
Jam 22.00
Ting
Ana segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada pesan dari Lino.
Lalu ia seger membuka pesan tersebut.
Linoš¤ :
Udah tidur belum?
Ana langsung membalas pesan tersebut.
^^^Ana :^^^
^^^Belum^^^
Linoš¤ :
Vc yuk!
^^^Ana :^^^
^^^Ayo^^^
Ana segera mem-video call Lino.
Tidak menunggu lama, Lino langsung menjawab panggilan video call dari Ana.
"No, udah selesai makannya?" tanya Ana.
"Udah dari beberapa jam yang lalu" ucap Lino.
"Oh iya, No! besok kamu pulang nya pagi, siang atau sore?" tanya Ana.
"Siang kayaknya" ucap Lino.
"Oh iya, temen-temen kamu udah pada tidur atau belum?" tanya Ana.
"Ada yang udah, ada juga yang belum" ucap Lino.
"Pasti yang tidur Raka kan?" tebak Ana.
"Kok kamu tahu sih" ucap Lino.
"Soalnya dia kalau tidur di rumah orang suka tidur duluan" ucap Ana.
"Na" panggil Lino.
"Apa" ucap Ana.
"Kamu kan sahabatan sama Raka dari kecil ya?" tanya Lino.
"Iya, emang kenapa?" tanya Ana.
"Apa aja sih hal yang kamu tahu tentang Raka yang aku gak tahu?" tanya Lino.
"Hmm..Raka tuh takut sama kecoa" ucap Ana.
"Kalau itu aku juga tahu" ucap Lino.
"Raka tuh cengeng kalau lagi nonton film yang sedih" ucap Ana.
"Emangnya iya?" tanya Lino.
"Iya, dia cengeng" ucap Ana.
"Sama kayak kamu dong" ucap Lino.
"Enggak, aku gak cengeng" ucap Ana.
"Kamu cengeng" ucap Lino.
"Enggak, No" ucap Ana.
"Aku jadi inget deh waktu kamu ngasih tahu aku bahwa kamu suka ke aku. Disitu kamu nangis kan gara-gara aku nyuruh kamu buat jauhin aku" ucap Lino.
"Ih jangan diingetin lagi, aku jadi malu" ucap Ana.
"Ngapain malu?" tanya Lino.
"Kan aneh aja gitu cewek nembak cowok duluan" ucap Ana.
"Gak aneh kok, malah cowok bakal salut banget sama cewek yang berani ngungkapin perasaannya duluan" ucap Lino.
"Tapi kok waktu itu kamu nolak aku" ucap Ana.
"Aku bukan nolak, tapi waktu itu aku takut kamu kenapa-napa kalau deket sama aku" jelas Lino.
"Dulu kok kamu perhatian banget sih" ucap Ana.
"Aku perhatian karena aku suka sama kamu" ucap Lino.
"Tapi kok lebih perhatian dulu ya daripada sekarang" ucap Ana.
"Emang sekarang perhatian aku kurang ya?" tanya Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Enggak ah! perasaan lebih perhatian sekarang deh daripada dulu" ucap Lino.
"Iya juga sih, tapi mungkin karena dulu kamu sikap nya tsundere gitu. Makanya aku jadi suka" ucap Ana.
"Tsundere apaan?" tanya Lino.
"Tsundere itu perubahan sikap seseorang yang awalnya dia itu dingin dan kasar, tapi perlahan-lahan dia nunjukin sisi hangatnya" ucap Ana.
"Tapi sekarang kamu udah gak kayak gitu lagi sih. Sekarang kamu sikap nya hangat terus sama aku" ucap Ana lagi.
"Lebih suka aku yang dulu atau sekarang?" tanya Lino.
"Yang sekarang lah, soalnya dulu kan kamu kasar banget sama aku" ucap Ana.
"Maafin aku ya, jujur aku nyesel banget sih pernah nampar kamu" ucap Lino.
"Iya aku udah maafin kok, lagian waktu itu aku juga salah. Harusnya aku gak ngatain berengs*k ke kamu sama temen-temen kamu" ucap Ana.
"Kamu sakit hati gak kalau inget aku nampar kamu?" tanya Lino memastikan.
"Enggak, lagian aku kan udah maafin kamu" ucap Ana.
