
Setelah berganti pakaian, Ana segera mengambil buku. Lalu setelah itu ia segera pergi menghampiri teman-temannya.
"Lagi ngomongin apa sih? kok serius banget mukanya" ucap Ana.
"Kita gak ngomongin apa-apa kok" ucap Lino.
"Oh iya, Lia! luh udah bilang ke orang tua luh belum?" tanya Ana memastikan.
"Udah kok" ucap Lia.
"Oh iya! kalian mau mau pesen apa? nanti biar gue pesen lewat gof**d" ucap Lino.
"Ditraktir kan?" tanya Gilang memastikan.
"Iya, gue traktir" ucap Lino.
"Gue mau pizza" ucap Gilang.
"Ya udah gue beli pizza aja ya buat semuanya" ucap Lino.
"Minumnya mau apa?" tanya Lino.
"Udah beli pizza aja, No! kalau minumannya nanti aku ambil aja dikulkas" ucap Ana.
"Minuman apa?" tanya Gilang.
"Coca c*la sama sprit*" ucap Ana.
"Ya udah itu aja minumannya" ucap Gilang.
"Bentar ya gue ambil dulu" ucap Ana.
"Nanti aja ambil nya waktu pizza nya udah datang" ucap Raka.
"Oh ya udah" ucap Ana.
"Ya udah sekarang ayo belajar" ucap Lia.
Lalu mereka semua segera belajar bersama.
...****...
Tingtong...tingtong
Lino segera pergi keluar untuk menghampiri orang yang menekan bel rumah Ana.
Setelah keluar, Lino segera membukakan pagar rumah Ana.
"Dengan kak Arlino ya?" tanya abang gof**d.
"Iya" ucap Lino.
"Ini pesanannya" ucap abang gof**d sambil memberikan pesanan Lino.
"Makasih" ucap Lino sambil mengambil dan membayar pesanan tersebut.
"Iya sama-sama" ucap abang gof**d.
Lalu abang gof**d segera pergi.
Setelah abang gof**d pergi, Lino segera masuk kedalam rumah Ana.
"Nih guys" ucap Lino sambil menaruh beberapa kotak pizza di meja.
"Gue ambil minumannya dulu ya" ucap Ana.
"Iya" ucap semuanya.
Lalu Ana segera menaruh buku-bukunya di meja. Setelah itu ia segera pergi menuju dapur untuk mengambil minuman. Setelah mengambil minuman, ia segera pergi menuju ruang tamu.
Setelah sampai di ruang tamu, Ana segera meletakkan minuman tersebut di meja.
"Nonton film hantu yuk" ajak Raka.
"Yuk" ucap Gilang, Clara dan Felisa bersamaan.
"Kalian aja yang nonton, gue mau belajar" ucap Lia.
"Guys, kalian tuh kesini kan niatnya belajar. Masa kesini niatnya cuma makan sama nonton film sih" ucap Ana.
"Iya bener, bukannya belajar" ucap Lino.
"Wih sejak kapan Lino jadi rajin belajar?" ucap Gilang.
"Sejak dulu gue kan emang rajin belajar" bohong Lino.
Lalu Ana langsung tertawa karena mendengar ucapan Lino.
"Kok malah ketawa sih" ucap Lino.
"Waktu pelajaran aja kamu sering bolos masa iya kamu rajin belajar" ucap Ana.
"Kamu gak tahu aja kalau di rumah aku suka belajar" ucap Lino.
"Belajar ngerawat dora ya" ucap Ana.
"Dori, Na! bukan Dora" ucap Lino.
"Dori siapa?" tanya Clara.
"Dori bukan Dora" ucap Lino sedikit kesal.
"Iya itu siapa?" tanya Clara.
"Anaknya Lino" ucap Ana.
"Luh punya anak, No?" tanya Gilang.
"Iya, tapi anak pungut gue" ucap Lino.
"Tapi kok gue gak pernah lihat ada anak kecil di rumah luh" ucap Gilang.
"Kan anak nya tuh anak kucing" ucap Ana.
"Anjir! gue kirain anak beneran" ucap Gilang.
"Bukan lah anjir!" ucap Lino.
"Guys! gue pulang dulu ya" ucap Lia.
"Loh kok pulang sih" ucap Clara dan Felisa bersamaan.
"Soalnya gue lebih fokus belajar di rumah" ucap Lia.
"Oh gitu" ucap Clara.
"Ya udah gue pulang ya" ucap Lia.
"Iya" ucap semuanya.
"Hati-hati ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lia.
Lalu Lia segera pergi.
"No" bisik Ana.
"Apa sayang" bisik Lino.
"Ih" ucap Ana sedikit terkejut.
