
Saat diperjalanan, Lino pun selalu melirik kearah Ana karena Ana terus mengeluarkan air matanya.
Lino pun hanya bisa diam karena ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk membuat Ana berhenti menangis.
"Nih" ucap Lino sambil memberikan tisu kepada Ana.
"Makasih" ucap Ana sambil mengambil tisu tersebut.
Skip
Setelah sampai di rumah, Ana pun segera turun dari mobil Lino.
"Makasih, No" ucap Ana.
"Iya, ya udah gue pulang dulu ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
Ana pun segera mengetuk pintu rumahnya.
Lalu pintu pun dibuka.
"Ana" panggil papah.
Ana pun langsung berlari menuju kamarnya lalu ia pun mengunci pintu kamarnya.
Ana pun tidak bisa berhenti menangis karena mengingat kejadian semalam.
Kemudian Ana pun segera pergi menuju kamar mandi, setelah itu ia pun segera memakai baju seragamnya. Lalu Ana pun membereskan buku-buku yang akan dibawa ke sekolah. Setelah selesai bersiap-siap, Ana pun segera pergi ke sekolah tanpa sarapan pagi.
****
Setelah sampai di sekolah, Ana pun segera pergi menuju kelasnya.
Saat memasuki kelas, ternyata cuma ada lima orang yang sudah datang yaitu Lia, Eka, Fuziah, Sheyn dan Yoga.
Lalu Ana pun segera duduk dan menaruh tasnya diatas meja.
"Hiks...hiks" tangis Ana.
Lalu Lia pun melihat kearah Ana.
"Luh kenapa nangis?" tanya Lia sambil menghampiri Ana.
"Gak apa-apa" ucap Ana sambil mengusap air matanya.
"Luh nangis gara-gara putus sama Bagas ya?" tanya Lia.
"Enggak kok" ucap Ana.
"Luh kenapa putus sama Bagas?" tanya Lia.
"Gak apa-apa, gue pingin putus aja" ucap Ana.
Lalu Naya dan Bagas pun masuk kedalam kelas.
"Lia, antar gue ke toilet yuk! gue takut kalau sendirian" ucap Naya.
"Ya udah ayo" ucap Lia.
Akhirnya mereka berdua pun segera pergi menuju toilet.
Lalu Bagas pun segera menaruh tasnya, lalu ia pun segera menghampiri Ana.
"Luh kenapa nangis? nyesel ya putus sama gue?" tanya Bagas.
Ana pun tidak menjawab ucapan dari Bagas karena ia hanya memikirkan tentang kejadian semalam.
"Kalau luh mau balikan lagi sama gue, nanti bilang aja sama gue" ucap Bagas sambil pergi.
Ana pun hanya bisa mengumpat dalam hati karena mendengar ucapan Bagas barusan.
****
Setelah selesai buang air kecil, Naya pun segera menghampiri Lia.
"Lia" panggil Naya.
"Kenapa?" tanya Lia.
"Ana tadi kenapa nangis?" tanya Naya.
"Gue gak tahu" ucap Lia.
"Entah kenapa ya, gue gak terlalu suka sama Ana" ucap Naya tiba-tiba.
"Gak suka kenapa?" tanya Lia.
"Gue gak suka karena dia kayak mempermainkan cowok gitu" ucap Naya.
"Waktu itu Raka, sekarang kakak gue" ucap Naya.
"Bener juga apa kata luh" ucap Lia.
"Gue juga sebenarnya agak gak suka sama dia. Gara-gara dia, Clara jadi sering main sama dia dibandingkan sama kita" ucap Lia.
****
Ana pun segera keluar dari kelasnya sambil membawa tas.
"Na" panggil Lino yang baru datang.
Ana pun langsung melihat kearah Lino.
"Mau kemana?" tanya Lino.
Ana pun tidak menjawab ucapan Lino, dan ia pun langsung berjalan menuju kearah rooftop.
Lino pun langsung menyusul Ana menuju rooftop.
"Luh kenapa bawa tas? luh mau bolos?" tanya Lino.
Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.
"Kalau mau bolos jangan kesini, lebih baik sekalian aja pergi dari sekolah" ucap Lino.
