
Skip
Setelah pulang sekolah, Lino pun segera pergi menuju toko donat.
Setelah sampai, Lino pun segera masuk ke toko tersebut dan ia pun segera membeli donat untuk Ana. Setelah itu, ia pun segera membayar donat tersebut.
Setelah selesai membeli donat, ia pun segera keluar dari toko tersebut dan ia pun segera menaiki motornya. Lalu setelah itu, ia pun segera mengendarai motornya menuju rumah Ana.
Setelah sampai di rumah Ana, Lino pun segera menelepon Ana agar Ana tahu bahwa Lino datang ke rumah Ana.
"Hallo, No" ucap Ana.
"Na, aku ada diluar rumah kamu" ucap Lino.
"Iya terus kenapa?" tanya Ana.
"Aku mau masuk" ucap Lino.
"Ya udah masuk aja, lagian pintunya gak dikunci" ucap Ana.
"Kalau aku masuk, nanti bakal disangka maling lah" ucap Lino.
"Tapi aku males keluar, No. Kan kamu tahu aku lagi sakit" ucap Ana.
"Ya udah deh, tapi gak apa-apa kan kalau aku masuk?" tanya Lino memastikan.
"Iya masuk aja" ucap Ana.
Lalu Lino pun segera masuk kedalam rumah Ana. Kemudian ia pun segera pergi menuju kamar Ana.
Tok...tok...tok
"Paket!!" ucap Lino.
"Masuk aja, No" ucap Ana.
Lalu Lino pun segera masuk kedalam kamar Ana.
"Gimana? udah mendingan gak?" tanya Lino sambil duduk dipinggir kasur Ana.
"Lumayan" ucap Ana.
"Kamu udah makan siang belum?" tanya Lino.
"Udah" ucap Ana.
"Makan sama apa?" tanya Lino.
"Ayam goreng" ucap Ana.
"Udah minum obat?" tanya Lino.
"Belum" ucap Ana.
"Ya udah cepet minum obat dulu" ucap Lino.
"Enggak mau ah! obatnya pahit" ucap Ana.
"Ya namanya juga obat, pasti pahit lah" ucap Lino.
"Ya udah cepet minum" ucap Lino sambil memberikan obat dan air minum kepada Ana.
Lalu Ana pun segera mengambil obat dan air minum dan ia pun langsung meminum obat tersebut.
"Oh iya, ini buat kamu" ucap Lino sambil memberikan kantong plastik berisi donat.
"Ini apa?".tanya Ana.
"Buka aja" ucap Lino.
Lalu Ana pun segera membuka plastik tersebut, setelah itu ia pun segera membuka kotak yang berisi donat.
"Makasih" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Lino.
"Ya udah cepet makan donatnya nanti keburu dikerumuni semut" ucap Lino.
Ana pun hanya terdiam.
"Kenapa?" tanya Lino.
"Donat nya kayaknya terlalu manis" ucap Ana.
"Kamu gak suka ya?" tanya Lino.
"Suka kok" ucap Ana.
"Ya udah kalau gak suka, gak usah dimakan" ucap Lino.
"Aku suka kok" ucap Ana.
Lalu Ana pun segera memakan donat tersebut karena takut Lino sedih.
"Terlalu manis ya?" tanya Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Kamu mau gak?" tanya Ana.
"Enggak, buat kamu aja" ucap Lino.
"Cobain dulu dikit" ucap Ana.
"Enggak mau" ucap Lino.
"Aaaa" ucap Ana sambil mendekatkan donat kepada mulut Lino.
"Enggak, Na" ucap Lino.
"Dikit aja" ucap Ana.
"Ya udah" ucap Lino.
"Nih" ucap Ana sambil memberikan donat kepada Lino.
"Gak disuapin nih?" tanya Lino.
"Oh kamu mau disuapin?" tanya Ana.
Lino pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ana.
Lalu Ana pun segera menyuapi Lino.
"Udah! satu gigit aja" ucap Lino.
"Buat kamu aja semuanya" ucap Ana sambil memberikan donat kepada Lino.
"Ih makan cepet!" suruh Ana.
"Gak mau! kan ini buat kamu" ucap Lino.
