ARLINO

ARLINO
Episode 159



Setelah cukup bosan, akhirnya Ana segera memberikan ponsel tersebut kepada Lino.


Kemudian Lino langsung mengambil ponsel tersebut.


"Bosen banget" ucap Ana.


"Mau jalan-jalan?" tanya Lino.


"Jalan-jalan kemana?" tanya Ana.


"Terserah" ucap Lino.


"Enggak deh, kan kamu lagi sakit" ucap Ana.


"Kan aku udah bilang kalau aku udah sembuh" ucap Lino.


"Ya udah ayo jalan-jalan" ucap Ana.


"Mau jalan-jalan kemana?" tanya Lino.


"Aku mau nya nongkrong di cafe sambil makan kue" ucap Ana.


"Mau nongkrong di cafe mana?" tanya Lino.


"Terserah kamu" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu aku ambil kunci mobil dulu" ucap Lino.


"Kenapa gak pake motor?" tanya Ana.


"Soalnya kan ini siang hari, nanti kamu kepanasan kalau naik motor" ucap Lino.


Lalu Lino segera pergi menuju kamarnya untuk mengambil kunci mobil.


Setelah mengambil kunci mobil, Lino segera kembali menghampiri Ana.


"Ayo" ucap Lino sambil merangkul Ana.


Ana dan Lino segera keluar dari rumah.


Lino segera mengunci pintu rumahnya, setelah itu Lino dan Ana segera masuk kedalam mobil.


Kemudian Lino segera melajukan mobilnya menuju cafe.


Setelah sampai di cafe, mereka berdua segera turun dari mobil. Kemudian mereka segera masuk kedalam cafe tersebut.


"Mau dimana duduknya?" tanya Lino.


"Dipojok aja" tunjuk Ana.


Lalu Ana dan Lino segera duduk di tempat yang paling pojok.


Kemudian mereka berdua segera melihat-lihat menu makanan dan minuman yang ada di cafe tersebut.


"Kamu mau apa?" tanya Lino.


"Aku mau strawberry cake sama es krim strawberry" ucap Ana.


"Mbak" panggil Lino.


Lalu pelayan cafe tersebut langsung menghampiri Ana dan Lino.


"Mau pesan apa, kak?" tanya pelayan itu.


"Kita berdua pesen 2 strawberry cake dan 2 eskrim strawberry" ucap Lino.


"Baik, tunggu sebentar ya" ucap pelayan tersebut.


Lalu pelayan tersebut segera pergi.


"Pesanannya kok disamain" ucap Ana.


"Emang gak boleh ya kalau sama?" tanya Lino.


"Ya boleh sih" ucap Ana.


Lalu pandangan Ana terfokus pada kedua orang di meja samping.


"No" panggil Ana.


"Apa?" tanya Lino.


"Lihat kesamping" bisik Ana.


Lalu Lino segera melihat kesamping nya dan ia melihat dua anak SD.


"Emang mereka kenapa, Na?" bingung Lino.


"Mereka berdua lagi pacaran" bisik Ana.


"Tahu dari mana kalau mereka pacaran?" tanya Lino.


"Kamu emang gak denger tadi anak cowok nya bilang sayang ke ceweknya" bisik Ana.


"Emang iya?" tanya Lino sambil menahan tawanya.


"Iya" ucap Ana.


"Dek" panggil Lino kepada kedua anak SD.


"Apa om?" tanya anak kecil itu.


Lalu Ana langsung tertawa karena Lino dipanggil om oleh anak cowok tersebut.


"Malah ketawa lagi" ucap Lino.


"Habisnya lucu dipanggil om" ucap Ana.


"Dek, kalian kelas berapa?" tanya Lino.


"Kita berdua kelas lima, kak" ucap anak cewek.


"Oh kelas lima" ucap Lino.


"Kalian pacaran ya?" tanya Lino.


"Iya" ucap keduanya.


"Kakak-kakak juga lagi pacaran ya?" tanya anak kecil cewek kepada Ana dan Lino.


"Enggak, kita udah nikah" canda Lino.


"Ih kapan nikahnya coba" ucap Ana.


"Oh udah nikah" ucap anak kecil cewek.


"Iya udah, anaknya ada dua. Namanya Dora sama Dori" ucap Lino.


"Ih enak aja! masa anak aku kucing" ucap Ana.


"Nih makan, sayang" ucap anak kecil cowok sambil menyuapi eskrim kepada pacarnya.


Lalu Ana hanya melihat kearah mereka.


"Kenapa? kamu iri ya lihat mereka?" tanya Lino.


"Enggak iri, cuma aku gemes aja" ucap Ana.


Kemudian pelayan cafe segera menghampiri Ana dan Lino.


"Ini pesanannya" ucap pelayan tersebut.


"Iya sama-sama" ucap pelayan tersebut.


