ARLINO

ARLINO
Episode 170



Ketika sampai di rumah, Ana melihat Lia yang membawa tas besar.


"Lia" panggil Ana.


Lalu Lia langsung menoleh ke arah belakang.


"Ana" lirih Lia.


Lalu Lia langsung memeluk Ana dengan erat.


"Lia, luh kenapa?" tanya Ana.


"Gue kabur dari rumah, soalnya gue takut dimarahin papah" ucap Lia.


"Emang luh punya salah apa ke papah luh?" tanya Ana.


Lalu Lia langsung melepaskan pelukannya dari Ana.


"Kan rangking gue turun jadi ke 3, jadi gue takut dimarahin sama papah gue" ucap Lia.


"Kalau luh takut, luh bilang aja ke mamah luh biar mamah luh nasehatin papah luh biar papah luh gak marah sama luh" ucap Ana.


"Masalahnya mamah gue gak ada di rumah, dia lagi pergi ke luar kota" ucap Lia.


"Terus tadi yang ambil raport luh siapa?" tanya Ana.


"Pembantu gue" ucap Lia.


"Na, untuk sementara waktu gue boleh nginep gak di rumah luh? soalnya kalau nginep di Clara atau Felisa pasti papah gue tahu" ucap Lia.


"Iya, boleh kok" ucap Ana.


"Nanti kalau mamah gue udah pulang ke rumah, gue bakal pulang kok" ucap Lia.


"Ya udah kalau gitu kita masuk kedalam yuk" ucap Ana.


Lalu Ana dan Lia segera masuk kedalam rumah.


"Mah" panggil Ana.


"Iya, kenapa?" tanya mamah.


"Lia boleh nginep disini gak, mah?" tanya Ana.


"Ya boleh lah, Na" ucap mamah.


"Makasih ya, tante" ucap Lia.


"Kenapa bilang makasih?" heran mamah Ana.


"Iya, soalnya kan tante udah ngijinin Lia nginep disini" ucap Lia.


"Gak usah bilang makasih juga kali, lagian tante seneng kalau temen-temennya Ana nginep disini" kata mamah.


"Ya udah, mah! kita ke kamar dulu ya soalnya mau nyimpen barang-barang Lia" ucap Ana.


"Oh ya udah sana" ucap mamah.


Lalu Ana dan Lia segera pergi menuju kamarnya Ana.


Sesampainya di kamar, Ana segera menyimpan tas Lia di sudut kamarnya.


"Makasih ya, Na" ucap Lia.


"Iya sama-sama" ucap Ana.


"Oh iya, Clara sama Felisa tahu gak kalau luh kesini?" tanya Ana.


"Enggak" ucap Lia.


"Lia, bentar ya gue mau ambil minum sama kue buat luh" ucap Ana sambil pergi menuju dapur.


Setelah sampai di dapur, Ana. segera mengambil air minum dan kue untuk Lia.


"Ana" panggil mamah.


"Iya kenapa, mah?" tanya Ana.


"Lia lagi ada masalah ya?" tanya mamah.


"Iya, mah" ucap Ana.


"Lia kabur dari rumah karena dia takut dimarahin sama papahnya karena rangking dia turun" jelas Ana.


"Ya ampun, masa gara-gara rangking turun sampe dimarahin sih" ucap mamah.


"Ya udah, mah! Ana ke kamar dulu ya soalnya mau kasih makanan sama minuman ke Lia" ucap Ana.


Lalu Ana segera pergi menuju kamarnya


* Kamar


"Ini, Lia" ucap Ana sambil memberikan minuman dan kue kepada Lia.


"Makasih ya, Na" ucap Lia.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Lia segera meminum air yang diberikan Ana.


"Oh iya, Na! emang bener ya kalau Acha masih hidup?" tanya Lia.


"Iya" ucap Ana.


"Luh pasti agak khawatir kan, Na?" tanya Lia.


"Maksudnya?" bingung Ana.


"Luh pasti takut kan kalau Lino lebih milih Acha dari pada luh?" tebak Lia.


"Gue gak khawatir kok" bohong Ana.


"Udah, jangan bohong. Lagian gue kalau jadi luh, gue juga bakal khawatir" ucap Lia.


"Sejujurnya sih gue emang khawatir kalau Lino milih Acha" ucap Ana.


"Tapi kalau beneran dia milih Acha, ya gue bisa apa. Lagian kan itu hak dia buat milih salah satu diantara gue dan Acha" ucap Ana.


"Oh iya, katanya Acha hilang ingatan ya?" tanya Lia.


