ARLINO

ARLINO
Episode 264



Pagi hari


"Whoamm" Ana terbangun dari tidurnya.


Ana segera pergi menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci muka.


Sesudah menggosok gigi dan mencuci muka, Ana segera keluar dari kamar.


"Eh udah bangun" ucap Lino yang sedang duduk sambil memakan roti.


Ana segera menghampiri Lino dan ia langsung duduk disebelahnya.


"No, kamu yang gendong aku ke kamarnya ya?" tanya Ana.


"Enggak, aku gak gendong kamu" ucap Lino.


"Terus kenapa aku bisa tidur dikamar?" tanya Ana.


"Mungkin kamu ngelindur sambil jalan ke kamar kali" ucap Lino.


"Masa?" tanya Ana tak percaya.


"Iya kali, soalnya waktu malam aku ninggalin kamu sendirian di ruang tengah" kata Lino.


"Ih kamu jahat banget ninggalin aku sendirian" ucap Ana.


"Bercanda kok. Iya semalem aku yang gendong kamu ke kamar tamu" ucap Lino.


"Oh iya, makan dulu tuh rotinya" suruh Lino.


Ana langsung mengambil roti tersebut, lalu ia memakannya.


"No, kamu udah mandi?" tanya Ana.


"Iya udah" ucap Lino.


"Kamu mau pergi ya?" tanya Ana.


"Enggak" ucap Lino.


"Oh kirain mau keluar" ucap Ana.


"Oh iya, No! aku boleh pinjem charger kamu gak?" tanya Ana.


"Boleh" jawab Lino.


"Charger nya dimana?" tanya Ana.


"Di kamar" ucap Lino.


"Ditaruhnya dimana?" tanya Ana.


"Biar aku aja yang ambil" ucap Lino sambil pergi menuju kamarnya.


Tingtong...tingtong


Bukannya menemui orang yang menekan bel, justru Ana malah langsung berlari menghampiri Lino yang berada dikamar.


"Ada siapa, Na?" tanya Lino.


"Aku gak tahu, soalnya tadi aku gak keluar" ucap Ana.


"Ya udah nih charger nya" ucap Lino sambil memberikan charger kepada Ana.


Ana langsung mengambil charger tersebut.


Lino berniat keluar, namun ia dicegah oleh Ana.


"No, jangan keluar" ucap Ana.


"Aku mau lihat orang yang ada diluar, Na" ucap Lino.


"Jangan!" cegah Ana.


"Kenapa jangan?" kata Lino.


"Soalnya itu pasti orang tua kamu" ucap Ana.


"Kamu serius, Na?" tanya Lino sedikit panik.


"Kayaknya sih iya" ucap Ana.


"Ya udah sekarang kamu ngumpet sana!" suruh Lino.


"Ngumpet dimana?" tanya Ana.


"Di lemari aku aja" ucap Lino.


Ana segera masuk kedalam lemari.


"No, barang-barang aku umpetin" suruh Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lino segera pergi menuju kamar tamu dan ia langsung menyembunyikan barang-barang Ana. Setelah itu, Lino segera keluar.


Ketika diluar, Lino segera mengambil sepatu Ana. Lalu ia langsung menyembunyikannya. Setelah itu, Lino segera membuka pagar rumahnya.


"Eh pak RT, ada apa ya?" tanya Lino.


"Saya denger katanya kamu bawa cewek ke rumah ya" ucap pak RT.


"Enggak kok, pak" bohong Lino.


"Saya boleh masuk gak? biar mastiin ada cewek atau enggaknya" ucap pak RT.


"Boleh, masuk aja" ucap Lino.


Lalu Lino dan pak RT segera masuk kedalam rumah.


Pak RT langsung memeriksa ruangan-ruangan di rumah Lino.


"Kamar kamu dimana?" tanya pak RT.


"Kamar saya diatas, pak" ucap Lino.


Pak RT segera menaiki tangga, lalu Lino segera menyusulnya dari belakang.


Sesampainya dikamar, pak RT tidak melihat seorang pun cewek dikamarnya Lino.


"Gak ada kan, pak" ucap Lino.


"Tapi katanya malam kamu sama cewek ya?" tanya pak RT.