"Kamu baik banget sih jadi orang" ucap Lino.
"Kan jadi orang emang harus baik, No" ucap Ana.
"Kamu pernah gak sih marah sama orang?" tanya Lino.
"Ya pernah, tapi marahnya gak terlalu lama" ucap Ana.
"Pernah marah kesiapa?" tanya Lino.
"Ke papah" ucap Ana sambil menunduk.
"Oh gara-gara kejadian waktu dulu ya?" tanya Lino.
Ana hanya mengangguk.
"Tapi sekarang udah gak marah kan?" tanya Lino.
"Iya udah gak marah kok, tapi cuma sakit hati dikit aja" ucap Ana terus terang.
"Eh, Na! tadi dideket villa ada monyet loh" ucap Lino mengalihkan pembicaraan.
"Terus monyetnya mirip Gilang" ucap Lino.
"Ih kamu jahat banget, masa Gilang disamain sama monyet sih" ucap Ana sambil tertawa.
"Ih beneran! ini bukan cuma aku aja yang ngomong, tapi kata Bayu juga katanya monyetnya mirip Gilang" ucap Lino.
"Terus reaksi Gilang gimana saat dibilang mirip monyet?" tanya Ana.
"Dia gak ngomong apa-apa, soalnya dia juga ngerasa dia mirip monyet" ucap Lino sambil tertawa.
"Kamu bohongin aku ya, mana mungkin Gilang gak ngambek kalau dikatain kayak gitu" ucap Ana.
"Iya deh, aku bohong" ucap Lino.
"Dosa tahu kalau ngebohong" ucap Ana.
"Kalau ngebohong nya buat ngehibur kamu gak bakal dosa" ucap Lino.
"Ya sama aja dosa, kan kamu udah bohongin aku" ucap Ana.
"Enggak dosa, malah dapet pahala tahu. Kan bisa buat kamu ketawa" ucap Lino.
"Ya udah terserah kamu aja deh, cape ngomong sama orang yang nilai mata pelajaran Pai nya minus" ucap Ana.
"Kok bawa-bawa pelajaran sih" ucap Lino.
"Kan nilai Pai kamu emang minus" ledek Ana sambil tertawa.
"Gak baik tahu menghina orang" ucap Lino.
"Maaf, aku cuma bercanda" ucap Ana.
"Gak lucu bercandanya" ucap Lino sambil mengikuti nada bicara Ana.
"Ya ngambek lah" bohong Lino.
"Maaf" ucap Ana dengan memelas.
"Gak dimaafin" ucap Lino.
"Jadi orang itu harus pemaaf" ucap Ana.
"Aku gak mau maafin kamu" ucap Lino.
"Kenapa gak mau maafin aku?" tanya Ana.
"Karena kamu tadi udah ngeledek aku" ucap Lino.
"Kan aku udah minta maaf sama kamu" ucap Ana.
"Kamu minta maaf nya gak ikhlas" ucap Lino.
"Aku ikhlas kok" ucap Ana.
"Ya udah coba minta maaf lagi" suruh Lino.
"Lino, aku minta maaf ya sama kamu karena tadi aku udah ngeledek kamu" ucap Ana sambil menahan tawanya.
"Tuh kan kamu gak bener minta maaf nya" ucap Lino.
"Udah bener kok" ucap Ana.
"Terus kenapa nahan tawa?" tanya Lino.
"Ya udah aku ulangi lagi minta maaf nya" ucap Ana.
"Sayang, aku minta maaf ya karena tadi udah ngeledek kamu" ucap Ana.
"Ya udah iya, aku maafin kamu" ucap Lino sambil tersenyum.
"Oh iya, udah malem! kamu tidur sana!" ucap Lino.
"Aku gak mau tidur, soalnya belum ngantuk" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu aku tidur duluan ya, dadah" ucap Lino.
"Ih jangan dulu dimatiin!" ucap Ana.
"Aku mau tidur, Na" ucap Lino.
"Jangan tidur dulu! soalnya aku masih pingin ngobrol sama kamu" ucap Ana.
"Emang mau ngobrol apa lagi?" tanya Lino.
"Ya ngobrol random aja gitu" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu kamu aja yang nanya, nanti tinggal aku yang jawab" ucap Lino sambil tiduran.