"Kenapa?" tanya Lino sambil tersenyum.
"Luh berdua bisik-bisik tentang apa sih?" tanya Clara penasaran.
"Gak tahu tuh Ana" ucap Lino.
"Kenapa, Na?" tanya Clara.
"Gak jadi, gue udah lupa" ucap Ana.
"Ka, mabar yuk!" ajak Gilang.
"Ayok" ucap Raka.
"Gue gak diajak nih?" ucap Lino.
"Katanya luh mau belajar" ucap Raka.
"Katanya anak rajin" sindir Gilang.
"Berisik luh" ucap Lino.
"Guys, lucu tas yang ini atau yang ini?" tanya Felisa kepada Ana dan Clara.
"Yang ini" ucap Ana pada tas yang berwarna hitam.
"Yang ini lah" ucap Clara pada tas yang berwarna pink.
"Masa gue harus beli dua-duanya sih" ucap Felisa.
"Ya beli yang luh suka aja" ucap Ana.
"Tapi gue suka dua-duanya" ucap Felisa.
"Ya udah beli dua-duanya aja" ucap Clara.
"Enggak ah! masa beli tas yang sama" ucap Felisa.
"Tapi kan warna nya beda" ucap Clara.
"Udah lebih baik gak usah beli" sahut Raka yang sedang bermain game.
"Iya bener, ribet banget nentuin yang kayak gituan juga" ucap Gilang.
"Heh, luh berdua! kalau lagi mabar ya mabar aja, jangan ikut campur urusan cewek" ucap Lino.
Lalu Gilang dan Raka langsung terdiam karena mendengar ucapan Lino.
"Jadinya luh mau beli yang mana, Fel?" tanya Ana.
"Gue gak jadi beli deh" ucap Felisa.
"Loh kenapa gak jadi?" tanya Ana.
"Gak kenapa-napa" ucap Felisa.
"Oh iya, kalau gitu gue pulang dulu ya" ucap Felisa.
"Kok pulang sih" ucap Ana.
"Soalnya gue mau ke rumah saudara gue" bohong Felisa.
"Oh gitu" ucap Ana.
"Gue pulang dulu ya" ucap Felisa.
"Iya" ucap Ana dan Clara bersamaan.
Lalu Felisa segera pergi.
"Gara-gara luh berdua sih, Felisa jadi pulang kan" kesal Clara.
"Loh kok nyalahin kita" ucap Raka dan Gilang bersamaan.
"Ya iyalah" ucap Clara.
"Udah jangan berantem" ucap Ana.
Trining...trining
Lino segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Bagas.
Kemudian ia langsung mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Hallo, Gas" ucap Lino.
Sontak Ana, Clara, Raka dan Gilang langsung melihat kearah Lino.
"No, luh bisa ke rumah gue gak sekarang" ucap Bagas.
"Mau ngapain?" tanya Lino.
"Gue minta tolong ke luh supaya luh bujuk Naya. Soalnya Naya ngunci pintu kamarnya, gue takut dia ngelakuin hal yang enggak-enggak" ucap Bagas.
"Gue gak mau kesana" ucap Lino.
"No, please! gue takut dia kenapa-napa" ucap Bagas.
"Kalau dia kenapa-napa yang ada nanti gue yang disalahin sama papah" ucap Bagas.
"Kenapa harus gue sih" ucap Lino.
"Karena Naya pasti nurut apa kata luh" ucap Bagas.
"Luh dobrak aja pintunya" ucap Lino.
"Gue udah berusaha dobrak tapi gak bisa" ucap Bagas.
"Ya udah gue kesana sekarang" ucap Lino.
Lalu Lino segera mematikan panggilan teleponnya.
"Kenapa, No?" tanya Ana.
"Bagas minta tolong ke aku supaya bujuk Naya agar Naya bukain pintu kamarnya. Soalnya Bagas takut kalau Naya kenapa-napa" ucap Lino.
"Aku ikut ya" ucap Ana.
"Ya udah ayo" ucap Lino.
"Gue juga ikut ya" ucap Clara.
"Ka, gue udahan mainnya. Soalnya gue mau ikut ke rumah Naya" ucap Gilang.
"Oh ya udah" ucap Raka.
Lalu mereka semua segera keluar rumah.
"Na, kunciin aja pintunya" ucap Lino sambil menaiki motornya.
Lalu Ana segera mengunci pintu rumahnya.
"Gue pulang duluan ya" ucap Raka.
"Iya" ucap semuanya.
Lalu Raka segera pulang menuju rumahnya.
Setelah mengunci pintu, Ana segera menghampiri Lino dan ia langsung menaiki motor Lino.
Kemudian mereka berempat segera pergi menuju rumah Naya dan Bagas.