ARLINO

ARLINO
Episode 66



Pagi hari


Setelah selesai membereskan barang-barang yang akan dibawa saat camping, Ana pun segera turun kebawah untuk berpamitan kepada orang tuanya.


"Ana, sini sarapan dulu" ucap mamah yang sedang duduk di ruang makan.


"Mah, aku ijin ikut camping ya" ucap Ana.


"Camping sekolah?" tanya mamah.


"Iya" ucap Ana.


"Lebih baik kamu di rumah aja, nanti kalau disana sakit gimana?" ucap mamah.


"Ana gak bakal sakit kok" ucap Ana.


"Ya udah deh terserah kamu" ucap mamah.


"Pah, aku ijin camping" ucap Ana canggung.


"Iya, tapi kamu disana harus jaga kesehatan ya" ucap papah.


Ana pun hanya mengangguk.


"Ya udah ayo makan dulu" kata mamah.


"Enggak, mah! nanti aja makannya disana" ucap Ana sambil pergi.


Ana pun segera berangkat ke sekolah dengan mengendarai ojek.


Setelah sampai di sekolah, Ana pun segera melihat ke sekitarnya untuk mencari Lino.


"DORRR" teriak Raka.


Sontak Ana pun langsung terkejut saat dikagetkan oleh Raka.


"Raka!" kesal Ana.


"Luh nyariin gue ya?" ucap Raka.


"Enggak, kepedean banget jadi orang" ucap Ana.


"Nyari Clara?" tebak Raka.


"Hmm...iya" bohong Ana.


"Gue lihat tadi Clara sama Naya" kata Raka.


"Oh sama Naya" ucap Ana.


"Luh duduk sama siapa?" tanya Raka.


"Sama" ucap Ana terpotong.


"Sama gue" ucap Lino yang tiba-tiba muncul.


"Hah?! gak salah denger gue?" tanya Raka.


"Luh gak salah denger kok" ucap Lino.


"Ada apa nih duduk berdua?" curiga Raka.


"Emang kalau kita duduk berdua kenapa?" tanya Lino.


"Gak kenapa-napa sih" ucap Raka.


"Apa jangan-jangan kalian berdua pacaran ya?" tanya Raka.


"Enggak" ucap Ana dan Lino bersamaan.


"No, kasihan anak orang luh PHP-in" ucap Raka.


"Na, ayo naik" ucap Lino sambil memegang tangan Ana.


"Eitss! kenapa pake pegangan tangan segala?" tanya Raka.


Akhirnya Lino pun segera melepaskan genggaman tangannya dari tangan Ana.


"Ya udah ayo naik" ucap Lino.


Akhirnya Lino, Ana dan Raka pun segera menaiki bis yang sama.


Lalu Ana dan Lino pun duduk dikursi kedua dibarisan kanan, sedangkan Raka duduk didepan mereka berdua yaitu dikursi pertama.


Trining...trining


Lino pun segera mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Hallo, Lang" ucap Lino.


"No, luh di bis yang mana?" tanya Gilang.


"Bis 2" ucap Lino.


"Oke, gue kesana sekarang" ucap Gilang.


Lalu Gilang pun segera pergi menuju bis 2.


"Luh berdua pacaran gak sih?" tanya Raka sambil melihat kearah belakang.


"Enggak" bohong Lino.


"Serius, Na?" tanya Raka.


"Iya, kita gak pacaran kok" bohong Ana.


"Kita cuma sahabatan" sahut Lino.


"Tapi bukannya luh berdua saling suka ya" ucap Raka.


"Iya, kita emang saling suka. Tapi kita memutuskan buat jadi sahabat aja" ucap Lino.


"Iya bener, lagian gue suka bukan berarti mau pacaran sama Lino" ucap Ana.


"Padahal gue dukung banget kalian pacaran" ucap Raka.


"Emang luh gak marah kalau gue pacaran sama Ana?" tanya Lino.


"Enggak lah, lagian gue seneng kalau sahabat gue punya pacar" ucap Raka.


"Hallo guys!" ucap Gilang sambil menghampiri Lino, Ana dan Raka.


"Ka, kursi disebelah luh ada yang nempatin gak?" tanya Gilang kepada Raka.


"Gak ada" ucap Raka.


"Luh berdua ada something ya?" tanya Gilang sambil melihat kebelakang.


"Gak ada" ucap Ana dan Lino bersamaan.


