ARLINO

ARLINO
Episode 218



Tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri Ana, Clara dan Felisa. Lalu orang itu langsung duduk disebelah Ana.


Sontak Ana langsung terkejut saat melihat orang itu.


"Hai apa kabar?" tanyanya.


Ana langsung berdiri.


"Siapa, Na?" tanya Clara.


"Guys, gue mau pulang" ucap Ana sambil memberikan uang kepada Clara.


Ana segera pergi keluar dari cafe tersebut.


"Ra, tolong bayarin" ucap Felisa sambil memberikan uang kepada Clara.


Kemudian Felisa segera mengejar Ana.


"Na, tunggu!" teriak Felisa.


Felisa segera memegang tangan Ana.


"Kenapa, Na?" cemas Felisa.


"Gue mau pulang" ucap Ana.


"Ya udah iya, kita pulang sekarang" ucap Felisa.


"Tapi tungguin Clara dulu ya" ucap Felisa.


Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Felisa.


Clara segera menghampiri Ana dan juga Felisa.


"Udah dibayar, Ra?" tanya Felisa.


"Udah" ucap Clara.


"Yang tadi siapa sih, Na?" tanya Clara penasaran karena Ana seperti takut kepada orang itu.


"Bukan siapa-siapa kok" ucap Ana.


"Ra, pulang yuk!" ajak Ana.


"Ya udah ayo" ucap Clara.


Akhirnya mereka bertiga segera pulang.


Skip


* Rumah Clara


"Na, luh tunggu diluar aja ya. Soalnya gue bentar doang kok cuma mau ambil pakaian sama skincare" ucap Clara.


"Iya, gue tunggu disini aja" ucap Ana.


Clara segera masuk kedalam rumahnya.


Beberapa menit kemudian...


Clara segera menghampiri Ana.


"Ya uda ayo berangkat" ujar Clara.


Mereka berdua segera menaiki motor. Lalu Clara segera melajukan motornya menuju rumah Ana.


* Rumah Ana


Setelah sampai, Ana dan Clara segera masuk kedalam rumah.


"Mah" panggil Ana.


"Iya ada apa?" tanya mamah sambil menghampiri Ana dan Clara.


"Clara mau nginep katanya" ucap Ana.


"Ya udah kamu bersihin kamar kamu dulu sana, biar Clara nyaman tidur di kamar kamu nya" suruh mamah.


"Kamar Ana udah bersih, mah" ucap Ana.


"Bersih dari mananya coba, itu dikamar ada bekas snack segala" ucap mamah.


"Ya udah kalau gitu kita ke kamar dulu ya, mah! sekalian Ana mau beres-beres kamar" ucap Ana.


"Iya" ucap mamah.


Ana dan Clara segera pergi menuju kamar.


Sesampainya di kamar, Ana segera memungut sampah-sampah bekas snack.


"Maaf ya kamar gue berantakan" ucap Ana.


"Iya gak apa-apa" ucap Clara.


"Luh tunggu dulu disini ya, soalnya gue mau buang sampah dulu" ucap Ana.


"Iya" ucap Clara.


Ana segera pergi kebawah untuk membuang sampah.


Sesudah membuang sampah, ia segera kembali menghampiri Clara.


"Ra, mau pizza gak?" tanya Ana.


"Mau" ucap Clara.


"Ya udah ayo ke bawah" ucap Ana.


Akhirnya mereka berdua segera pergi menuju ruang makan.


"Luh tunggu dulu disini, gue mau ambil air ke dapur" ucap Ana sambil pergi menuju dapur.


Setelah mengambil air minum, Ana segera kembali menghampiri Clara.


"Nih" ucap Ana sambil meletakkan air minum di meja.


"Makasih" ucap Clara.


"Iya sama-sama" ucap Ana.


"Ana" panggil mamah.


"Apa?" teriak Ana.


Mamah segera menghampiri Ana dan Clara.


"Telepon Raka sana! suruh dia kesini" ucap mamah.


"Ngapain nyuruh dia kesini, mah?" tanya Ana.


"Soalnya dia pasti mau pizza buatan mamah" ucap mamah.


