ARLINO

ARLINO
Episode 89



"Suara kamu bukan cempreng, tapi candu" ucap Lino.


"Bisa aja ngeles nya" ucap Ana.


"Oh iya, kamu tidurnya gak bareng sama Raka kan?" tanya Lino memastikan.


"Ya enggak lah, No" ucap Ana.


"Oh iya, terus mamah kamu kemana sih?" tanya Lino.


"Aku juga gak tahu" ucap Ana.


"Emang mamah kamu gak ngasih tahu Raka gitu?" tanya Lino.


"Enggak. Kata Raka katanya waktu Raka mau bilang kuncinya hilang, mamah langsung pergi naik mobil. Jadi Raka gak sempet bilang ke mamah karena mamah udah pergi" ucap Ana.


"Kira-kira mamah kamu perginya kemana?" tanya Lino.


"Paling ke rumah kakek sama nenek" ucap Ana.


"Oh syukur deh kalau kesana" ucap Lino.


"No" ucap Ana.


"Kenapa?" tanya Lino.


"Aku ngantuk" ucap Ana.


"Ya udah tidur" ucap Lino.


"Tapi aku masih pingin teleponan sama kamu" ucap Ana.


"Kan besok masih bisa teleponan" ucap Lino.


"Oh iya, No. Kamu tahu gak tempat yang jual kunci?" tanya Ana.


"Aku gak tahu. Tapi nanti aku tanyain deh ke temen-temen aku, siapa tahu temen-temen aku ada yang tahu" ucap Lino.


"No, aku pingin tidur" ucap Ana.


"Ya udah tidur aja" kata Lino.


"Ya udah aku matiin ya teleponnya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Ana pun segera mematikan panggilan teleponnya.


Setelah itu, Ana pun segera pergi menuju kamar Raka.


Tok...tok...tok


Cklek


Pintu pun dibuka oleh Raka.


"Ini, makasih ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Raka.


"Ya udah kalau gitu gue pergi dulu ya, ngantuk soalnya" ucap Ana.


Lalu Ana pun kembali menuju kamar tamu.


Setelah sampai, ia pun langsung tidur.


****


Pagi hari


Ana pun terbangun dari tidurnya.


Lalu Ana pun segera pergi menuju kamar mandi untuk mencuci muka.


Setelah itu ia pun segera membawa jinjingan yang berisi baju dan celana basah bekas ia pakai saat di taman hiburan.


Lalu ia pun segera pergi menuju ruang tamu untuk menemui orang tuanya Raka.


"Eh udah bangun" ucap mamah Raka.


"Tante, mamah Ana kesini gak?" tanya Ana.


"Iya, mamah kamu kesini tadi. Sekarang dia ada di rumah" ucap mamah Raka.


"Mamah Ana udah pulang?" tanya Ana.


"Iya udah" ucap mamah Raka.


"Ya udah kalau gitu Ana pulang dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap mamah Raka.


"Tante, makasih ya" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap mamah Raka.


Lalu Ana pun segera pulang menuju rumahnya.


Setelah sampai, Ana pun segera masuk kedalam rumahnya.


"Mah" panggil Ana.


"Kenapa sayang?" tanya mamah.


"Mamah kemarin kemana aja?" tanya Ana.


"Mamah kemarin nyari abang-abang tukang kunci" ucap mamah.


"Terus mamah tidur dimana semalam?" tanya Ana.


"Di rumah temen mamah" jelas mamah Ana.


"Mamah kok tahu sih kalau kuncinya hilang?" heran Ana.


"Iya, soalnya waktu datang ke rumah kan kamu gak ada terus mamah ke rumahnya Raka eh kata Raka, kamunya lagi bareng Lino, terus mamah bilang ke Raka kalau kunci rumahnya sama Ana terus Raka nelpon kamu tapi gak diangkat, akhirnya mamah memutuskan untuk pergi jalan-jalan dulu, terus pas dijalan ada pesan dari Raka, kata Raka katanya kunci rumah hilang, setelah itu mamah pun memutuskan untuk nyari tukang kunci. Dan mamah nanya ke salah satu temen mamah, dan kata temen mamah katanya dia tahu alamat yang jual kunci. Akhirnya mamah pergi ke rumah temen mamah dulu deh" jelas mamah.


