
Beberapa bulan kemudian...
(Prom night)
Seluruh siswa dan siswi SMA Tunas Bakti berdatangan ke sekolah karena malam ini diadakan pesta perpisahan menjelang kelulusan mereka.
Pada saat berada di aula sekolah, Ana kebingungan karena ia tidak tahu keberadaan Lino maupun teman sekelasnya sebab begitu banyak orang yang berada di aula.
"Mereka pada datang gak sih?" batin Ana.
Karena ia merasa bosan sendiri, akhirnya Ana mendekati dua cewek dari kelas lain.
"Permisi" ucap Ana.
"Iya, ada apa?"
"Kalian lihat anak kelas XII MIPA 4 gak?" tanya Ana.
"Tadi gue sih lihat Gilang sama Felisa, tapi sekarang gue gak tahu mereka dimana"
"Oh gitu ya" ucap Ana.
"Ya udah makasih ya" ucap Ana.
"Iya" kata dua orang itu.
Akhirnya Ana memutuskan untuk keluar karena didalam aula sangat berisik.
Lalu Ana segera menelepon Lino.
Tidak menunggu lama, Lino langsung mengangkat panggilan telepon dari Ana.
"Hallo, No" ucap Ana.
"Iya kenapa, Na?" tanya Lino.
"No, kamu dimana?" tanya Ana.
"Aku dirumah" jawab Lino.
"Loh! kamu gak ikut prom night?" tanya Ana.
"Enggak" ucap Lino.
"Kamu gimana sih, No. Katanya kemarin bilang mau ikut" ucap Ana sedikit kesal.
"Ya maaf" ucap Lino.
"Ya udah deh aku pulang lagi kalau gitu" ucap Ana.
"Eh, jangan!" cegah Lino.
"Kamu nikmatin aja pestanya, lagian kan temen-temen yang lain juga pada ikut" ucap Lino.
"Tapi aku gak ketemu sama temen-temen aku" kata Ana.
"Nanti juga pasti ketemu kok" ucap Lino.
Lalu Lino langsung mematikan panggilan teleponnya.
"Ih! kok malah dimatiin sih" kesal Ana.
"Gue udah dandan cantik-cantik masa Lino nya gak datang sih" batin Ana.
"Ana!" panggil seseorang.
Ana melihat kearah orang tersebut.
"Clara!!" teriak Ana.
Lalu mereka berdua langsung berpelukan.
"Na, kok luh sendiri sih. Lino nya mana?" tanya Clara.
"Dia gak datang" ucap Ana sambil cemberut.
"Loh bukannya dia mau datang ya" ucap Clara.
"Enggak, dia gak jadi kesini" kata Ana.
"Ya udah luh paksa aja biar dia datang kesini" ucap Clara.
"Enggak ah, nanti kalau dipaksa dia bakal ngambek" ucap Ana.
"Ya gak bakal lah, mana mungkin dia ngambek sama luh" ucap Clara.
"Luh gak tahu aja kalau sekarang tuh Lino sering banget ngambek sama gue" ucap Ana.
"Ngambek kenapa?" tanya Clara.
"Gue juga gak tahu, mungkin karena akhir-akhir ini mood nya gak bagus" ucap Ana.
"Ya udah masuk yuk!" ajak Clara.
Akhirnya mereka berdua masuk kedalam aula.
"Na" panggil Clara sambil menyenggolkan tangannya pada tangan Ana.
"Apa?" tanya Ana sambil mengambil jus yang telah disediakan.
"Gue salah lihat gak sih?" tanya Clara.
"Maksudnya?" bingung Ana.
"Itu lihat!" tunjuk Clara.
"Hah?!" kaget Ana.
"Samperin yuk!" ajak Clara.
"Enggak ah!" tolak Ana.
"Ayo!" ucap Clara sambil menarik tangan Ana.
Mereka berdua segera menghampiri Lia dan Bagas.
"Hai" sapa Clara.
Sontak Lia maupun Bagas jadi menjaga jarak.
"Ada apa, Ra?" tanya Lia.
Clara memicingkan matanya karena ia merasa aneh dengan sikap Lia dan Bagas.
"Gak kenapa-napa, kita cuma pingin kesini aja" ucap Clara.
