ARLINO

ARLINO
Episode 146



"Ya udah cepet makan, aku gak mau lihat kamu sakit" ucap Lino.


Ana hanya terdiam, tidak menjawab ucapan Lino.


"Atau mau aku suapin?" tanya Lino.


"Gak usah" ucap Ana.


"Makasih ya rotinya" ucap Ana sambil mengambil roti yang diberikan Lino.


"Iya sama-sama" ucap Lino.


Lalu mereka berdua segera memakan roti tersebut.


"Kamu kenapa? masih mikirin soal Naya ya?" tanya Lino karena melihat Ana yang melamun sambil memakan roti.


"Enggak kok" ucap Ana.


"Terus kamu kenapa?" tanya Lino.


"Aku gak kenapa-napa kok" ucap Ana.


"Kata aku juga kalau ada masalah bilang aja, jangan dipendem" ucap Lino.


"Gak ada masalah kok" bohong Ana.


"Coba tatap mata aku" suruh Lino.


"Mau ngapain tatap mata kamu?" tanya Ana.


"Tatap dulu bentar" perintah Lino.


Lalu Ana segera menatap mata Lino.


"Kamu ada masalah apa?" tanya Lino sambil menatap Ana.


Lalu Ana segera mengalihkan pandangannya.


"Gak ada masalah apa-apa kok" bohong Ana.


"Udah jangan bohong, aku tahu kok kamu nyembunyiin sesuatu dari aku" ucap Lino.


"Aku gak nyembunyiin apa-apa kok" ucap Ana sambil tersenyum agar Lino percaya kepadanya.


"Serius?" tanya Lino.


"Iya enggak" ucap Ana sambil tersenyum.


"Coba tatap aku tapi yang lama" ucap Lino.


Lalu Ana langsung menatap Lino sambil tersenyum.


"Beneran gak ada masalah?" tanya Lino.


"Iya, gak ada" ucap Ana sambil tersenyum.


"Syukur deh kalau gak ada apa-apa" ucap Lino.


"Kamu kok beli kopi sih" ucap Ana.


"Emangnya kalau beli kopi kenapa?" tanya Lino.


"Aku mau" ucap Ana.


"Ya udah tukeran aja minumannya" ucap Lino.


"Gak apa-apa?" tanya Ana memastikan.


"Iya gak apa-apa" ucap Lino.


Lalu Ana segera meminum kopi, sedangkan Lino meminum susu.


"Nanti hari Senin, raport kamu mau diambil siapa?" tanya Ana.


"Diambil sendiri lah, kan orang tua aku sibuk" ucap Lino.


"Emang orang tua kamu sibuk banget ya?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Padahal bentar loh ambil raport" ucap Ana.


"Emang bentar sih, tapi pasti mereka gak mau ambil raport aku. Soalnya mereka lebih mentingin pekerjaan nya" jelas Lino.


"Jadi aku ambil raport nya sendiri aja" ucap Lino.


"Bukannya gak boleh ya diambil sendiri? kan harus pake wali" ucap Ana.


"Nanti aku minta tolong aja ke mamahnya Gilang buat ambil raport aku" ucap Lino.


"Oh iya, Gilang kemana? tumben gak sama kamu" ucap Ana.


"Dia di kantin" ucap Lino.


"Sendiri?" tanya Ana.


"Enggak, tadi sih aku lihat dia bareng Bagas sama Aldi" ucap Lino.


"Oh gitu" ucap Ana.


"Aww" ucap Ana.


"Kenapa?" tanya Lino.


"Kayaknya ada kotoran yang masuk ke mata aku" ucap Ana.


"Sini aku lihat" ucap Lino.


Lalu Lino segera meniup-niup mata Ana.


"Woy!!!" teriak Gilang.


Sontak Ana dan Lino langsung kaget saat mendengar teriakan Gilang.


"Jangan ciuman di kelas" teriak Gilang.


Kemudian Ana dan Lino langsung menjaga jarak satu sama lain.


"Kita gak ciuman kok" ucap Ana.


"Terus tadi Lino ngapain majuin bibirnya ke muka luh?" tanya Gilang.


"Gue cuma niup mata Ana doang, soalnya tadi mata dia kemasukan bulu mata" ucap Lino.


"Alah dusta, bilang aja mau ciuman" ucap Gilang sambil menahan senyumnya.


"Sumpah, tadi kita gak ciuman kok" ucap Ana.


"Mentang-mentang gak ada orang di kelas, seenaknya ciuman" ucap Gilang.


Lalu Lino segera mengambil buku catatan Ana dan ia langsung melempar ke wajah Gilang karena Gilang sangat berisik.


"Anjir sakit!" ringis Gilang.


"Ada apa sih?" tanya Lia, Clara dan Felisa yang baru datang.


"Gak ada apa-apa kok" ucap Ana.


"Gilang kenapa?" tanya Felisa.


"No, luh ngapain lempar buku. Emang Gilang salah apa?" tanya Felisa.


