
"Luh baper gak waktu Lino meluk luh?" tanya Clara.
"Gak" ucap Ana berbohong.
"Bohong luh, mana ada cewek yang gak baper kalau dipeluk cowok" ucap Clara.
"Ada, dan itu gue. Gue sering kok dipeluk Raka kalau gue lagi nangis, tapi gue gak baper tuh" ucap Ana.
"Kan luh sama Raka sahabatan, jadi luh gak akan baper sama dia" ucap Clara.
"Oh iya, Ra. Cowok yang luh suka waktu kelas sepuluh itu siapa?" tanya Ana.
"Anak SMA lain" ucap Clara.
"SMA mana?" tanya Ana.
"SMA Mutiara" ucap Clara.
"Oh SMA Mutiara" kata Ana.
"Namanya siapa?" tanya Ana.
"Ardan" ucap Clara.
"Pasti Ardan lebih ganteng dari Aldi ya? makanya Aldi luh tolak" ucap Ana.
"Gak kok! gue nolak Aldi bukan karena ganteng dia ada dibawah Ardan, tapi gue nolak dia emang karena gue suka sama Ardan" ucap Clara.
"Emang luh ketemu Ardan dimana? kok bisa sampe suka, padahal kan beda sekolah" ucap Ana.
"Ketemu di supermarket, waktu itu gue mau ambil makanan tapi gue gak sampe. Terus Ardan bantuin gue ambil tuh makanan. Dari situ gue kenal dia, terus gue minta username instagramnya deh" jelas Clara.
"Terus sekarang kalian sering ketemu lagi gak?" tanya Ana.
"Kita belum pernah ketemu lagi waktu gue naik ke kelas sebelas" ucap Clara.
"Oh iya, gue juga punya temen di SMA Mutiara" ucap Ana.
"Siapa?" tanya Clara.
"Bina" ucap Ana.
"Oh Bina" ucap Clara.
"Luh tahu?" tanya Ana.
"Tahu, pacarnya Arka kan?" tanya Clara.
"Iya" ucap Ana.
"Gue tuh dari semenjak dulu sampai sekarang suka stalker Ardan sama orang-orang yang deket sama dia" ucap Clara.
"Nah Ardan sama Arka tuh se-geng, nama geng nya tuh Stray Squad" ucap Clara.
"Oh jadi mereka tuh geng Stray Squad" ucap Ana.
"Iya" ucap Clara.
"Pasti mereka pada ganteng, soalnya gue denger dari orang lain katanya anak-anak geng Stray Squad itu ganteng semua" ucap Ana.
"Emang ganteng banget mereka semua, apa lagi Arka. Tapi sayang dia udah punya pacar. Dan gue gak nyangka kalau pacarnya Arka itu temen luh" ucap Clara
"Tapi keren banget luh, bisa tahu sampe akar-akarnya tentang Ardan" ucap Ana.
"Iya dong, gue gitu loh" ucap Clara.
"Besok waktu di sekolah, gue akan telepon Bina buat nyari tahu informasi mengenai Ardan lebih dalam" ucap Ana.
"Makasih" ucap Clara terharu.
"Yaudah lebih baik sekarang kita beresin piring sama gelasnya, baru habis itu kita tidur" ucap Ana.
Mereka berdua pun segera mencuci piring dan gelas yang telah mereka pakai. Lalu habis itu mereka berdua pun tidur.
...****...
Pagi hari
Ana dan Clara pun segera mandi di kamar mandi yang berbeda, setelah itu mereka berdua pun sarapan pagi. Lalu setelah sarapan, mereka berdua pun berangkat ke sekolah.
Setelah sampai di sekolah, mereka pun segera memasuki kelasnya.
* Di kelas
Ana dan Clara pun segera duduk di kursi masing-masing.
Fyi, Ana duduk bersama Felisa, Clara duduk bersama Naya, sedangkan Lia duduk bersama Putri.
"Ana" ucap Gilang.
"Kenapa?" tanya Ana.
"Emang bener ya ada yang nguntit luh?" tanya Gilang.
"Ana, luh diuntit?" tanya Lia.
Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Gilang.
"Siapa yang nguntit luh, Na?" tanya Felisa.
"Gue gak tahu, Fel" ucap Ana.
