
Skip
Jam Istirahat
* Kantin
"Aku boleh duduk disini gak?" tanya Lino.
"Enggak" ucap Ana.
"Ya udah deh kalau gak boleh" ucap Lino.
Lalu Lino segera pindah ke tempat lain.
"Na, kenapa gak boleh?" tanya Lia.
"Soalnya kalau dia ada disini nanti nanya-nanya mulu sama gue" ucap Ana.
"Luh segitu nya amat, Na. Kasihan tahu dia" ucap Clara.
Ana langsung melihat kearah Lino dan kalau dipikir-pikir ia merasa kasihan juga kepada Lino.
Akhirnya Ana memanggil Lino.
"Arlino" panggil Ana namun Lino tidak melihat kearahnya.
"Hayo loh Lino nya marah" ucap Felisa.
Karena merasa bersalah, Ana langsung menghampiri Lino.
"Lino" panggil Ana sambil duduk dikursi yang berada didepan Lino.
"Luh marah ya?" tanya Ana.
"Gak" ucap Lino.
"Luh boleh kok makan sama kita" ucap Ana.
"Udah telat, makanan aku udah mau habis" ucap Lino.
"Perasaan nasi uduk nya masih banyak deh" ucap Ana.
Lalu Gilang segera duduk disebelah Lino.
"No, maaf ya" ucap Ana.
"Ada apa nih?" tanya Gilang.
"Lino marah sama gue gara-gara tadi gue gak ngebolehin dia makan bareng gue dan yang lain" jelas Ana.
"Hayo loh ngambek" ucap Gilang.
"No, maafin ya" ucap Ana.
"Dia gak bakal maafin luh" ucap Gilang.
"Ih Gilang berisik!" ucap Ana.
Ana mengambil sesuatu di rok nya.
"Ini sebagai permintaan maaf dari gue" ucap Ana sambil memberikan permen tangkai kepada Lino.
Lino berusaha sekuat tenaga untuk tidak tertawa.
"Emangnya Lino anak kecil apa, pake dikasih permen segala" ucap Gilang.
"Ya udah nih" ucap Ana sambil memberikan uang lima puluh ribu kepada Lino.
"Dia udah kaya, jadi gak butuh uang" ucap Gilang.
"Ya udah sih kalau gak mau" ucap Ana sambil kembali menghampiri Clara, Felisa dan Lia.
"No, cuma gara-gara gitu doang luh marah?" tanya Gilang sambil memakan mie.
"Enggak, gue gak marah kok" ucap Lino.
"Terus kenapa luh diem?" tanya Gilang.
"Ya biar Ana merasa bersalah" ucap Lino.
"Oh iya, No! kenapa ya Bagas sama Aldi gak mau kumpul bareng kita lagi? padahal kan kita udah pada baikan" heran Gilang.
"Mungkin mereka masih marah kali sama gue" ucap Lino.
"No..no" panggil Gilang.
"Apaan?" tanya Lino.
"Ana lihatin kearah luh mulu" ucap Gilang.
"Emang iya?" tanya Lino.
"Iya, lihat aja sendiri" ucap Gilang.
"Gak mau ah! soalnya gue sengaja mau cuekin dia" ucap Lino.
Disisi lain
"Luh kenapa lihatin Lino mulu?" tanya Felisa.
"Lino marah beneran kayaknya sama gue" ucap Ana.
"Enggak mungkin lah cuma gara-gara gitu doang dia marah" ucap Felisa.
"Guys, emang bener ya kalau Lino suka nonjok orang kalau lagi marah?" tanya Ana.
"Iya" ucap Clara, Lia dan Felisa.
"Kalau gue ditonjok gimana guys?" ucap Ana sedikit ketakutan.
Lia, Clara dan Felisa langsung tertawa karena mendengar ucapan Ana.
"Mana mungkin lah dia nonjok cewek" ucap Clara.
"Oh jadi cuma cowok doang?" tanya Ana.
"Iya" ucap Clara.
"Syukur deh kalau gitu" ucap Ana.
"Oh iya, Na! luh ngasih tahu mamah luh gak kalau ternyata luh udah tahu bahwa luh pacar Lino" ucap Lia.
"Iya, mamah gue udah tahu" ucap Ana.
"Terus mamah luh masih ngelarang luh deket sama Lino gak?" tanya Clara.
"Kalau ngelarang sih enggak, cuma mamah gue ngelarang nya kalau gue jalan-jalan sama Lino" jelas Ana.
