ARLINO

ARLINO
Episode 47



"Na, gue pingin tahu dong alasan kenapa luh nerima kakak gue" ucap Naya.


Ana pun bingung harus menjawab apa.


"Ya karena Bagas ganteng lah" sahut Felisa.


"Karena ganteng?" tanya Naya memastikan.


"Iya" ucap Ana.


Memang benar wajah Bagas tampan, tetapi jujur saja Ana tidak menyukainya karena Ana hanya menjadikan Bagas sebagai pelampiasan akibat Lino tidak menyukainya.


"Na, kamu kenapa?" tanya Bagas karena melihat Ana yang sedang melamun.


"Aku kayaknya masih pusing" ucap Ana.


"Yaudah istirahat aja di kamar aku" ucap Bagas.


"Ih enak aja! ngapain luh nyuruh tidur temen gue di kamar luh" sahut Clara.


"Kan dia tadi bilang lagi pusing" ucap Bagas.


"Ya jangan di kamar luh dong" ucap Clara.


"Istirahat di kamar gue aja, Na" ucap Naya.


"Enggak ah! gue gak enak sama kalian, masa gue tidur sih" ucap Ana.


"Gak apa-apa lagi, kan luh pasti masih pusing" ucap Felisa.


"Udah enggak pusing lagi kok" ucap Ana berbohong.


"Beneran?" tanya Bagas.


"Iya" ucap Ana berbohong.


"Atau mau aku anterin pulang? biar kamu bisa istirahat di rumah" kata Bagas.


Ana pun langsung mengangguk mengiyakan ucapan Bagas.


"Yaudah ayo pulang" ucap Bagas.


"Guys, gue pulang dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Naya, Clara dan Felisa.


"Nay, kunci mobil mana?" tanya Bagas.


"Tuh, deket tv" ucap Naya.


Bagas pun segera mengambil kunci mobil tersebut.


"Ayo, Na!" ucap Bagas.


Ana pun segera mengikuti Bagas.


Lalu mereka berdua pun segera masuk kedalam mobil Setelah itu Bagas pun segera melajukan mobilnya.


"Gas, makasih ya udah mau ngantar jemput aku" ucap Ana.


"Kamu lucu banget deh, lagian kan aku pacar kamu jadi aku harus nganter jemput kamu setiap hari" ucap Bagas sambil tersenyum.


"Bagas kok baik banget sih sama gue, gue jadi merasa bersalah sama dia. Apa gue harus lupain Lino aja, supaya gue bisa suka sama Bagas" batin Ana.


"Bagas" panggil Ana.


"Kenapa?" tanya Bagas sambil menyetir.


"Kamu kenapa suka sama aku?" tanya Ana.


"Alasan awalnya sih karena kamu cantik tapi sekarang alasan aku udah berubah" ucap Bagas.


"Emang alasan yang sekarang apa?" tanya Bina.


"Karena kamu lucu" ucap Bagas.


"Perasaan aku jarang ngelawak deh" ucap Ana.


"Maksud aku tuh tingkah kamu yang lucu, kayak anak kecil gitu tingkahnya" ucap Bagas tersenyum.


Krining...krining


Bagas pun segera mengambil ponselnya yang berada di saku celananya.


"Mau aku pegangin gak handphone nya biar kamu fokus nyetir?" tanya Ana.


"Gak usah, aku bisa nyetir pake satu tangan kok" ucap Bagas sambil mengangkat telepon tersebut.


"Hallo" ucap Bagas.


"Gas, luh dimana?" tanya Gilang.


"Dijalan, gue lagi nganter Ana pulang" ucap Bagas.


"Kata Lino nanti malam ada balapan, luh mau ikut gak?" tanya Gilang.


"Mau, nanti malam gue kesana" ucap Bagas.


"Oke" ucap Gilang sambil mematikan panggilan teleponnya.


Lalu Bagas pun menyimpan ponselnya kembali dan fokus menyetir.


"Malam mau kemana?" tanya Ana penasaran.


"Biasa mau main sama Lino dan Gilang" ucap Bagas.


"Main kemana?" tanya Ana penasaran.


"Biasalah nongkrong dicafe" ucap Bagas berbohong.


"Oh gitu" ucap Ana.


"Boleh" ucap Bagas.


