ARLINO

ARLINO
Episode 197



Sesampainya diatas bukit, Ana dan Lino segera turun dari motor.


"Enak ya, dingin banget udaranya" ucap Lino.


"Gak enak, soalnya aku gak suka dingin" ucap Ana.


"Siang hari aja dingin, pasti kalau malam hari lebih dingin ya No?" tanya Ana.


"Iya, malem hari dingin banget" ucap Lino.


"Na, foto yuk" ucap Clara yang datang bersama Felisa.


"Ayok!" ucap Ana.


"No,tolong fotoin dong" ucap Clara sambil memberikan ponselnya kepada Lino.


"Eh jangan dulu di foto, kita cari pemandangan yang bagus dulu" ucap Felisa.


"Disana yuk fotonya" tunjuk Ana.


"Yuk" ucap Clara dan Felisa bersamaan.


Mereka segera berjalan menuju tempat yang ditunjuk oleh Ana.


"Ya udah cepet fotoin, No" ucap Ana.


Lino segera memotret mereka bertiga.


"Gue ikutan" ucap Gilang sambil berdiri di samping Felisa.


"Udah ah! pegel gue" ucap Lino sambil memberikan ponsel kepada Clara.


"Kampret luh! baru juga gue datang, udah selesai aja foto-fotonya" ucap Gilang.


"Sayang, foto yuk!" ucap Felisa kepada Gilang.


"Ya udah ayo" ucap Gilang.


"No, foto yuk!" ajak Ana.


"Enggak mau ah! aku jelek" ucap Lino.


"Jelek dari mananya coba, orang ganteng gitu" ucap Ana.


"Ayo foto" mohon Ana.


"Foto aja kali, cuma foto ini masa gak mau" sahut Clara.


"Ya udah ayo" ucap Lino.


"Ra, tolong fotoin dong" ucap Ana sambil memberikan ponselnya kepada Clara.


Lalu Clara segera mengambil ponsel tersebut.


"No, sini" ucap Ana.


Lino segera berdiri disebelah Ana.


"No, ekspresi luh kok tegang amat kayak mau ujian" ucap Clara.


"No, senyum" perintah Ana.


Lino langsung tersenyum dengan terpaksa.


"Senyumnya jangan kayak terpaksa gitu dong" ucap Ana sambil tertawa kecil.


"Ini jadi gak sih difoto nya?" tanya Clara.


"Jadi kok" ucap Ana.


"Ya udah cepet gaya" ucap Clara.


"No, aku pingin kayak gitu difotonya" tunjuk Ana kearah Bayu dan Salsa.


"Ya udah cepet naik" ucap Lino.


Ana segera naik ke punggung Lino.


Kemudian Clara langsung memotret Ana dan Lino.


Setelah difoto, Ana segera turun dari punggung Lino.


"Aku berat gak, No?" tanya Ana.


"Enggak" ucap Lino.


"Nih, handphone nya" ucap Clara sambil memberikan ponsel milik Ana.


"Makasih ya udah ngefotoin" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Clara.


"Luh kenapa gak bareng Bobby?" tanya Ana.


"Gue malu, soalnya kan kita baru kenal" ucap Ana.


"Gak usah malu, katanya pingin pacaran tapi kok malu-malu" ucap Ana.


"Bob" panggil Lino.


"Kenapa?" tanya Bobby sambil menghampiri Lino.


"Katanya Clara pingin foto bareng sama luh" ucap Lino.


"Hah?! kapan gue ngomong kayak gitu?" tanya Clara.


"Alah, gak usah malu-malu kali. Kalau mau foto ya foto aja, gak usah gengsi" ucap Lino.


"Ya udah ayo foto" ucap Bobby.


"Gue fotoin kalian ya" ucap Ana.


"Cepet kesana!" suruh Lino ke Clara.


Lalu Clara segera menghampiri Bobby.


"Satu...dua...tiga" ucap Ana.


Cekrek


"Sekali lagi dong" ucap Bobby sambil merangkul Clara.


Ana langsung baper sendiri saat melihat Bobby yang merangkul Clara.


"Udah belum?" tanya Clara.


"Satu...dua...tiga"


Cekrek


"Udah" ucap Ana.


Clara langsung buru-buru menghampiri Ana karena ia salah tingkah karena dirangkul Bobby.


"Coba lihat fotonya" ucap Clara.


"Nih" ucap Ana sambil menunjukan hasil jepretan fotonya.


"Nanti kirim fotonya ke gue ya" ucap Clara.


"Coba gue lihat, Na" ucap Bobby.


"Ini" ucap Ana sambil menunjukan fotonya.


"Nanti kirimin ke gue ya" ucap Bobby.


"Iya" ucap Ana.


"Oh iya, gue minta nomer luh dong" ucap Bobby.


