
"Kalau aku haus gimana?" tanya Ana.
"Hmm...nanti aku ambilin minum, terus nanti aku kesini lagi" ucap Lino pelan.
"Ya udah deh" ucap Ana.
"Mau aku ambilin sekarang minumnya?" tanya Lino.
Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.
"No, tapi aku pingin air mineral yang dingin" ucap Ana.
"Ya udah kamu tunggu dulu disini" ucap Lino.
Lalu Lino segera keluar dari kamar tersebut dan ia langsung menutup pintunya.
Setelah itu, Lino segera pergi menuju dapur.
Lalu ia segera mengambil air mineral dikulkas.
"No, makannya mau dimana?" tanya Bobby.
"Di ruang makan lah" ucap Lino.
"Kirain mau makan di ruang tamu" ucap Bobby.
"Jangan, kita makan di ruang makan aja" ucap Lino.
"Lang, bawain piringnya ke meja makan" ucap Alex.
Lalu Gilang segera membawa piring-piring ke meja makan.
"Ini makanan bekas siapa, No?" tanya Gilang.
"Bekas gue" ucap Lino.
Lalu Lino segera pergi menuju kamar tamu untuk menemui Ana.
Setelah sampai, Lino segera masuk kedalam kamar dan ia langsung menutup pintu kamar tersebut.
"Nih minumnya" ucap Lino sambil memberikan air mineral kepada Ana.
"Makasih" ucap Ana.
"Oh iya, ini handphone kamu. Tadi ada di sofa" ucap Lino.
Lalu Ana segera mengambil ponsel miliknya.
"Yah baterai ponsel aku habis" keluh Ana.
"Ya udah bentar ya, aku ambil charger an dulu" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Lino segera pergi menuju kamarnya untuk mengambil charger.
Lalu Ana mencium aroma ayam bakar dari luar.
"Harum banget, jadi laper deh" batin Ana.
"Bosen banget sih" keluh Ana.
"No" panggil Gilang yang berada di ruang tamu.
Sontak Ana langsung diam mematung.
"No, luh dimana?" tanya Gilang.
"No, luh ada didalem?" tanya Gilang sambil mengetuk pintu kamar tamu.
"Gue disini" ucap Lino.
Lalu Lino buru-buru pergi menghampiri Gilang.
"Kenapa?" tanya Lino.
"Itu makanannya udah jadi" ucap Gilang.
"Oh ya udah, kalian makan aja duluan. Nanti gue nyusul" ucap Lino.
"Emang luh mau kemana dulu? kok nyusul sih" heran Gilang.
"Hmm...gue...mau keluar bentar" ucap Lino.
"Mau ngapain?" tanya Gilang.
"Mau nutup pager" ucap Lino.
"Oh ya udah" ucap Gilang.
Lalu Gilang segera pergi.
Setelah Gilang pergi, Lino segera masuk kedalam kamar tamu.
"Nih charger nya" ucap Lino.
Lalu Ana segera mengambil charger tersebut.
"No, kalian masak apa?" tanya Ana.
"Kita masak ayam bakar" ucap Lino.
"Oh ayam bakar" ucap Ana.
"Kayaknya enak banget" ucap Ana.
"Kamu mau?" tanya Lino.
"Mau" ucap Ana.
"Ya udah nanti aku bakal sisain buat kamu" ucap Lino.
"Makasih" ucap Ana.
"Maaf ya, aku nyuruh kamu buat diem disini" ucap Lino.
"Iya gak apa-apa" ucap Ana.
Cklek
Pintu kamar tamu pun dibuka oleh Gilang.
Sontak Ana dan Lino langsung mematung karena mereka terkejut melihat Gilang.
"Tuh, kan! udah gue duga, pasti luh nyembunyiin cewek" ucap Gilang.
"Gue bisa jelasin" ucap Lino.
"Ya udah cepet jelasin" ucap Gilang.
"Eh tunggu deh, luh kok bau alkohol sih? luh minum ya?" tanya Gilang.
Ana hanya terdiam.
"Lang, nanti gue jelasin!" ucap Lino.
"Ya udah ayo makan" ucap Gilang.
"Ya udah ayo" ucap Lino.
"Aku tunggu disini aja, No" ucap Ana.
"Ya udah ayo, Lang" ucap Lino.
Lalu mereka berdua segera keluar dari kamar tersebut, kemudian Lino segera menutup pintu kamar tersebut.
"Lang, nanti jangan bilang ke yang lain ya kalau ada Ana disini" ucap Lino.
"Iya, tapi nanti luh harus jelasin ke gue" ucap Gilang.
"Iya nanti gue jelasin" ucap Lino.
Lalu Lino dan Gilang segera pergi menuju ruang makan.
Setelah sampai di ruang makan, mereka berdua segera duduk dan langsung memakan makanan yang telah disediakan.
