
"Kenapa, No?" tanya Bayu.
"Kata Bagas katanya Ana nanyain tempat balapan ke dia" ucap Lino.
"Ana kesini?" tanya Bayu.
"Gue gak tahu" ucap Lino.
Lalu Lino segera menelepon Ana.
Trining...trining
Sontak Lino, Bayu dan Alex langsung melihat kearah Ana.
"Mampus gue" batin Ana.
Lalu Lino segera mendekat kearah Ana.
Kemudian Lino segera mengangkat dagu Ana. Lalu ia segera membuka masker Ana sedikit. Setelah itu, Lino segera menutup masker Ana lagi.
"Ayo ikut aku" ucap Lino sambil menarik tangan Ana menuju suatu tempat yang sepi.
Setelah itu, Lino langsung menghempaskan tangan Ana.
"Aku kan udah bilang, kamu jangan kesini" ucap Lino sedikit emosi.
"Tapi aku takut kamu kenapa-napa, No" ucap Ana.
"Kamu tuh harusnya khawatirin diri kamu sendiri, jangan khawatirin aku" ucap Lino.
Ana langsung terdiam.
"Aku ngelarang kamu kesini karena aku takut anak-anak geng motor lain ngincer kamu. Aku takut kejadian Acha terulang lagi" bentak Lino dengan nada tinggi.
Tanpa sadar Ana langsung menangis karena Lino membentaknya.
Lino langsung menghempaskan nafas dengan kasar.
"Ya udah ayo pulang" ucap Lino dengan mata yang berkaca-kaca karena ia merasa bersalah telah membuat Ana.
"Aku mau pulang sendiri aja" ucap Ana sambil sesenggukan.
Lalu Lino langsung memeluk Ana.
"Maafin aku" ucap Lino.
Tangisan Ana semakin menjadi-jadi ketika Lino memeluknya.
"Ya udah ayo pulang, aku gak mau kamu disini" ucap Lino sambil melepaskan pelukannya.
Ana hanya terdiam sambil menangis.
"Maafin aku ya, aku marahin kamu karena aku gak mau kamu kenapa-napa" ucap Lino.
"Maafin aku ya" ucap Lino.
Lalu Lino langsung mencium kening Ana.
Trining...trining
Lalu Lino segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Alex.
Kemudian Lino segera menjawab panggilan telepon tersebut.
"Hallo, No" ucap Alex.
"Iya, kenapa?" tanya Lino.
"Rafly udah datang" ucap Alex.
"Ya udah gue kesana sekarang" ucap Lino.
Lalu Lino segera mematikan panggilan teleponnya.
"Na, kamu pulang dianter Alex ya" ucap Lino.
"Aku pingin lihat kamu balapan" ucap Ana sambil mengusap air matanya.
Lalu Lino terdiam sejenak.
"Ya udah" ucap Lino.
"Tapi kamu harus sama Alex atau Bayu ya" ucap Lino.
Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.
"Ya udah ayo kesana" ucap Lino.
Lalu Lino dan Ana segera pergi.
Sesampainya di tempat balapan, Lino segera menaiki motornya dan ia langsung melajukan motornya sampai di garis start. Sedangkan Ana, ia segera berdiri diantara Alex dan Bayu.
"Luh dimarahin ya sama Lino?" bisik Alex.
Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Alex.
Semua orang langsung tertuju kearah Lino dan Rafly karena balapan akan segera dimulai.
"Satu"
"Dua"
"Tiga"
Pritttt
Lino dan Rafly segera menjalankan motornya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Ana yang melihatnya, hanya bisa berdoa supaya Lino memenangkan balapan nya.
"Luh tenang aja, Lino bakal menang kok"ucap Bayu kepada Ana.
Lalu Bobby segera menghampiri Bayu, Alex dan Ana.
"Itu siapa?" tanya Bobby.
"Ana" bisik Alex.
"Luh ngapain kesini?" teriak Bobby.
Sontak orang-orang langsung melihat kearah Bobby.
"Sorry guys" ucap Bobby kepada semua orang.
"Dia ngapain kesini?" bisik Bobby.
"Dia pingin lihat Lino" bisik Alex.
"Lino tahu gak kalau dia ada disini?" bisik Bobby.
"Tahu kok" ucap Alex.
"Oh iya, Gilang kenapa gak dateng?" tanya Bobby.
"Kayaknya sih dia lagi tidur" ucap Alex.
Beberapa menit kemudian, Lino duluan sampai di garis finish.
Kemudian Rafly juga telah sampai di garis finish.
"Luh inget kan perjanjian kita" ucap Lino.
"Iya, gue inget" ucap Rafly.