"Nanti bangunin ya kalau udah sampai" ucap Ana.


"Iya" ucap Bagas.


Ana pun segera tidur.


Bagas pun hanya tersenyum melihat wajah Ana yang sedang tertidur.


"Cantik banget sih pacar gue" gumam Bagas.


Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya mereka pun sampai di rumah Ana.


"Na, bangun" ucap Bagas.


Lalu Bagas pun mencium bibir Ana sekilas.


Ana pun langsung terbangun dan terkejut karena Bagas mencium bibirnya.


"Kamu ngapain cium aku?" tanya Ana dengan perasaan tak karuan.


"Biar kamu bangun" ucap Bagas.


Ana pun segera keluar dari mobil Bagas dan ia pun langsung masuk kedalam rumahnya karena ia merasa kesal dengan Bagas.


Bagas pun hanya tersenyum saat melihat Ana yang langsung pergi begitu saja, karena ia pikir Ana sedang salah tingkah karena dicium olehnya.


Ana pun segera menuju kamarnya, lalu ia pun segera berganti baju.


Setelah itu ia pun segera menemui mamahnya yang sedang berada di dapur.


"Kamu kemana aja?" tanya mamah.


"Main di rumah Naya" ucap Ana.


"Rumah Naya atau rumah pacar?" tanya mamah.


"Dua-duanya" ucap Ana.


"Maksudnya?" bingung mamah.


"Naya sama Bagas tuh adik kakak" ucap Ana.


"Mereka kembar?" tanya mamah.


"Iya kali" ucap Ana.


"Oh jadi waktu itu kamu nginep di rumah Naya karena ada Bagas?" tanya mamah sedikit marah.


"Enggak! Ana nginep di rumah Naya karena temen-temen cewek yang lain juga pada nginep di rumah Naya" jelas Ana.


"Temen-temen nya Bagas juga nginep?" tanya mamah.


"Enggak kok, mah" ucap Ana berbohong karena takut mamahnya marah.


"Mah, jangan kasih tahu papah ya tentang Ana yang waktu itu nginep di rumah Naya" mohon Ana.


"Tapi bener kan cowok nya cuma Bagas doang? " tanya mamah.


"Iya" ucap Ana berbohong.


"Bagas gak macem-macem kan sama kamu?" tanya mamah memastikan.


"Enggak kok! lagian aku, Naya, Clara, Felisa sama Lia tidurnya dikamar Naya" ucap Ana.


"Syukur deh kalau gitu" ucap mamah


"Mah" ucap Ana.


"Kenapa?" tanya mamah.


"Papah sama mamah kenapa sih sekarang suka ngekang Ana" ucap Ana.


"Mamah sama papah gak ngekang kamu kok, buktinya kamu dibolehin pacaran sama Bagas" ucap mamah.


"Bukan masalah itu" ucap Ana.


"Terus masalah apa?" tanya mamah.


"Kenapa aku gak dibolehin main malem-malem" ucap Ana.


"Loh kata siapa, kan kemarin kamu dibolehin main sama Bagas" ucap mamah.


"Tapi kan awalnya papah bilang gak boleh" ucap Ana.


"Papah bilang kayak gitu karena dia pingin temen kamu minta ijin langsung sama papah, buktinya kemarin diijinin kan" jelas mamah.


"Iya juga sih" ucap Ana.


"Papah tuh bilang kayak gitu karena khawatir sama kamu, kamu kan anak satu-satunya" ucap mamah.


"Tapi kalau ada temen aku yang ngajak main malem lagi dijiinin gak?" tanya Ana.


"Mamah sama papah pasti ijinin kok, asal temen kamu ijin dulu sama mamah dan papah" ucap mamah.


"Emang kamu mau main kemana sih malem-malem?" tanya mamah.


"Ya kemana aja gitu, ke cafe contohnya atau nonton acara musik" ucap Ana.


"Tapi inget ya kamu harus hati-hati, soalnya kamu itu kan perempuan jadi mamah khawatir sama kamu" ucap mamah.


"Iya, mah! aku pasti jaga diri aku baik-baik kok" ucap Ana.


"Inget, jangan ke club!" ucap mamah.


"Iya, mah. Aku gak akan ke club kok, ngapain juga aku kesana" ucap Ana.