ARLINO

ARLINO
Episode 160



Keesokan harinya


Jam 5 pagi


Ana segera menghampiri mamahnya yang berada di kamar.


Tok...tok...tok


"Mah" panggil Ana.


Cklek


Pintu kamar dibuka oleh mamah.


"Kenapa, Na?" tanya mamah.


"Ana pamit dulu ya, mah" ucap Ana.


"Mau kemana?" tanya mamah.


"Ke nikahannya sepupu Lino" ucap Ana.


"Pagi-pagi amat berangkatnya" ucap mamah.


"Iya soalnya kan tempatnya jauh" ucap Ana.


"Oh iya, mah! tolong dandanin Ana dong" ucap Ana.


"Ya udah sini, mamah dandanin" ucap mamah.


Lalu Ana segera masuk kedalam kamar mamahnya.


Kemudian mamah segera mendandani Ana.


Skip


Setelah selesai di dandani, Ana segera melihat ke cermin yang ada di kamar mamahnya.


"Kamu bawa kunci rumah cadangan kan?" tanya mamah.


"Iya bawa" ucap Ana.


"Ya udah nanti jangan lupa pintu rumahnya kunci ya, soalnya mamah mau lanjut tidur" ucap mamah.


"Iya" ucap Ana.


"Lino nya udah datang, Na?" tanya mamah.


"Belum, tadi bentar lagi nyampe" ucap Ana.


"Oh iya, nanti dijalan jangan lupa beli makan ya, soalnya takut kamu masuk angin di jalan" ucap mamah.


"Iya" ucap Ana.


"Ya udah Ana pamit dulu ya, mah" ucap Ana sambil mencium tangan mamahnya.


"Iya" ucap mamah.


Lalu Ana segera pergi keluar dan ia langsung mengunci pintu rumahnya.


Kemudian Ana segera menunggu Lino didepan rumahnya.


Beberapa menit kemudian, mobil Lino tiba di depan rumah Ana. Lalu Lino segera keluar dari mobilnya.


"Ayo, No" ucap Ana.


Seketika Lino terdiam sejenak karena terpesona dengan Ana.


"No" panggil Ana.


"Eh! ayo masuk" ucap Lino.


Lalu mereka berdua segera masuk kedalam mobil.


"Seatbelt nya pasang dulu" perintah Lino.


"Oh iya" ucap Ana sambil memakai seatbelt.


Kemudian Lino segera melajukan mobilnya.


"No, AC nya boleh dimatiin gak? soalnya dingin banget" ucap Ana.


"Oh iya aku lupa kalau kamu gak suka dingin" ucap Lino sambil mematikan AC mobilnya.


"Kamu mau makan apa? biar nanti kita beli dijalan?" tanya Lino.


"Aku pingin bubur ayam" ucap Ana.


"Ya udah nanti kita beli ya kalau ketemu pedagang bubur ayam" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Kamu mau beli bubur ayam juga?" tanya Ana.


"Iya lah, kan sekalian" ucap Lino.


"Kamu didandani sama mamah kamu ya?" tanya Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Aku gak cocok ya pake make up?" tanya Ana.


"Cocok kok, jadi makin cantik" ucap Lino sambil tersenyum.


"Beneran?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Aku jadi takut deh kesana" ucap Lino.


"Takut kenapa?" tanya Ana.


"Takut ada cowok yang naksir kamu" ucap Lino.


"Yang ada kamu kali yang banyak ditaksir cewek" ucap Ana.


"Tapi serius deh kamu cantik banget" ucap Lino.


"Berarti kalau gak makeup gak cantik ya?" tanya Ana.


"Cantik lah! tapi kalau di makeup cantiknya nambah, sampe-sampe bikin pangling" ucap Lino.


"No" panggil Ana.


"Apa" ucap Lino.


"Aku boleh tidur bentar gak? soalnya aku masih ngantuk" ucap Ana.


"Kalau mau tidur ya tidur aja, Na" ucap Lino.


"Beneran gak apa-apa?" tanya Ana.


"Iya tidur aja" ucap Lino.


"Maaf ya" ucap Ana.


"Kenapa minta maaf?" bingung Lino.


"Ya kan takutnya gak sopan, kamu nya nyetir terus aku nya malah tidur" ucap Ana.


"Udah, kamu tidur aja! aku gak apa-apa kok" ucap Lino.


"Ya udah aku tidur ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Satu jam kemudian.


"Na, bangun" ucap Lino sambil menepuk pundak Ana.


Lalu Ana segera membuka matanya.


"Udah sampe ya, No?" tanya Ana.


"Belum" ucap Lino.


"Ayo turun, katanya mau bubur ayam" ucap Lino.