"Permisi, kak" ucap adik kelas.
Sontak Ana, Lia, Clara dan Felisa langsung melihat kearah adik kelas tersebut.
"Ada apa?" tanya Clara.
"Kak Anastasya disuruh ke ruang BK" ucap adik kelas.
"Mau ngapain?" tanya Clara penasaran.
"Aku gak tahu, tapi tadi guru BK nyuruh aku buat panggil kak Ana" ucap adik kelas.
"Ya udah, kak! saya pergi dulu ya" ucap adik kelas.
"Iya" ucap Ana.
"Ada apa sih, Na?" tanya Lia.
"Gue gak tahu" ucap Ana.
"Tadi guru lupa razia Ana kali" ucap Felisa.
"Razia apa? perasaan rambut gue gak diwarnai" ucap Ana.
"Rok luh kependekan mungkin" ucap Felisa.
"Enggak kok, malah rok nya Ana lebih panjang dari pada rok gue" ucap Clara.
"Guys, kok gue deg-degan ya" ucap Ana.
"Kalau deg-degan ya gak usah ke ruang BK" ucap Lia.
"Tapi kalau gak kesana nanti gue dimarahin" ucap Ana.
"Ya udah deh kalau gitu gue ke ruang BK dulu ya" ucap Ana sambil pergi.
Lino menghampiri Lia, Clara dan Felisa.
"Ana mau kemana?" tanya Lino.
"Ke ruang BK" ucap Clara.
"Mau ngapain?" tanya Lino.
"Gak tahu" ucap Clara.
Lino segera menyusul Ana ke ruang BK.
...****...
* Ruang BK
"Pak, kenapa ya manggil saya?" tanya Ana.
"Ana, apa benar kalau yang ada di video itu kamu?" tanya guru BK sambil menunjukkan video Ana yang sedang minum alkohol.
"Ini diedit kali, pak. Mana mungkin saya ke tempat kayak gituan" ucap Ana.
"Serius bukan kamu?" tanya guru BK.
"Iya bukan, pak. Lagian saya kan gak suka minum kayak gituan" ucap Ana.
"Ya sudah kalau bukan" ucap guru BK.
"Emang bapak dapet video dari siapa?" tanya Ana.
"Dari Faisal anak XII MIPA 1" ucap guru BK.
"Ya sudah pak, karena saya bukan yang ada di video itu. Saya boleh keluar kan dari sini?" tanya Ana.
"Ya sudah boleh" ucap guru BK.
Pada saat keluar, Ana terkejut karena tepat didepan pintu ruang BK ada Lino.
"Luh ngapain kesini?" tanya Ana.
"Aku cuma-" ucap Lino terhenti.
"Cuma apa?" tanya Ana.
"Aku kangen aja sama ruangan BK, makanya aku kesini" ucap Lino.
"Kangen?" heran Ana.
"Iya, kangen" ucap Lino.
"Aneh banget luh, masa kangen ke ruang BK" ucap Ana.
"Oh iya, tadi kamu kenapa dipanggil ke ruang BK?" tanya Lino.
"Tadi pak BK nanyain tentang video orang yang mirip aku, dan orang itu lagi minum alkohol" ucap Ana.
Lino langsung emosi karena ternyata Rafly tidak menepati janjinya untuk menghapus video tersebut.
"Tapi ya orang itu mirip gue banget tahu" ucap Ana.
"Guru BK dapet video itu dari siapa?" tanya Lino.
"Katanya sih dari Faisal anak XII MIPA 1" ucap Ana.
Lino langsung berlari menuju kelas XII MIPA 1.
"Loh! mau kemana tuh bocah" gumam Ana.
Ana segera pergi menuju kelasnya.
* Kelas
Sesampainya di kelas, Ana langsung duduk dikursinya.
"ANA!ANA!" teriak Putri.
"Iya kenapa?" tanya Ana.
"Pacar luh lagi berantem sama anak kelas XII MIPA 1" ucap Putri.
"Hah?!" kaget Ana.
"Ya udah anterin gue kesana yuk!" ucap Ana.
"Ya udah ayo" ucap Putri.
Lalu Ana dan Putri segera pergi menuju kelas XII MIPA 1.
* Kelas XII MIPA 1
Setelah sampai Ana langsung menghampiri Lino yang sedang ditahan oleh anak cowok.
"Lepasin anj*ng!" ucap Lino menghempaskan tangan dua orang cowok yang memegangnya.