"Iya, soalnya dia gak inget sama Lino dan Clara" ucap Ana.


Trining...trining


Lia segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari papahnya.


"Siapa?" tanya Ana.


"Papah gue" ucap Lia sambil mematikan panggilan teleponnya.


"Oh iya, Na! kok gue gak lihat papah luh sih" heran Lia.


"Iya soalnya kan beda rumah" ucap Ana.


"Beda rumah?" bingung Lia.


"Mamah gue sama papah gue udah cerai" ucap Ana.


"Maaf ya, Na! gue gak tahu" ucap Lia.


Trining...trining


Lalu Lia kembali melihat kearah ponselnya dan kali ini yang meneleponnya adalah Clara.


Kemudian Lia segera mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Hallo, Ra" ucap Lia.


"Lia, luh mau ikut gak besok?" tanya Clara.


"Kemana?" tanya Lia.


"Kita mau ketemu Acha" ucap Clara.


"Ketemu Acha?" tanya Lia memastikan.


"Iya" ucap Clara.


"Felisa sama Lino juga mau ikut" ucap Clara.


Lalu Lia sekilas melihat kearah Ana.


"Gue kayaknya gak ikut deh" ucap Lia.


"Kenapa gak ikut?" tanya Clara.


"Gak kenapa-napa, gue cuma gak mau ikut aja" ucap Lia.


"Luh kok gitu sih" ucap Clara.


"Gue bener-bener gak bisa, Ra" ucap Lia.


"Kita bertiga nanti bakal ngomong kok ke orang tua luh, biar luh diijinin main sama kita" ucap Clara.


"Jangan, Ra! jangan ngomong ke orang tua gue" ucap Lia.


"Emang kenapa?" ucap Clara.


"Pasti gak diijinin sama mereka berdua" ucap Lia.


"Ya udah deh kalau luh gak bisa" ucap Clara.


"Kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Clara.


"Iya" Lia.


Lalu Clara langsung mematikan panggilan teleponnya.


"Clara besok mau ketemu Acha ya?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lia.


"Sama Lino ya kesannya?" tebak Ana.


Lia hanya terdiam.


"Udah gue duga sih pasti sama Lino" ucap Ana sedih.


"Jangan sedih, Na" ucap Lia.


"Enggak kok, gue gak sedih" ucap Ana dengan mata yang berkaca-kaca.


Lalu Lia langsung memeluk Ana.


Tanpa sadar Ana langsung meneteskan air matanya karena Lia memeluk dirinya.


Skip


Malam hari


Tok...tok...tok


"Buka aja, mah" ucap Ana.


Lalu mamah Ana langsung membuka pintu kamar Ana.


"Ada apa, mah?" tanya Ana.


"Ayo makan malem dulu" ucap mamah.


"Lia, ayo makan malam" ucap mamah Ana.


"Iya, tante" ucap Lia.


Lalu Ana, Lia dan mamah segera pergi menuju ruang makan.


Setelah sampai di ruang makan, mereka bertiga segera duduk di kursi. Kemudian mereka langsung menikmati makanan yang dibuat oleh mamahnya Ana.


Tingtong...tingtong


Lalu mamah Ana segera pergi keluar untuk menemui orang yang menekan bel rumahnya.


Setelah sampai di luar, mamah Ana segera membukakan pagar rumahnya.


"Eh, Raka" ucap mamah Ana.


"Tante, Ana nya ada gak?" tanya Raka.


"Ada didalem" ucap mamah Ana.


"Oh iya, Raka udah makan belum?" tanya mamah Ana.


"Belum, Tante" ucap Raka.


"Ya udah makan malam bareng yuk sama kita" ucap mamah Ana.


"Boleh, tante?" tanya Raka memastikan.


"Ya boleh lah" ucap mamah Ana.


"Ya udah ayo masuk" ucap mamah Ana.


Lalu mereka berdua segera masuk kedalam.


"Lia, ngapain disini?" tanya Raka.


"Lia mau nginep disini" ucap mamah Ana.


"Ya udah ayo makan, Ka" suruh mamah Ana.


"Iya, tante" ucap Raka sambil duduk di kursi.


Kemudian Raka segera menikmati makanan yang dibuat oleh mamahnya Ana.


"Tante" panggil Raka.


"Kenapa, Ka?" tanya mamah Ana.


"Kata mamah katanya tante mau ikut reunian gak besok?" tanya Raka.


"Mau kok" ucap mamah Ana.


"Nanti berangkatnya bareng katanya" ucap Raka.


"Iya, nanti besok tante berangkat bareng sama mamah kamu kok" ucap mamah Ana.