"Bentar, aku mau ngumpulin nyawa dulu" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu biar aku beliin aja" ucap Lino.


"Kamu mau pake apa aja bubur nya?" tanya Lino.


"Pake ayam" ucap Ana.


"Ya iyalah, namanya juga bubur ayam pasti pake ayam lah" ucap Lino sambil tertawa kecil.


"Kan kata kamu pake apa, ya aku jawab aja pake ayam" ucap Ana.


"Maksud aku bumbunya mau apa aja?" tanya Lino.


"Aku mau pake kecap asin sambil sambel yang banyak" ucap Ana.


"Jangan terlalu banyak, nanti sakit perut" ucap Lino.


"Gak apa-apa, lagian aku kuat pedes kok" ucap Ana.


"Mau pake kacang gak?" tanya Lino.


"Pake" ucap Ana.


"Seledri sama bawang pake gak?" tanya Lino.


"Enggak, soalnya aku gak suka sayuran" ucap Ana.


"Pake kerupuk?" tanya Lino.


"Ya pake lah" ucap Ana.


"Ya udah aku beliin dulu ya" ucap Lino.


"No, sama beli minumnya" ucap Ana.


"Iya siap" ucap Lino.


Lalu Lino segera pergi membeli bubur ayam dan air mineral.


Skip


Setelah selesai membeli bubur dan air mineral, Lino segera masuk kedalam mobilnya.


"Ini" ucap Lino sambil memberikan bubur ayam dan air mineral kepada Ana.


"Makasih" ucap Ana sambil mengambil bubur ayam dan air mineral tersebut.


"Iya sama-sama" ucap Lino.


"Sekarang jam berapa, No?" tanya Ana.


"Jam setengah tujuh" ucap Lino sambil melihat kearah jam tangannya.


"Acaranya sebentar lagi dong" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu kamu nyetir aja, nanti biar aku yang suapin kamu" ucap Ana.


"Enggak apa-apa, makan dulu aja" ucap Lino.


"Tapi kan acaranya jam tujuh" ucap Ana.


"Ya emang, tapi gak apa-apa telat juga" ucap Lino.


"Gak apa-apa gimana? nanti yang ada kamu dimarahin gara-gara telat" ucap Ana.


"Gak apa-apa, Na! makan aja, lagian bentar lagi nyampe" ucap Lino.


"Ya udah deh" ucap Ana.


Lalu mereka berdua segera memakan bubur tersebut.


Setelah selesai makan, Lino segera melanjutkan perjalanan menuju gedung Prinanda.


"No, aku deg-degan" ucap Ana.


"Deg-degan kenapa?" tanya Lino yang sedang menyetir.


"Takut telat" ucap Ana.


"Gak apa-apa telat juga, yang penting kan hadir" ucap Lino.


"Oh iya, Na! tadi kamu mimpi apa? kok sampe ngigau gitu" ucap Lino.


"Emang aku ngigau?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Ngigau apa?" tanya Ana.


"Gak tahu sih soalnya aku gak denger jelas, tapi yang pasti tadi kamu ngigau" ucap Lino.


"Aku mimpi apa ya?" pikir Ana.


"Gak tahu ah lupa" ucap Ana lagi.


"No, kamu kalau nyetir suka ngantuk gak?" tanya Ana.


"Suka" ucap Lino.


"Tapi kalau ngantuk aku langsung ngerokok, biar gak ngantuk lagi. Soalnya kan bahaya kalau ngantuk waktu nyetir" ucap Lino.


"Tadi kamu ngantuk gak?" tanya Ana.


"Ya ngantuk sih dikit" ucap Lino.


"Berarti tadi kamu ngerokok?" tanya Ana.


"Enggak" ucap Lino.


"Katanya kalau kamu ngantuk, kamu bakal ngerokok" ucap Ana.


"Aku gak bakal ngerokok kalau ada kamu" ucap Lino.


"Kenapa?" tanya Ana.


"Ya gak kenapa-napa, cuma aku gak mau aja kalau ngerokok didepan kamu" jelas Lino.


"Kalau mau ngerokok ya ngerokok aja, aku gak larang kok. Lagian kan itu hak kamu" ucap Ana.


"Enggak, aku gak bakal ngerokok didepan kamu karena aku takut kalau kamu ngikutin kebiasaan buruk aku" ucap Lino.


"Aku gak bakal ikutan ngerokok kok" ucap Ana.


"Terus waktu itu kamu kenapa nanya-nanya tentang rokok, vape ke aku?" tanya Lino.


"Kan aku cuma pingin tahu doang" ucap Ana.


"Lagian kalau aku ngerokok, bisa-bisa aku dimarahin sama mamah" ucap Ana lagi.