"Lino!" panggil Ana.
Sontak Lino langsung melihat kearah Ana.
Ana langsung menghampiri Lino.
"Ayo ikut gue" ucap Ana sambil menarik tangan Lino.
Lino hanya menurut saja kepada Ana.
"Luh kenapa sih pake berantem segala?" tanya Ana.
"Ya habisnya dia-" ucap Lino.
"Habisnya dia yang ngasih tahu video itu ke guru BK, gitu?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Tapi kan itu bukan video gue, jadi luh gak usah marahin orang itu" ucap Ana.
"Na, kita sebenernya mau kemana sih? kok tangan aku dipegang mulu" ucap Lino sambil tersenyum.
Sontak Ana langsung melepaskan pegangannya.
"No, luh udah gak marah sama gue?" tanya Ana.
"Aku masih marah kok" ucap Lino sambil pergi.
Lalu Ana segera menyusul Lino.
* Kelas
Ana segera duduk disebelah Lia.
"Habis dari mana, Na?" tanya Lia.
"Gue habis dari kelas XII MIPA 1" jawab Ana.
"Mau ngapain kesana?" tanya Lia.
"Tadi gue nyamperin Lino, soalnya tadi Lino berantem sama anak kelas XII MIPA 1" ucap Ana.
"Tuh orang berantem mulu kerjaannya" ucap Lia.
"Lino bandel banget ya" ucap Ana.
"Iya, bandel banget dia. Mana sering bolos lagi" ucap Lia.
"Lia" panggil Ana.
"Apa" ucap Lia.
"Gue dulu kenapa bisa suka sama Lino?" tanya Ana.
"Ya mana gue tahu" ucap Lia.
"Kirain luh tahu gitu kenapa gue bisa suka sama dia" ucap Ana.
"Coba tanya Clara aja, soalnya luh seringnya curhat ke dia" ucap Lia.
Ana segera menengok kebelakang.
"Ra" panggil Ana.
"Kenapa?" tanya Clara.
"Dulu gue kenapa bisa suka sama Lino?" tanya Ana pelan.
"Soalnya Lino perhatian banget sama luh, makanya luh jadi suka sama dia" ucap Clara.
"Oh gitu" ucap Ana.
"Selamat siang anak-anak" ucap guru yang baru datang.
"Siang, Bu" ucap semuanya.
Kemudian Bu Yuni menerangkan materi tentang Puisi kepada murid-muridnya.
"Oke sekarang ibu minta kalian buat sebuah puisi, nanti kalau yang sudah kumpulkan kedepan" ucap Bu Yuni.
"Boleh puisi tentang cinta gak, Bu?" tanya Gilang.
Lalu murid-murid langsung mengerjakan tugas tersebut.
...****...
Krining... krining
Bel pulang pun berbunyi.
"Na, ayo pulang" ucap Raka yang berada didekat pintu kelas Ana.
"Bentar dulu, gue lagi nyari kalung gue" ucap Ana.
"Nyari kalung, Na?" tanya Lino yang tiba-tiba muncul.
"Iya" ucap Ana yang sibuk mencari kalung.
"Kalung yang dari aku?" tanya Lino memastikan.
"Iya" ucap Ana.
"Tadi pas di kelas XII MIPA 1, gue masih pake kalung gak?" tanya Ana.
"Enggak" ucap Lino.
"Na, ayo cepet! gue sakit perut nih" ucap Raka.
"Luh pulang duluan aja, Ka" ucap Ana.
"Terus luh pulang nya gimana?" tanya Raka.
"Gue nanti naik ojek" ucap Ana.
"Ya udah gue pulang duluan ya" ucap Raka.
"Iya" ucap Ana.
"Kalungnya jatuh kali pas dikantin" ucap Lino.
"Iya kali ya" ucap Ana.
Lalu Ana langsung berjalan menuju kantin.
Lino mengikuti Ana dari belakang.
"No, luh ngapain ngikutin gue?" tanya Ana.
"Gue mau bantuin cari kalungnya" ucap Lino.
"Ya udah luh cari dikelas XII MIPA 1 sana!" perintah Ana.
"Cari nya bareng-bareng aja" ucap Lino.
"Ya udah deh terserah" ucap Ana.
Lalu mereka berdua segera mencari kalung di kantin.
"No, ketemu gak?" teriak Ana.
"Enggak" ucap Lino.
Setelah dari kantin, mereka berdua segera mencari ke kelas XII MIPA 1.
