
"Ya udah cepet telepon mamah kamu" suruh Lino.
Akhirnya Ana menelepon mamahnya.
Tidak menunggu lama, mamah langsung menjawab panggilan telepon dari Ana.
"Hallo, sayang" ucap mamah.
"Mah" ucap Ana.
"Iya ada apa, sayang?" tanya mamah.
"Sebenernya Ana gak setuju kalau mamah nikah lagi" ucap Ana terus terang.
"Ya udah kalau gak setuju gak apa-apa kok" ucap mamah.
"Mamah gak marah kan sama Ana?" tanya Ana memastikan.
"Enggak kok, ngapain juga mamah marah sama kamu" ucap mamah.
"Ya udah deh, mah! kalau gitu Ana tutup lagi ya teleponnya, soalnya cuma itu yang pingin Ana omongin" ucap Ana.
"Oh ya udah" ucap mamah.
Ana segera mematikan panggilan teleponnya.
"Loh! tumben banget luh berdua udah datang" ucap Clara yang baru saja datang.
"Iya soalnya Ana pingin datang pagi-pagi" ucap Lino.
"Emang kalian kesininya jam berapa?" tanya Clara sambil menaruh tas nya.
"Jam 6" ujar Ana.
"Tumben pagi banget" ucap Clara sambil menghampiri Clara dan Lino.
"Emang luh kenapa pingin datang pagi-pagi?" tanya Clara sambil duduk dikursi depan Ana.
"Gak kenapa-napa, gue pingin aja datang pagi-pagi" ucap Ana.
"Oh iya, Na! nanti pulangnya kita main yuk" ucap Clara.
"Main kemana, Ra?" tanya Ana.
"Ke cafe" ucap Clara.
"Siapa aja yang ikut?" tanya Ana.
"Gue, luh, Felisa sama Lia" ucap Clara.
"Lia emang mau ikut?" tanya Ana.
"Gak tahu juga sih" ucap Clara.
"Nanti Ana kesananya sama siapa?" tanya Lino.
"Ya sama gue" ucap Clara.
"Nanti pulang nya jangan lupa anterin dia" ucap Lino.
"Iya siap" ucap Clara.
"Oh iya, Ra! hubungan luh sama Bobby masih ditahap pdkt ya?" tanya Lino.
"Enggak" ucap Clara.
"Berarti luh berdua udah jadian?" tanya Lino.
"Enggak juga" ucap Clara.
"Kita cuma temen doang" ucap Clara.
"PHP banget luh" ucap Lino.
"Gue bukan PHP, masalahnya gue masih bingung kalau gue suka sama siapa" ucap Clara.
"No, cepet pindah! ada Cindy tuh" suruh Ana saat melihat Cindy yang baru datang.
Lino segera mengambil sterofoam bekas nasi goreng miliknya dan juga Ana. Lalu ia segera pergi keluar kelas untuk membuang sterofoam tersebut.
"Pagi guys" ucap Cindy sambil duduk nya.
"Pagi juga" ucap Ana dan Clara bersamaan.
"Kalian tadi lagi ngobrolin apa?" tanya Cindy.
"Kita tadi lagi ngebahas kalau nanti pas pulang sekolah kita mau ke cafe" ucap Ana.
"Siapa-siapa aja yang ikut?" tanya Cindy.
"Gue, Clara, Felisa sama Lia" ucap Ana.
"Gue boleh ikut gak?" tanya Cindy.
"Boleh" ucap Ana.
"Na, anterin gue ke toilet yuk!" ucap Clara.
"Ya udah ayo" ucap Ana.
"Cin, gue sama Clara ke toilet dulu ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Cindy.
Ana dan Clara segera pergi.
"Na" panggil Clara.
"Apa?" ucap Ana.
"Luh kok ngebolehin dia ikut sih" keluh Clara.
"Emang gak boleh ya, Ra" ucap Ana.
"Ya gak boleh lah, kan ini kumpulan geng kita. Masa ngajak dia sih" ucap Clara.
"Terus gue harus gimana, Ra? kan gue udah terlanjur ngebolehin" ucap Ana.
"Bilang aja gak jadi ke cafe nya" ucap Clara.
"Kalau gue ketahuan ngebohong gimana?" tanya Ana.
"Gak mungkin ketahuan, dia nya juga pasti gak tahu kita nongkrong dikafe mana" ucap Clara.