"Luh lihat orang yang nguntit nya?" tanya Naya.
"Enggak, Raka yang lihat. Tapi dia gak ngelihat wajahnya karena orang itu pakai masker" ucap Ana.
"Oh gitu" ucap Naya.
Lino pun masuk kedalam kelas dan menyimpan tas miliknya diatas meja.
"No, sini!" panggil Clara.
Lino pun segera menghampiri Clara.
"Kenapa?" tanya Lino.
"Iya, sama-sama" ucap Lino, lalu ia pun kembali duduk di kursinya.
"Luh diteraktir Lino, Ra?" tanya Lia.
"Iya, semalam gue sama Ana diteraktir dia" ucap Clara.
"Berarti luh nginep di rumah Clara, Na?" tanya Naya.
"Iya, soalnya Raka nyuruh gue nginep dulu di rumah temen gue. Dia takut penguntit itu datang lagi ke rumah gue kalau gue sendirian di rumah" ucap Ana.
"Na" kata Clara.
"Apa?" tanya Ana.
"Telepon temen luh yang di SMA Mutiara itu dong, gue pingin tahu info tentang Ardan" bisik Clara kepada Ana.
"Luh berdua bisik-bisik apa sih?" tanya Felisa.
"Rahasia" ucap Clara.
"Mau sekarang?" tanya Ana.
Clara pun mengangguk mengiyakan ucapan Ana.
Lalu Clara pun menarik tangan Ana pelan dan membawa Ana ke rooftop.
Sesampainya di rooftop, Clara pun melepaskan tangan Ana.
"Kalau masuk gimana, Ra?" tanya Ana.
"Bilang aja habis dari toilet" ucap Clara.
"Yaudah telepon sekarang, Na" ucap Clara lagi.
Akhirnya Ana pun menuruti perkataan Clara.
"Hallo" ucap Bina.
"Hallo juga, Na" ucap Ana.
"Tumben luh telepon, ada apa ya?" tanya Bina.
"Hmm gue telepon kayak gini, ganggu luh gak?" tanya Ana.
"Enggak, lagian gue gak sekolah hari ini" ucap Bina.
"Kenapa?" tanya Ana.
"Gue sakit, kemarin gue pingsan terus Rino bawa gue ke rumah sakit" ucap Bina.
"Rumah sakit mana? nanti gue kesana, mau jenguk luh" ucap Ana.
"Rumah sakit Pelita" ucap Bina.
"Oke, nanti pulang sekolah gue kesana" ucap Ana.
"Oh iya, luh mau apa ya telepon gue?" tanya Bina.
"Gue mau nanya tentang Ardan" ucap Ana.
"Ardan? emang mau nanya apa?" tanya Bina.
"Dia jomblo gak?" tanya Ana.
"Jomblo, emang kenapa? luh suka sama dia?" tanya Bina.
"Bukan gue, tapi temen gue yang suka" ucap Ana.
"Oh gitu" ucap Bina.
"Yaudah kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya, takut ganggu waktu istirahat luh" ucap Ana.
"Oh iya" ucap Bina.
Ana pun segera mematikan panggilan teleponnya.
"Luh kenal Bina dari mana?" tanya Clara.
"Dia temen SMP gue" ucap Ana.
"Oh temen SMP" ucap Clara.
"Yaudah ke kelas yuk!" ajak Ana.
Mereka berdua pun segera pergi menuju kelasnya.
Setelah sampai kelas, mereka berdua pun bingung karena hanya ada satu orang didalam kelasnya.
"Yang lain pada kemana?" tanya Clara kepada temen kelasnya bernama Eka.
"Mereka pada ke kantin, soalnya guru-guru pada rapat" ucap Eka.
"Luh sendiri kenapa gak ke kantin?" tanya Clara.
"Luh sendiri lihat kan, gue lagi baca novel" ucap Eka.
"Judul novelnya apa? kayaknya seru banget" tanya Ana penasaran.
"Prince of school" ucap Eka.
"Luh suka baca novel, Na?" tanya Eka.
"Suka, tapi kalau lagi gabut aja" ucap Ana.
"Na, ayo ke kantin!" ajak Clara.
"Yaudah ayo!" ucap Ana.
"Eka, gue ke kantin ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Eka.
Ana dan Clara pun segera pergi menuju kantin.