"Ya udah, gue pergi dulu. Gue mau ijin pura-pura sakit ke satpam" ucap Ana.
Sontak Ana pun menoleh kearah Lino.
"Gue ikut" ucap Lino.
"Bentar" ucap Lino lagi.
Lino pun segera mengambil tisu, lalu ia pun segera menghapus liptint dibibir Ana.
Ana pun langsung membeku karena jarak wajah Lino sangat dekat dengan wajahnya.
"Nah! kalau pucet gini kan jadinya kelihatan sakit" ucap Lino.
"No, luh beneran mau bolos sama gue?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Nanti kalau luh dihukum gimana?" tanya Ana.
"Gak gimana-gimana" ucap Lino santai.
"Ya udah ayo!" ajak Lino.
Mereka berdua pun segera pergi menuju parkiran.
Setelah sampai di parkiran, Lino dan Ana pun segera naik ke motor. Lalu Lino pun segera melajukan motornya.
"Kalian mau kemana?" tanya pak satpam.
"Saya mau nganterin temen saya, pak! dia lagi sakit, tadi udah ijin kok sama guru" ucap Lino berbohong.
"Kasihan, pak! pucat gitu mukanya" ucap Lino.
Lalu satpam itu pun melihat kearah Ana dan memang wajah Ana sangat pucat.
Kemudian satpam tersebut pun langsung membukakan pintu gerbang.
"Makasih, pak" ucap Lino.
"Tunggu! kamu kenapa bawa tas?" tanya pak satpam.
"Anjir, gue lupa ngumpetin tas gue" batin Lino.
"Kamu mau kabur ya" teriak pak satpam.
Lalu Lino pun dengan cepat melajukan motor miliknya.
"Heh bocah!" teriak pak satpam.
"Seru juga ya kabur kayak gini" ucap Ana sambil tertawa kecil.
Lino pun hanya tersenyum saat melihat Ana dari kaca spion motornya.
"No, gue lapar" ucap Ana.
"Ya udah kita ke rumah makan dulu ya" ucap Lino.
Lino pun segera melajukan motornya menuju rumah makan yang jauh dari sekolahnya agar tidak ada guru yang melihat mereka berdua.
Setelah sampai di rumah makan, mereka berdua pun langsung turun dari motor. Dan mereka berdua pun segera masuk kedalam rumah makan tersebut. Lalu mereka pun segera duduk di kursi.
"Mau pesan apa?" tanya Lino.
"Nasi goreng sama air mineral" ucap Ana.
Lalu Lino pun segera pergi untuk memesankan makanan dan minuman.
Trining...trining
"Hallo, mah" ucap Ana.
"Kamu tadi kenapa gak sarapan?" tanya mamah.
"Gak kenapa-napa kok, mah" ucap Ana.
"Disekolah harus sarapan ya" suruh mamah.
"Iya, mah! ini sekarang aku lagi sarapan dikantin kok" ucap Ana berbohong.
"Ya udah kalau gitu, mamah matiin dulu ya teleponnya" ucap mamah.
"Iya, mah" ucap Ana.
Mamah pun segera mematikan panggilan teleponnya.
"Siapa, Na?" tanya Lino.
"Mamah" ucap Ana.
"Kenapa nelpon kamu?" tanya Lino.
Ana pun langsung melihat kearah Lino karena Lino memanggil Ana dengan sebutan kamu.
"Mamah nanya kenapa gue gak sarapan dulu tadi" jelas Ana.
"Kamu belum sarapan?" tanya Lino.
"Belum" ucap Ana.
"Kenapa gak sarapan dulu?" tanya Lino.
"Soalnya gue gak mau ketemu sama papah" ucap Ana.
"No" panggil Ana.
"Apa?" tanya Lino.
"Gue bilang gak ya ke mamah?" tanya Ana.
"Ya terserah luh. Kalau luh mau bilang ya bilang, kalau enggak ya enggak usah" kata Lino.
"Gue ragu, No. Kalau bilang, gue takut mamah jadi sedih banget" ucap Ana dengan mata berkaca-kaca.
"Udah, jangan dipikirin. Nanti luh bisa sakit kalau mikirin hal ini" ucap Lino.