ARLINO

ARLINO
Episode 20



Setelah itu Ana dan Lino pun segera pergi ke ruang BK.


"No, gue takut" ucap Ana yang sedang ketakutan.


"Luh kan gak salah, ngapain takut" ucap Lino.


"Gak tahu kenapa gue ngerasa takut aja, walaupun sebenernya gue gak salah" ucap Ana.


"Udah lebih baik luh tenang aja. Luh gak sendirian kok, kan ada gue bareng luh" ucap Lino yang menenangkan Ana.


Akhirnya Ana dan Lino pun segera masuk kedalam ruang BK.


"Ana, Lino, silahkan duduk!" ucap guru BK.


Ana dan Lino pun segera duduk dihadapan guru BK.


"Saya disini mau menanyakan tentang rumor yang beredar di jejaring sosial" ucap guru BK.


"Iya pak, kita berdua tahu kok" ucap Lino.


"Apa benar, orang yang ada difoto itu kalian?" tanya guru BK.


"Iya, pak" ucap Ana dan Lino bersamaan.


"Mau apa kamu ke rumah Ana?" tanya guru BK kepada Lino.


"Saya mau main sekalian curhat, pak" ucap Lino dengan jujur.


"Curhat berdua didalam rumah?" tanya guru BK.


"Enggak pak! Kita berempat kok" ucap Ana.


"Tapi kenapa difotonya berdua?" tanya guru BK.


"Waktu itu kita duluan yang sampai, terus yang dua orangnya belum sampai" ucap Ana.


"Emang dua orang lagi siapa?" tanya guru BK.


"Clara sama Gilang, Pak" ucap Ana.


"Kalau bapak gak percaya, tanya aja ke mereka" ucap Lino.


"Oke, saya percaya kok sama kalian" kata guru BK.


"Yaudah, silahkan kembali ke kelas kalian" ucap guru BK.


"Makasih, pak" ucap Ana dan Lino bersamaan.


"Iya" ucap guru BK.


Ana dan Lino pun segera kembali ke kelasnya.


"No, siapa ya yang nyebarin foto kita" ucap Ana.


"Gue juga gak tahu" ucap Lino.


Setelah sampai, mereka pun masuk kedalam kelas.


Saat Ana dan Lino masuk kedalam kelas, orang-orang pun langsung menatap mereka berdua.


"Kalian habis dari mana" tanya Bu Shelly.


"Habis dari ruang BK, bu" ucap Ana.


"Yaudah, cepet duduk" ucap Bu Shelly.


"Iya, bu" ucap Ana dan Lino bersamaan.


Mereka pun segera duduk dikursi masing-masing.


"Na, gak apa-apa kan?" tanya Clara yang duduk didepannya.


"Gak apa-apa" ucap Ana.


"Kenapa, Na?" tanya Felisa yang tidak tahu mengenai rumor itu.


"Enggak kok" ucap Ana.


Semua yang di kelas pun fokus memperhatikan materi yang disampaikan oleh Bu Shelly.


...****...


Krining...krining


Bel istirahat pun berbunyi.


"Na, ini" ucap Lino sambil memberikan gambar tugas kelompoknya bersama Ana.


Ana pun langsung membuka gulungan karton tersebut.


"Wah, bagus banget!" ucap Ana.


"Ya iyalah, kan gue yang bikin" sahut Lino.


"Na, ke kantin yuk!" ajak Clara.


"Maaf, Ra. Gue mau ngerjain tugas sbk" ucap Ana.


"Oh, belum selesai?" tanya Clara.


"Belum" ucap Ana.


"Yaudah gue ke kantin ya" ucap Clara.


"Iya" ucap Ana.


"Luh mau nitip makanan gak?" tanya Clara.


"Enggak, makasih" ucap Ana.


"Oke deh kalau gitu" ucap Clara sambil pergi.


"Luh gak ke kantin, No?" tanya Ana.


"Enggak" ucap Lino.


"Kenapa?" tanya Ana.


"Kan gue mau ngerjain tugas kelompok" kata Lino.


"Gak apa-apa, biar gue aja yang ngerjain, lagi pula tinggal diwarnain ini" ujar Ana.


"Kan ini tugas kelompok, jadi harus saling membantu" ucap Lino.


"Yaudah deh, terserah luh aja" ucap Ana.


Mereka berdua pun segera mewarnai gambar tersebut.


Drrrttt...Drrttt.


