
"Bentar, No!" ucap Ana sambil melepaskan tangan Lino.
"Kenapa?" tanya Lino.
"Tas aku ada ditempat yang tadi" ucap Ana.
"Oh iya! ya udah kita kesana dulu yuk" ucap Lino.
Lalu Ana dan Lino pun segera pergi ke tempat yang tadi.
Setelah sampai, Ana pun langsung mengambil tasnya.
"Barang-barang kamu ada yang hilang gak?" tanya Lino.
"Enggak" ucap Ana.
"Masih lengkap?" tanya Lino.
"Iya masih lengkap" ucap Ana.
"Ya udah sini tas kamu, aku mau titipin ke ibu warung" ucap Lino.
"Oh iya, No! sekalian titip sandal juga" ucap Ana.
"Ya udah sini" ucap Lino.
"Nih" ucap Ana sambil memberikan tas dan sandalnya kepada Lino.
Lalu Lino pun segera mengambil tas dan sandal Ana, kemudian ia pun langsung pergi menuju warung untuk menitipkan tas dan sendal.
Setelah selesai menitipkan tas dan sandal, Lino pun segera kembali menghampiri Ana.
"Ya udah ayo kesana lagi" ucap Lino sambil menarik Ana menuju pantai.
Lalu Lino pun segera membawa Ana ke tengah pantai.
"No, lari ombak nya besar" ucap Ana.
Lalu Ana pun segera menarik tangan Lino.
"Gak usah lari" ucap Lino.
Lalu Lino pun segera menarik Ana mendekati ombak tersebut.
"Lompat, Na" ucap Lino.
Saat ombak besar tersebut mendekat, mereka pun langsung melompat bersama.
"Kalau ada ombak jangan lari, lebih baik kita deketin. Terus lompat deh" ucap Lino.
"Kalau gak lari nanti kita ke gulung ombak" ucap Ana.
"Gak bakal" ucap Lino.
"No, ada ombak lagi" ucap Ana saat melihat ombak yang lebih besar dari sebelumnya.
"Jangan lari, kita lompat aja" ucap Lino.
Lalu pada saat melompat, ternyata mereka pun tidak bisa melompat melebihi tinggi ombak. Dan akhirnya mereka berdua pun pun tergulung ombak.
"Uhuk...uhuk" Ana dan Lino pun batuk karena air pantainya terminum.
"Gak apa-apa kan?" tanya Lino.
"Enggak apa-apa" ucap Ana.
"No" ucap Ana.
"Kenapa?" tanya Lino.
"Asin" ucap Ana.
Lino pun hanya tertawa karena mendengar ucapan Ana.
"Ya udah, kalau gitu kita udahan yuk main airnya" ucap Lino.
Lalu Lino pun membawa Ana ke tempat yang jual pakaian.
"No, gak usah beli pakaian" ucap Ana.
"Nanti kita kedinginan, Na" ucap Lino.
"Aku pulangnya basah-basahan aja" ucap Ana.
"Kalau kamu pingin ganti ya beli aja buat kamu" ucap Lino.
"Masa aku beli, kamunya enggak" ucap Lino.
"Ya gak apa-apa" ucap Ana.
"Ya udah deh, ayo pulang" ucap Lino.
"No, tas aku" ucap Ana.
"Oh iya aku lupa" ucap Lino.
Lalu Lino pun segera pergi menuju warung untuk mengambil tas Ana.
Setelah mengambil tas milik Ana, Lino pun segera kembali menghampiri Ana.
"Ini" ucap Lino sambil memberikan tas kepada Ana.
Lalu Ana pun segera mengambil tasnya.
Lalu mereka berdua pun segera pulang.
(Di perjalanan)
"Dingin gak?" tanya Lino.
"Dingin" ucap Ana.
"Ya udah kalau dingin peluk aja aku" ucap Lino.
"Emang gak apa-apa?" tanya Ana.
"Ya gak apa-apa" ucap Lino sambil tersenyum.
Lalu Ana pun segera memeluk Lino.
20 menit kemudian...
Akhirnya mereka berdua pun sampai di rumah Ana.
Lalu Ana pun segera turun dari motornya Lino.
"Ya udah aku pulang dulu ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Dadah" ucap Ana.
Lino pun hanya tersenyum.
