
Keesokan harinya
"Ana, bangun!" ucap mamah.
"Lima menit lagi, mah" ucap Ana yang masih menutup matanya.
"Cepet bangun! udah siang" ucap mamah.
Dengan terpaksa, Ana segera bangun dari tidurnya.
"Cepet mandi! habis itu baru sarapan" ucap mamah.
"Iya mamah" ucap Ana.
"Iya..iya! cepet ke kamar mandi!" perintah mamah.
"Sebentar, mah! Ana mau ngumpulin nyawa dulu" ucap Ana.
"Kamu udah sadar, ngapain ngumpulin nyawa segala" ucap mamah sambil tertawa kecil.
"Ini masih setengah sadar, mah" ucap Ana sambil mengucek matanya.
"Ya udah cepet ya, mamah tunggu di ruang makan" ucap mamah.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Mamah segera pergi.
Setelah itu, Ana segera mengambil handuk nya. Lalu ia segera masuk kedalam kamar mandi.
Skip
Sesudah mandi, Ana langsung berganti baju menggunakan seragam sekolahnya. Habis itu, Ana segera memasukan alat-alat tulis nya kedalam tas. Setelah itu, ia segera pergi menuju ruang makan.
Ketika sampai di ruang makan, Ana segera duduk dan ia langsung memakan makanan buatan mamahnya.
"Makan nya jangan sambil main handphone" ucap mamah.
"Emang kenapa gak boleh sambil main handphone?" tanya Ana.
"Kalau sambil main handphone, nanti lama makan nya. Terus bisa-bisa nanti kamu kesiangan berangkat ke sekolahnya" ujar mamah.
"Gak bakal kesiangan kok, mah. Lagian Ana juga ini sambil lihat jam kok" ucap Ana.
"Ngejawab aja kalau mamah ngomong" ucap mamah.
Ana hanya cengengesan saat mendengar ucapan mamahnya.
Mamah memperhatikan Ana yang sedang tersenyum sambil melihat ke layar ponselnya.
"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya mamah.
"Gak kenapa-napa kok, mah" ucap Ana.
"Gak kenapa-napa tapi kok senyum-senyum kayak gitu" ucap mamah.
"Ana ini lagi chat-an, mah. Makanya senyum-senyum sendiri" ucap Ana.
"Pasti kamu lagi chat sama Lino ya?" tanya mamah.
"Kok tahu sih, mah" ucap Ana.
"Ya tahu lah, mamah juga kan pernah muda" ucap mamah.
"Ya udah cepet makan nya, udah jam setengah tujuh tuh" ucap mamah.
"Iya...iya" ucap Ana sambil meletakkan ponselnya disaku rok nya.
Lalu Ana segera melanjutkan makan nya.
Sesudah makan, Ana segera memasak nasi goreng untuk Lino.
Setelah memasak nasi goreng, Ana segera menunggu Lino di ruang tamu.
Ting
Ana segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari Lino.
Lalu Ana segera membuka pesan tersebut.
Lino 🤍 :
Aku udah didepan rumah kamu
Ana langsung membalas pesan dari Lino.
^^^Ana :^^^
^^^Tunggu sebentar^^^
Ana segera pergi menuju kamar mamahnya.
"Mah, Ana berangkat dulu ya" ucap Ana sambil salam kepada mamahnya.
"Iya" ucap mamah.
"Belajar yang bener ya di sekolah nya" ucap mamah.
"Iya siap, mah" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu Ana berangkat dulu ya, mah" ucap Ana.
"Iya" ucap Ana.
Ana segera pergi keluar untuk menghampiri Lino.
"No, maaf ya lama" ucap Ana.
"Gak lama kok" ucap Lino.
"Oh iya, Na! makanan nya dibawa gak?" tanya Lino.
"Oh iya! aku lupa bikin, No" ucap Ana.
"Yah, kamu gimana sih" keluh Lino.
"Terus gimana dong, No?" tanya Ana.
"Ya gak apa-apa sih, kan besok masih bisa bikin" ucap Lino.
"Kalau aku lupa lagi gimana?" tanya Ana.
"Kalau kamu lupa lagi, berarti kamu sengaja gak mau bikinin nasi goreng buat aku" ucap Lino sedikit kesal.
Ana langsung tertawa mendengar ucapan Lino.
"Bercanda! aku bawa kok nasi goreng nya" ucap Ana.
"Beneran bawa?" tanya Lino memastikan.
"Iya, dibawa kok. Ini ada di dalam tas" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu ayo naik" ucap Lino.
Lalu Ana segera naik ke motor Lino.
Setelah Ana naik, Lino segera melajukan motornya menuju sekolah.
* Sekolah
Sesampainya di parkiran sekolah, Ana dan Lino segera turun dari motor.
Kemudian mereka berdua segera berjalan menuju kelas nya.
Setelah sampai kelas, Ana dan Lino segera duduk di kursi nya masing-masing.
