ARLINO

ARLINO
Episode 216



"Emang kalau luh gosok gigi gak pake pasta gigi ya, No?" tanya Gilang.


"Ya pake lah" ucap Lino.


"Terus kenapa luh gak tahu rasa pasta gigi?" heran Gilang.


"Soalnya pasta gigi gue rasa buah bukan rasa mint" ucap Lino.


"Rasa buah bukannya khusus buat anak kecil ya?" tanya Ana.


"Emang kalau buat anak kecil kenapa?" tanya Lino.


"Ya gak boleh lah, kan kamu udah dewasa" ucap Ana.


"Badan doang lakik, eh pasta gigi nya rasa buah" ucap Gilang sambil tertawa.


"Terserah gue dong" ucap Lino.


"Kalau gue cerita tentang ini, pasti anak-anak Skz bakal ngakak deh dengernya" ucap Gilang.


"Ya jangan cerita lah anjir! ngapain juga luh cerita tentang pasta gigi yang gue pake" ucap Lino.


"Ya gak apa-apa dong! kan biar jadi bahan gibah" ucap Gilang.


"Sialan luh" ucap Lino sedikit kesal.


"Nanti ceritain aja, biar anak-anak Skz pada tahu" ucap Ana sambil tertawa.


"Kok kamu malah ngedukung Gilang sih, Na" keluh Lino.


"Soalnya pasti mereka bakal ketawa kalau denger ceritanya" ucap Ana.


"Kamu kok kayak seneng kalau aku diketawain sama mereka" heran Lino.


"Soalnya kan jarang-jarang lihat orang ngetawain kamu" ucap Ana.


"Ya udah kalau kamu seneng, aku gak apa-apa kok diketawain juga. Sumpah gak apa-apa kok, aku ikhlas diketawain mereka" ucap Lino.


Ana hanya tertawa kecil saat mendengar ucapan Lino.


"Harus ikhlas ya, No! kan demi nyenengin hati pacar" ucap Gilang.


"Bukan nyenengin hati pacar sih sebenernya, lebih ke nyenengin hati luh karena luh kan pingin lihat gue digibahin sama yang lain" ucap Lino.


"Tahu aja luh kalau gue juga seneng" ucap Gilang.


Trining...trining


Lino segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari mamahnya lagi.


Lino langsung menolak panggilan telepon tersebut.


"Siapa yang nelpon, No?" tanya Ana.


"Mamah" ucap Lino.


"Kenapa gak diangkat?" tanya Ana.


"Gak kenapa-napa, gak pingin angkat aja" ucap Lino.


"Harusnya kamu angkat dulu, siapa tahu penting" ucap Ana.


"Kalau Lino gak mau angkat, gak usah dipaksa, Na" ucap Gilang.


"Ya udah deh maaf" ucap Ana.


...****...


Lino segera mengantarkan Ana pulang. Sedangkan Gilang, ia kembali ke basecamp skz.


Skip


Setelah sampai, Ana langsung turun dari motor Lino.


"Hati-hati ya pulangnya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Lino segera melajukan motornya menuju rumahnya.


* Rumah Lino.


Saat sampai di rumah, Lino melihat mobil mamahnya yang terparkir didepan rumah.


Lalu Lino segera turun dari motor.


"No, mamah mau ngomong sama kamu" ucap mamah sambil menghampiri Lino.


"Mau ngomong apa?" tanya Lino.


"Kita bicara nya didalem aja" ucap mamah.


Lino segera membuka pagar rumahnya. Kemudian ia segera memasukan motornya kedalam garasi.


Setelah itu, Lino dan mamahnya langsung masuk kedalam rumah.


"Bentar, Lino ambilin minum dulu" ucap Lino sambil pergi ke dapur.


Setelah mengambil minum, Lino segera kembali menghampiri mamahnya.


"Ini, mah" ucap Lino sambil menaruh air minum di meja.


"Makasih sayang" ucap mamah.


"Mamah mau ngomong apa sih sama Lino?" tanya Lino.


"Ini Ana bukan?" tanya mamah sambil memberikan ponselnya kepada Lino.