"Gue kesana dulu ya" ucap Bagas.
"Udah disini aja" ucap Lia.
"Gue mau ke toilet" ucap Bagas.
"Oh ya udah" ucap Lia.
Bagas segera pergi.
"Ada apa nih?" tanya Clara sambil tersenyum.
"Gak ada apa-apa" ucap Lia.
"Luh berdua jadian ya?" tuduh Clara.
"En..nggak kok" ucap Lia sedikit gugup.
"Dari kapan jadiannya?" tanya Clara.
Lia hanya terdiam.
"Oh iya! Felisa kemana ya?" tanya Lia mengalihkan pembicaraan.
"Jawab dulu pertanyaan gue!" ucap Clara yang semakin curiga.
"Iya, gue pacaran sama Bagas" ucap Lia sambil tersipu malu.
"Kapan jadiannya?" tanya Clara.
"Tadi pagi" jawab Lia.
"Wah selamat ya" ucap Clara.
"Makasih" ucap Lia.
"Selamat ya Lia" ucap Ana.
"Iya makasih, Na" ucap Lia.
"Oh iya, Na! luh gak bareng Lino?" tanya Lia.
Ana hanya menggelengkan kepalanya seraya menjawab enggak.
"Dia nya gak mau ikut" kata Ana.
"Pasti dia males datang ya?" tanya Lia.
"Iya kali" ucap Ana.
"Guys! kita duduk disana yuk" tunjuk Clara.
"Ayo" ucap Ana dan Lia.
Mereka bertiga duduk ditempat yang telah disediakan.
"Itu yang nyanyi siapa sih? cempreng banget suaranya" ucap Clara.
"Ra, gak boleh gitu" ucap Ana sambil menahan tawanya.
Ana melihat kearah ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Lino.
Lalu Ana langsung mematikan panggilan telepon tersebut karena Ana sangat kesal dengan Lino.
Ting
Ana segera membuka pesan dari Lino.
Lino 😺 :
Aku udah ada di aula
Sontak Ana langsung melihat ke sekeliling aula untuk mencari keberadaan Lino.
"LINO!!!" teriak Ana sambil berlari kearah Lino.
Ana langsung memeluk Lino.
Sontak orang-orang yang berada didalam aula langsung heboh saat Ana memeluk Lino, bahkan ada yang sampai bertepuk tangan.
Ana langsung menyembunyikan wajahnya pada dada Lino, karena ia tersadar bahwa orang-orang bertepuk tangan kepadanya.
"No, aku malu" ucap Ana.
"Ngapain coba teriak-teriak gitu" ucap Lino sambil tersenyum.
Lino memegang pergelangan tangan Ana dan ia segera menuntun Ana menuju kearah Clara dan Lia. Setelah itu, Ana dan Lino duduk dikursi.
"Malu-maluin luh, Na" ucap Clara sambil tertawa.
"Ya habisnya gue seneng karena Lino datang kesini" ucap Ana.
"Hallo semuanya! selamat malam" ucap MC yang tidak lain adalah siswa dari kelas XII MIPA 1.
"Selamat malam" ucap semuanya.
"Karena malam ini adalah prom night, rasanya gak afdol kalau belum memilih raja dan ratu. Jadi untuk semuanya, tolong tulis dua nama cewek dan cowok pada kertas yang telah disediakan di meja" perintah orang itu.
Akhirnya semua orang langsung menulis satu cewek dan satu cowok pada kertas masing-masing.
Setelah selesai menulis, para panitia langsung mengambil kertas-kertas yang ditulis oleh seluruh siswa dan siswi yang berada di aula.
Lalu para panitia langsung membuka kertas-kertas tersebut.
Beberapa menit kemudian...
"Kini waktunya untuk mengumumkan raja dan ratu pada prom night kali ini"
"Raja prom night nya adalah Arlino dari kelas XII MIPA 4" ucap MC.
Lino langsung mengerutkan keningnya karena ia bingung kenapa orang-orang memilihnya sebagai raja untuk prom night.
"Dan ratu nya adalah Anastasya dari kelas XII MIPA 4" ucap MC.
"Hah?!" bingung Ana.
"Untuk Arlino dan Anastasya silahkan keatas panggung" suruh MC.