Saat duduk, Ana melihat ada cokelat di kolong meja nya dan ia langsung mengambil coklat tersebut dan di coklat tersebut terdapat kertas kecil yang menempel pada cokelat dan kertas itu bertuliskan kata maaf.
Sontak Ana langsung melihat kearah Lia karena ia tahu bahwa orang yang memberinya coklat adalah Lia.
Lalu Ana segera menghampiri Lia.
"Lia" ucap Ana.
Lia yang sedang membaca buku langsung mengalihkan pandangannya pada Ana.
"Iya kenapa, Na?" tanya Lia.
"Ini cokelat dari luh ya?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lia.
"Makasih ya cokelat nya" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Lia.
"Ya udah kalau gitu gue ke kursi gue dulu ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lia.
"Maaf ya kalau gue ganggu luh" ucap Ana.
"Iya gak apa-apa, santai aja" ucap Lia.
Setelah berterima kasih, Ana segera kembali menuju kursinya.
Lino segera menghampiri Ana.
"Kamu udah baikan ya sama Lia?" tanya Lino sambil duduk disebelah Ana.
Ana hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Baik banget sih kamu, padahal Lia udah ngomongin kamu dari belakang" ucap Lino.
"Udah jangan dibahas, lagian yang penting kan aku sama dia udah baikan" ucap Ana sambil tersenyum.
"Oh iya, No! aku dikasih cokelat loh sama Lia" ucap Ana sambil tersenyum.
"Oh ya?" ucap Lino.
"Iya, ini cokelat nya" ucap Ana sambil menunjukkan cokelat pemberian Lia.
Lino hanya tersenyum karena melihat Ana yang seperti bahagia.
"Seneng banget ya dikasih cokelat?" tanya Lino.
"Iya lah, soalnya kan cokelat itu kesukaan aku" ucap Ana.
"Kalau aku kesukaan kamu bukan?" tanya Lino.
"Bukan" ucap Ana sambil tertawa.
"Terus aku kesukaan siapa?" tanya Lino.
"Kamu kesukaan Dora dan Dori" ucap Ana.
"Kalau Dora dan Dori kesukaan siapa?" tanya Lino.
"Ya kesukaan kamu lah" ucap Ana.
"Enggak, aku gak suka mereka" ucap Lino.
"Terus kalau gak suka kenapa dipiara?" tanya Ana.
"Kamu harusnya jangan nanya gitu, kan jadinya aku gak jadi gombalnya" ucap Lino.
"Emang harusnya aku tanya apa?" tanya Ana.
"Harusnya tadi kamu nanya, terus aku suka nya apa" ucap Lino.
"Emang kamu suka nya apa?" tanya Ana.
"Ya suka nya kamu" ucap Lino dan Ana bersamaan.
"Tuh kan, bener! pasti jawabannya kayak gitu" ucap Ana sambil tertawa.
"Iya, udah basi banget" ucap Ana.
"Guys! ayo ke lapangan, soalnya upacara mau dimulai" teriak Yoga.
Kemudian murid-murid segera pergi menuju lapangan.
Skip
Setelah upacara selesai, murid-murid segera pergi menuju kelasnya masing-masing.
* Kelas XII MIPA 4
"Guys, pak Samsul nya gak masuk" ucap Legi.
"Dia ngasih tugas gak?" tanya Gilang.
"Ngasih, tugasnya ada digrup" ucap Legi.
"Na ke rooftop yuk!" ucap Lino.
"Tapi aku mau ngerjain tugas" ucap Ana.
"Nanti aja ngerjainnya" ucap Lino.
"Ya udah deh ayo" ucap Ana.
Lalu Ana dan Lino segera pergi menuju rooftop.
* Rooftop
Sesampainya di rooftop, Ana dan Lino segera duduk dikursi yang ada di rooftop. Kemudian Ana dan Lino segera memakan makanan yang dibuat Ana.
"Nasi goreng nya enak gak, No?" tanya Ana.
"Enak kok" ucap Lino.
Setelah selesai makan, mereka berdua segera kembali menuju kelasnya.
"No, kerjain tugas nya yuk!" ajak Ana.
"Gak mau ah!" ucap Lino.
"Ih pemalas banget jadi orang" ucap Ana.
"Tangan aku bisa pegal kalau nulis terlalu banyak" ucap Lino.
"Kan dirangkum, jadi pasti gak terlalu banyak" ucap Ana.
"Sama aja bikin pegal" ucap Lino.
"Alesan! bilang aja males" ucap Ana.
Akhirnya Ana segera duduk di kursinya dan ia langsung mengerjakan tugas sejarah.
"Rajin amat sih, padahal orang-orang juga banyak yang gak nulis" ucap Lino sambil duduk di kursi sebelah Ana.
"Bukan rajin, tapi masalahnya aku tuh takut dikumpulin tugasnya" ucap Ana sambil menulis.
"Kata Legi juga kan gak dikumpulin" ucap Lino.