"Ya udah deh, Ana telepon dia sekarang" ucap Ana.


Lalu mamah Ana segera pergi.


Ana segera menelepon Raka.


Tidak menunggu lama, Raka segera mengangkat panggilan telepon dari Ana.


"Ada apa?" tanya Raka.


"Mau gak?" tanya Ana.


"Mau" ucap Raka.


"Mau apa coba?" tanya Ana.


"Makanan?" tebak Raka.


"Kok tahu sih" ucap Ana.


"Ya tahu lah, gue kan punya feeling yang kuat" ucap Raka.


"Ya udah cepet kesini!" ucap Ana.


"Oke" ucap Raka sambil menutup panggilan teleponnya.


"Ra, ayo makan! kok luh malah diem" ucap Ana.


"Soalnya gue nunggu luh makan dulu" ucap Clara.


"Ya ampun, makan mah makan aja kali" ucap Ana.


"Ya udah ayo makan" ucap Ana sambil mengambil sepotong pizza.


Clara juga segera mengambil sepotong pizza, lalu ia langsung memakan pizza tersebut.


Tok...tok...tok


"Ana!!!" teriak Raka.


Ana segera pergi untuk membukakan pintu rumahnya.


Cklek


"Mana makanan nya?" tanya Raka.


"Tuh di meja makan" ucap Ana.


Akhirnya Ana dan Raka segera pergi menuju ruang makan.


"Eh! ada luh, Ra" ucap Raka sambil duduk, lalu ia segera memakan pizza yang telah disediakan.


"Iya, ada gue. Emang kenapa?" sewot Clara.


"Gak kenapa-napa sih" ucap Raka.


"Oh iya, Ra! nanti malem maraton drakor yuk!" ajak Ana.


"Ayo" ucap Clara.


"Luh mau nginep, Ra?" tanya Raka.


"Iya" ucap Raka.


"Ya udah kalau gitu gue juga nginep disini ya, biar rame" ucap Raka.


"Enak aja, luh!" ucap Ana.


"Lah emang gak boleh?" tanya Raka.


"Ya gak boleh lah, luh kan cowok" ucap Ana.


"Tapi dulu gue kan sering tidur bareng luh" ucap Raka.


"Kan waktu itu kita masih kecil" ucap Ana.


"Emang dulu kalian sering tidur bareng ya?" tanya Clara.


"Iya, soalnya kan kita sering main game terus habis main suka ketiduran bareng" ucap Ana.


"Oh iya, mana nomer nya?" tagih Raka.


"Nomer apa?" tanya Ana.


"Nomer Acha lah" ucap Raka.


"Oh iya, gue lupa" ucap Ana.


Ana segera mengirimkan nomer Acha ke WhatsApp Raka.


"Udah gue kirim di WhatsApp" ucap Ana.


"Thank you" ucap Raka.


"Yoi" ucap Ana.


"Luh mau deketin Acha lagi, Ka?" tanya Clara.


"Hmm" ucap Raka.


"Oh iya, Ka! kan Acha pasti gak bakal inget luh" ucap Clara.


"Ya emang gak bakal inget" ucap Raka.


"Terus nanti luh bakal cerita gitu kalau luh dulu suka Acha?" tanya Clara.


"Gue gak bakal ceritain tentang hal itu lah" ucap Raka.


"Terus kalau dia nge-blokir luh gimana? kan dia gak kenal luh" ucap Ana.


"Ya gue bilang aja kalau gue temen luh berdua dan gue juga bakal bilang kalau gue temennya Acha" ucap Raka.


"Semangat ya dapetin hati Acha nya" ucap Ana.


Raka hanya tersenyum karena mendengar ucapan Ana.


"Oh iya, Ka! luh kan sahabatan ya sama Ana" ucap Clara.


"Iya, terus kenapa?" tanya Raka.


"Tapi kok waktu itu luh nembak Ana sih?" heran Clara.


"Soalnya gue nyaman sama dia makanya gue nembak dia. Dan sebenernya gue juga nembak Ana karena Ana sekilas mirip Acha" ucap Raka.


