
Trining...trining
Lalu Ana segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan video call dari Clara.
"Siapa?" tanya Lino.
"Clara" ucap Ana.
Ana segera mengangkat panggilan video call dari Clara.
"Ana" panggil Clara.
"Ada apa, Ra?" tanya Ana.
"Naz luh lagi dimana?" tanya Clara.
"Gue lagi ada di rumah Lino, Ra" ucap Ana.
"Perasaan tiap gue telepon, luh ada di rumah Lino mulu deh" ucap Clara.
"Luh kenapa video call gue, Ra?" tanya Ana.
"Tadinya gue mau ngajak main" ucap Clara.
"Main kemana?" tanya Ana.
"Ya kemana aja" ucap Clara.
"Tapi kayaknya gue gak bisa main, soalnya Lino lagi sakit. Gue gak tega ninggalin dia sendiri" ucap Ana.
"Perasaan sakit mulu tuh bocah" ucap Clara.
"Iya soalnya waktu selesai balapan, Lino malah ngasihin jaketnya ke gue. Padahal kan udara malam dingin banget, eh terus keesokannya dia jadi sakit" ucap Ana.
"Luh lihat Lino balapan, Na?" tanya Clara.
"Iya" ucap Ana.
"Lino menang gak?" tanya Clara.
"Menang" ucap Ana.
"Hadiahnya apa?" tanya Clara.
"Gak tahu" ucap Ana.
"Nanti kalau mau lihat balapan, ajak gue juga ya" ucap Clara.
"Enggak...enggak" ucap Lino sambil mendekat kearah kamera.
"Gue kan cuma mau lihat, No" ucap Clara.
"Pokoknya cewek jangan lihat, soalnya kan balapan tuh khusus cowok" ucap Lino.
"Iya, luh jangan kesana. Soalnya disana cowok semua" ucap Ana.
"Emang kalau cowok semua kenapa?" tanya Clara.
"Emang luh mau jadi pusat perhatian cowok-cowok?" tanya Ana.
"Ya gak apa-apa" ucap Clara.
"Gak apa-apa dari mananya coba, emang luh mau dimacem-macemin sama cowok-cowok disana?" tanya Lino.
"Ih gak mau lah" ucap Clara.
"Makanya jangan kesana" ucap Lino.
"Berarti Ana waktu itu dimacem-macemin?" tanya Clara.
"Enggak!" ucap Ana.
"Dia gak dimacem-macemin kok, soalnya dia waktu itu pake topi sama masker. Jadi gak ketahuan kalau dia cewek" ucap Lino.
"Ya udah kalau gitu gue nyamar aja jadi cowok" ucap Clara.
"Jangan! kalau ketahuan nanti bahaya" ucap Lino.
"Ya udah deh gak jadi" ucap Clara.
"Oh iya, Na! terus kita kapan mainnya?" tanya Clara.
"Besok aja, Ra" ucap Ana.
"Ya udah besok harus jadi ya" ucap Clara.
"Iya" ucap Ana.
"Emang besok mau pada kemana?" tanya Lino.
"Mau ke cafe sekalian cuci mata" ucap Clara.
"Ke cafe tuh makan sama minum, bukan cuci mata" ucap Lino.
"Kan sekalian cuci mata, siapa tahu kan ada cowok ganteng. Iya gak, Na?" ucap Clara.
"Enggak ah! gak ada cowok yang ganteng selain Lino" ucap Ana.
"Ada kok, banyak malah" ucap Clara.
"Gak ada! Lino tuh udah paling sempurna menurut gue" ucap Ana.
Lino langsung tersenyum saat mendengar ucapan Ana.
"Iya deh terserah luh aja" pasrah Clara.
"Terus besok mau ke cafe mana?" tanya Ana.
"Ke stay cafe aja" ucap Clara.
"Cafe nya Bina?" tanya Ana memastikan.
"Iya" ucap Clara.
"Nanti kesananya jam berapa?" tanya Ana.
"Pokoknya jam 4 sore harus ada disana, gak boleh telat" ucap Clara.
"Oke" ucap Ana.
"Nanti gue ajak Felisa sama Lia juga" ucap Clara.
"Oke" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Clara.
"Iya" ucap Ana.
Clara langsung mematikan panggilan teleponnya.
"Besok mau dianter gak kesananya?" tanya Lino.
"Gak usah, lagian aku bisa pesen ojek online kok" ucap Ana.
"Oh ya udah" ucap Lino.
"Oh iya, kamu udah chat Gilang belum?" tanya Ana.
"Ngapain chat dia?" tanya Lino.
"Ya suruh beliin obat" ucap Ana.
"Iya nanti aku chat" ucap Lino.