"Semuanya berikan tepuk tangan untuk mereka" ucap MC.
Semua langsung bertepuk tangan saat Ana dan Lino naik keatas panggung.
Lalu mereka berdua dipakaikan selempang yang bertuliskan 'Prom King' dan 'Prom Queen'.
"Gimana rasanya jadi raja dan ratu prom night?" tanya MC.
"No, jawab!" suruh Ana.
"Ya kita seneng aja sih" ucap Lino.
"Oh iya, kalian pacaran kan?" tanya MC.
"Iya" ucap Lino.
"Pacaran tapi kok canggung gitu" ucap MC.
"Kita gak canggung kok" ucap Lino sambil merangkul pinggang Ana.
"Anastasya" panggil MC.
"Iya" jawab Ana.
"Kalian beneran pacaran kan?" tanya MC.
Ana hanya mengangguk.
"Pacarannya emang karena saling suka atau karena paksaan?" canda MC.
"Karena saling suka kok" ucap Ana.
"Ya sudah tolong berikan tepuk tangan sekali lagi untuk raja dan ratu prom night" ucap MC.
Semua orang bertepuk tangan dengan meriah.
Setelah itu, Ana dan Lino kembali duduk.
Skip
Setelah acaranya selesai, Lino segera mengantarkan Ana ke suatu tempat.
"Oh iya, Na! ini pake dulu" ucap Lino sambil memberikan penutup mata kepada Ana.
"Ini buat apa?" tanya Ana.
"Udah pake dulu!" perintah Lino.
Dengan terpaksa, Ana menuruti perintah Lino.
"No, kita mau kemana sih?" tanya Ana.
"Nanti juga kamu tahu" ucap Lino.
Setelah sampai ditempat tujuan, Lino langsung memberhentikan mobilnya.
"Ayo turun" ucap Lino.
"No, ini nya buka jangan?" tanya Ana.
"Jangan dulu" ucap Lino.
"Terus aku gimana jalannya?" tanya Ana.
"Kan nanti dipegang sama aku, jadi gak bakal jatuh" ucap Lino sambil turun dari mobil.
Lalu Lino segera mengambil bunga yang ia letakkan di bagasi mobil.
Setelah itu, Lino segera membuka pintu mobil sebelah Ana.
"Ayo turun" ucap Lino sambil memegang tangan Ana.
Brugh
"Aww" ringis Ana saat kepalanya terbentur.
"Maaf" ucap Lino sambil mengelus-elus rambut Ana.
"Bukannya halangin kepala aku nya biar gak kebentur" ucap Ana.
"Maaf" ucap Lino lagi.
"Sakit tahu" ucap Ana.
"Iya maaf, sayang" ucap Lino.
Lino menuntun Ana menuju sebuah taman.
"Ayo buka penutup matanya" suruh Lino.
Ana segera menuruti perintah Lino.
Pada saat dibuka, Ana melihat Lino yang sedang berdiri sambil menghadap kearahnya dengan membawa cincin dan bunga.
"Na, aku mau serius sama kamu" ucap Lino.
"Tapi kita kan belum kuliah atau kerja, No" ucap Ana.
"Kamu gak perlu kuliah atau kerja, soalnya kan nanti aku yang akan nafkahin kamu" ucap Lino.
"Nanti aku bakal kerja di perusahaan papah aku. Jadi kalau masalah ekonomi, kamu gak usah khawatir tentang itu. Lagian tabungan aku masih banyak kok untuk masa depan kita, jadi kamu gak usah cemas" ucap Lino.
Ana hanya terdiam karena tidak menyangka bahwa Lino akan melakukan hal seperti ini.
"Kamu gak mau ya?" tanya Lino karena Ana hanya diam saja.
"Hmm...aku" ucap Ana.
"Aku mau kok" sambung Ana.
Lino langsung tersenyum saat mendengar jawaban Ana.
"Ya udah pakein cincinnya" suruh Ana.
Lino langsung memakaikan cincin tersebut.
Chup
Ana mencium bibir Lino sekilas.
Sontak Lino terkejut karena Ana tiba-tiba menciumnya.
Lalu Lino segera mencium bibir Ana dan Ana pun membalas ciuman dari Lino.
......TAMAT ......