"Ada gak, No?" tanya Ana.
"Gak ada" ucap Lino.
"Ya udah kalau gitu gue ke UKS dan luh ke lapangan ya" perintah Ana.
"Iya" ucap Lino.
Ana segera pergi menuju UKS. Sedangkan Lino, ia segera pergi menuju lapangan.
Karena tidak menemukan kalung Ana, akhirnya Lino segera menghampiri Ana yang berada di UKS.
"Ada gak, No?" tanya Ana.
"Gak ada" ucap Lino.
"Apa jangan-jangan di rooftop ya" ucap Ana.
"Bisa jadi sih" ucap Lino.
Akhirnya mereka berdua segera pergi menuju rooftop.
* Rooftop
"Na, itu kalung kamu" tunjuk Lino.
"Eh iya" ucap Ana sambil mengambil kalung tersebut.
"Akhirnya ketemu juga" ucap Ana.
"Suka banget ya sama kalungnya?" tanya Lino.
"Iya, suka banget" ucap Ana.
"Sini" ucap Lino sambil mengambil kalung tersebut.
Lalu Lino segera memakaikan kalung tersebut kepada Ana.
"Makasih" ucap Ana.
"Makasih buat apa?" tanya Lino yang masih memainkan kalung kepada Ana.
"Karena udah bantuin nyari kalungnya" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Lino sambil tersenyum.
"No, udah belum sih pakein kalungnya?" tanya Ana.
"Belum" bohong Lino.
Lino semakin mendekatkan dirinya dengan Ana.
Tiba-tiba detak jantung Ana berdebar kencang saat Lino menatapnya.
Ana langsung menelan saliva nya.
"Deg-degan ya?" tanya Lino sambil tersenyum.
"Enggak" ucap Ana sambil mengalihkan pandangannya.
"No, udah bel-" tanya Ana.
Chup
Lino mencium bibir Ana sekilas.
"Udah" ucap Lino.
Tubuh Ana langsung mematung dan pipinya seketika memerah.
"Ya udah ayo pulang" ucap Lino.
Ana masih terdiam.
"Loh! kok kamu malah diem sih" ucap Lino lagi.
"Hah?" tanya Ana karena ia tidak mendengarkan ucapan Lino.
"Ayo pulang" ajak Lino.
"Ya udah ayo" ucap Ana.
Akhirnya mereka berdua segera pergi.
"Na, pulang nya bareng aku aja" ucap Lino.
"Gak usah, aku pulang naik ojek aja" ucap Ana.
"Jangan naik ojek, soalnya waktu itu ada berita katanya ada tukang ojek yang nyulik orang" bohong Lino.
"Emang iya?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Ya udah ayo" ucap Lino.
"Enggak ah! nanti aku takut dimarahin mamah kalau tahu pulang nya dianter kamu" ucap Ana.
"Gak bakal, lagian kan mamah kamu lagi kerja" ucap Lino.
"Ya udah deh kalau gitu" ucap Ana.
Lalu Lino segera memakaikan helmnya kepada Ana.
"Kok dipakein ke aku sih" ucap Ana.
"Soalnya biar kamunya aman" ucap Lino.
"Terus kamu gak pake helm dong" ucap Ana.
"Ya gak apa-apa" ucap Lino.
"Kamu aja deh yang pake, soalnya kegedean banget helmnya" ucap Ana.
"Udah pake aja" ucap Lino sambil menaiki motornya.
"Ya udah cepet naik" ucap Lino.
Ana segera menaiki motor Lino.
Kemudian ia segera melajukan motornya.
(Diperjalanan)
"Na" panggil Lino.
"Apa" ucap Ana.
"Tadi kok manggilnya pake aku kamu" ucap Lino.
"Ya emang kenapa? masalah gitu?" tanya Ana.
"Ya enggak sih" ucap Lino.
"Oh iya, Na! helm yang kamu pake itu kado dari kamu tahu" ucap Lino.
"Oh ini dikasih aku?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino.
"No, cepetan dong! lama banget bawa motornya" ucap Ana.
"Ya kan aku sengaja bawa motornya lambat, biar lama bareng kamu nya" ucap Lino.
Skip
Sesampainya di rumah, Ana langsung turun dari motor.
"Makasih" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Lino.
"Ya udah sana pulang" ucap Ana.
"Iya, kan ini juga mau pulang" ucap Lino.
"Ya udah sana" ucap Ana.
"Helm aku nya siniin dulu" ucap Lino.