Lino langsung terkejut karena mamahnya menunjukkan video Ana yang sedang berada di club.


"Itu bukan Ana!" sangkal Lino.


"Kamu yakin?" tanya mamah.


"Iya itu bukan Ana" ucap Lino.


"Tapi kok orang ini mirip Ana" ucap mamah.


"Cuma mirip sekilas kali" ucap Lino.


"Oh syukur deh kalau bukan Ana" ucap mamah.


"Emang itu video dari siapa, mah?" tanya Lino.


"Dari temen mamah. Katanya waktu itu kan dia ke club, terus kemarin dia ngelihat ulang video waktu dia lagi di club dan ternyata ada orang yang mirip Ana ngelewat di video itu. Terus dia nanyain ke mamah bahwa itu pacar kamu atau bukan" jelas mamah.


"Emang temen mamah tahu Ana?" tanya Lino.


"Tahu lah, kan waktu itu dia lihat Ana dipernikahan sepupu kamu" ucap mamah.


"Itu bukan Ana kok, mah. Mungkin itu sekilas aja mirip Ana. Lagian Ana gak suka main di club" ucap Lino.


"Syukur deh kalau bukan, soalnya mamah gak suka aja lihat anak yang masih sekolah tapi main ke club" ucap mamah.


"Emang gak suka kenapa, mah?" tanya Lino.


"Ya gak suka lah, No! kan masih anak sekolah, jadi harusnya dia belajar bukan malah ke club" ucap mamah.


"Oh iya, mamah kesini cuma mau ngomongin itu?" tanya Lino.


"Enggak sih" ucap mamah.


"Terus mau ngapain lagi?" tanya Lino.


"Mamah mau nginep disini" ucap mamah.


"Pasti mamah lagi berantem ya sama papah?" tanya Lino.


"Enggak kok, mamah kesini cuma pingin nginep aja. Lagian mamah udah lama gak nginep disini" ucap mamah.


"Oh iya, No! tolong bantuin bawa tas mamah dong sama tolong masukin mobil ke garasi" ucap mamah.


"Ya udah mana kuncinya" ucap Lino.


"Ini" ucap mamah sambil memberikan kunci mobil kepada Lino.


Setelah itu, Lino segera mengambil tas mamahnya. Kemudian Lino kembali masuk kedalam rumahnya.


"Nih kuncinya, mah" ucap Lino sambil memberikan kunci mobil kepada mamanya.


"Makasih sayang" ucap mamah sambil mengambil kunci mobilnya.


"Mah, Lino taruh tas nya di kamar Lino ya" ucap Lino.


"Gak usah, No! simpen nya di kamar tamu aja" ucap mamah.


"Oh ya udah" ucap Lino.


Lino segera menyimpan tas tersebut di kamar tamu.


Setelah menyimpan tas, Lino segera kembali menghampiri mamahnya yang sedang menonton televisi.


"Oh iya, mah! ini kalau mau istirahat, langsung ke kamar aja" ucap Lino.


"Enggak ah! mamah mau disini aja" ucap mamah.


"Mah, Lino ke kamar bentar ya" ucap Lino.


"Iya" ucap mamah.


Lino segera berjalan menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar, Lino langsung menutup pintu kamarnya dan ia segera menelpon Ana.


Tidak menunggu lama, Ana langsung mengangkat panggilan telepon dari Lino.


"Hallo, No" ucap Ana.


"Na, tadi mamah aku lihat video kamu waktu kamu ada di club" ucap Lino pelan.


"Yang bener, No?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Dia dapet dari mana video itu?" tanya Ana.


"Kamu tenang aja, itu bukan video waktu kamu mabuk kok" ucap Lino.


"Itu cuma video temennya mamah dan gak sengaja di video itu ada kamu yang lagi lewat" ucap Lino.


"Tapi muka aku kelihatan di kamera gak, No?" tanya Ana memastikan.


"Kelihatan tapi gak terlalu jelas soalnya kamunya ngehadap samping" ucap Lino.


