ARLINO

ARLINO
Episode 231



"Aduh! terus gimana dong? cewek gue ngambek lagi" ucap Gilang.


"Udah biarin aja, nanti juga gak bakal ngambek lagi kok" ucap Lino.


"Apa gue ajak aja ya mereka?" tanya Gilang.


"Jangan!" ucap Lino.


"Nanti kalau cewek-cewek ikut, bisa dimarahin kita sama orang tua mereka" ucap Lino.


"Bener juga sih" ucap Gilang.


Disisi lain


"Kesel banget gue, masa ceweknya gak dibolehin ikut sih" ucap Felisa.


"Iya bener, padahal gue pingin banget liburan bareng-bareng" ucap Ana.


"Udah lebih baik kita liburan berempat aja" ucap Lia.


"Ide bagus tuh" ucap Clara.


"Emang mau liburan kemana?" tanya Ana.


"Hmm...kalau ke pantai gimana?" usul Lia.


"Boleh tuh" ucap Ana.


"Liburannya mau hari Sabtu atau Minggu?" tanya Clara.


"Sabtu aja, soalnya kalau Minggu pasti rame" ucap Lia.


"Mau pada kemana nih?" tanya Gilang.


"Kita mau ke pantai dong" ucap Ana.


"Oh kirain kemana" ucap Gilang.


"Kita berempat ke pantai nya mau pake b*k*n*, biar dilihat orang-orang" ucap Felisa.


"Hah?!" kaget Ana, Clara dan Lia.


"Iya kan, guys" ucap Felisa dengan nada ditekankan.


"Iya bener" ucap Clara.


"Ngapain pake kayak gitu" ucap Gilang sedikit kesal.


"Biarin, itu kan hak kita" ucap Felisa.


"Lino!" panggil Gilang.


Lalu Lino segera menghampiri mereka.


"Ada apa?" tanya Lino.


"Cewek luh sama cewek gue katanya mau ke pantai pake b*k*n*" ucap Gilang.


"Bohong! mana mungkin mereka berani" ucap Lino.


"Berani kok" bohong Ana.


"Gak mungkin berani" ucap Lino.


"Kata siapa gak berani, orang kita berempat waktu itu pake b*k*ni pas ke pantai" bohong Felisa.


"Serius?" tanya Lino.


"Iya serius" kata Felisa.


"Iya kan guys?" tanya Felisa.


"Iya" ucap Ana, Clara dan Lia sambil menahan tawanya.


"Kalian apa-apaan sih, emang gak malu apa?" ucap Lino sedikit kesal.


"Enggak, kita gak malu" ucap Felisa.


"Ya udah kalian ikut kita ke villa aja" ucap Lino.


"Loh! kok luh ajak mereka sih, No" ucap Gilang.


"Gak apa-apa, daripada mereka kayak gitu" ucap Lino.


"Beneran boleh ikut?" tanya Ana.


"Iya boleh" pasrah Lino.


"Yeayy!!!" heboh Ana dan Felisa.


"Lia, Clara! ikut ya, please" ajak Ana.


"Iya, nanti gue ikut" ucap Clara.


"Kalau gue kayaknya gak bisa deh, soalnya kan gue pasti gak diijinin sama papah gue. Apalagi liburan sama cowok, pasti gak dibolehin" ucap Lia.


"Iya, lebih baik jangan ikut" ucap Gilang.


"Tapi aku pingin ikut" ucap Felisa.


"Gue juga pingin ikut" ucap Ana.


"Nanti kalau ikut, kamu dimarahin gak sama mamah kamu?" tanya Lino.


"Gak tahu" ucap Ana.


"Ya udah lebih baik jangan" ucap Lino.


"Tadi katanya boleh" ucap Ana.


Krining...krining


Bel masuk berbunyi.


"Ayo masuk, guys!" ajak Lia.


Akhirnya mereka semua segera pergi menuju kelasnya.


...****...


Skip


Pulang sekolah


"Na, ayo berangkat" ucap Clara.


Ana langsung menatap tajam kearah Clara.


"Kalian jadi ke cafe nya?" tanya Cindy.


"Aduh b*go banget gue" batin Clara.


"Enggak, kita gak jadi kok ke cafe nya" ucap Ana.


"Terus kalian mau berangkat kemana?" tanya Cindy.


"Mau ke rumah gue, soalnya gue pulangnya mau dianterin sama Clara" ucap Ana.


"Kenapa gak bareng Lino?" tanya Cindy.


"Soalnya Lino mau ke rumah temennya, makanya gue dianterin sama Clara" ucap Ana.


"Oh gitu" ucap Cindy.


"Ya udah ayo, Na" ucap Clara.


"Ra" panggil Lino.


"Apaan?" tanya Clara.


"Nanti bawa motornya hati-hati, jangan sampai Ana kenapa-napa" ucap Lino.


"Iya" ucap Clara.