"Emang iya, tapi jaga-jaga aja siapa tahu dikumpulin" ucap Ana.
"Na, bel masuk berapa menit lagi sih?" tanya Lino.
"5 menit lagi, No" ucap Ana.
"Nanti bangunin aku ya kalau udah ada guru" ucap Lino.
"Iya, nanti aku bangunin kok" ucap Ana.
Lino segera menggenggam tangan kanan Ana.
"No, tangan aku nya jangan dipegang! aku mau nulis nih" ucap Ana.
"Ya udah tukeran tempat duduknya" ucap Lino.
"Emang mau ngapain?" bingung Ana.
"Udah tukeran aja" perintah Lino.
Lalu Ana dan Lino segera bertukar tempat duduk.
Lino segera menggenggam tangan kiri Ana. Kemudian ia segera tertidur.
Ana hanya tersenyum saat melihat Lino tertidur sambil menggenggam tangannya.
Beberapa menit kemudian...
Ting
Ana segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari grup.
Lalu Ana segera membaca pesan tersebut dan pesan tersebut ternyata pesan dari Bu Yuni.
"No, ayo kerjain" ucap Ana sambil menepuk pundak Lino.
"Kerjain apa, Na?" tanya Lino sambil membuka matanya.
"Tugas bahasa Indonesia" ucap Ana.
"Guru nya gak masuk?" tanya Lino.
"Enggak, soalnya Bu Yuni nya lagi sakit" ucap Ana.
"Tugas nya dikumpulin gak?" tanya Lino.
"Dikumpulin" ucap Ana.
Lalu Lino segera pergi menuju tempat duduknya dan ia langsung mengambil tas nya. Setelah itu, ia segera kembali duduk disebelah Ana.
"Aku lihat ya, soalnya aku gak bawa buku paket" ucap Lino.
"Kebiasaan deh suka gak bawa buku paket" ujar Ana.
"Iya soalnya aku lupa" ucap Lino.
"Lupa atau males bawa buku?" tanya Ana.
"Dua-duanya sih" ucap Lino sambil nyengir.
"Nanti aku aduin ah ke mamah kamu biar dimarahin" ucap Ana.
"Aduin apa?" tanya Lino.
"Ya aduin kalau kamu sering gak bawa buku lah" ucap Ana.
"Emang berani ngaduin aku ke mamah?" tanya Lino.
"Ya berani lah" ucap Ana.
"Ya udah nih" ucap Lino sambil memberikan ponselnya kepada Ana.
"Ngapain kasih handphone kamu ke aku?" bingung Ana.
"Kan tadi katanya mau aduin aku ke mamah, jadi ya udah cepet telepon mamah aku nya" ucap Lino.
"Gak mau ah!" ucap Ana.
"Katanya berani" ucap Lino.
"Ya emang berani" ucap Ana.
"Ya udah kalau berani ya telepon" ucap Lino.
"Gak mau, soalnya mamah kamu pasti lagi sibuk" ucap Ana.
"Coba dulu aja, siapa tahu diangkat" ucap Lino.
"Gak mau!" ucap Ana.
"Bilang aja malu ngobrol bareng mamah" ucap Lino.
"Aku gak malu kok" ucap Ana.
"Ya udah kalau gak malu ya telepon sekarang" ucap Lino.
"Ih Lino mah maksa" keluh Ana.
Lino langsung tertawa kecil karena mendengar keluhan Ana.
"Ya udah mau buku paket nya? aku mau ngerjain" ucap Lino.
Ana segera mengambil buku paket nya yang berada didalam tas.
"Ya udah nih" ucap Ana sambil meletakkan buku paket di meja.
Lalu Ana dan Lino segera mengerjakan tugas tersebut.
...****...
Krining...krining
Bel pulang pun berbunyi.
Beberapa murid kelas XII MIPA 4 segera keluar dari kelas
Lino berjalan menghampiri Ana.
"Na, ayo pulang" ucap Lino.
"Tunggu, aku lagi beresin alat tulis dulu" ucap Ana sambil memasukkan alat tulis kedalam tas nya.
"Ya udah ayo pulang" ucap Ana.
Ana dan Lino segera pergi menuju parkiran sekolah.
Sesampainya di parkiran sekolah, Ana dan Lino segera naik ke motor. Lalu Lino segera melajukan motornya menuju rumah Ana.
Skip
* Rumah Ana
Sesampainya di rumah, Ana segera turun dari motor.
"Mau mampir ke rumah dulu gak?" tanya Ana.
"Enggak" ucap Lino.
"Ya udah aku pulang dulu ya, Na" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Hati-hati ya, No" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Jangan ngebut ya bawa motornya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Awas loh kalau ngebut" ucap Ana.
"Iya gak bakal, bawel" ucap Lino sambil tersenyum.
"Ya udah aku pulang dulu ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Lino segera melajukan motornya.
Setelah Lino pergi, Ana segera masuk kedalam rumahnya.