"Ya udah sini handphone luh" ucap Lino.
Lalu Rafly segera memberikan ponselnya kepada Lino.
"Nih" ucap Lino sambil mengembalikan ponsel kepada Rafly.
"Jangan lupa hapus juga video Ana di handphone Elma" ucap Lino.
"Iya" ucap Rafly.
Lalu Rafly segera pergi dengan mengendarai motornya.
Kemudian Lino segera melajukan motornya menghampiri Ana dan teman-temannya.
"No, luh minta apa ke dia?" tanya Bayu.
"Ada lah pokoknya" ucap Lino.
"Ya udah ayo pulang" ucap Lino.
"Gue pulang nya nanti aja, soalnya gue masih pingin nonton" ucap Bobby.
"Gue gak nanya ke luh" ucap Lino.
Lalu Bayu dan Alex langsung tertawa.
"Guys, gue pinjem helm dong" ucap Lino.
"Nih" ucap Alex sambil memberikan helm kepada Ana.
"Makasih" ucap Ana pelan.
"Iya" ucap Alex.
Lalu Ana segera memakai helm tersebut. Kemudian ia segera menaiki motor milik Lino.
Setelah itu, Lino segera melajukan motornya menuju rumah Ana.
(Di perjalanan)
Lalu Lino segera memberhentikan motornya dipinggir jalan.
"Turun dulu, Na" perintah Lino.
Lalu Ana segera menuruti perintah Lino.
Setelah Ana turun, Lino juga turun dari motornya.
Kemudian Lino segera membuka jaket miliknya.
Lalu ia segera memakai jaket tersebut ke tubuh Ana.
"Nanti kalau kamu dingin gimana?" tanya Ana.
"Nanti kan aku bisa dipeluk sama kamu, jadinya nanti aku gak kedinginan" ucap Lino.
"Ya udah ayo naik lagi" ucap Lino sambil menaiki motornya.
Lalu Ana juga segera menaiki motor Lino dan ia langsung memeluk Lino dari belakang supaya Lino tidak kedinginan.
Setelah itu, Lino segera melajukan motornya menuju rumah Ana.
...****...
Sesampainya di rumah, Ana segera turun dari motor.
Kemudian Lino juga ikut turun dari motor.
Lalu Lino segera membuka helm Ana.
Setelah itu Ana langsung membuka topi dan masker nya.
"Nanti jangan kesana lagi ya" perintah Lino.
Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.
"Maafin aku ya, tadi aku marahin kamu" ucap Lino.
"Iya gak apa-apa, lagian aku yang salah" ucap Ana.
"Oh iya, soal video itu udah aku hapus" ucap Lino.
"Makasih" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Lino.
Lalu Ana langsung memeluk Lino dengan erat.
Lino langsung tersenyum sambil membalas pelukan Ana.
Kemudian Ana segera melepaskan pelukannya.
"No" panggil Ana.
"Iya, kenapa?" tanya Lino.
"Aku punya sesuatu buat kamu" ucap Ana.
"Sesuatu?" tanya Lino.
"Iya" kata Bina.
"Apa?" tanya Lino.
"Kamu tutup mata dulu" ucap Ana.
"Ngapain aku harus nutup mata?" tanya Lino.
"Soalnya aku mau kasih kamu sesuatu" ucap Ana.
"Kamu mau cium aku ya?" tebak Lino.
Lalu Ana langsung terdiam karena tebakan Lino benar.
Lalu Lino segera mendekat kearah Ana dan ia langsung mencium bibir Ana dengan waktu yang agak lama.
Karena kehabisan nafas, Ana langsung memukul dada Lino dengan keras.
Lino langsung melepaskan ciumannya karena ia mendapat pukulan dari Ana.
Ana langsung mengatur nafasnya.
"Kenapa jadi Lino yang nyium gue, padahal kan tadinya gue mau cium pipi Lino" batin Ana.
"Ya udah cepet masuk" ucap Lino.
Lalu Ana segera menaiki pagar rumahnya.
"Awas jatuh" ucap Lino.
"Aww" ringis Ana karena ia terjatuh.
"Kamu gak kenapa-napa kan?" tanya Lino sambil mendekat kearah pagar.
"Gak apa-apa kok" ucap Ana sambil berdiri.
"Ya udah sana pulang" ucap Ana pelan.
"Ya udah kalau gitu aku pulang ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Lino segera pergi dengan mengendarai motornya.
Setelah Lino pergi, Ana segera masuk kedalam rumahnya. Setelah itu, ia segera mengunci pintu rumahnya.
Lalu Ana segera berjalan menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar, Ana langsung tertidur karena ia sangat mengantuk.