
Setelah itu, mamah Ana pun segera kembali ke ruang tamu.
"Nih" ucap mamah sambil memberikan lipstik.
"Makasih, mah" ucap Ana sambil mengambil lipstik tersebut.
"Loh kok makasih? bukannya itu punya kamu ya?" tanya mamah.
Ana pun langsung terdiam karena itu bukan lipstik miliknya.
"Mamah nemu itu di mobil" ucap mamah.
"Oh iya, ini lipstik emang punya aku" bohong Ana.
"Dasar pelupa" ucap mamah sambil tersenyum.
Tingtong...tingtong
"Tuh pasti Lino, cepet samperin" suruh mamah.
"Ya udah, aku pamit dulu ya mah" ucap Ana.
"Iya" ucap mamah.
Lalu Ana pun segera pergi keluar untuk menghampiri Lino.
"Nih pake" ucap Lino sambil memberikan helm kepada Ana.
Lalu Ana pun segera memakai helm tersebut. Kemudian ia pun segera menaiki motor Lino.
Lalu Lino pun segera melajukan motornya.
"No, berhenti dulu disana" tunjuk Ana.
Lalu Lino pun segera menghentikan motornya sesuai arahan Ana.
"Mau ngapain ke deket tong sampah?" tanya Lino sambil menutup hidungnya.
Lalu Bina pun segera melemparkan lipstik tersebut ke tempat pembuangan sampah.
"No, ayo pergi" ucap Ana.
Lalu Lino pun kembali melajukan motornya menuju basecamp.
****
Setelah sampai di basecamp, mereka berdua pun segera masuk kedalam basecamp Skz.
Ana pun segera memegang tangan Lino, karena ia sedikit takut.
"Itu siapa, No?" tanya anak Skz.
"Pacar gue" ucap Lino.
"Loh bukannya ini cewek yang dulu pernah luh tampar ya?" tanya anak Skz yang lain.
"Iya" ucap Lino.
"Oh iya, gue baru inget" ucap anak Skz.
"Pacar luh kayaknya takut deh sama kita, soalnya pegang tangan Lino erat kayak gitu" ucap anak Skz.
"Mereka gak bakal gigit kok, Na" ucap Lino sambil tersenyum.
"Oh iya, Na! ini namanya Bayu, yang ini namanya Alex, kalau yang ini Bobby" ucap Lino sambil menunjuk temannya satu persatu.
"Nama pacar luh Na?" tanya Alex.
"Nama dia Anastasya, tapi panggilannya Ana" ucap Lino.
"Kalau panggilannya sayang, boleh gak?" canda Bayu.
Lalu Lino pun langsung menatap tajam kearah Bayu.
"Sorry, gue cuma bercanda" ucap Bayu.
"Oh iya, Na. Kamu mau minum gak?" tanya Lino.
"Mau" ucap Ana.
"Bentar ya, aku ambilin dulu" ucap Lino sambil pergi menuju dapur basecamp nya.
"Kok luh bisa jadian sama Lino? emang luh gak benci sama dia, secara luh kan pernah ditampar sama dia" ucap Bayu pelan.
"Gue gak benci kok sama Lino" kata Ana.
"Orang tua luh tahu gak, kalau luh pacaran sama anak geng motor?" tanya Bobby.
"Enggak tahu" jawab Ana.
"Ngomongin apa nih?" tanya Lino sambil memegang 2 botol Coca cola.
"Kepo luh" ucap Bobby.
"Mereka nanya apa, Na?" tanya Lino.
"Dia tanya, orang tua aku tahu gak kalau aku pacaran sama anak geng motor" ucap Ana.
"Terus orang tua kamu tahu gak?" tanya Lino.
"Ya gak tahu lah, kalau tahu pasti mereka nyuruh kita putus" ucap Ana.
"Terus kalau misalnya mereka nyuruh kita putus gara-gara ketahuan kalau aku anak geng motor gimana?" tanya Lino.
"Ya kita backstreet aja" ucap Ana.
"Kirain gue, dia pacarnya Raka" ucap Alex.
"Dia mantannya Raka" ucap Lino.
"Hah? serius?" tanya Alex.
"Iya" ucap Lino.
"Si Raka tahu gak kalau luh berdua pacaran?" tanya Bobby.
"Tahu, bahkan dia yang comblangin gue sama Ana" jelas Lino.