Lalu pelayan tersebut segera pergi.


Ana dan Lino segera memakan kue dan eskrim tersebut.


"Om" ucap anak kecil yang cowok.


Lalu Ana lagi-lagi tertawa karena anak kecil tersebut terus memanggil Lino dengan sebutan om.


"Apa" ucap Lino.


"Pacarnya suapin dong, om! gak so sweet banget jadi cowok" ucap anak kecil tersebut.


"Kamu mau disuapin, Na?" tanya Lino.


"Enggak" ucap Ana.


"Buka mulutnya" suruh Lino sambil mendekatkan sendok yang berisi eskrim ke mulut Ana.


Lalu Ana langsung tersenyum dan ia segera memakan eskrim tersebut.


"Nah gitu dong, om! itu baru namanya cowok" ucap anak kecil yang cowok.


"Na, kayaknya aku harus berguru ke dia deh" bisik Lino.


Ana hanya tersenyum karena mendengar ucapan Lino.


"No" panggil Ana.


"Kenapa?" tanya Lino.


"Itu Felisa bukan sih?" tanya Ana.


"Mana sih?" tanya Lino.


"Itu" tunjuk Ana.


"Iya itu Felisa" ucap Lino.


"Aku samperin ya" ucap Ana.


"Tunggu!" ucap Lino.


Lalu Ana dan Lino melihat seseorang yang mendekat kearah Felisa.


"Gilang" ucap Ana dan Lino bersamaan.


Lalu Ana dan Lino saling melihat satu sama lain.


"Apa jangan-jangan Gilang mau nembak Felisa" ucap Ana.


"No, Gilang suka gak sih sama Felisa?" tanya Ana.


"Dia bilang sih dia biasa aja ke Felisa, tapi katanya dia mau deket dulu sama Felisa soalnya siapa tahu dia jadi suka" ucap Lino.


"Kita samperin mereka jangan?" tanya Ana.


"Jangan lah, nanti mereka berdua jadi canggung kalau ada kita" ucap Lino.


"Kak, om! kita pulang dulu ya" pamit kedua anak kecil tersebut kepada Lino dan Ana.


"Iya hati-hati ya" ucap Ana.


Lalu kedua anak kecil itu segera pergi.


"Lucu banget sih" ucap Ana.


"Siapa?" tanya Lino.


"Kedua anak kecil itu lah" ucap Ana.


"Kamu suka anak kecil ya?" tanya Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Mau?" tanya Lino.


"Hah?" bingung Ana.


"Maksud aku, nanti kalau kamu udah nikah mau punya anak?" tanya Lino.


"Ya mau lah" ucap Ana.


"Menurut kamu lebih lucu anak cewek atau cowok?" tanya Lino.


"Dua-duanya juga lucu" ucap Ana.


"Oh jadi kamu pingin dua-duanya?" tanya Lino.


"No, ngapain sih bahas anak. Nikah juga belum" ucap Ana.


"Aku kan cuma pingin nanya aja ke kamu" ucap Lino.


"No, udah ini mau kemana?" tanya Ana.


"Kamu mau nya kemana?" tanya Lino.


"Ke hati kamu" gombal Ana.


"Ke hati aku? bukannya sekarang kamu ada dihati aku ya" ucap Lino.


"Udah, jangan bikin aku salah tingkah mulu" ucap Ana.


"Perasaan kamu duluan yang gombal, tapi kok kamu yang salah tingkah" ucap Lino.


"Kan aku baperan orangnya" ucap Ana.


"Makanya jangan kebanyakan nonton drama Korea" ucap Lino.


"Emang baperan sama nonton drama Korea apa hubungannya?" tanya Ana.


"Kan pasti drama Korea romantis semua dan itu yang ngebuat orang jadi baperan" ucap Lino.


"Tapi drama Korea gak semuanya romantis kok, ada juga yang genrenya horor, komedi dan lain-lain" ucap Ana.


"Aku kira semua drama Korea itu romantis semua" ucap Lino.


"Ya enggak lah" ucap Ana.


"Ya udah, No! ayo pulang" ucap Ana.


"Kamu mau langsung pulang?" tanya Lino.


"Iya pulang aja deh, soalnya aku ngantuk" ucap Ana.


"Bentar ya, aku bayar dulu" ucap Lino.


"Oh iya lupa, nih uangnya" ucap Ana.


"Aku kan udah bilang, kalau kamu lagi bareng aku jangan bayar. Biar aku aja yang bayar" ucap Lino.


Lalu Lino segera pergi untuk membayar pesanannya dan juga pesanan Ana.


Setelah membayar, Lino dan Ana segera menghampiri Gilang dan Felisa.


"Lang, Fel! gue sama Ana pergi duluan ya" ucap Lino.


Sontak Gilang dan Felisa langsung terkejut karena ternyata di cafe tersebut ada Ana dan juga Lino.