"Na, aku pulang duluan ya" ucap Lino namun tidak dijawab oleh Ana.


"Na" panggil Lino.


"Ra, ayo pergi" ucap Ana sambil menarik tangan Clara.


Ana dan Clara segera pergi keluar kelasnya.


"Luh jahat banget, kasihan tahu Lino" ucap Clara sambil tertawa kecil.


"Gak apa-apa, soalnya gue mau bales dendam sama dia" ucap Ana.


"Emang dia pernah nyuekin luh?" tanya Clara.


"Iya pernah kemarin, mana sambil pura-pura marah lagi" ucap Ana.


"Oh iya! Felisa sama Lia mana?" tanya Ana.


"Mereka berdua udah duluan ke parkiran" ucap Clara.


"Ya udah ayo cepetan jalannya, kasihan mereka pasti lama nunggu kita" ucap Ana.


Mereka segera mempercepat jalannya menuju parkiran.


"Na, Ra! ayo buruan!" ucap Felisa.


"Iya" ucap Clara dan Ana bersamaan.


Clara dan Ana segera naik ke motor Clara.


Kemudian mereka berempat segera pergi menuju cafe.


* Cafe


Sesampainya di cafe, mereka berempat segera memesan makanan dan minuman. Setelah itu, mereka segera duduk ditempat yang telah disediakan.


"Oh iya! kalian pada jadi gak liburan bareng Lino, Gilang dan temennya?" tanya Lia.


"Gak jadi" ucap Ana.


"Gak jadi, Na?" tanya Felisa.


"Iya gak jadi" ucap Ana.


"Kenapa gak jadi?" tanya Clara.


"Soalnya mamah pasti gak ngijinin" ucap Ana.


"Iya juga sih, orang tua gue juga pasti gak ngijinin" ucap Clara.


"Ya udah kalau gitu ke pantai aja berempat" ucap Lia.


"Ya udah deh ke pantai aja" ucap Felisa.


"Kalau ke pantai luh dimarahin gak?" tanya Clara kepada Lia.


"Ya enggak lah, lagian kan hari libur ini" ucap Lia.


"Oke berarti ke pantai aja ya" ucap Clara.


"Oke" ucap Ana dan Felisa bersamaan.


"Oh iya, guys! tadi gue sama Ana hampir ketahuan ngebohong tahu" ucap Clara.


"Ngebohong apa emang luh berdua?" tanya Felisa.


Clara langsung menceritakan kejadian tadi pagi.


"Kasihan tahu, padahal ajakin aja" ucap Lia.


"Gak boleh lah, kan ini khusus geng kita aja" ucap Clara.


"Permisi, ini pesanannya" ucap pelayan cafe sambil meletakkan makanan dan minuman pesanan mereka berempat.


"Makasih " ucap mereka berempat.


"Iya sama-sama" ucap pelayan cafe.


Lalu pelayan cafe tersebut segera pergi.


Setelah pelayan tersebut pergi, mereka berempat segera mencicipi makanan dan minuman pesanan masing-masing.


Trining... trining


Ana segera mengambil ponselnya yang berada didalam saku rok nya.


Pada saat melihat ke layar ponselnya ternyata itu adalah panggilan telepon dari Lino.


Lalu Ana langsung menolak panggilan telepon tersebut.


"Kenapa direject?" tanya Lia.


"Soalnya kan kita lagi kumpul, makanya gue reject" ucap Ana.


"Gak apa-apa, angkat aja kali" ucap Lia.


"Jangan diangkat! kan luh mau balas dendam ke Lino" ucap Clara.


"Balas dendam?" bingung Felisa.


"Iya, soalnya Lino kemarin nyuekin Ana dan pura-pura marah ke Ana" ucap Clara.


Trining... trining


Clara langsung melihat ke layar ponselnya.


"Lah! Lino malah nelpon gue" ucap Clara.


"Angkat aja, Ra!" ucap Lia.


Clara segera mengangkat panggilan telepon dari Lino.


"Hallo" ucap Clara.


"Ana mana?" tanya Lino.


"Di rumah sakit" bohong Clara.


"Rumah sakit?" kaget Lino.


"Iya soalnya tadi kita jatuh dari motor" ucap Clara.


"Udah gue bilang kan dari tadi kalau bawa motornya hati-hati" ucap Lino.


"Tapi luh berdua gak luka parah kan?" tanya Lino.


"Enggak lah, kan kita perempuan kuat" ucap Clara.


"Sekarang luh berdua ada di rumah sakit mana?" tanya Lino.


"Rumah sakit jiwa" ucap Clara.


"Yang serius anjir!" kesal Lino.


"Gue bercanda, No! kita gak jatuh dari motor kok" ucap Clara sambil tertawa.


"Ngeselin banget luh!" kesal Lino.


Clara langsung mematikan panggilan teleponnya karena ia takut kalau Lino akan semakin marah.