"Pokoknya buat kamu" ucap Ana.
"Ya udah iya" pasrah Lino sambil mengambil donat dari tangan Ana.
Lalu Lino pun segera memakan donat tersebut.
"Oh iya, No! tadi kamu dihukum gak gara-gara telat datang ke sekolah?" tanya Ana.
"Enggak dong! kan aku lompatin tembok yang dibelakang perpustakaan" jelas Lino.
"Dasar bandel banget sih" ucap Ana.
"Kamu juga sama" ucap Lino.
"Aku cuma sekali kok lompatin tembok" ucap Ana.
"Sama aja bandel" ucap Lino.
"Enggak" ucap Ana.
"Susah ya ngomong sama cewek ujung-ujungnya pasti cowok yang harus ngalah" ucap Lino.
Ana pun hanya cengengesan karena mendengar ucapan Lino.
"No" ucap Ana.
"Apa?" tanya Lino.
"Nanti aja deh makan donatnya, soalnya aku lagi gak mood" ucap Ana.
"Ya udah terserah kamu aja" ucap Lino.
"Oh iya, No! tolong simpen di dapur dong donatnya" ucap Ana sambil memberikan donat kepada Lino.
Lalu Lino pun segera pergi menuju dapur untuk menyimpan donat.
Setelah sampai di dapur, Lino pun segera menaruh donat tersebut diatas meja. Setelah itu, ia pun segera kembali menuju kamar Ana.
Setelah sampai di kamar Ana, Lino pun segera duduk dipinggir kasur Ana.
"No" panggil Ana.
"Kenapa lagi?" tanya Lino.
"Aku pingin makanan pedas" ucap Ana.
"Jangan! kamu kan lagi sakit" ucap Lino.
"Tapi kan aku sakit demam bukan sakit perut" ucap Ana.
"Tapi tetep aja gak boleh, soalnya kan kamu lagi sakit" ucap Lino.
"Tapi aku pingin makan makanan pedas" ucap Ana.
"Pokoknya gak boleh, nanti yang ada kamu malah tambah sakit" ucap Lino.
"Oh iya, nih" ucap Lino sambil memberikan ponselnya.
"Apaan?" bingung Ana.
Lalu Lino pun segera membuka galeri foto, kemudian ia pun segera memberikan ponselnya kepada Ana.
"Coba kamu lihat foto-foto itu, siapa tahu ada tulisan yang mirip sama tulisan penguntit itu" ucap Lino.
"Kamu fotoin catatan mata pelajaran semua murid dikelas?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Ya udah cepet lihat tulisannya, siapa tahu ada penguntit itu" ucap Lino.
Lalu Ana pun segera melihat tulisan-tulisan teman sekelas nya.
"Gimana? ada yang mirip gak?" tanya Lino.
"Hmm...gak ada" ucap Ana.
"Serius gak ada?" tanya Lino memastikan.
"Iya gak ada" ucap Ana.
"Coba lihat yang ini" ucap Lino sambil menunjukan catatan kelas Raka.
Lalu Ana pun segera melihat catatan-catatan tersebut.
"Ada gak?" tanya Lino.
Ana pun hanya menggelengkan kepalanya seraya menjawab tidak ada.
"Oh iya, No! tadi ada PR gak?" tanya Ana.
"Ada" ucap Lino.
"PR apa?" tanya Ana.
"PR bahasa Inggris" ucap Lino.
"Aku lihat dong soal nya" ucap Ana.
"Bentar" ucap Lino.
Lino pun segera membuka tas nya, lalu ia pun segera mengambil buku tugas Inggris nya. Setelah itu, ia pun langsung memberikan buku tersebut kepada Ana.
Lalu Ana pun segera membuka buku tersebut.
"Ini tulisan kamu?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Beneran?" tanya Ana.
"Iya beneran" ucap Lino.
"Emang kenapa sih?" tanya Lino.
"Bagus banget tulisan kamu" ucap Ana.
"Emang" ucap Lino dengan bangga.
"Idih sombong banget" ucap Ana sambil tertawa kecil.
"Lah kan tulisan aku emang bagus" ucap Lino dengan percaya diri.
"Iya sih, tapi setidaknya jangan sombong" ucap Ana.