"Tuh ada yang telepon" ucap Ana.


"Hallo"


"Iya, ini siapa?" tanya Lino.


"Ini Wulan, XI IPS 2"


Lino pun ingat bahwa dia dan Wulan sudah berjanji akan bertemu dikantin.


"Oh Wulan" ucap Lino.


"Jadikan ketemuan dikantinnya?" tanya Wulan.


"Iya jadi" ucap Lino


"Ok, gue tunggu ya dikantin" ucap Wulan.


"Gue kesana sekarang" ucap Lino sambil menutup teleponnya.


"Siapa, No?" tanya Ana.


"Yang nyebarin rumor tentang luh digrup chat angkatan" ucap Lino


"Luh mau ikut temuin dia gak?" tanya Lino.


"Enggak, gue mau dikelas aja" ucap Ana.


"Yaudah, gue ke kantin dulu ya" ucap Lino


Lino pun segera pergi menuju kantin untuk bertemu dengan Wulan.


...****...


* Kantin


"Lino" sapa seseorang.


"Iya" ucap Lino singkat.


"Gue, Wulan" ucapnya.


"Oh, jadi luh orangnya" ucap Lino


"Maksud luh apa?" tanya Wulan.


"Luh yang nyebarin gosip tentang Ana yang bikin Chika bunuh diri" ucap Lino.


"Gu..gue cuma dikasih tahu sama temen gue" ucap Wulan.


"Tapi kenapa luh sebarin? kan belum tentu Ana yang ngelakuin" ucap Lino.


"Maaf, gue awalnya kesel aja sama dia. Karena katanya dia yang ngebully temennya sampai temennya bunuh diri" ucap Wulan.


"Bukan Ana penyebab dia bunuh diri, tapi temen luh yang udah ngebully dia sampai bunuh diri" ucap Lino dengan kesal.


"Temen gue?" tanya Wulan memastikan.


"Iya temen luh!" sahut Lino.


Wulan pun kaget mendengar ucapan Lino.


"Maaf gue gak tahu" ucap Wulan yang merasa bersalah.


"Makanya jangan dulu kemakan gosip" ucap Lino sambil meninggalkan Wulan.


Lino pun segera menuju kelasnya.


Sesampainya di kelas, Lino pun segera menghampiri Ana.


Lino pun duduk di kursinya Clara sambil melihat Ana yang sedang tertidur.


Lalu tangan Lino pun menghalangi cahaya matahari yang menyorot ke wajah Ana, supaya Ana tidak terganggu oleh cahaya tersebut.


Kemudian Lino pun memandangi wajah Ana, lalu tiba-tiba wajah Ana pun berubah dalam penglihatan Lino.


Wajah Ana berubah menjadi wajah Acha.


"Acha" gumam Lino.


"No, ngapain?" tanya Bagas yang tiba-tiba ada di belakang Lino.


Seketika lamunan Lino pun buyar akibat suara Bagas yang mengagetkan dirinya.


"Hmm...gue cuma ngehalangin cahaya matahari doang kok biar dia gak silau" gugup Lino.


Ana pun langsung terbangun akibat suara Bagas dan Lino.


"Ada apa?" tanya Ana.


"Gak apa-apa" ucap Lino dan ia pun segera pergi untuk duduk dikursi miliknya.


"Luh ngerjain apa?" tanya Bagas.


"Tugas kelompok sbk" ujar Ana.


"Kelompok luh belum beres?" tanya Bagas.


"Belum" jawab Ana.


"Sekelompok sama siapa?" tanya Bagas.


"Lino" kata Ana.


"Lino, bantuin nih si Ana!" teriak Bagas.


"Gak usah! soalnya dia yang ngegambar sketsanya" ujar Ana.


"Oh gitu" ucap Bagas.


"Coba gue lihat gambarnya" ucap Bagas sambil mengambil kertas karton milik Ana dan Lino.


"Ini gambar wajah luh?" tanya Bagas memastikan.


"Gak tahu" kata Ana, padahal ia tahu bahwa itu wajahnya.


"Iya deh kayaknya, soalnya mirip" ucap Bagas.


"Ini beneran Lino yang gambar?" tanya Bagas.


"Iya, dia yang gambar" ucap Ana.


"Gue kok baru tahu sih dia bisa gambar" ucap Bagas.


Krining...krining


Bel masuk pun berbunyi.


Semua murid pun langsung masuk ke kelas, dan duduk di kursi masing-masing.