"Syukur deh kalau gak terlalu kelihatan, soalnya aku khawatir kalau mamah kamu bakal ngelarang kamu deket sama aku" ucap Ana.


"Kamu gak usah khawatir, soalnya aku udah ngeyakinin mamah dan bilang kalau itu bukan kamu" ucap Lino.


"Oh iya, No! berarti sekarang mamah kamu ada di rumah kamu dong" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Mamah aku mau nginep disini katanya" ucap Lino lagi.


"Cieee..pasti seneng kan kalau mamah kamu nginep di rumah" ucap Ana.


"Enggak ah biasa aja" ucap Lino.


"Dimulut sih bilang biasa aja, tapi di hati pasti kamu pasti seneng banget kan?" ucap Ana.


"Ih kamu sok tahu banget sih" ucap Lino sambil tersenyum.


"Bukan sok tahu, tapi ini pasti fakta" ucap Ana.


"Sebenernya aku emang seneng sih, tapi cuma dikit aja senengnya" ucap Lino.


"Kenapa senengnya cuma dikit?" tanya Ana.


"Soalnya kan cuma mamah doang yang nginep" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu nanti kamu tinggal aja sekalian di rumah orang tua kamu" ucap Ana.


"Aku gak mau tinggal disana" ucap Lino.


"Kenapa gak mau tinggal disana?" tanya Ana.


"Soalnya aku gak suka sama rumah itu" ucap Lino.


"Oh iya aku lupa, pasti karena kamu gak mau denger mereka berdua berantem kan?" ucap Ana.


"Sebenernya ada hal lain selain itu yang buat aku gak suka tinggal disana" ucap Lino


"Hal lain apa emangnya?" tanya Ana.


"Aku gak suka karena kalau aku disana, aku selalu dilayani oleh pembantu. Makanya aku gak suka tinggal disana" jelas Lino.


"Emang kalau dilayani pembantu kenapa, No?" tanya Ana.


"Ya aku gak suka aja, lagian kan aku udah gede bukan anak kecil lagi. Masa iya masih dilayani pembantu" ucap Lino.


"Kamu udah gede, No?" tanya Ana.


"Ya iyalah" ucap Lino.


"Tapi kok masih pake pasta gigi anak kecil" ucap Ana sambil tertawa.


"Na, jangan ngetawain aku. Aku pake pasta gigi rasa buah karena aku suka" ucap Lino.


"Tapi kan itu khusus anak kecil" ucap Ana sambil tertawa.


"Tahu ah!" kesal Lino.


"Ih ngambek" ucap Ana.


"Habisnya kamu ngeledek mulu" ucap Lino.


"Soalnya lucu aja, udah gede tapi masih pake pasta gigi rasa buah" ucap Ana.


"Ya gak apa-apa dong!" ucap Lino.


"Rasanya enak ya, No?" tanya Ana.


"Iya, enak" ucap Lino.


"Aku kok jadi pingin nyoba ya" ujar Ana.


"Ya udah coba aja" ucap Lino.


"Oh iya! nanti kalau kamu kesini, kita sikat gigi bareng ya" ucap Lino.


"Hah?!" kaget Ana.


"Kenapa kaget gitu?" tanya Lino.


"Aku gak mau m*ndi bareng kamu" ucap Ana.


"Siapa yang mau mand* bareng? perasaan aku ngomongnya sikat gigi bareng deh" ucap Lino.


"Gak m*ndi bareng kan?" tanya Ana memastikan.


"Ya enggak lah" ucap Lino.


"Cuma sikat gigi aja kok" ucap Lino.


"Syukur deh, aku tadi kaget dengernya" ucap Ana.


"Kalau mau m*ndi bareng, nanti aja kalau kita udah jadi suami istri" ucap Lino sambil tertawa kecil.


"Ih Lino mes*m banget omongannya" ucap Ana.


"Habisnya kamu sih tadi yang mancing" ucap Lino.


"Siapa juga yang mancing" ucap Ana.


"Lah! tadi kamu ngomong m*ndi bareng" ucap Lino.


"Ya kan kirain aku sekalian mandi" ucap Ana.