"Ya udah deh nanti gue bilang ke dia kalau ke cafe nya gak jadi" ujar Ana.
"Bilang aja kalau gue ada urusan keluarga, makanya gak jadi" ucap Clara.
"Oh ya udah kalau gitu nanti gue bilang ke Cindy deh" ucap Ana.
"Oh iya, Ra! luh sebenernya mau ke toilet atau mau ke perpustakaan sih?" heran Ana.
"Gue sebenernya gak mau ke toilet, tadi gue bilang gitu supaya cari alesan aja biar bisa keluar kelas" ucap Clara.
"Ya udah kalau gitu kita ke kelas lagi yuk!" ajak Ana.
"Eh jangan dulu! kita ke kantin dulu aja. Soalnya gue mau beli minum" ucap Clara.
"Ya udah ayo" ucap Ana.
Lalu mereka berdua segera pergi menuju kantin.
Sesampainya di kantin, Clara segera membeli air mineral.
"Na, luh gak jajan?" tanya Clara.
"Gue jajannya nanti aja pas istirahat" ucap Ana.
Setelah Clara selesai membeli air mineral, akhirnya Ana dan Clara kembali menuju kelasnya.
"Dari mana, Na?" tanya Lino.
"Habis nganterin Clara beli minum" ujar Ana.
"Ya udah aku masuk dulu ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
Ana dan Clara segera masuk kedalam kelas.
Lalu Ana dan Clara langsung duduk dikursinya masing-masing.
"Cin" panggil Ana.
"Iya, kenapa?" tanya Cindy.
"Gue sama yang lain gak jadi ke cafe nya" ucap Ana.
"Kenapa gak jadi?" tanya Cindy.
"Hmm...gak kenapa-napa. Soalnya Clara nya lagi ada urusan keluarga katanya, makanya dibatalin ke cafe nya" bohong Ana.
"Oh gitu" ucap Cindy.
"Oh iya, Na! ini air mineral siapa?" tanya Cindy.
"Oh itu yang Lino" ucap Ana.
Lalu Ana segera mengambil air mineral tersebut. Kemudian Ana segera pergi keluar untuk menghampiri Lino.
"No" panggil Ana.
"Kenapa?" tanya Lino.
"Ini air mineral yang kamu" ucap Ana sambil memberikan air mineral tersebut kepada Lino.
Lino segera mengambil air mineral tersebut.
"Kamu kenapa diem diluar?" tanya Ana.
"Soalnya udara sejuk banget, makanya aku diem disini" ucap Lino.
"No" ucap Ana.
"Apa lagi?" tanya Lino.
"Pulang sekolah kamu mau langsung pulang ke rumah atau mau ke basecamp?" tanya Ana.
"Pulang ke rumah" ucap Lino.
"Gak bakal ke basecamp?" tanya Ana.
"Enggak" jawab Lino.
"Kenapa gak ke basecamp?" tanya Ana.
"Gak kenapa-napa" ucap Lino.
"Kamu berantem ya sama temen kamu?" tanya Ana.
"Enggak kok" ucap Lino.
"Terus kenapa gak ke basecamp?" tanya Ana.
"Emangnya setiap hari aku harus kesana gitu?" tanya Lino.
"Ya engga juga sih" ucap Ana.
"Woy masuk! pacaran mulu luh berdua" ucap Gilang.
"Santai aja, guru nya juga belum datang" ucap Lino.
Lalu Gilang segera duduk disebelah Lino.
"Nyuruh masuk tapi diri sendiri nya juga diluar" ucap Ana.
"Berisik bocil!" ucap Gilang.
"Luh kenapa sih manggil gue bocil mulu" ucap Ana sedikit kesal.
"Ya kan luh emang bocil" ucap Gilang.
"No, Gilang nya tuh" adu Ana.
"Emang Gilang kenapa, Na?" tanya Lino.
"Dia ngeledek aku mulu" ucap Ana.
"Ya kan emang bener kalau luh bocil" ucap Gilang sambil tertawa.
"Luh yang bocil, bukan gue" ucap Ana.
"Udah jangan berantem! kalian berdua tuh sama-sama bocil" ucap Lino sambil tertawa.
"Ih Lino kok gitu sih" kesal Ana.
"Habisnya kalian berantem mulu kayak bocil" ucap Lino.