"Tadi gue mergokin mereka" ucap Gilang namun terpotong oleh ucapan Lino.


"Mergokin kita suap-suapan, jadi tadi dia iri sama kita" sahut Lino memotong pembicaraan Gilang.


"Masa cuma mergokin suap-suapan dilempar pake buku sih, No" ucap Clara.


"Soalnya gue tadi diledekin sama dia" ucap Lino.


"Namanya juga pacaran jadi wajar lah kalau suap-suapan, Lang" ucap Lia.


Lalu Lino langsung menatap tajam kearah Gilang.


"Iya maaf deh, gue emang selalu salah" ucap Gilang.


"Gilang gak salah kok, lagian itu emang salah Ana sama Lino" ucap Felisa.


"Kok jadi nyalahin gue?" ucap Ana dan Lino bersamaan.


"Ya iyalah, lagian di sekolah tuh tempat untuk belajar bukan tempat untuk suap-suapan" ucap Felisa.


"Bilang aja luh ngebelain Gilang karena luh suka sama dia" ucap Lino.


"Luh suka sama Gilang?" tanya Clara dan Lia bersamaan.


"Enggak! Lino bohong! sejak kapan gue suka sama Gilang" ucap Felisa sedikit gugup.


"Iya, yang diomongin Lino bener kok" ucap Ana.


"Kalian kenapa sih suka fitnah gue" ucap Felisa.


"Luh suka sama gue, Fel?" tanya Gilang sambil tersenyum kepada Felisa.


"Enggak" ucap Felisa sambil mengalihkan pandangannya.


"Cie salting" ucap Ana.


"Ana!!!" teriak Felisa.


Lalu Felisa segera menghampiri Ana, namun Ana segera berlari keluar kelasnya. Kemudian Felisa segera mengejar Ana.


Gilang segera menghampiri Lino dan duduk disebelah Lino.


"Emang bener dia suka sama gue?" tanya Gilang kepada Lino.


"Iya" ucap Lino.


"Dari kapan?" tanya Gilang.


"Gue gak tahu, tanya aja sama dia nya langsung" ucap Lino.


Disisi lain


"Lia" ucap Clara.


"Kenapa?" tanya Lia.


"Luh duduk bareng gue dong, gue gak mau duduk sendirian" ucap Clara.


"Kalau gue pindah, nanti Putri sendiri dong" ucap Lia.


"Ya gak apa-apa" ucap Clara.


"Gak apa-apa gimana? nanti kalau dia marah gimana coba" ucap Lia.


"Ya udah luh gak usah pindah aja, biar gue sendiri aja" keluh Clara.


Lalu Clara segera duduk dikursinya.


Krining...Krining


Bel masuk berbunyi


Ana dan Felisa segera mengakhiri kejar-kejaran nya.


"Udah ah cape" lelah Ana sambil tertawa.


"Ya udah ayo ke kelas" ucap Felisa.


Lalu mereka berdua segera pergi menuju kelasnya.


Setelah sampai kelas, mereka segera duduk dikursinya masing-masing.


"Ra, luh kenapa?" tanya Felisa.


"Gue bosen duduk sendiri" ucap Clara.


"Ya udah luh duduk di kursi gue aja" ucap Ana.


"Terus luh sendiri dong" ucap Clara.


"Ya gak apa-apa" ucap Ana.


"Enggak ah, biar gue aja yang sendiri" ucap Clara.


Lalu Ana segera berdiri dan mengambil tasnya.


"Cepet pindah, gue gak apa-apa kok sendirian" ucap Ana.


"Gak usah, Na" ucap Clara.


Lalu Ana segera mengambil tas Clara dan ia segera menaruh tas Clara dikursinya. Sedangkan tasnya ia taruh di meja Clara.


"Cepetan pindah, bentar lagi pengawas datang" ucap Ana.


"Gak apa-apa nih?" tanya Clara.


"Iya gak apa-apa" ucap Ana.


Lalu Clara segera duduk di kursi Ana, sedangkan Ana duduk dikursinya Clara.


"Selamat siang anak-anak" ucap pak Rangga.


"Selamat siang, pak" ucap semua murid yang ada dikelas XI MIPA 4.


"Silahkan bukunya dimasukan kedalam tas" ucap pak Rangga.


"Gilang, buku gue mana?" teriak Ana.


"Ana jangan berisik" ucap pak Rangga.


"Buku catatan Ana tadi diambil Gilang, pak" ucap Ana.


"Udah gue kasihin ke Lino" ucap Gilang.


"Buku catatan kamu tadi udah aku masukin ke tas kamu" ucap Lino.


"Udah jangan berisik! cepet simpen tas nya didepan" ucap pak Rangga.


Lalu semua murid segera menyimpan tas di depan. Setelah itu mereka kembali duduk di kursinya masing-masing.


Setelah murid-murid duduk, pak Rangga segera membagikan lembar kertas soal dan lembar kertas jawaban kepada masing-masing murid.


Kemudian semua murid segera mengerjakan ulangan tersebut.