ARLINO

ARLINO
Episode 214



"Guys! ada yang mau nitip makanan gak?" tanya Gilang.


"Gue nitip" ucap Lino.


"Mau nitip apa?" tanya Gilang.


"Na, kamu mau apa?" tanya Lino.


"Aku mau seblak" ucap Ana.


"Seblak nya satu sama mie ayam nya satu" ucap Lino sambil memberikan uang kepada Gilang.


"Kembaliannya buat gue ya" ucap Gilang.


"Iya" ucap Lino.


"Lex, luh mau nitip gak?" tanya Gilang.


"Gue mau ikut aja deh, soalnya gue gak mau jadi nyamuk" ucap Alex.


"Ya udah ayo" ucap Gilang.


Akhirnya Gilang dan Alex segera pergi.


"Bayu sama Bobby kemana, No? kok gak kesini sih" ucap Ana.


"Ya mereka di rumah nya lah" ucap Lino.


"Pasti Bobby lagi ngurus kucingnya ya" ucap Ana.


"Enggak, dia lagi tidur" ucap Lino.


"Kamu tahu dari mana kalau dia lagi tidur" ucap Ana.


"Soalnya aku kan sering ke rumahnya jam segini, tapi pas aku ke rumahnya dia nya masih tidur" ucap Lino sambil memainkan game diponselnya.


"No, itu game p*bg ya?" tanya Ana sambil mendekat kearah Lino.


"Iya" ucap Lino.


"Aku pingin main dong" ucap Ana.


"Jangan! kamu gak bisa" ucap Lino.


"Aku bisa kok" ucap Ana.


"Main nya di handphone kamu aja" ucap Lino.


"Aku gak ada kuota" ucap Ana.


"Pake Wi-Fi aja" ucap Lino.


"Emang disini ada Wi-Fi?" tanya Ana.


"Ada" ucap Lino.


"Nama Wi-Fi nya apa?" tanya Ana.


"Skz" ucap Lino.


"Oh iya ada" ucap Ana.


"Password nya apa?" tanya Ana.


"Sini" ucap Lino sambil mengambil ponsel milik Ana dan ia segera memasukkan password nya.


Kemudian Lino segera mengembalikan ponsel kepada Ana.


Lalu Ana segera mendownload game tersebut.


Setelah selesai mendownload game, Ana segera membuka game tersebut.


"No, main bareng yuk!" ajak Ana.


"Aku nya lagi main sama orang, Na" ucap Lino yang sedang fokus bermain game.


"Hai guys" ucap Bayu yang baru datang.


"Hai juga" ucap Ana.


"Eh ada Ana" ucap Bayu.


Ana hanya tersenyum.


"Lagi ngapain, Na?" tanya Bayu sambil duduk disebelah Ana.


"Ini lagi mau main game, tapi gak ada temen buat main" ucap Ana.


"Ajak pacar luh dong" ucap Bayu.


"Lino nya kan lagi main sama orang" ucap Ana.


"Ya udah ayo main bareng gue" ucap Bayu.


"Ayo" ucap Ana.


Ana dan Bayu segera bermain game tersebut.


"Na, ayo main" ucap Lino karena permainannya telah berakhir.


"Aku lagi main sama Bayu" ucap Ana yang sedang fokus bermain game.


Lino segera menggendong Ana ala bridal style dan memindahkan Ana agar tidak duduk disebelah Bayu.


"Ih, Lino! aku lagi main!" ucap Ana saat Lino menggendong nya.


Kemudian Lino segera memindahkan Ana ke posisi duduk yang tadi Lino tempati. Sedangkan Lino, ia duduk di antara Bayu dan Ana.


"Na, didepan ada musuh" ucap Bayu sambil melihat kesamping nya.


"Eh anjir! kok jadi luh yang disini" kaget Bayu.


"Disebelah mana sih?" tanya Ana.


"Didepan, yang deket rumah" ucap Bayu.


Lino segera merangkul Ana sambil membantu Ana memainkan game.


"No, ngapain?" tanya Ana.