"Ya udah kalau gitu Ana ke kamar dulu ya, soalnya belum mandi dari kemarin" ucap Ana.


"Ih kamu jorok banget sih Ana" ucap mamah.


Ana pun hanya tertawa karena mendengar ucapan mamahnya.


Lalu ia pun segera pergi menuju kamarnya, dan ia pun segera mandi.


Setelah selesai mandi, Ana pun segera kembali menghampiri mamahnya.


"Mah" ucap Ana.


"Apa sayang?" tanya mamah.


"Ana laper" ucap Ana.


"Ya udah makan aja, udah mamah siapin kok di meja makan" ucap mamah.


"Oh udah disiapin, kirain mamah belum masak" ucap Ana.


"Mamah masak kok" ucap mamah.


"Ya udah, Ana makan dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap mamah.


Lalu Ana pun segera pergi menuju ruang makan.


Tok...tok...tok


Pintu pun diketuk oleh seseorang.


Lalu mamah Ana pun segera membuka pintu rumahnya.


Lalu mamah Ana pun segera membuka pintu rumahnya.


"Pagi tante" ucap Lino.


"Eh Lino" ucap mamah Ana.


"Ada apa ya?" tanya mamah Ana.


"Lino kesini karena waktu malem Ana nyuruh Lino buat nyari tukang kunci, eh ternyata udah kebuka pintunya" jelas Lino.


"Iya udah kebuka pintunya" ucap mamah Ana sambil tersenyum.


"Tante, maaf ya kemarin Lino gak ijin dulu ke tante" ucap Lino.


"Ijin apa?" tanya mamah Ana.


"Lino kemarin gak ijin dulu kalau mau ngajak Ana jalan-jalan" ucap Lino.


"Kalau soal ngajak Ana jalan-jalan gak apa-apa kok kalau gak ijin juga" ucap mamah Ana.


"Oh ya udah masuk dulu yuk, No" ajak mamah Ana.


"Iya tante" ucap Lino.


Lalu Lino pun segera masuk kedalam rumah Ana.


"Kamu udah makan belum?" tanya mamah Ana.


"Belum, tan" ucap Lino.


"Ya udah makan dulu sana sama Ana" ucap mamah Ana.


"Gak usah, tante" ucap Lino.


"Kamu gak usah malu-malu, anggap aja keluarga sendiri" ucap mamah Ana.


"Ya udah ayo ke ruang makan" ucap mamah Ana.


Lalu Lino pun segera mengikuti mamahnya Ana menuju ruang makan.


"Lino" ucap Ana.


"Ana" panggil mamah.


"Kenapa mah?" tanya Ana.


"Ajak Lino makan ya, soalnya dia belum makan" ucap mamah.


"Gak usah, tante" ucap Lino.


"Ya udah duduk, No" ucap Ana.


"Ya udah mamah tinggal dulu ya" ucap mamah sambil pergi.


"No, ayo duduk" ucap Ana.


Akhirnya Lino pun segera menuruti perkataan Ana.


"Bentar ya, aku ambil piring, gelas sama sendok dulu" ucap Ana sambil mengambil piring, gelas dan sendok.


Setelah itu, Ana pun segera menuangkan nasi goreng pada piring Lino. Lalu ia pun segera menuangkan air ke gelas Lino, kemudian ia pun segera memberikannya kepada Lino.


"Makasih" ucap Lino salah tingkah karena baru pertama kali ia diperlakukan seperti itu oleh seorang cewek.


"Iya sama-sama" ucap Ana.


Lalu Ana pun segera duduk dan ia langsung melanjutkan makannya.


"Kenapa gak dimakan?" tanya Ana karena melihat Lino yang hanya menatapnya.


"Ini aku mau makan kok" ucap Lino.


Lalu Lino pun segera memakan nasi goreng tersebut.


"Oh iya, kok kamu bisa tahu aku dirumah sih? kan kamu tahunya aku ada di rumah Raka" heran Ana.


"Kan tadi aku ke rumah Raka dulu, terus kata mamahnya Raka katanya kamu udah pulang" jelas Lino.