"Kenapa?" tanya Ana bingung karena Lino malah menatapnya sambil senyum.
"Baju kamu kayaknya transparan deh, Na" ucap Lino.
Ana pun segera melihat bajunya, dan memang bajunya sedikit transparan.
Lalu Ana pun berlari kedalam rumahnya karena ia sangat malu.
Setelah Ana masuk kedalam rumahnya, Lino pun segera pergi.
"Lino, kenapa harus bilang kayak gitu sih. Kan gue jadi malu" ucap Ana.
Lalu Ana pun segera pergi menuju kamarnya, dan ia pun langsung mengambil baju dan celananya. Kemudian ia pun segera pergi menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Ana pun segera pergi menuju dapur karena ia sangat lapar.
Setelah selesai memasak, Ana pun langsung memakan mie instan tersebut.
Trining...trining
Lalu Ana pun segera mengangkat panggilan telepon dari Lino.
"Nomer yang anda tuju sedang sibuk makan" ucap Ana.
"Apaan sih, Na" ucap Lino sambil tertawa.
"Aku lagi sibuk makan, No" ucap Ana.
"Kalau sibuk kenapa diangkat?" tanya Lino.
"Ya kan takutnya penting" ucap Ana.
Lalu Lino pun segera mematikan panggilan teleponnya.
"Loh kok dimatiin" ucap Ana.
Trining...trining
Ana pun segera mengangkat panggilan video call dari Lino. Dan ia mengarahkan kameranya ke langit-langit rumahnya.
"Na, lihatin dong muka kamunya" ucap Lino.
"Enggak ah! aku mau makan" ucap Ana.
"Ya gak apa-apa, video call nya sambil makan aja" ucap Lino.
Lalu Ana pun segera menuruti perkataan Lino.
"Mau apa sih?" tanya Ana.
"Ya mau ngobrol sama kamu lah" ucap Lino.
"Mau ngobrol apa?" tanya Ana.
"Ngobrol random" ucap Lino.
"Oh iya, mamah kamu belum pulang?" tanya Lino.
"Belum" ucap Ana.
"Na" ucap Lino.
"Kenapa?" tanya Ana.
"Tadi yang ngelewat di belakang kamu siapa?" tanya Lino dengan nada serius.
Lalu Ana pun segera melihat kearah belakang.
"Gak ada siapa-siapa kok" ucap Ana.
"Tapi tadi aku ngelihat orang loh" ucap Lino.
"No, jangan nakut-nakutin" ucap Ana.
"Aku gak nakut-nakutin kok" ucap Lino.
Lalu Ana pun segera membawa mangkuk dan handphonenya, dan ia pun langsung menuju ke teras depan.
"Beneran ada orang, No?" tanya Ana sambil duduk diteras depan.
"Iya beneran ada" bohong Lino.
"Tapi di rumah aku gak ada siapa-siapa, No" ucap Ana.
"Atau mungkin hantu?" tanya Ana.
"Iya kayaknya hantu deh" ucap Lino sambil menahan tawanya.
"Kamu bohong ya?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino sambil tertawa kecil.
"Dasar rese" kesal Ana.
Lalu Ana pun segera mematikan video call nya.
Setelah itu, ia pun segera kembali ke meja makan. Dan ia pun langsung melanjutkan makannya.
Trining...trining
Lino pun menelpon Ana lagi.
Karena kesal, Ana pun dengan sengaja tidak mengangkat panggilan telepon dari Lino.
Ting
Lino :
Maaf ya, aku tadi cuma bercanda
^^^Ana :^^^
^^^Iya^^^
Lino :
Nanti malam sibuk gak?
^^^Ana :^^^
^^^Enggak^^^
Lino :
Kalau kamu gak sibuk, kamu mau gak dinner bareng sama mamah dan papah aku.
^^^Ana :^^^
^^^Dinner?^^^
Lino :
Iya
^^^Ana :^^^
^^^Tapi aku malu^^^
Lino :
Ngapain malu? kan ada aku
^^^Ana :^^^
^^^Ya tetep aja malu^^^
Lino :
Ya udah kalau kamu gak mau berarti aku ajak aja cewek lain
^^^Ana :^^^
^^^Ya udah deh iya^^^
Lino :
Nanti malam aku jemput ya
^^^Ana :^^^
^^^Iya^^^