terus terang.
Lalu Lino pun langsung melepaskan tangannya dan Lino pun langsung melihat kearah Ana dengan tatapan tidak percaya.
"Kamu sering nonton yang kayak gituan?" tanya Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Tapi cuma adegan kissing doang kok, yang lebih dari itu aku gak pernah" ucap Ana jujur.
"Maksudnya lebih dari itu apa?" tanya Lino pura-pura tidak tahu.
"Udah lah jangan pura-pura gak tahu" ucap Ana.
Lalu Lino pun hanya tersenyum karena mendengar ucapan Ana.
Lalu Ana pun langsung mempause drama Korea tersebut.
"Kenapa dipause?" tanya Lino.
"Aku mau ngambil minum dulu" ucap Ana.
"Ya udah lanjut aja, kan aku mau nonton" ucap Lino.
"Jangan dong! tungguin aku dulu" ucap Ana.
"Ya udah cepet" ucap Lino.
Lalu Ana pun segera pergi menuju dapur untuk mengambil air minum.
Setelah itu, ia pun segera kembali menghampiri Lino.
Lalu Ana pun segera duduk disebelah Lino dan ia pun segera meminum air minum yang ia bawa. Setelah itu, ia pun segera menyimpan gelas yang berisi air minum tersebut diatas meja. Kemudian Ana pun segera melanjutkan drama Korea tersebut.
"Mamah kamu pulang kapan?" tanya Lino.
"Mungkin malem" ucap Ana sambil menonton drama Korea.
"Berarti aku harus sampai malem dong disini" ucap Lino.
"Ya jangan lah" ucap Ana.
"Terus harus sampai kapan?" tanya Lino.
"Kamu mau pulang ya, No?" tanya Ana.
"Enggak kok" ucap Lino.
"Kalau mau pulang ya udah pulang aja" ucap Ana.
"Enggak kok, nanti aja sore pulangnya" ucap Lino.
"Kalau kamu sibuk gak apa-apa kok, pulang aja sana" ucap Ana.
"Kamu kok ngusir aku" ucap Lino.
"Aku gak ngusir kamu kok, aku cuma nyuruh kamu pulang aja takutnya kamu sibuk" ucap Ana.
"Sama aja itu namanya ngusir" ucap Lino.
"Beda lah" ucap Ana.
"Sama lah, cuma bedanya kamu ngusir nya secara halus" ucap Lino.