"Iya sih, Ana sekilas emang mirip sama Acha" ucap Clara.


"Berarti Lino juga nembak gue karena gue mirip Acha gitu?" tanya Ana.


"Kalau itu gue gak tahu, tanya aja sendiri ke Lino nya" ucap Raka.


Ana hanya terdiam.


"Udah jangan sedih, lagian kan sekarang pacar Lino itu luh" ucap Raka.


"Oh iya, Na! tadi pagi pas ke basecamp ada siapa aja?" tanya Raka mengalihkan pembicaraan.


"Ada Alex, Gilang sama Bayu. Tapi Bayu bentar doang ke basecamp nya" ucap Ana.


"Luh kesana sendiri, Na?" tanya Clara.


"Enggak, gue sama Lino kesananya" ucap Ana.


"Ajak gue ke basecamp dong" ucap Clara.


"Luh mau ke basecamp?" tanya Ana.


"Iya, gue mau kesana" ucap Clara.


"Nanti gue bilang ke Lino dulu ya, siapa tahu dibolehin" ucap Ana.


"Emang luh mau ngapain kesana, Ra?" tanya Raka.


"Ya gue pingin lihat basecamp anak motor" ucap Clara.


"Enak banget tahu, Ra! ada Wi-Fi gratis, terus disana ada snack-snack sama minuman juga" ucap Ana.


"Itu basecamp atau warung sih?" tanya Clara.


"Ya basecamp lah" sahut Raka.


"Oh iya, Ka! itu tempat nya punya siapa sih?" tanya Ana.


"Punya Lino" ucap Raka.


"Serius?" tanya Ana.


"Iya" ucap Raka.


"Kok Lino gak cerita sih kalau basecamp itu punya Lino" ucap Ana.


"Mungkin dia gak mau dianggap sombong, makanya gak cerita" ucap Ana.


"Berarti snack-snack sama minuman juga dibeliin Lino?" tanya Ana.


"Iya pake uang Lino, tapi kalau yang belanja ke mini market nya suka sama Alex atau Bobby" ucap Raka.


"Terus tugas luh disitu ngapain?" tanya Ana.


"Gue tugasnya jadi pelawak" ucap Raka.


"Lah! gue emang kelihatan bercanda gitu?" tanya Raka.


"Iya" ucap Ana sambil tertawa.


"Gue sama Gilang tuh suka ngelawak kalau bareng anak-anak Skz" jelas Raka.


"Terus kalau Bayu tugas nya apa?" tanya Ana.


"Kalau dia suka ngasih tips cara deketin cewek atau cara bikin cewek klepek-klepek. Pokonya kalau Bayu tugasnya khusus untuk percintaan" ucap Raka.


"Kalau Aldi?" tanya Clara.


"Kalau Aldi, dia jadi penasehat kalau anak-anak Skz curhat" ucap Raka.


"Kalau Bagas?" tanya Ana.


"Kalau Bagas, dia tugasnya jadi tukang curhat. Diantara anak-anak Skz, mungkin Bagas yang paling sering curhat" ucap Raka.


"Curhat tentang keluarganya ya?" tanya Clara.


"Iya" ucap Raka.


"Gue jadi ngerasa kasihan deh sama Bagas" ucap Ana.


"Luh kok kasihan sama dia? bukannya dia udah kasar sama luh ya?" tanya Raka.


"Ya emang, tapi gue tetep aja kasihan. Soalnya katanya dia sering dipukul ya sama papahnya?" ucap Ana.


"Bagas cerita ke luh?" tanya Raka.


"Enggak" ucap Ana.


"Terus luh tahu dari mana?" tanya Raka.


"Dari Clara" ucap Ana.


"Luh tahu dari mana, Ra?" tanya Raka.


"Gue waktu itu kan main di rumah Naya, terus gue ngedenger suara tamparan. Terus gue ngintip dari pintu kamar Naya dan ternyata Bagas ditampar sama papahnya" jelas Clara.


"Mungkin dia nampar gue karena meniru papahnya kali. Soalnya kan pohon jatuh tidak jauh dari buahnya" ucap Ana.