"Bantuin kamu" ucap Lino.


"Aku bisa sendiri, No" ucap Ana sambil menggeser tangan Lino agar Lino tidak membantunya.


Lino sengaja mengganggu Ana dengan cara mengacak-acak rambut Ana agar Ana kalah dalam permainan.


"Diem, No" ucap Ana.


Bukannya diam, Lino semakin mengacak-acak rambut Ana.


"Yah Lino!" keluh Ana.


"Kenapa?" tanya Lino sambil menahan tawanya karena ia tahu bahwa Ana telah kalah dalam permainan.


"Aku jadi kalah gara-gara kamu" keluh Ana.


"Ya maaf" ucap Lino sambil tertawa kecil.


"Ya udah ayo main bareng" ucap Lino.


"Guys! nih pesanannya" ucap Gilang yang baru datang bersama Alex.


"Yeay! akhirnya yang ditunggu-tunggu datang" ucap Ana.


Gilang segera meletakkan makanan pesanan Ana dan Lino di meja.


Lino segera mengambil dua air mineral dikulkas. Lalu ia kembali duduk.


"Ini minum nya" ucap Lino sambil memberikan air mineral kepada Ana.


"Makasih" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Lino.


Ana, Lino, Gilang dan Alex segera memakan makanan masing-masing.


"Bayu" panggil Ana.


"Apaan?" tanya Bayu yang sedang fokus bermain game.


"Mau seblak gak?" tanya Ana.


"Enggak" ucap Bayu.


"Bay, mau mie ayam gak?" tanya Lino.


"Enggak" jawab Bayu.


"Bay, mau batagor gak?" tanya Gilang.


"Tumben luh nawarin gue makanan" ucap Bayu.


"Bay" panggil Alex.


"Gue gak mau" ucap Bayu.


"Belum juga gue ngomong" ucap Alex.


"Emm...enak banget seblaknya" ucap Ana.


"Pedes gak?" tanya Gilang.


"Pedes" ucap Ana.


"Luh mau nyobain?" tanya Ana.


"Mau dong dikit" ucap Gilang.


"Ya udah nih" ucap Ana.


Gilang segera mengambil seblak tersebut dengan menggunakan sendok batagor yang ia pakai.


Lalu Gilang segera memakan seblak tersebut.


"Anj*ng pedes banget" ucap Gilang.


Gilang segera mengambil air mineral dikulkas, kemudian ia segera meminumnya.


"Gila luh, Lex! luh mau bikin Ana sakit perut ya" ucap Gilang.


"Kok jadi nyalahin gue" ucap Alex.


"Kan tadi luh yang bilang ke ibu-ibu nya, nyuruh


seblaknya yang pedes banget" ucap Gilang.


"Bukannya cewek emang suka yang pedes ya?" tanya Alex.


"Emang suka kok" sahut Ana.


"Tuh, kan! Ana juga bilang suka" ucap Alex.


"Tapi itu pedes banget gila" ucap Gilang.


"Enggak apa-apa, lagian ini enak kok" ucap Ana.


"Iya deh terserah luh aja. Tapi kalau luh masuk rumah sakit, nanti salahin aja Alex" ucap Gilang.


"Ya salahin ibu-ibu yang jual seblaknya lah, kan dia yang masukin bumbunya" ucap Alex.


"Udah jangan berantem, lagian gue kan gak masuk rumah sakit" ucap Ana.


Trining...trining


"Anj*ng! siapa lagi yang nelpon" kesal Bayu karena ia sedang memainkan game.


Sontak Ana langsung melihat kearah Bayu.


"Angkat aja, Bay! itu yang nelpon pasti gebetan luh" ucap Gilang.


"Gak mau ah! gue lagi main game" ucap Bayu.


"Angkat aja siapa tahu penting" ucap Ana.


Akhirnya Bayu segera mengangkat panggilan telepon tersebut dan ia segera pergi keluar.


"Giliran sama cewek aja nurut" ucap Gilang.


Kemudian Bayu segera kembali sambil mengambil helm nya.