"Tuh, kan! pikiran gue sama Gilang sama" ucap Raka.


"Maksudnya?" bingung Gilang.


"Tadi gue juga curiga sama mereka berdua" ucap Raka.


"Kita gak pacaran kok" bohong Ana.


"Terus kenapa kemarin luh berdua bolos bareng?" tanya Gilang.


"Ana, luh bolos?" tanya Raka.


"Iya, dia bolos kemarin. Bolosnya sama Lino" ucap Gilang.


"No, luh ngapain ngajakin Ana bolos" ucap Raka.


"Bukan gue yang ajak, dia sendiri yang mau bolos" kata Lino.


"Luh kenapa bolos, Na?" tanya Raka.


"Enggak apa-apa, gue pingin bolos aja" ucap Ana.


"Ana kayaknya jadi ketularan luh deh, No" ucap Gilang.


"Na, jangan ditiru kelakuan Lino. Nanti bisa-bisa luh gak naik kelas" ucap Raka.


"Iya, gue gak bakal bolos lagi kok" ucap Ana.


"Tapi kok aneh ya luh sama Gilang bisa naik kelas, padahal kan waktu kelas sepuluh luh berdua sering bolos" heran Raka.


"Biasalah disogok pake duit, jadi kita berdua naik kelas" ucap Gilang.


"Pantes aja" ucap Raka.


"Mau gak?" tanya Lino sambil memberikan snack kepada Ana.


"Mau" ucap Ana.


"Ya udah ambil" ucap Lino.


"Makasih" ucap Ana sambil mengambil snack tersebut.


"Gue sama Raka gak dikasih nih?" tanya Gilang.


"Beli aja sendiri" ucap Lino.


Lalu supir pun segera melajukan bis menuju tempat camping.


****


"No, lihat! mirip dori kan?" tanya Ana sambil menunjukkan foto kucing.


"Enggak ah!" ucap Lino.


"Coba deh lihat lagi, mirip kok" ucap Ana.


"Enggak mirip, Na" ucap Lino.


"Coba aku pingin lihat foto dori" ucap Ana.


Lalu Lino pun segera membuka galeri diponselnya.


"Tuh, beda" ucap Lino.


"Coba foto yang lain" kata Ana.


"Nih, lihat aja sama kamu" ucap Lino sambil memberikan ponselnya kepada Ana.


Lalu Ana pun membandingkan foto dori dan foto kucing yang berada di ponsel miliknya.


"Iya beda" ucap Ana sedikit kecewa.


"Kan udah aku bilang beda" kata Lino.


Lalu Lino pun berniat mengambil ponselnya kembali namun dicegah oleh Ana.


"Ini kok ada foto aku sih" ucap Ana.


Lalu Lino pun segera merebut ponselnya.


"Lino, hapus fotonya" mohon Ana.


"Gak mau" ucap Lino.


"Masa aku lagi tidur difoto sih. Mana muka aku nya jelek lagi" ucap Ana.


"Cantik kok" ucap Lino.


Ana pun baru ingat bahwa ada Raka dan Gilang di kursi depan. Lalu Ana pun segera melihat Gilang dan Raka dan untungnya mereka berdua sedang tidur, jadi mereka tidak mendengar pembicaraan Ana dan Lino.


"Takut ketahuan ya?" tanya Lino.


Ana pun hanya mengangguk.


"No, hapus ya" mohon Ana.


"Enggak mau" ucap Lino sambil tersenyum.


"Di bis ini cuma aku, kamu sama Gilang kan yang sekelas?" bisik Ana.


Lalu Lino pun melihat ke sekitar untuk memastikan bahwa cuma dirinya, Ana dan Gilang yang sekelas.


"Iya, kelas XI MIPA 4 cuma kita bertiga kok" ucap Lino.


"Orang-orang kok bisa tidur nyenyak di bis sih" heran Ana.


"Mungkin mereka kecapean kali, makanya tidurnya nyenyak. Lagian perjalanannya juga jauh, jadi mereka lebih milih tidur dibanding ngobrol" jelas Lino.


"Terus kamu kenapa lebih milih ngobrol dibandingkan tidur?" tanya Ana


"Ya karena aku gak ngantuk" ucap Lino.


"Kalau kamu, kenapa gak tidur?" tanya Lino balik.


"Karena aku gak nyaman tidur di bis" ucap Ana.


"Ya udah sini, biar nyaman" ucap Lino sambil menyenderkan kepala Ana pada pundaknya.