ARLINO

ARLINO
Episode 174



Setelah selesai memakan eskrim, Ana dan Lino segera keluar dari toko eskrim tersebut. Kemudian mereka berdua segera masuk kedalam mobil Lino.


"Terus sekarang kita mau kemana?" tanya Lino.


"Pulang aja" ucap Ana.


"Yakin?" tanya Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Lino segera melajukan mobilnya menuju rumah Ana.


Sesampainya di rumah, Ana dan Lino segera turun dari mobil.


Kemudian mereka berdua segera masuk kedalam rumah.


"Loh kok bentar banget jalan-jalannya" ucap Lia.


"Iya, soalnya Ana pingin pulang katanya" ucap Lino.


"Kalian udah baikan nih ceritanya?" tanya Raka.


"Udah kok" ucap Lino.


"Iya kan, Na?" tanya Lino.


Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


Trining...trining


Lalu Lia segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari mamahnya.


Kemudian Lia segera mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Hallo, mah" ucap Lia.


"Lia, kamu dimana? kata papah kamu kabur dari rumah ya" tanya mamah.


"Iya, mah" ucap Lia.


"Kenapa kabur sayang?" tanya mamah.


"Lia takut dimarahin sama papah, mah" ucap Lia.


"Dimarahin kenapa?" tanya mamah.


"Rangking Lia turun, jadi Lia takut papah marah sama Lia" ucap Lia.


"Ya udah sekarang kamu pulang, soalnya mamah ini baru sampe rumah" ucap mamah.


"Ya udah iya, mah" ucap Lia.


"Kalau gitu mamah matiin dulu ya teleponnya" ucap mamah.


"Iya" ucap Lia.


Lalu mamah Lia segera mematikan panggilan teleponnya.


"Na, gue pulang dulu ya" ucap Lia.


"Mau pulang sekarang?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lia.


"Ya udah ayo anterin ke kamar luh" ucap Lia.


"Ya udah ayo" ucap Ana.


Lalu Ana dan Lia segera pergi menuju kamar Ana.


Setelah mengambil tas, mereka berdua segera kembali menghampiri Lino dan Raka.


"No, tolong anterin Lia pulang" ucap Ana.


"Biar gue aja yang anterin Lia" ucap Raka.


"Ya udah sini tas nya" ucap Raka sambil mengambil tas milik Lia.


"Ya udah kalau gitu gue pulang dulu ya" ucap Lia.


"Iya" ucap Ana.


"Ka, hati-hati ya bawa kendaraannya" ucap Ana.


"Iya" ucap Raka.


Lalu Lia dan Raka segera pergi.


"No, mau minum gak?" tanya Ana.


"Mau" ucap Lino.


"Ya udah kamu tunggu ya, aku mau ambil minum dulu" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Ana segera pergi menuju dapur untuk mengambilkan minum untuk Lino.


Setelah mengambil minum, Ana segera kembali menghampiri Lino.


"Nih" ucap Ana sambil memberikan air minum kepada Lino.


"Makasih" ucap Lino sambil mengambil air minum.


"Iya sama-sama" ucap Ana.


Lalu Lino segera meminum air minum tersebut.


Kemudian Ana langsung duduk disebelah Lino sambil menatap Lino.


"Kenapa?" tanya Lino karena Ana menatapnya.


"Gak apa-apa" ucap Ana.


"Apa kamu masih marah ya sama aku?" tanya Lino memastikan.


"Enggak kok" ucap Ana.


"Terus kenapa ngelihat ke aku?" tanya Lino.


"Emang aku gak boleh ya lihat kamu?" tanya Ana.


"Ya boleh, cuma aku malu kalau dilihatin kamu" ucap Lino.


"Malu kenapa?" tanya Ana.


"Ya malu aja, nanti aku jadi salah tingkah lagi" ucap Lino.


"Emang cowok bisa salah tingkah?" tanya Ana.


"Ya bisa lah, Na" ucap Lino.


"No, kamu udah makan belum?" tanya Ana.


"Kalau makan siang ya belum lah" ucap Lino.


"Mau aku masakin gak?" tanya Ana.


"Emang kamu mau masakin aku?" tanya Lino.


"Ya mau, kalau kamu nya lapar" ucap Ana.


"Kamu nya lapar gak?" tanya Ana lagi.


"Lapar sih" ucap Lino.


"Hmm...aku pingin nasi goreng" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu aku bikinin ya" ucap Ana.


"Aku bantuin ya" ucap Lino.


"Jangan, biar aku aja yang masak" ucap Ana.


"Ya udah aku ikut" ucap Lino.