"Nih" ucap Ana sambil menunjukkan nomer teleponnya.


Kemudian Bobby segera menyimpan nomer telepon Ana diponselnya.


"Lino mana ya?" tanya Ana.


"Itu Lino" tunjuk Clara.


Ana langsung melihat kearah yang ditunjuk Clara.


"Ya udah kalau gitu gue samperin Lino dulu ya" ucap Ana.


"Gue ikut" ucap Clara.


"Udah luh disini sama Bobby aja" kata Ana.


"Iya, udah disini aja sama gue" ucap Bobby.


"Ya udah deh" ucap Clara.


Ana segera pergi menghampiri Lino.


"No, lagi apa?" tanya Ana.


"Lagi foto pemandangan" ucap Lino.


"Bagus gak, Na?" tanya Lino sambil menunjukkan hasil jepretan fotonya.


"Bagus banget" ucap Ana.


"Na, lihat deh" ucap Lino.


"Lihat apa?" tanya Ana.


"Lihat kearah Bayu sama Salsa" ucap Lino.


Ana langsung melihat kearah Bayu dan Salsa.


"Emang mereka kenapa, No?" tanya Ana.


"Bayu itu kan suka banget ganti-ganti pasangan" ucap Lino.


"Iya, terus kenapa?" tanya Ana.


"Kamu tahu gak alasan dia kayak gitu karena apa?" tanya Lino.


"Emang karena apa?" tanya Ana.


"Dia dulu tuh sebenernya tulus banget sama salah satu cewek, tapi cewek itu cuma manfaatin dia doang" ucap Lino.


"Manfaatin gimana maksud kamu?" tanya Ana.


"Cewek itu suka morotin dia dan juga si cewek itu selingkuhin Bayu" ucap Lino.


"Makanya sekarang kelakuan dia kayak gitu karena dia pingin tahu sifat dari masing-masing gebetan dia dan kalau Bayu langsung nge-ghosting berarti cewek itu bukan cewek yang dia cari" ucap Lino.


"Jadi dia gebetin beberapa cewek karena dia pingin nyari cewek yang baik-baik?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Oh iya, kamu lihat Alex sama Viona deh" ucap Lino.


Ana langsung melihat kearah Alex dan Viona.


"Alex tuh dulu pendiem banget orangnya. Tapi semenjak ada Viona, dia jadi orang yang ceria banget" ucap Lino.


"Pasti Alex sayang banget ya sama Viona" ucap Ana.


"Iya, dia sayang banget. Bahkan saat putus sama Viona, Alex tuh sering melamun" ucap Lino.


"Emang mereka waktu itu putus gara-gara apa, No?" tanya Ana.


"Gara-gara waktu itu Alex gak ngabarin dia, makanya dia langsung putusin Alex" ucap Lino.


"Cuma gara-gara itu alesan putusnya?" tanyan Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Viona tuh orangnya sering ngambek, makanya sedikit-dikit minta putus" ucap Lino.


"Oh gitu" ucap Ana.


"Oh iya, kalau Gilang gimana percintaannya waktu dulu?" tanya Ana.


"Waktu dulu Gilang tuh orangnya suka bosenan sama cewek, makanya kalau udah bosen dia bakal putusin tuh cewek" ucap Lino.


"Terus gimana dong nasib Felisa?" tanya Ana.


"Aku gak tahu sih, tapi semoga aja Felisa bisa bikin suasana pacarannya jadi gak bosen" ucap Lino.


"Ya udah nanti aku bilangin ke Felisa deh, biar dia jangan terlalu adem-adem aja kalau pacaran sama Gilang. Soalnya kan pasti kalau adem-adem aja, cowoknya malah bosen" ucap Ana.


"Tapi kok kita adem-adem terus tapi kok gak bosen ya?" heran Ana.


"Soalnya kan gara-gara kamu yang bisa bikin suasananya jadi seru. Makanya gak bosen" ucap Lino.


"Ih lucu banget kupu-kupu nya" ucap Ana.


Ana segera mengeluarkan ponselnya dan ia langsung memotret kupu-kupu tersebut.


"No, lihat deh! bagus kan fotonya" ucap Ana.


"Iya bagus" ucap Lino.


"Kamu bisa ngegambar kupu-kupu gak?" tanya Ana.


"Bisa" ucap Lino.


"Nanti gambaran dong" ucap Ana.


"Iya, nanti aku gambarin" ucap Lino.


"Nanti buat aku ya gambarnya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


"No, aku pingin belajar ngegambar dong" ucap Ana.


"Pingin diajarin aku?" tanya Lino.


"Iya, soalnya aku pingin bisa ngegambar" ucap Ana.


"Ya udah nanti kita ngegambar bareng ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.