"No, jangan dulu tidur" ucap Ana.
"Aku gak tidur kok, aku cuma rebahan doang" ucap Lino.
"Awas loh kalau tidur" ucap Ana.
"Iya gak bakal, bawel" ucap Lino.
"No, nyanyi dong!" suruh Ana.
"Gak mau! soalnya udah malem" ucap Lino.
"Kan nyanyi nya bisa pelan" ucap Ana.
"Gak mau ah! nanti ada yang ngikutin aku nyanyi" ucap Lino.
"Siapa yang ngikutin nyanyi?" tanya Ana.
"Ya hantu lah" ucap Lino.
"Ih Lino! jangan bahas itu waktu malem! nanti kalau dia datang gimana coba?" ucap Ana.
"Ya gak apa-apa. Lagian kan aku tidurnya bareng-bareng, jadi aku gak bakal takut" ucap Lino.
"Oh iya, Na! awas loh di kamar mandi ada hantu" ucap Lino.
"Enggak ada kok" ucap Ana padahal sebenarnya ia sedikit takut.
"Nanti malem dia bakal nyamperin kamu ke kasur loh" ucap Lino.
"Ih Lino! jangan bilang kayak gitu" ucap Ana sedikit kesal namun juga ia sedikit takut.
"Bercanda sayang" ucap Lino sambil tersenyum.
"Hah?! Apa? aku gak denger" ucap Ana sambil menahan senyumnya.
"Budek banget ya cewek gue" ucap Lino.
"Aku gak budek kok, aku cuma pingin denger sekali lagi" ucap Ana.
"Pingin denger apa sayang?" tanya Lino sambil tersenyum.
"Aduh! gak baik nih buat jantung" ucap Ana sambil tersenyum.
"Lucu banget sih kamu" ucap Lino karena mendengar ucapan Ana.
"Makasih" ucap Ana sambil tertawa kecil.
"Ya udah tidur gih! aku ngantuk soalnya" ucap Lino.
"Kamu ngantuk banget?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Tumben, biasanya juga kamu sering bergadang" ucap Ana.
"Soalnya aku kecapean, makanya aku jadi ngantuk" kata Lino.
"Ya udah kalau gitu aku matiin aja ya video call nya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Kamu juga harus langsung tidur ya, jangan bergadang" ujar Lino.
"Iya" ucap Ana sambil tersenyum.
"Ya udah kalau gitu aku matiin dulu ya, dadah" ucap Ana.
"Dadah" ucap Lino.
Ana segera mematikan panggilan video call nya.
Setelah itu, Ana segera pergi menuju dapur karena ia sangat haus.
"Mah, belum tidur?" tanya Ana saat melewati ruang tengah.
"Belum, soalnya mamah belum ngantuk" ucap mamah.
"Oh gitu" ucap Ana.
Lalu Ana segera pergi ke dapur untuk mengambil minum.
Setelah selesai mengambil minum, Ana segera menghampiri mamahnya.
"Loh! kenapa kesini?" tanya mamah.
"Soalnya Ana mau nemenin mamah" ucap Ana.
"Udah kamu tidur aja sana" ucap mamah.
"Mah, Ana pingin tidur sama mamah dong. Udah lama Ana gak tidur bareng mamah" ucap Ana.
"Udah gede juga, ngapain tidur sama mamah" ucap mamah.
"Gak apa-apa dong" ucap Ana.
"Ayo mah tidur bareng" ajak Ana.
"Ya udah ayo" ucap mamah.
"Sebentar! Ana mau habisin air minum dulu" ucap Ana.
Ana segera meminum air minum yang tadi ia bawa.
"Ya udah ayo ke kamar, mah" ucap Ana.
Ana dan mamahnya segera pergi ke kamar.
Sesampainya di kamar, Ana dan mamah langsung tidur dikasur.
Mamah hanya tersenyum saat melihat wajah Ana.
"Kenapa, mah?" tanya Ana.
"Gak kerasa ya anak mamah udah gede aja" ucap mamah.
"Ya iyalah, mah! kan Ana dikasih makan, makanya Ana tumbuh besar" ucap Ana.
"Ya udah ayo tidur" ucap mamah.
Ana segera memeluk mamahnya, kemudian ia segera menutup matanya.