
"Oh iya, Na! emang luh semalem gak takut apa?" tanya Gilang.
"Takut apa?" bingung Ana.
"Kan semalem banyak anak geng motor" ucap Gilang.
"Awalnya sih takut, cuma waktu udah ketemu Alex jadi gak takut karena ngerasa ada temen" ucap Ana.
"Kok Alex? emang gak sama Lino?" tanya Gilang.
"Kan awal datang, Lino nya belum ada" ucap Ana.
"Jadi luh gak tahu kalau Ana mau datang kesana" ucap Gilang.
"Iya, awalnya gue gak tahu kalau Ana mau dateng kesana. Tapi pas Bagas nelpon gue bahwa Ana pergi ke tempat balapan, gue jadi curiga sama orang yang disamping Alex, eh tahunya itu emang Ana" ucap Lino.
"Jadi kamu udah curiga kalau itu aku?" tanya Ana.
"Awalnya sih enggak curiga bahwa itu kamu, lagian waktu semalem kamu nunduk mulu jadinya mukanya gak kelihatan. Cuma waktu malem aku curiga kalau orang yang disamping Alex itu cewek, soalnya tangannya kecil banget" ucap Lino.
"Terus pas luh ketahuan sama Lino, Lino nya marah dong" tanya Gilang.
"Iya dia marah sama gue" ucap Ana.
"Aku marah karena aku khawatir sama kamu" sahut Lino.
"Lagian cowok mana coba yang gak khawatir kalau ceweknya ke tempat kayak gitu, mana udah malem lagi" ujar Lino.
"Pasti waktu Lino marah serem banget kan, Na?" ucap Gilang.
Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Gilang.
"Asal kamu tahu ya, segitu mah aku gak terlalu serem marah nya ke kamu" ucap Lino.
"Emang kalau kamu marah yang terlalu serem gimana?" tanya Ana.
"Aku biasanya langsung tonjok tuh orang" Jawab Lino.
"Ih serem banget" ucap Ana.
"Emang serem banget dia" ucap Gilang.
"Sampe-sampe gue juga takut kalau dia berantem sama orang" ucap Gilang.
"Oh iya, kalau geng motor ada anggota ceweknya gak sih?" tanya Ana.
"Kalau di kita gak ada, tapi di geng lain kadang ada" ucap Gilang.
"Dan kebanyakan cewek tersebut udah dipakai sama temen se-geng nya" ucap Gilang.
"Maksudnya dipakai?" bingung Bina.
"Luh ngerti gak maksud gue?" tanya Gilang.
"Enggak" ucap Ana.
"Udah jangan dijelasin, Ana kan masih polos" ucap Lino.
"Oh iya gue lupa, dia kan pikiran nya kayak bocil" ucap Gilang.
"Emang dipakai apanya, No?" tanya Ana.
"Itu loh motor cewek itu dipakai sama semua temen se-geng nya" ucap Lino.
"Oh motor nya" ucap Ana.
"Iya motornya" ucap Lino.
"Jadi anak Skz gak ada anggota cewek karena gak mau minjem motor cewek?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Oh iya, No! aku pingin belajar motor dong" ucap Ana.
"Ngapain belajar motor?" tanya Lino.
"Soalnya kalau bisa motor, aku jadi bisa pergi-pergian keluar" ucap Ana.
"Udah jangan! nanti kalau kamu bisa motor, nanti kamu malah main mulu" ucap Lino.
"Ya emang kalau main mulu kenapa?" tanya Ana.
"Soalnya kalau main mulu nanti bisa-bisa kamu diculik sama orang" ucap Lino.
"Mana ada orang yang mau nyulik aku" ucap Ana.
"Ada loh orang seumuran kamu diculik, terus organ-organ tubuhnya dijual" ucap Lino.
"Ih serem banget" ucap Ana.
"Bohong, Na! Lino cuma ngarang" sahut Gilang sambil tertawa.
Lalu Lino langsung menatap tajam kearah Gilang.
"No, tas aku mana ya?" tanya Ana.
"Tas kamu kan ada di kamar aku" ucap Lino.
"Hayo loh tadi ngapain di kamar?" tanya Gilang.
"Tadi kan gue sakit, makanya diem nya di kamar" ucap Lino.
"Alah alasan" ucap Gilang.
"Gue serius anjir" ucap Lino.
"Tanyain aja Ana" ucap Lino lagi.
"Na, luh tadi sama Lino ngapain di kamar?" tanya Gilang.
Ana langsung melihat kearah Lino.
"Luh kenapa ngelihat kearah Lino?" tanya Gilang.
