
"Oh iya, kamu tunggu bentar ya disini. Soalnya aku belum kasih makan Dora sama Dori" ucap Lino.
"Aku ikut" ucap Ana.
"Udah tunggu aja, cuma bentar kok" ucap Lino.
Lalu Lino segera pergi.
Trining...trining
Ana segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari papahnya.
Lalu Ana segera mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Hallo, pah" ucap Ana.
"Ana, gimana kabar kamu?" tanya papah.
"Ana baik kok, pah" ucap Ana.
"Syukur deh kalau kamu baik-baik aja" ucap papah.
"Papah sendiri gimana?" tanya Ana.
"Papah kurang sehat, Na" ucap papah.
"Papah sakit?" tanya Ana.
"Iya" ucap papah.
"Papah sakit apa?" tanya Ana.
"Sakit kepala" ucap papah.
"Papah udah periksa ke dokter belum?" tanya Ana.
"Belum" ucap papah.
"Ya udah lebih baik papah ke dokter aja, nanti takutnya kenapa-napa" ucap Ana.
"Papah cuma sakit kepala doang kok, jadi gak perlu ke rumah sakit" ucap papah.
"Papah jangan terlalu sibuk kerja makanya" ucap Ana.
"Kan papah kerja buat menuhin kebutuhan kamu" ucap papah.
Lalu mata Ana langsung berkaca-kaca setelah mendengar ucapan papah barusan.
"Na" ucap papah.
"Iya, pah" ucap Ana.
"Kemarin papah udah transfer uang ke rekening kami" ucap papah.
"Makasih, pah" ucap Ana.
"Kalau belanja jangan boros ya" ucap papah.
"Iya, Ana gak bakal boros kok" ucap Ana.
"Lain kali kita belanja bareng ya. Nanti papah beliin apapun yang kamu mau" ucap papah.
Lalu Ana langsung meneteskan air matanya karena ia ingat momen ketika mamah, papah dan dirinya sedang berbelanja bersama.
"Pah, udah dulu ya teleponnya. Ana mau ke kamar mandi dulu" ucap Ana.
"Iya" ucap papah.
Lalu Ana segera mematikan panggilan teleponnya.
Ana langsung menangis karena ia sangat rindu ketika orang tuanya masih bersama.
...****...
Setelah selesai memberi makan kucingnya, Lino segera kembali menghampiri Ana.
Setelah sampai di ruang tamu, Lino melihat Ana yang sedang menangis.
"Na, kenapa?" tanya Lino sambil duduk disamping Ana.
"Aku kangen saat-saat orang tua aku belum pisah, No" ucap Ana.
"Aku pingin banget lihat orang tua aku bersama lagi" ucap Ana.
Lalu Lino langsung memeluk Ana.
"No, kenapa sih Tuhan gak adil banget sama aku. Kenapa aku harus ngehadapin berbagai masalah yang berat banget" ucap Ana sambil menangis.
Lalu Lino langsung melepaskan pelukannya. Kemudian Lino segera memegang kedua bahu Ana sambil menatapnya.
"Na, Tuhan ngasih cobaan ke kamu karena Tuhan tahu bahwa kamu bisa melewati cobaan itu" ucap Lino.
"Na, kamu tahu gak?" tanya Lino.
"Apa?" ucap Ana.
"Ada loh keluarga yang baik-baik aja, tapi mereka gak bahagia" ucap Lino.
"Emang ada?" tanya Ana.
"Ada" ucap Lino.
"Dan keluarga itu adalah keluarga aku sendiri" ucap Lino.
"Kata anak-anak Skz sih hidup aku enak banget, tapi menurut aku enggak tuh. Soalnya percuma punya keluarga utuh tapi kayak gak punya keluarga" ucap Lino.
"Mamah sama papah aku emang sering berantem sih, tapi mereka gak mau bercerai" ucap Lino.
"Kamu mau tahu gak, kenapa alasan mereka gak mau cerai" ucap Lino.
"Alasannya apa?" tanya Ana.
"Karena kalau mereka cerai, mereka berdua gak bakal dikasih warisan sama orang tua mereka masing-masing" jelas Lino.
Ana langsung terdiam.
"Kadang aku pingin banget punya keluarga yang bisa bikin aku nyaman. Aku gak peduli mau mereka udah pisah juga. Yang penting aku mau mereka telepon aku atau kirim pesan ke aku" ucap Lino.
"Sebenernya aku iri tahu sama kamu. Walaupun orang tua kamu pisah, tapi papah kamu selalu telpon kamu" ucap Lino sambil meneteskan air matanya.