"KEBALIK ANA!!!" teriak Raka dan Clara bersamaan.


"Emang kebalik ya?" tanya Ana.


"Iya kebalik" ucap Clara.


"Na, gue minta minum ya" ucap Raka.


"Ya udah ambil aja sana" ucap Ana.


Raka segera pergi ke dapur.


...****...


"No" teriak Gilang yang berada di kamar mandi.


"Apaan?" tanya Lino.


"Gue sakit perut nih" teriak Gilang.


"Iya, gue juga tahu. Soalnya kentut luh kecium sampe luar" bohong Lino.


"Beliin gue obat sana!" perintah Gilang.


"Ya udah iya, gue beliin" ucap Lino.


Lino segera mengambil kunci motornya dan ia segera pergi menuju apotek untuk membeli obat.


Setelah sampai apotek, Lino segera membeli obat sakit perut.


Sesudah membeli obat sakit perut, Lino segera membelikan buah untuk Gilang.


Skip


Sesampainya di rumah, Lino segera turun dari motor. Kemudian ia segera masuk kedalam rumah dan ia segera berjalan menuju kamarnya.


"Anjir! baru juga ditinggal bentar, udah main PS aja luh" ucap Lino.


"Habisnya luh lama" ucap Gilang.


"Ya udah nih" ucap Lino sambil memberikan obat diare dan buah pisang kepada Gilang.


"Ngapain luh beli pisang?" tanya Gilang.


"Soalnya katanya pisang bisa meredakan diare" ucap Lino.


"Kata siapa?" tanya Gilang.


"Kata yang jual nya lah" ucap Lino.


"No, ambilin minum dong! kan gue mau makan obat" ucap Gilang.


"Yaelah, manja banget luh! cuma ke dapur doang, masa harus nyuruh orang" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu gue laporin ke mamah luh ya" ucap Gilang.


"Ya udah iya, gue ambilin" pasrah Lino.


Lino segera pergi menuju dapur untuk mengambil air minum.


Setelah mengambil minum, Lino segera kembali menghampiri Gilang.


"Nih minumnya" ucap Lino sambil memberikan air minum kepada Gilang.


"Thank you" ucap Gilang sambil mengambil air minum tersebut.


Lalu Gilang segera memakan obat yang dibeli oleh Lino.


"Pisang nya jangan lupa dimakan" ucap Lino.


"Iya, nanti gue makan kok" ucap Gilang.


Lalu Gilang kembali bermain PS.


*Trining...trining


Trining...trining*


"Lang, handphone luh bunyi tuh" ucap Lino.


"Iya, biarin aja" ucap Gilang sambil fokus bermain PS.


"Felisa loh yang nelpon" ucap Lino sambil melihat ke layar ponsel Gilang.


"Iya biarin aja" ucap Gilang.


"Telepon dari pacar sendiri masa diabaikan" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu tolong angkatin, terus loud speaker nya nyalain" perintah Gilang.


Lino segera menuruti perintah Gilang.


"Hallo, Lang" ucap Felisa.


"Iya kenapa, sayang?" tanya Gilang.


"Kamu lagi ngapain?" tanya Felisa.


"Aku lagi tiduran" ucap Gilang.


"Bohong!!" teriak Lino.


"Itu kok ada suara Lino sih" ucap Felisa.


"Iya, soalnya dia lagi jengukin aku" ucap Gilang.


"Kamu sakit, Lang?" tanya Felisa.


"Iya, aku sakit" ucap Gilang.


"Sakit apa?" tanya Felisa.


"Aku demam" bohong Gilang.


"Uhuk...uhuk"


"Itu batuk beg*" ucap Lino pelan.


"Aku kayaknya meriang deh" ucap Gilang.


"Ya udah makan obat gih" ucap Felisa.


"Aku udah makan obat" ucap Lino.


"Oh iya, kamu tahu arti meriang gak?" tanya Gilang.


"Enggak tahu, emang artinya apa?" tanya Felisa.


"Merindukan kasih sayang" ucap Gilang.


"Merindukan kasih sayang dari mantan ya?" tanya Felisa.


"Ya merindukan kasih sayang dari kamu lah" ucap Gilang.