"Hmm...gue jadi curiga nih" ucap Gilang.
"Ngapain curiga anjir! lagian mana mungkin gue ngelakuin hal macem-macem ke Ana" ucap Lino.
"Gue gak ngomong luh macem-macemin Ana loh, No" ucap Gilang.
"Luh emang gak bilang, tapi gue bisa baca arah pikiran luh" ucap Lino.
Lino dan Gilang langsung terdiam setelah mendengar ucapan Ana.
"Ya udah kalau gitu aku pulang aja deh kalau kalian masih berantem" ucap Ana.
"Jangan pulang" ucap Lino.
"Habisnya kalian berantem mulu" ucap Ana.
"Kita gak berantem kok. Iya kan, Lang?" tanya Lino sambil menatap tajam kearah Gilang.
"Iya, kita gak berantem kok" ucap Gilang.
"Udah jangan pulang, nanti aja jam lima sore pulangnya" ucap Lino.
"Ya udah iya" ucap Ana.
"No" ucap Ana.
"Apa?" tanya Lino.
"Aku ikut ke toilet ya” ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
Lalu Ana segera pergi menuju toilet.
"No, luh kenapa gak ngebolehin Ana belajar motor?" tanya Gilang.
"Soalnya gue gak mau kalau dia bisa motor. Nanti kalau dia bisa motor, bisa-bisa gue gak anter jemput dia lagi" ucap Lino.
"Ya masih bisa lah. Lagian kalau luh anter atau jemput Ana, Ana bakal mau naik motor sama luh kok" ucap Gilang.
"Tapi waktu Acha dulu bisa motor, dia jadi gak mau gue anter jemput" ucap Gilang.
"Itu kan Acha bukan Ana" ucap Gilang.
Setelah selesai dari toilet, Ana segera kembali menghampiri Lino dan juga Gilang.
Lalu Ana segera duduk disebelah Lino.
"Guys, gue pergi dulu ya" ucap Gilang.
"Ya udah sana" ucap Lino.
"Kenapa pergi?" tanya Ana.
"Soalnya gue mau ke bengkel dulu, kan motor gue lagi dibenerin" ucap Gilang.
"Terus tadi kesini luh naik apa?" tanya Lino.
"Tadi gue ke bengkel dulu naik motor, terus gue jalan deh kesini" jelas Gilang.
"Emang bengkel nya Deket sini?" tanya Ana.
"Iya, bengkel nya deket sini" ucap Gilang.
"Ya udah kalau gitu gue pergi dulu ya" ucap Gilang.
"Iya" ucap Lino dan Ana bersamaan.
Lalu Gilang segera pergi.
"Oh iya nanti kalau kamu pulang, aku anterin ya" ucap Lino.
"Gak usah, lagian aku bisa pesen ojek online" ucap Ana.
"Jangan, biar aku aja yang anterin kamu" ucap Lino.
"Jangan ah! kamu kan lagi sakit, nanti kenapa-napa lagi pas dijalan nya" ucap Ana.
"Gak bakal kenapa-napa kok" ucap Lino.
"Pokoknya kamu istirahat aja, jangan anterin aku pulang" ucap Ana.
"Aku mau anterin kamu pulang" ucap Lino.
"Pokoknya gak ada penolakan" ucap Lino lagi.
"Kok maksa sih" ucap Ana.
"Ya harus maksa dong" ucap Lino sambil tertawa kecil.
"Pokoknya aku bakal pulang sendiri" ucap Ana.
"Jangan!" ucap Lino sambil mencubit pipi Ana.
"Aww sakit" ringis Ana.
Lalu Lino segera melepaskan cubitannya.
"Emang sakit ya?" tanya Lino.
"Ya iyalah" ucap Ana.
"Perasaan aku nyubitnya pelan deh" ucap Lino.
"Pelan ndasmu" ucap Ana sambil ngambek.
"Maaf" ucap Lino.
"Aku gak sengaja tadi" ucap Lino.
"Gak sengaja ndasmu" ucap Ana.
Lalu Lino hanya bisa menahan tawanya karena melihat Ana yang ngambek. Karena menurutnya saat Ana sedang ngambek, Ana bertambah lucu.
"Ya udah nih cubit pipi aku, biar kamu bales dendam sama aku" ucap Lino.
Lalu Ana langsung menatap wajah Lino.
"Enggak ah" ucap Ana.
"Udah cubit aja, biar aku juga ngerasain sakitnya" ucap Lino.
"Gak mau" ucap Ana.
"Kenapa gak mau?" tanya Lino.
"Soalnya aku gak mau bales dendam" ucap Ana.