"Oh iya lupa" ucap Ana.
Lalu Ana segera memberikan helm kepada Lino.
"Ya udah aku pulang dulu ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
Lino segera melajukan motornya.
Setelah Lino pergi, Ana langsung masuk kedalam rumahnya.
* Kamar
Saat berada dikamar, Ana terus memikirkan kejadian yang tadi dirooftop.
"Ya ampun bodoh banget gue, harusnya tadi tuh gue pukul dia. Enak aja dia main cium-cium gue segala" gerutu Ana.
Setelah itu, Ana segera mandi karena ia sangat kegerahan.
Setelah selesai mandi, Ana segera berganti pakaian. Kemudian ia segera pergi ke ruang tengah untuk menonton televisi.
Ting
Ana langsung melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada chat dari Lino.
Arlino :
Na
Ana langsung membalas pesan dari Lino.
^^^Ana :^^^
^^^Apa^^^
Arlino :
Na
^^^Ana :^^^
^^^Apaan sih, No?^^^
Arlino :
Ana langsung melemparkan ponselnya karena terkejut saat melihat foto yang dikirim oleh Lino.
"Ih nyebelin banget sih Lino" kesal Ana sambil mengambil kembali ponselnya.
Ting
Ana kembali melihat chat dari Lino.
Arlino :
Kaget gak?
Lalu Ana langsung membalas pesan tersebut.
^^^Ana :^^^
^^^Enggak!^^^
Arlino :
Kirain bakal kaget
^^^Ana :^^^
^^^Gak kaget sama sekali^^^
Arlino :
Tapi temen-temen aku kaget tahu pas aku ngirim foto itu
^^^Ana :^^^
^^^Gak nanya^^^
Arlino :
Ngeselin banget ya sekarang
^^^Ana :^^^
^^^Yang ngeselin tuh kamu, masa tiba-tiba ngirim foto hantu^^^
Arlino :
Kangen dori gak?
^^^Ana :^^^
^^^Dori siapa?^^^
Arlino :
Kucing aku
^^^Ana :^^^
^^^Kamu ternak kucing ya?^^^
Arlino :
Enggak
Aku cuma piara dua kucing aja kok, gak banyak
^^^Ana :^^^
^^^Aku tebak, pasti nama kucing satu lagi Dora ya?^^^
Arlino :
Iya
Arlino :
Kamu kok inget, Na
^^^Ana :^^^
^^^Aku gak inget, aku cuma nebak aja^^^
Arlino :
Kamu loh yang ngasih nama kucingnya Dora
^^^Ana :^^^
^^^Aku yang ngasih nama?^^^
Arlino :
Iya
Arlino :
Na, aku boleh nanya sesuatu gak?
Ana :
Mau nanya apa?
Arlino :
Semenjak hilang ingatan, kamu suka ke cowok lain gak?
Ana :
Enggak
Arlino :
Masih sukanya ke aku?
^^^Ana :^^^
^^^Enggak juga 🤣😂^^^
Arlino :
Kamu yang sekarang tuh agak ngeselin ya
^^^Ana :^^^
^^^Kamu juga sama ngeselin^^^
Arlino :
Emang aku ngeselin apa sih?
^^^Ana :^^^
^^^Ya ngeselin aja^^^
Arlino :
Maksudnya penyebab ngeselin nya apa?" tanya Lino.
^^^Ana :^^^
^^^Ya gara-gara tadi^^^
Arlino :
Gara-gara tadi aku cium ya?
^^^Ana :^^^
^^^Hmm^^^
Arlino :
Oh jadi gara-gara itu
^^^Ana :^^^
^^^Udah jangan dibahas^^^
Arlino :
Padahal dulu sering, tapi kok sekarang malah dibilang nyebelin
^^^Ana :^^^
^^^Sering?^^^
Arlino :
Iya
^^^Ana :^^^
^^^Kamu pasti bohong kan?^^^
Arlino :
Kenapa sih kamu bilang aku bohong terus? padahal kan aku ngomong yang sebenarnya.
^^^Ana :^^^
^^^Habisnya kamu kelihatan kayak orang yang sering ngebohong 😂^^^
Arlino :
Enak aja! 🤬
^^^Ana :^^^
^^^😂✌️^^^
Arlino :
Na, udah dulu ya chat nya. Soalnya aku mau pergi ke rumah orang tua aku dulu
^^^Ana :^^^
^^^Oh ya udah^^^