"Ya udah kalau gitu besok aku jenguk kamu ya" ucap Felisa.


"Eh gak usah, palingan besok aku udah sembuh kok" ucap Gilang.


"Kok cepet banget sembuh ya" heran Felisa.


"Iya, soalnya udah denger suara ayang. Makanya jadi sembuh" ucap Gilang.


"Udah lah! gue gak kuat denger nya" ucap Lino sambil pergi.


...****...


"Gue pulang dulu ya" ucap Raka.


"Iya" ucap Ana dan Clara bersamaan.


" Makasih ya pizza nya" ucap Raka.


"Iya sama-sama" ucap Ana.


Lalu Raka segera pulang menuju rumahnya.


"Mamah luh mana, Na?" tanya Clara.


"Dia lagi di kamar" ucap Ana.


"Lagi ngapain?" tanya Clara.


"Paling lagi nonton sinetron" ucap Ana.


"Ya udah, kita ke kamar yuk!" ajak Ana.


"Ya udah ayo" ucap Clara.


Ana dan Clara segera pergi menuju kamar Ana.


Sesampainya di kamar, Ana dan Clara segera tiduran di kasur sambil memainkan ponsel masing-masing.


Trining...trining


Ana segera mengangkat panggilan telepon dari Lino.


"Hallo, No" ucap Ana.


"Lagi apa, Na?" tanya Lino.


"Aku lagi tiduran" ucap Ana.


"Kalau kamu?" tanya Ana balik.


"Aku lagi nonton tv" ucap Lino.


"Bareng mamah kamu?" tanya Ana.


"Enggak, cuma sendiri" ucap Lino.


"Emang mamah kamu kemana?" tanya Ana.


"Mamah aku lagi istirahat di kamar" ucap Lino.


"Oh gitu" ucap Ana.


"Oh iya, No! tadi sore aku ke cafe bareng Clara sama Felisa" ucap Ana.


"Iya, terus kenapa?" tanya Lino.


"Tadi disana aku ketemu sama Rafly" ucap Ana.


"Dia gak apa-apain kamu kan?" tanya Lino memastikan.


"Enggak sih, cuma dia tiba-tiba duduk aja disebelah aku" ucap Ana.


"Terus aku langsung pergi aja dari cafe itu, soalnya mungkin aku trauma gara-gara kejadian itu" ucap Ana.


"Nanti kalau ketemu dia lagi, langsung pergi aja. Terus kalau dia macem-macem, kamu tinggal teriak minta tolong aja" ucap Lino.


"Emang trauma kenapa, Na?" tanya Clara.


"Ada deh pokoknya" ucap Ana.


"Ada siapa, Na?" tanya Lino.


"Clara" ucap Ana.


"Dia nginep di rumah kamu?" tanya Lino.


"Iya, dia nginep disini" ucap Ana.


"Si Gilang juga nginep tahu di rumah aku" ucap Lino.


"Dia nginep di rumah kamu?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Tadi katanya kamu nonton tv sendiri" heran Ana.


"Ya emang" ucap Lino.


"Terus Gilang nya dimana?" tanya Ana.


"Dia lagi di kamar, lagi main PS" ucap Lino.


"Oh gitu" ucap Ana.


"Na" ucap Lino.


"Apa?" ucap Ana.


"Udah dulu ya teleponnya, soalnya mamah aku manggil" ucap Lino.


"Oh ya udah" ucap Ana.


Lino segera mematikan panggilan teleponnya.


"Na, ayo nonton drakor!" ajak Clara.


"Ya udah bentar, gue mau ambil laptop dulu" ucap Ana.


Ana segera mengambil laptop nya, kemudian ia segera kembali naik ke kasur. Lalu ia segera menyalakan laptop nya.


"Mau nonton drama Korea apa?" tanya Ana.


"Terserah, pokoknya drama Korea yang pemeran cowoknya ganteng" ucap Clara.


"Yang ini mau gak?" tanya Ana.


"Iya itu aja" ucap Clara.


Ana segera memilih drama Korea tersebut.


Kemudian mereka berdua segera menontonnya.