Lalu Ana ikut meneteskan air matanya karena ia melihat Lino menangis.
Kemudian Ana langsung memeluk Lino.
Lalu Lino segera membalas pelukan Ana.
"Jangan nangis, No" ucap Ana sambil menangis sesenggukan.
Lino hanya terdiam, karena ia sangat sedih tetapi ia juga ingin tertawa karena Ana menyuruhnya untuk tidak menangis, padahal Ana nya sendiri juga sedang menangis.
"Udah lepasin pelukannya, kamu bau alkohol" canda Lino agar Ana berhenti menangis.
Lalu Ana langsung melepaskan pelukannya.
Kemudian Ana segera pindah ke sofa yang jauh dari Lino.
"Kenapa duduk disitu?" tanya Lino.
"Katanya aku bau alkohol" ucap Ana.
"Emang iya" ucap Lino.
"Ya udah berarti aku duduk disini aja" ucap Ana sambil cemberut.
"Gak apa-apa, duduk disebelah aku aja" ucap Lino.
"Enggak mau" ucap Ana.
Lalu Lino segera mendekat kearah Ana dan ia langsung duduk disebelah Ana.
"Jangan duduk disini" ucap Ana.
"Kok kamu ngusir sih. Kan ini sofa aku, jadi aku bebas dong mau duduk dimana aja" ucap Lino.
"Tapi jangan deket-deket aku, kan aku bau alkohol" ucap Ana.
"Ya gak apa-apa bau juga" ucap Lino.
"No, kamu pernah ke club malam gak?" tanya Ana tiba-tiba.
"Menurut kamu, aku pernah gak?" tanya Lino.
"Dari tampangnya sih kayaknya pernah" ucap Ana.
"Aku gak pernah kesana" ucap Lino.
"Serius?" tanya Ana.
"Enggak" ucap Lino sambil tertawa kecil
"Jadi yang bener yang mana? pernah atau enggak?" tanya Ana.
"Aku pernah kok, tapi aku gak minum" ucap Lino.
"Aku kesana cuma sekedar nemenin temen doang soalnya temen aku dj" jelas Lino.
"Nemenin cewek yang di club kali" ucap Ana.
"Suudzon mulu pikirannya" ucap Lino.
"No, kenapa sih cewek-cewek yang di club pake baju seksi semua?" ucap Ana.
"Tanyain nya jangan ke aku, kan aku bukan cewek" ucap Lino.
"Kan siapa tahu kamu tahu alasannya" ucap Ana.
"Hmm...mungkin karena biar cowok-cowok kegoda kali" ucap Lino.
"Kamu waktu itu kegoda gak sama mereka?" tanya Ana.
"Enggak, lagian selera cewek aku bukan kayak gitu" ucap Lino.
"Terus kayak siapa?" tanya Ana.
"Ya kayak kamu" ucap Lino.
Lalu Ana langsung salah tingkah karena mendengar ucapan Lino.
"Tapi aku juga kan bukan cewek baik-baik, No. Kan semalem, aku juga minum" ucap Ana.
"Tapi kan kamu dipaksa sama Elma" ucap Lino.
"No" ucap Ana.
"Apa" ucap Lino sambil menatap Ana.
"Aku ngantuk" ucap Ana.
"Ya udah tidur sana di kamar tamu" suruh Lino.
"Enggak mau ah" ucap Ana.
"Kok gak mau sih, bukannya tadi ngantuk?" ucap Lino.
"Aku pingin tidur disini boleh gak?" tanya Ana sambil menyenderkan kepalanya pada pundak Lino.
"Boleh" ucap Lino.
Lalu Ana segera menutup matanya.
"Selamat tidur" ucap Lino.
Lalu Ana memeluk Lino sambil tersenyum.
Kemudian Lino segera mengusap-usap kepala Ana agar Ana cepat tertidur.
"No, nyanyiin dong" ucap Ana.
"Aku gak bisa nyanyi" ucap Lino.
"Gak bisa nyanyi tapi kok waktu camping kamu nyanyi sih, mana suara nya lembut banget lagi kayak suara dori" ucap Ana
"Emang suara dori gimana?" tanya Lino sambil tertawa kecil.
"Suara nya kayak kamu" ucap Ana.
"Mana ada suara kucing yang mirip sama manusia" ucap Lino.
"No, gimana ya kalau sebenernya Dora sama Dori itu manusia. Cuma mereka pura-pura aja jadi kucing" ucap Ana.
"Udah, tidur cepet! katanya ngantuk, tapi kok ngobrol mulu" ucap Lino.
"Iya...iya" ucap Ana.