"Nanti sisain nasi sama ayam bakar nya ya" ucap Lino.
"Sisain buat siapa?" tanya Bayu.
"Buat gue" ucap Lino.
"Kan luh lagi makan" ucap Bayu.
"Maksud buat nanti sore" ucap Lino.
"Oh ya udah nanti sisain aja, lagian pasti gak habis" ucap Alex.
"Buat Ana ya, No?" bisik Gilang kepada Lino.
Lino hanya mengangguk mengiyakan ucapan Gilang.
"Bisik-bisik apa luh?" tanya Bobby.
"Awas aja ya luh ngomongin tentang makanan yang gue buat" ucap Bobby.
"Kaga kok, gue bukan ngomongin tentang makanan luh" ucap Gilang.
"Terus ngomongin apa?" tanya Bobby.
"Tadi dia ngomongin cewek yang suka sama dia" bohong Lino.
"Siapa?" tanya Bobby.
"Masih temen sekelas kita" ucap Lino.
"Cantik gak?" tanya Bayu.
"Cantik" ucap Gilang.
"Cantikan mana sama Zahra?" tanya Bayu.
"Kalau cantik lebih cantik Zahra sih, tapi kalau dari sifat lebih baikan Felisa dari pada Zahra" ucap Gilang.
"Luh sama Zahra tuh ada hubungan apa sih?" tanya Lino.
"Gue sama dia?" tanya Bayu.
"Iya, hubungan luh sama dia apa?" tanya Lino.
"Kita cuma temen" ucap Bayu santai.
"Anjir cuma temen dong" ucap Alex.
"Kasihan banget Zahra cuma anggap temen" ucap Gilang.
"Jadi sebenernya luh suka sama siapa sih? perasaan ganti cewek mulu" ucap Bobby.
"Gue juga bingung, soalnya belum ada cewek yang sesuai dengan kriteria gue" ucap Bayu.
"Bay, luh harusnya jangan terus-terusan ganti cewek deh. Soalnya kasihan ceweknya, pasti berharap lebih sama luh" ucap Alex.
"Iya bener, mana luh sering gombalin cewek lagi. Pasti cewek nya pada baper sama luh" ucap Bobby.
"Guys! menurut kalian, gue tembak jangan ya cewek yang suka sama gue?" tanya Gilang.
"Emangnya luh suka atau enggak sama cewek itu?" tanya Bobby.
"Hmm...gue gak tahu. Soalnya gue biasa aja ke dia" ucap Gilang.
"Ya kalau gitu jangan ditembak" ucap Bayu.
"Tapi gue pingin pacaran, soalnya gue udah lama ngejomblo" ucap Gilang.
"Ya udah tembak aja" ucap Bobby.
"Jangan ditembak kalau belum ada rasa, soalnya nanti pasti luh cepet bosen sama dia" jelas Alex.
"Iya bener apa kata Alex" ucap Lino.
"Kalau gitu sebaiknya luh sering-sering deh deket sama dia, biar timbul rasa suka ke dia" saran Bobby.
"Oke, nanti gue bakal deketin dia dulu" ucap Gilang.
"Oh iya! nanti habis makan, kita jalan-jalan yuk!" ajak Bayu.
"Jalan-jalan kemana?" tanya Alex.
"Kemana aja" ucap Bayu.
"Ya udah ayo! udah lama juga kita gak jalan-jalan bareng" ucap Bobby.
"Gue gak bisa" ucap Lino.
"Kenapa gak bisa?" tanya Bayu.
"Soalnya gue mau jalan-jalan sama Ana" bohong Lino.
"Ya udah sekalian ajak Ana aja" ucap Bayu.
"Masalahnya dia pingin jalan-jalan berdua bareng gue" ucap Lino.
"Emang luh berdua mau kemana?" tanya Alex.
"Mau ke cafe" ucap Lino.
"Emang luh gak kenyang apa? kan luh udah makan" ucap Bobby.
"Ya kenyang sih, tapi kan gue harus turutin keinginan pacar gue" ucap Lino.
"Luh bener-bener cowok idaman banget ya, No" ucap Alex.
"Jangan dipuji, nanti hidung dia terbang" ucap Gilang.
Setelah selesai makan, mereka segera pamit pulang.
"Ya udah kita pulang dulu ya" ucap Bobby.
"Iya" ucap Lino.
Lalu Bobby, Bayu dan Alex segera keluar dari rumah Lino.
"Lang, luh gak pulang?" teriak Bayu.
"Enggak, gue masih mau disini" ucap Gilang.
"Oh gitu, ya udah kita pulang dulu ya" ucap Bayu.
"Iya" ucap Lino dan Gilang bersamaan.
Lalu Bayu, Bobby dan Alex segera pergi dengan mengendarai motornya masing-masing.