"Emang luh sama Raka udah baikan?" tanya Alex.
"Udah. Gue sama Raka baikan berkat Ana" ucap Lino.
"Berkat Ana? emang dia ngelakuin apa? kok bisa buat luh sama Raka baikan lagi" tanya Bayu penasaran.
"Dia mohon-mohon ke gue sambil nangis" ucap Lino.
"Mohon-mohon agar luh sama Raka baikan?" tanya Alex.
"Ya iyalah! masa mohon-mohon minta seblak" ucap Lino.
"Oh iya, si Bagas kok jarang kesini ya" ucap Bobby.
"Soalnya dia berantem sama gue" ucap Lino.
"Berantem karena apa?" tanya Bobby.
"Kepo luh" ucap Lino.
"Guys ada yang mau nitip makanan gak?" tanya Alex.
"Gue mau" ucap Bayu.
"Gue juga mau nitip" ucap Bobby.
"Mau nitip apa?" tanya Alex.
"Gue nitip siomay" ucap Bayu.
"Gue nitip roti bakar" ucap Bobby.
"Ana, Lino. Kalian mau nitip gak?" tanya Alex.
"Enggak" ucap Ana dan Lino bersamaan.
"Ya udah gue pergi dulu ya" ucap Alex sambil pergi.
"Guys! gue sama Ana juga mau pergi dulu ya" ucap Lino.
"Mau kemana luh?" tanya Bayu.
"Mau jalan-jalan lah" ucap Lino.
"Ya udah ayo, Na" ucap Lino sambil memegang pergelangan tangan Ana.
Lalu mereka berdua pun segera keluar dari basecamp.
"Eh, kalian mau kemana?" tanya Alex sambil memakai helm.
"Mau jalan-jalan" ucap Lino.
"Ya udah gue duluan ya" ucap Alex.
"Iya" ucap Lino.
Lalu Alex pun segera melajukan motornya.
"Nih, pake dulu" ucap Lino sambil memberikan helm kepada Ana.
Lalu Ana pun segera memakai helm tersebut.
Kemudian mereka berdua pun segera menaiki motor. Setelah itu, Lino pun segera melajukan motornya.
(Diperjalanan)
"Mau kemana, No?" tanya Ana.
"Ke cafe" ucap Lino.
"Cafe kucing lagi?" tanya Ana.
"Bukan" ucap Lino sambil tertawa kecil.
"Kirain mau ke cafe kucing" ucap Ana.
"Emang kamu mau kesana?" tanya Lino.
"Enggak!" ucap Ana.
"Ya udah, kita kesana lagi" ucap Lino.
"Ih gak mau" ucap Ana.
"Terus mau nya kemana?" tanya Lino.
"Ke cafe biasa aja" ucap Ana.
"Oke" ucap Lino.
Setelah sampai di cafe, mereka berdua pun segera turun dari motor.
Kemudian mereka berdua pun segera masuk kedalam cafe tersebut. Lalu mereka berdua pun langsung duduk dikursi yang telah disediakan.
"Mas" panggil Lino kepada pelayan cafe tersebut.
Lalu pelayan cafe itu segera menghampiri Lino dan Ana.
"Mau pesan apa, kak?" tanya pelayan tersebut.
"Saya pesan americano sama strawberry cake" ucap Lino.
"Kakak yang satu lagi mau pesan apa?" tanya pelayan itu.
"Sama aja kayak dia" ucap Ana.
"Oke, tunggu ya kak" ucap pelayan itu sambil pergi.
"Kamu yakin pesen americano?" tanya Lino.
"Iya, americano kopi kan?" tanya Ana memastikan.
"Iya" ucap Lino.
"Tapi rasanya pahit" ucap Lino lagi.
"Emang iya?" tanya Ana.
"Iya" kata Lino.
"Ya udah gak apa-apa deh, udah terlanjur pesen" ucap Ana.
"Mau aku pesenin lagi gak?" tanya Lino.
"Gak usah" ucap Ana.
5 menit kemudian...
Pelayan pun segera menghampiri Ana dan Lino.
Lalu pelayan itu pun segera meletakkan makanan dan minuman yang Ana dan Lino pesan.
"Selamat menikmati" ucap pelayan tersebut.
"Iya, makasih" ucap Ana.
Lalu pelayan tersebut pun segera pergi.