"Ya udah ayo" ucap Ana.


Lalu Ana dan Lino segera pergi menuju dapur.


Setelah sampai di dapur, Ana langsung memasak nasi goreng.


...****...


Skip


Setelah selesai membuat nasi goreng, Ana dan Lino segera pergi menuju ruang makan.


Sesampainya di ruang makan, Ana dan Lino segera duduk. Kemudian mereka berdua segera memakan nasi goreng tersebut.


"Na" panggil Lino.


"Kenapa?" tanya Ana.


"Aku nanti malem mau balapan" ucap Lino.


Ana terdiam sejenak.


"Balapannya nanti sama Rafly" ucap Lino lagi.


"Rafly?" tanya Ana memastikan.


"Iya" ucap Lino.


"Lebih baik jangan deh, No. Aku takut kamu kenapa-napa" ucap Ana.


"Aku gak bakal kenapa-napa kok, kamu tenang aja" ucap Lino.


"Tapi kamu ditemenin anak-anak Skz kan nanti malem?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Kamu kenapa balapan sama dia?" tanya Ana.


"Soalnya aku mau taruhan sama dia biar dia gak nyebarin video kamu" ucap Lino.


"Jadi kamu balapan sama dia karena itu?" ucap Ana.


"Iya, aku gak mau nama baik kamu rusak" ucap Lino.


Lalu mata Ana langsung berkaca-kaca setelah mendengar ucapan Lino.


"Kamu gak perlu balapan, No. Aku gak apa-apa kok kalau videonya kesebar" ucap Ana.


"Enggak, Na! Aku gak mau nanti orang-orang nganggap kamu cewek yang gak baik" ucap Lino.


"Aku lebih gak mau kalau kamu kenapa-napa" ucap Ana.


"Kamu percaya aja sama aku, aku gak bakal kenapa-napa kok" ucap Lino.


"Aku kayaknya nyusahin kamu ya, No" ucap Ana sambil meneteskan air matanya.


"Kamu gak nyusahin aku kok" ucap Lino.


"Maafin aku ya" ucap Ana.


"Kamu gak salah kok" ucap Lino.


"Udah lebih baik sekarang kamu makan, jangan nangis mulu" ucap Lino.


Lalu Ana segera melanjutkan makannya.


"No, kayaknya nasi goreng aku ada kurang ya" ucap Ana.


"Enggak kok, nasi goreng kamu enak" ucap Lino.


"Tapi menurut aku kurang pedes" ucap Ana.


"Kamu kenapa sih suka pedes?" tanya Lino.


"Karena kalau pedes, makanannya jadi lebih enak" ucap Ana.


"Emang enak sih, tapi kalau kebanyakan pedesnya nanti kamu malah sakit perut lagi" ucap Lino.


"Ya gak apa-apa sakit perut juga" ucap Ana.


"Harusnya kamu tuh lebih mentingin kesehatan kamu, jangan mentang-mentang makanan pedes itu enak eh kamu malah terus-terusan makan pedes" ucap Lino.


"Kamu punya penyakit maag gak?" tanya Lino.


"Enggak" ucap Ana.


"Emang kenapa?" tanya Ana.


"Biasanya kalau yang punya penyakit maag kalau makan pedes suka langsung masuk ke rumah sakit" ucap Lino.


"Aku punya nya penyakit anemia" ucap Ana.


"Kamu jarang minum ya?" tanya Lino.


"Iya, aku jarang minum" ucap Ana.


"Ya udah mulai sekarang kamu harus rajin minum air putih" ucap Lino.


"Kalau gak mau gimana?" tanya Ana.


"Nanti aku bakal paksa kamu buat minum" ucap Lino.


"Oh iya, nanti juga aku bakal paksa kamu buat makan sayur" ucap Lino.


"Ih gak mau!" ucap Ana.


"Aku lebih baik rajin minum air daripada harus makan sayur" ucap Ana lagi.


"Emang kamu gak suka banget ya sama sayur?" tanya Lino.


"Enggak suka" ucap Ana.


"Enggak suka semua sayur?" tanya Lino.


"Iya, aku gak suka semua sayur" ucap Ana.


"Selain sayur, kamu enggak suka apa lagi?" tanya Lino.


"Aku gak suka ikan" ucap Ana.


"Kenapa gak suka?" tanya Lino.


"Gak suka aja" ucap Ana.


"Padahal ikan enak tau" ucap Lino.


"Menurut aku sih gak enak" ucap Ana.


"Kamu belum nyobain kali, makanya bilang gak enak" ucap Lino.


"Aku udah nyobain, tapi gak enak" ucap Ana.