"Guys, gue pergi dulu ya" ucap Bayu sambil pergi.


"Dia kenapa? buru-buru amat" ucap Alex.


"Ada hal penting kali, makanya buru-buru" ucap Lino.


"Penting apanya, palingan cewek nya ngajak main" sahut Alex.


"Jangan suudzon! siapa tahu emang ada hal yang penting" ucap Ana.


"Iya, hal pentingnya tuh cewek" ucap Alex.


"Eh tunggu deh! bukannya kalian putus ya" ucap Alex yang baru tersadar.


"Iya kemarin sempet putus, tapi balikan lagi" ucap Ana.


"Loh! luh beli handphone baru, No?" tanya Gilang.


"Iya, soalnya layar handphone gue yang lama retak. Makanya gue beli lagi" ucap Lino.


"Kenapa bisa retak?" tanya Gilang.


"Soalnya dia banting handphone nya, makanya layarnya retak" ucap Alex.


"Ngapain luh banting?" tanya Gilang.


"Kepo banget luh kayak Dora" ucap Lino.


"Dia banting handphone nya karena kan kemarin dia sama Ana putus, jadi dia frustasi dan akhirnya ngelempar handphone nya deh" ucap Alex.


"Jadi kamu ngelempar handphone kamu gara-gara putus sama aku, No?" tanya Ana.


"Bukan gara-gara itu kok" bohong Lino.


"Terus gara-gara apa?" tanya Ana.


"Gara-gara aku pingin beli handphone baru, makanya aku banting handphone lama aku" bohong Lino.


"Wih sultan mah emang beda ya kalau pingin ganti handphone. Harus banting handphone lamanya dulu, baru beli baru" ucap Alex.


"Sultan apaan anjir?" tanya Lino.


"Orang kaya" ucap Alex.


"Gue mah gak kaya" ucap Lino.


"Alah merendah luh" ucap Alex.


"Iya bener, Lino emang sultan. Gue aja dibeliin handphone sama dia" ucap Ana sambil menunjukkan handphone baru nya.


"Loh! itu dibeliin Lino?" tanya Gilang sedikit terkejut.


"Iya" ucap Ana.


"Baru kali ini loh Lino ngasih barang mahal ke cewek" ucap Gilang.


"Gue ngasih handphone ke Ana karena gue udah ngerusakin handphone dia" jelas Lino.


"Kenapa luh ngerusakin handphone Ana?" tanya Alex.


"Bukan ngerusakin sih, lebih tepatnya handphone Ana kecemplung ke kolam renang" ucap Lino.


"Kok bisa kecemplung" heran Alex.


"Soalnya waktu itu gue mau jatuh ke kolam renang, terus gue pegangan ke tangan Ana dan berharap Ana ngebantuin gue. Eh ternyata Ana nya juga malah ikut kecebur ke kolam renang, bahkan sampe dia tenggelam segala" jelas Lino.


"Luh emang gak bisa renang, Na?" tanya Gilang.


"Hmm...enggak" bohong Ana.


"Ya kalau tenggelam berarti gak bisa renang lah beg*" sahut Lino.


"Eh gak boleh kasar!" ucap Ana.


"Habisnya dia beg* banget jadi orang" ucap Lino.


"Lino, gak boleh gitu!" ucap Ana.


"Cepet minta maaf!" perintah Ana.


"Iya, maaf deh" ucap Lino dengan terpaksa.


"Na, dia gak ikhlas minta maaf nya" ucap Gilang.


"No, yang bener minta maaf nya" ucap Ana.


Alex hanya tertawa karena Ana menyuruh Lino untuk meminta maaf kepada Gilang.


"GILANG, GUE MINTA MAAF!" ucap Lino sambil ngegas.


"Na, dia gak ikhlas" ucap Gilang.


"Lang, baku hantam yuk!" kesal Lino.


"Na, Lino nya malah ngajakin berantem" adu Gilang.


"No, gak boleh gitu" ucap Ana.


"Aku cuma bercanda, Na" ucap Lino.