"Oh iya, pak! tapi saya udah anterin dia lagi kok" ucap Lino.


"Oh ya sudah kalau gitu" ucap pak RT.


"Maaf ya saya sudah ganggu kamu" ucap pak RT.


"Ya sudah saya pergi dulu ya" ucap pak RT.


"Saya anter keluar nya ya, pak" ucap Lino.


Lalu Lino segera mengantar pak RT keluar.


Sesudah mengantar pak RT, Lino kembali masuk kedalam rumah dan ia langsung pergi menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar, Lino langsung membuka lemarinya.


"Na, ayo keluar" suruh Lino.


"No, kaki aku kram" ucap Ana.


Lino segera menggendong Ana ala bridal style, lalu ia segera mendudukkan Ana dikasurnya.


Lino segera meluruskan kaki Ana.


"Aww sakit" ringis Ana.


"Maaf" ucap Lino.


"Oh iya! tadi siapa, No?" tanya Ana.


"Itu pak RT" ucap Lino.


"Mau ngapain kesini?" tanya Ana.


"Katanya dia denger dari warga kalau aku bawa cewek ke rumah" ucap Lino.


"Kalau ketahuan ternyata emang ada aku disini gimana dong, No?" tanya Ana.


"Udah tenang kamu tenang aja. Pak RT gak bakal kesini lagi kok" ucap Lino menenangkan Ana.


"No, aku mau pulang sekarang aja deh" ucap Ana.


"Ya udah ayo" ucap Lino sambil mengambil kunci mobilnya.


"Oh iya, ini charger nya gak jadi" ucap Ana sambil memberikan charger milik Lino.


Setelah itu Ana dan Lino segera pergi menuju kamar tamu untuk mengambil barang-barang Ana.


Setelah membereskan barang-barang, Ana dan Lino segera pergi menuju rumah Ana dengan mengendarai mobil.


Skip


Setelah sampai dirumah, Ana segera turun dari mobil Lino.


"Oh iya, Na! kunci gembok kamu ada di Raka" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu aku pergi dulu ke rumah Raka ya" ucap Ana.


"Na, barang-barangnya taruh dulu aja" ucap Lino.


"Kalau ditaruh disini nanti diambil orang" ucap Ana.


"Gak bakal, kan aku bakal jagain" ucap Lino.


"Kamu gak langsung pulang?" tanya Ana.


"Enggak, aku mau main dulu soalnya" ucap Lino.


"Main ke rumah aku?" tanya Ana.


"Bukan, aku mau main ke rumah Raka" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu aku nitip barang-barang aku ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Ana segera berjalan menuju rumah Raka.


Setelah sampai, Ana segera menekan bel rumah Raka.


Tidak menunggu lama, Raka segera menghampiri Ana.


"Ka, kunci gembok gue mana?" tanya Ana.


"Ada dikamar, tunggu sebentar ya" ucap Raka sambil berlari menuju kamarnya.


Beberapa menit kemudian, Raka kembali lagi menghampiri Ana.


"Ini" ucap Raka sambil memberikan kunci gembok kepada Ana.


"Makasih" ucap Ana sambil mengambil kunci tersebut.


"Ya udah kalau gitu gue pulang dulu ya" ucap Ana.


"Eh, Na!" kata Raka.


"Kenapa?" tanya Ana.


"Lino gak macem-macemin luh kan?" tanya Raka memastikan.


"Enggak kok, Lino gak macem-macem sama gue. Lagian gue tidurnya di kamar tamu" jelas Ana.


"Syukur deh kalau dia gak khilaf" ucap Raka.


"Ya udah kalau gitu gue pulang dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Raka.


Ana segera kembali ke rumahnya.


Sesampainya di rumah, Ana langsung membuka pagar rumahnya.


"Na, aku bantu bawa barang-barang kamu ya" ucap Lino.


Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


Setelah itu, Ana segera membuka pintu rumahnya.


"No, taruh aja disini barang-barangnya" suruh Ana.


"Disini?" tanya Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Lino segera menaruh barang-barang Ana.


"Ya udah kalau gitu aku ke rumah Raka dulu ya" kata Lino.


"Iya" ucap Ana.


Kemudian Lino segera pergi menuju rumah Raka.