"Sekarang aja, kalau bisa telepon" ucap Ana.
"Iya, nanti aku telepon" ucap Lino.
"Sekarang teleponnya" suruh Ana.
"Masa dari tadi sama Felisa terus" ucap Ana.
"Kan biasanya kalau jalan-jalan emang suka lama" ucap Lino.
"Ya udah kalau gitu biar aku aja yang beli" ucap Ana.
"Ya udah iya, aku telepon sekarang" ucap Lino.
Lino segera menelepon Gilang.
Beberapa detik kemudian, Gilang langsung mengangkat panggilan telepon dari Lino.
"Ada apa?" tanya Gilang.
"Lang, nanti tolong beliin obat dong" ucap Lino.
"Obat apa?" tanya Gilang.
"Pokoknya obat buat meriang" ucap Lino.
"Ya udah nanti gue beliin" ucap Gilang.
"Oke, makasih" ucap Lino.
"Iya sama-sama" ucap Gilang.
"Luh masih sama Felisa?" tanya Lino.
"Enggak" ucap Gilang.
"Terus sekarang luh dimana?" tanya Lino.
"Di basecamp" ucap Gilang.
"Disana ada siapa aja?" tanya Lino.
"Cuma ada gue sama Alex" ucap Gilang.
"Oh gitu" ucap Lino
"Oh iya, luh nanti mau nginep di rumah gue gak?" tanya Lino.
"Mau, nanti gue sama Alex bakal nginep di rumah luh" ucap Gilang.
"Oh ya udah kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Lino.
"Iya" ucap Gilang.
Lalu Lino segera mematikan panggilan teleponnya.
"Gilang mau nginep disini?" tanya Ana.
"Iya, sama Alex juga" ucap Lino.
"Alex kasihan banget ya, No. Dia pasti merasa kesepian banget karena orang tuanya udah gak ada" ucap Ana.
"Iya, dia kasihan banget" ucap Lino.
"Bahkan waktu itu aku pernah ngelihat dia nangis karena katanya dia kangen sama orang tua nya" ucap Lino.
Lalu Ana langsung meneteskan air matanya.
"Kamu kenapa nangis?" tanya Lino.
"Aku kasihan sama dia" ucap Ana sambil mengusap air matanya.
"Udah jangan nangis" ucap Lino.
"No, pokoknya kamu harus selalu ada ya buat Alex" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Janji ya" ucap Ana.
"Iya, Ana" ucap Lino.
"Jangan berantem sama dia ya" ucap Ana.
"Iya" kata Lino.
"Awas aja kalau sampe kamu berantem sama dia" ucap Ana.
"Kalau berantem emang kenapa?" tanya Lino.
"Aku bakal pukul kamu" ucap Ana.
"Kalau dia yang pertama ngajak berantem gimana?" tanya Lino.
"Ya kamu jangan ladenin dia" ucap Ana.
"Kalau aku ditonjok sama Alex gimana?" tanya Lino.
"Alex gak mungkin lah nonjok kamu, yang ada kamu yang nonjok dia" ucap Ana.
"Oh iya, No! katanya kamu jago ya berantem nya?" tanya Ana.
"Enggak kok" ucap Lino.
"Tapi katanya jago" ucap Ana.
"Kata siapa?" tanya Lino.
"Kata Raka" ucap Ana.
"Aku gak jago berantem kok" ucap Lino.
"Alah kamu bohong kan" ucap Ana.
"Bener, aku gak jago" ucap Lino.
"No, aku minta minum ya" ucap Ana.
"Iya boleh" ucap Lino.
"Kamu mau minum gak?" tanya Ana.
"Mau" ucap Lino.
"Ya udah kalau gitu aku ambil dulu ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
Lalu Ana segera pergi ke dapur untuk mengambil air minum untuk dirinya dan juga Lino.
Setelah mengambil minum, Ana segera kembali menghampiri Lino.
"Nih minumnya" ucap Ana sambil duduk disebelah Lino.
Lalu Lino segera mengambil air minum tersebut.
"Makasih sayang" ucap Lino.
"Uhuk....uhuk" Ana langsung tersedak saat mendengar ucapan Lino barusan.
"Hati-hati dong minuman" ucap Lino sambil menepuk-nepuk punggung Ana.
"Gara-gara kamu sih" ucap Ana.
"Kok kamu jadi nyalahin aku" bingung Lino.
"Habisnya gara-gara kamu ngomong, aku jadi keselek" ucap Ana.
"Emang tadi aku ngomong apa sampe-sampe bikin kamu keselek?" tanya Lino.
"Kamu tadi bilang makasih sayang, makanya aku jadi keselek pas minum" jelas Ana.